<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899</id><updated>2012-01-27T00:01:12.042-08:00</updated><category term='tukar pasangan'/><category term='memek abg'/><category term='sodomi'/><category term='pemerkosaan'/><category term='cewek nakal'/><category term='majikan nakal'/><category term='wanita beristri'/><category term='kontol'/><category term='vagina'/><category term='salon plus plus'/><category term='nafsu'/><category term='pemaksaan seks'/><category term='istri genit'/><category term='toge'/><category term='ngentot abg'/><category term='threesome'/><category term='cerita tante'/><category term='perselingkuhan'/><category term='montok'/><category term='abg toge'/><category term='abg'/><category term='tante girang'/><category term='istri selingkuh'/><category term='sedarah'/><category term='ml adik ipar'/><category term='stw'/><category term='brondong'/><category term='skandal tante'/><category term='ngentot kakak ipar'/><category term='salon mesum'/><category term='ngentot tante'/><category term='cewek chinese'/><category term='memek tante'/><category term='pesta sex'/><category term='biseks'/><category term='cerita seks'/><category term='gadis salon'/><category term='ngentot sopir'/><category term='toket cewek salon'/><category term='perawan'/><category term='cewek amoy'/><category term='selingkuh'/><category term='istri teman'/><category term='sekretaris'/><category term='istri nakal'/><category term='bawah umur'/><category term='jablay'/><category term='ngentot pembantu'/><category term='toket tante'/><category term='memek'/><category term='oral seks'/><category term='perkosa'/><category term='sma'/><category term='ngentot ibu mertua'/><category term='cerita ml'/><category term='ml di hotel'/><category term='janda'/><category term='cewek salon bugil'/><category term='hypersex'/><category term='ngentot'/><category term='pesta seks'/><category term='ngentot cewek salon'/><title type='text'>Hanyalah Cerita Dewasa</title><subtitle type='html'>Tempat berbagi cerita dewasa,cerita porno,cerita bokep,cerita seks, dan semua cerita 17 tahun keatas</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-5337787839564699945</id><published>2009-09-02T08:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T08:12:12.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingkuh'/><title type='text'>Selingkuh Dengan Airin Istri Temanku</title><content type='html'>Hendro adalah suami Airin sahabat istriku dia baru pulang dari LA dan kebetulan adikku titip barang buatku, sudah hampir 10 hari Airin menilponku untuk mengambil barangnya tetapi aku masih belum sempat juga, sampai tadi pagi Hendro sendiri yang meneleponku, aku jadi sungkan maka kuputuskan untuk mengambilnya siang ini.&lt;br /&gt;&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rumah Hendro yang di Kemang ini letaknya agak ujung meski demikian, halaman rumahnya sangat luas dan menyenangkan sekali. Ketika aku sampai dirumahnya, tak kulihat Mercy Hendro yang biasanya parkir digarasinya. Yang ada hanya BMW putih milik Airin serta sebuah jip Pajero yang diparkir agak jauh dari halaman. Dengan bersiul siul aku turun dari mobil dan menuju pintu masuk rumah Hendro, kulihat pintu itu tertutup dan tak seorangpun yang nampak. Kupencet bel dipintu, tapi tak seorangpun yang keluar, bila ada mobil didepan, berarti mestinya ada orang didalam rumah itu, aku menduga pasti Airin sedang sibuk dikamarnya sehingga tak mendengar kedatanganku. Karena sudah seringkali berkunjung jerumah ini, maka aku langsung saja menuju pintu belakang untuk mencari orang yang ada dirumah, karena Hendro sudah bilang kalau dia atau Airin tak ada, maka paketnya akan dititipkan pada yang dirumah. Benar dugaanku, pintu belakang terbuka, tetapi didalam senyap sekali, hanya sayup sayup kudengar suara musik dari dalam. Aku jadi kuatir, apakah terjadi sesuatu dengan Airin, dengan pelan pelan aku masuk dan mencari sumber suara itu. Rupanya suara itu datang dari salah satu kamar diruang atas, maka aku segera naik keatas yang kuketahui sebagai kamar pribadi Hendro dan Airin.Dengan langkah pelahan aku menuju sumber suara musik yang lembut itu, kulihat pintunya tidak ditutup rapat sehingga suara musik itu dapat terdengar sampai diruang bawah. Ketika kuintip dari celah pintu yang terbuka, aku tak dapat melihat apa apa, karenanya aku mendorong pintu itu lebih lebar lagi agar aku dapat melihat apa yang ada dalam kamar itu……..&lt;br /&gt;Aku benar benar terkejut ketika aku berhasil melihat kedalam kamar itu….kulihat Airin yang telanjang bulat sedang berpelukan dengan seorang pria yang masih berpakaian lengkap. Aku belum dapat melihat wajah si pria, tetapi dari bentuk badannya dapat kuperkirakan bahwa pria ini masih sangat muda dan berperawakan tinggi. Pria itu asyik sekali menciumi buah dada Airin yang putih montok itu, aku berdebar debar menyaksikan semua ini, tak kusangka bahwa Airin yang selama ini kelihatannya alim ternyata suka menyeleweng, memang selama ini aku sering juga membayangkan kecantikan Airin, tubuhnya tinggi besar dengan profil seperti perempuan India, kulitnya putih bersih dengan badan yang agak sedikit kegemukan, tetapi wajahnya cantik sekali dengan mata yang sayu dan bibir yang selalu basah, cantik sekali. Apa yang kulihat saat ini membuktikan kalau seleraku pada Airin tidak keliru, badan Airin benar benar mulus, meskipun perutnya agak gendut dan pinggangnya lebar, tetapi jembutnya amit amit lebat sekali menutupi nonoknya sampai mencapai pusarnya, belum lagi ketiaknya rimbun sekali. Si pria itu dengan telaten menciumi buah dada Airin serta meremas remasnya dengan kalem sekali, dari jauh kulihat lidahnya menjulur julur menjilati puting susu Airin dan terus bergerak kebawah sampai kepusar Airin, diantara suara musik kudengar erangan Airin yang merasa keenakan dengan rangsangan yang diberikan oleh pria muda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengagumi ketelatenan pria itu, karena ia benar benar kalem, karena semua gerakannya yang serba tenang itu pastilah membuat Airin jadi tambah bernafsu. Ketika ciuman sipria itu mencapai bagian selangkangan Airin, kudengar Airin merintih agak keras, rupanya sipria itu mulai menjilati nonok Airin yang sudah merekah penuh dengan cairan itu. Jilatannya sungguh membuat aku terkagum kagum, ia dengan tenang mengangkat kedua kaki Airin tinggi tinggi sehingga nonok Airin jadi terangkat keatas, kemudian pria itu mengambil bantal dan mengganjalnya dibawah pantat Airin. Dengan posisi seperti itu ia mulai menjilati belahan nonok Airin sampai kelubang dubur Airin. Airin kulihat hanya bisa menggerak gerakkan pantatnya saja, rupanya ia benar benar kegelian oleh service yang diberikan oleh sipria itu. Mendadak Airin berusaha untuk bangkit, si priapun lalu mendekati Airin yang membisikkan sesuatu ketelinganya. Mendengar itu sipria yang ternyata seorang anak muda dengan wajah yang tampan sekali lalu tersenyum dan mulai membuka pakaiannya. Aku jadi tambah kagum dengan anak muda yang bersama Airin ini, karena ternyata kontolnya juga hebat meskipun kuperkirakan tidak sepanjang kepunyaanku, tetapi bentuknya kekar dan ujungnya yang pelontos kelihatan lebih besar dari batang kontolnya sehingga menyerupai jamur. Begitu ia sudah telanjang dengan ****** ngaceng yang mendongak keatas,ia segera mendekati Airin yang sudah berbaring terlentang itu, kemudian ia mendekatkan kontolnya kedekat wajah Airin sementara ia sendiri mendekatkan wajahnya kedekat nonok Airin.&lt;br /&gt;Dengan posisi tersebut keduanya bebas untuk saling menikmati alat kelamin pasangannya. Benar saja, dengan rakus Airin memasukkan ****** sipria tadi kemulutnya dan menghisapnya sambil memejamkan mata, sementara sipria kembali lagi asyik dengan menjilati nonok Airin yang menganga itu. Aku lebih tertarik dengan cara sipria itu menjilati nonok Airin, karena kulihat lidahnya yang panjang itu menjulur masuk kedalam liang nonok Airin dan bukan sekedar menjilati tepi tepi nonok Airin yang sudah membengkak itu. Kulihat itil Airin justru dibiarkannya menganggur sehingga kadang kadang justru Airin yang mengulurkan tangannya untuk menggosok itilnya sendiri. Benar benar hebat anak muda itu, kontolnya yang lurus itu dengan lancar masuk kedalam mulut Airin dan ketika dikeluarkan, Airin menarik kulitnya kebawah sehingga ujungnya yang seperti topi baja itu terbuka lebar, dengan guratan yang dalam memisahkan ujung ****** dengan batangnya. Dipusat rasa geli itulah Airin menjulurkan lidahnya dan menjilatinya berulang ulang sampai sipria itu menggeliat geliat menahan geli. Aduh betul betul gila yang dilakukan orang orang ini, aku sudah tak kuat menyaksikan semua ini, kontolku yang ngaceng sampai terasa sakit karena terjepit celanaku, tetapi aku tak dapat berbuat apa apa kecuali melihat saja. Hebatnya mereka betul betul menikmati permainan pendahuluan ini, karena sampai sebegitu lama belum kelihatan gelagatnya mereka akan mulai &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;bersetubuh&lt;/a&gt; yang sebenarnya. Aku makin yakin kalau Airin adalah seorang &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;hyperseks&lt;/a&gt;, aku merasa benar benar kecolongan, karena tak pernah kusangka kalau Airin begitu hot dan akhli dalam hubungan seks. Isteriku yang selama ini kuanggap jago, ternyata masih belum ada seujung kuku dibanding dengan Airin, padahal bila dilihat dari posturnya, maka isteriku adalah seorang seks maniak, karena isteriku agak bungkuk dan aku diam diam juga tahu kalau isteriku juga suka main dengan pria lain, tetapi selama ini aku diam saja karena teman mainnya rata rata orang yang dari kalangan atas dan aku yakin kemampuan mereka tidak diatasku. Kenapa isteriku kok mau main main dengan mereka, penyebabnya hanya satu, isteriku juga menyukai avontuur, jadi hubungan seks yang sifatnya curi curi itu sangat disukai oleh isteriku. Akupun juga suka seks seperti ini, tetapi sampai saat ini aku dan isteriku belum pernah saling terbuka, mungkin kalau kami bisa terbuka maka makin banyak kenikmatan yang bisa aku reguk.&lt;br /&gt;Lamunanku jadi buyar ketika kulihat Airin berdiri sambil melap nonoknya dengan sehelai handuk, sementara si pria itu berdiri juga disampingnya sambil memperhatikan semua gerakan Airin. Selesai membersihkan nonoknya Airin berjongkok didepan sipria dan mulai lagi mengulum ****** si pria itu, dari kejauhan kulihat si pria memegang kepala Airin yang sudah menelan habis batang kontolnya itu. Rupanya Airin hanya sekedar membersihkan ****** sipria itu agar tidak berlendir karena setelah itu ia mengeluarkan ****** si pria itu dan langsung memeluk sipria sambil berdiri serta mengangkat kaki kirinya keatas tempat tidur. Dengan posisi seperti itu, si pria muda menggenggam kontolnya sendiri dan menepatkannya diantara selangkangan Airin, setelah dirasakan sudah masuk Airin langsung mengangkat kedua kakinya dan melingkarkan kepantat sipria sementara dari belakang kulihat ****** sipria itu lenyap diantara selangkangan Airin. Dengan sambil memegang pantat Airin dan Airin merangkulkan tangannya dipundak keduanya asyik berciuman. Aku benar benar tak tahan, aku pergi menjauh dari kamar itu dan mengeluarkan handphone untuk menghubungi Airin dikamarnya itu, aku sudah benar benar nekad ingin ikut nimbrung dalam permainan itu, dan aku sudah tidak memikirkan akibatnya lagi,rasanya apapun yang terjadi aku akan hadapi yang penting ngacengku ini bisa hilang.&lt;br /&gt;Dari kejauhan kudengar tilpon Airin berdering, tetapi tidak juga diangkat, aku yakin bahwa Airin sedang menguber kenikmatan jadi dia agak acuh dengan dering tilpon itu, tetapi aku tak mau kalah aku juga terus menunggu… Akhirnya telepon itu diangkat juga, jantungku dag dig dug karena tegangnya, “Hallo….siapa ya ?” kudengar suara Airin yang agak serak dan mendesah. Aku yakin Airin menerima tilponku itu sambil terus bersetubuh, ” Airin ya…ini aku Roy, kenapa sih kok lama menerimanya ?” “Oh Roy, maaf aku sedang dikamar mandi, ada apa Roy, apa kamu mau ambil paket dari LA ?” Dalam hati aku tertawa mendengar kebohongan Airin itu, “Nggak Rin, kok rasanya suaramu aneh sepertinya kamu sedang menikmati sesuatu gitu lho” Sambil berbicara begitu aku kembali mendekati pintu kamar tadi, ketika kuintai benar dugaanku, tubuh Airin masih bersatu dengan tubuh sipria itu, tetapi sekarang posisinya lain, sipria itu berbaring sementara Airin duduk dipangkal pahanya, aku yakin bahwa saat itu ****** sipria terbenam dalam nonok Airin. Mendengar perkataanku Airin tertawa ” Menikmati apa Roy ?” Barangkali aja kamu sedang main dengan Hendro ya ?” Airin tertawa dan berkata lagi “kamu ini ada ada saja Roy”, aku lalu menjawab dengan agak berbisik ” Rin, aku sebenarnya sudah dalam rumahmu, aku sudah lihat kamu main main sama cowok dikamarmu, aku sekarang nunggu kamu dikamar sebelah, cepetan deh” Tanpa menunggu jawaban Airin, tilpon kututup dan aku masuk kekamar sebelahnya dan menunggu dengan berdebar debar.&lt;br /&gt;Lebih dari lima menit Airin tidak juga kunjung muncul, aku jadi berpikir apakah dia menyelesaikan hajatnya terlebih dahulu ataukah dia lagi bingung menyuruh sicowok itu untuk pergi. Tapi aku yang sudah terangsang nggak karuan ini langsung aja mencopot celana panjangku dan dengan separuh telanjang karena bajuku masih kupakai aku duduk dikursi sambil mengelus elus kontolku yang rasanya jadi tambah panjang dari biasanya itu. Saat itulah pintu kamar terbuka dan Airin masuk kekamar itu, wajahnya pucat pasi dan gemetaran, Airin hanya memakai duster yang kelihatan sekali kalau didalamnya dia tak memakai apa apa, karena kulihat susunya bergerak gerak ketika ia berjalan. Airin dengan wajah pucat mencoba untuk tersenyum melihat aku yang separuh telanjang itu. Tanpa banyak bicara aku langsung berdiri dan mendekati Airin, aku langsung merangkul Airin dan menciumnya. Airin diam saja, entah karena perasaan takut atau bagaimana, aku tak perduli aku langsung membuka dusternya sambil bertanya, “Dimana anak tadi Rin ?” Airin tak menjawab, begitu duster Airin terbuka benar dugaanku Airin tak memakai apa apa dibalik duster itu, aku langsung mengulum pentil susunya yang coklat itu dan tangannya kubimbing agar memegang kontolku yang panas itu. Airin tetap diam saja, kudorong Airin keatas tempat tidur yang ada dikamar itu dan begitu ia sudah terbaring langsung kukuakkan pahanya dan kucobloskan kontolku.&lt;br /&gt;Tiba tiba saja Airin berkata “Roy apa cukup masuk dipunyaku, hati hati lho ” Aku membatalkan untuk memasukkan kontolku langsung, lalu aku mengambil ludah dengan jariku untuk kuoleskan keujung kontolku, setelah kulihat basah dan licin barulah kumasukkan lagi diantara bibir nonok Airin yang membengkak itu. Kulihat Airin memejamkan matanya sambil menggigit bibir, sekali sentak kontolku amblas masuk kedalam liang nonok Airin. Saat itulah Airin merintih dan secara refleks tangannya memelukku, kubalas pelukannya dan kucium bibir Airin yang tebal dan merekah itu, sengaja aku membiarkan kontolku mentok terbenam didasar nonoknya karena aku menunggu agar dia yang menggoyangkan pantat untuk merasakan enaknya kontolku, aku hanya menciumi dan menggigiti bibirnya sambil tanganku meremas remas susunya yang kenyal dan montok itu, benar saja tak lama kemudian mulai kurasakan goyangan pantat Airin berusaha untuk menepatkan ujung kontolku dibagian yang paling sensitif didalam nonoknya, awalnya pelan pelan kurasakan ujung kontolku digosok gosok dinding rahim Airin, lama kelamaan gosokan itu makin keras dan akhirnya menggila karena Airin yang sudah hilang sungkannya sekarang benar benar menggoyang pantatnya agar supaya terasa nikmatnya, aku sendiri begitu melihat Airin sudah bereaksi langsung kupacu kontolku dengan gerakan memutar juga untuk mengimbangi Airin, seperti dugaanku, nonok Airin tidak terlalu peret, bahkan boleh dikatakan longgar, namun nikmatnya berpetualang menyebabkan persetubuhan ini benar benar terasa lain, apalagi Airin sangat pandai membuat ujung kontolku seperti digerus setiap kali mentok didasar nonoknya. Kami sama sekali tak ada niatan untuk berganti posisi karena yang kami kejar hanyalah puncak kenikmatan yaitu memancarnya air mani kami secara bersamaan.&lt;br /&gt;Suara kontolku yang keluar masuk diliang berkecipak karena liang Airin sudah penuh dengan lendir yang membuat liang Airin jadi becek nggak karuan. Airin sendiri yang sudah seperti orang kesurupan tanpa sungkan menjilati dadaku dan kadang kadang menggigit pundakku, rasa geli yang mengumpul diujung kontolku membuat aku jadi tak tahan lagi, dengan melenguh keras kusemprotkan air maniku sementara itu Airin sendiri juga mencengkeram pundakku dan menjepitkan kedua kakinya kepahaku, dia juga mencapai puncak kepuasannya.&lt;br /&gt;Kubiarkan saja Airin yang kelelahan terbaring lemas sambil memejamkan matanya, kuperhatikan cuping hidungnya penuh dengan bintik keringat, wajahnya yang cantik membuat penampilannya sangat anggun, aku tak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangganya, apakah Hendro tahu semua ini, dan mengapa Airin begitu berani memasukkan laki laki disiang hari bolong seperti ini, kenapa tak ada yang dikhawatirkannya, aku menduga pasti ada sesuatu yang misterius dirumah ini, tetapi aku tak perduli, karena urusanku hanyalah dengan Airin sendiri dan kalau boleh dikatakan lebih khusus lagi dengan nonok Airin yang membuat birahiku jadi naik itu. Ketika membuka matanya, wajah Airin langsung merona merah, dia sangat malu kepadaku dengan semua ini katanya “Roy, kamu jangan bilang pada Hendro ya, aku malu sekali lho” Aku tak menjawab hanya kucium bibirnya yang tebal dan merangsang itu. Airin berkata lagi ” Tak nyana lho Roy kalau kamu mendadak muncul, bikin aku jadi kaget sekali ” “Roy kapan kapan kita keluar saja ya, apakah Novie juga mengerti kalau kamu jagoan seperti ini ?” Aku hanya tersenyum saja ” Ayo deh aku pulang dulu ya, entar kalau Hendro datang bisa gawat nich, kemana cowok tadi Rin ?” Airin menjawab kalau cowok tadi sudah disuruhnya pulang. Airin langsung berdiri dan memakai dusternya serta mengantarku kedepan. Aku sengaja tak mau bertanya macam macam, tetapi aku percaya bahwa Airin juga tahu kalau Hendro juga suka main perempuan jadi scorenya draw. Aku menaiki mobilku sambil tersenyum sendiri karena teringat akan pengalamanku sendiri dengan Novie isteriku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-5337787839564699945?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/5337787839564699945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/09/selingkuh-dengan-airin-istri-temanku.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5337787839564699945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5337787839564699945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/09/selingkuh-dengan-airin-istri-temanku.html' title='Selingkuh Dengan Airin Istri Temanku'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-2444560659849505745</id><published>2009-08-20T12:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-20T12:11:19.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri nakal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri genit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tukar pasangan'/><title type='text'>Istriku Direbut Lima Lelaki</title><content type='html'>Beberapa minggu yang lalu, istriku akhirnya mewujudkan fantasinya bercumbu dengan 2 laki laki sekaligus. Sejak saat itu dia berupaya untuk memenuhi keinginan nafsunya yang lebih besar. Dan akulah yg mewujudkan impiannya itu, tapi dalam jauh dalam pikiran ku, itu membuatku terangsang mengetahui sisi banal istriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam, kami mengundang beberapa pria menonton beberapa pertandingan tinju di tv kabel milik kami, ini sungguh menjengkelkan istri tanpa akhir, dia membenci pertandingan tinju dan lebih lebih bila pria berkumpul didepan tv.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlima kami nonton pertandingan tinju, minum bir dan menyantap pizza ketika janice pulang kerumah, dia mengerutu, terlihat kurang senang pada kami yg duduk sambil melihat pertandingan tinju. Dia berkata bahwa dia akan mandi dan mengucapkan selamat malam dan kubalas “malam sayang...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, aku mendengar “alamak…” yg datang dari lorong pintu. Terlihat istriku yg cantik berdiri disana memakai jubah satin hitamnya dengan kaki jenjangnya terkaangkang memperlihatkan stocking yg berbentuk jarring ikan sekaligus sepatu hak tinggi miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kalian “bermain” dengan ku ketimbang nonton tv?” tanya istriku dengan suara anak kecil yang manja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yo’a…” “pastilah...” “kami akan kesana sayang…” beberapa teriakan teman temanku pada saat aku terduduk kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ikuti aku anak anak…” katanya mengundang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengikuti teman temanku yg bernafsu ke tempat tidurku sambil berpikir apa yg ada dalam pikiran istri malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku menyuruh kami duduk ditempat tidur saat dia mengelilingi ruangan, perlahan istriku mulai menanggalkan jubah sesuai dengan irama musik yg sedang diputar di meja. Istri memperlihatkan bra hitam dan celana dalamnya yg serasi ditambah dengan stocking dan sepatu hak tingginya. Janice berdiri 5.10 kaki memeliki rambut merah yg ikal dan kulit putih yang sesuai dengan yg dipakenya sekarang. Did memegang dadanya yg berukuran 36b sambil memberikan tarian telanjang pada teman-temanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill, temanku yg ikut serta dalam pesta threesome kami yg pertama menyeringai mengetahui pasti apa yg akan terjadi. Temanku yang lainnya tertarik tapi bingung apa yg sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku mulai jongkok didepanku dan perlahan mulai menelanjangiku, menanggalkan celanaku, senjataku langsung berdiri siap beraksi dan terpampang didepannya matanya! Istriku lalu mengenggamnya dan mulai menjilatinya perlahan. Jan(istriku) memainkan lidahnya dibatang senjataku lalu menoleh kan kepalanya melihat teman temanku dgn&lt;br /&gt;matanya untuk memberitahu mereka apa yang ada dalam pikirannya untuk tiap mereka tanpa sedikit pun melepaskan jilatannya dari senjataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika istriku memberikan karaoke terbaiknya, teman-temanku berlomba menanggalkan pakaian mereka. Begitu tidak sabarnya mereka menunggu istriku untuk mendapat gilirannya. Bill berinisiatif mengambil aksi sendiri melangkah kebelakang punggung istriku dan mulai memukul pantat istriku pada saat istriku terus menghisap senjataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OH” teriak istriku. Istriku lalu memegang pantatnya, lalau mengkaitkan celana dalamnya dan memperlihatkan kemaluannya dan meraba bibir bawahnya yg basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill, dengan tidak sabar seperti biasanya, mengocok senjatanya sebentar, sebelum menusukkannya kedalam kemaluan istrik dari belakang (doggie style booo^^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gawd!!!” teriaknya lalu kembali menghisap senjataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill terus memompa senjatanya kedalam kemaluan istriku sambil istriku menghisap senjataku. Tiga temanku yang lainnya ; John,Chris,dan ben perlahan mendekat kearah kami. Sekarang istriku mengerang dan mencoba mengatur posisinya ditempat tidur. Istriku melepaskan senjataku dari mulut hangatnya dan melepaskan dirinya dari bill. Menarik john dan chris dengan senjata mereka, istriku lalu berbaring berlawanan dengan arah kepala tempat tidur dan mulai menghisap senjata mereka bergantian. Ben menanggalkan celana dalam istriku yg sudah melar dan mulai menjilat kelentitnya. Bill dan aku melihat dengan takjub dengan pertunjukan porno yg terjadi didepan kami. Jan (istriku) menoleh kiri lalu kanan dan menghisap setiap senjata itu sambilmengeluarkan erangan lirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu mengambil KY Jelly di meja rias dan menarik istriku dari tiga laki laki tersebut. Aku lalu melumuri jell(agar-agar?) kedalam lubang pantatnya yang sempit dan memasukkan jari tengahku kedalam pantatnya.dia menggelinjang ketika aku menarik jariku keluar dan perlahan aku memasukkan 8 inci senjataku kedalam lubang pantat istriku yang telah menanti. Aku perlahan berbaring dengan punggungku sementara istriku berada diatasku dan teman temanku berdiri disekeliling tempat tidur menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John lalau menaiki tempat tidurku dan memasukkan senjata 7 incinya kekemaluan basah istriku. Aku mulai memompa senjataku ketika john mulai mengasah senjatanya didalam kemaluan istriku, setelah beberapa pompaan, kami berdua menemukan irama menyetubuhi istriku. Lelaki lainnya memposisikan diri mereka di kepala tempat tidur tanpa tahu harus melakukan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jan (istriku) mulai menjerit disetiap hentakan dan memegang senjata yang bebas dan mencoba mengisapnya. Aku bisa merasakan dia gemetaran dan mengerang seakan memberi perintah pada laki laki disekitar kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John menggeram lalu berbisik “ aku keluar…” sambil mengeluarkan spermanya di kelamin merah istriku. Chris menggantikan posisi john… di kemaluan istriku. Aku bisa merasakan snejatanya yg menggantikan milik john melalui lapisan kulit antara senjataku dan senjatanya. Aku dalam posisi yg ngga bisa bergerak jadi aku melanjutkan kenikmatan menyetubuhi pantat istriku sementara temanku menyetubuhi kemaluannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keluar... aku keluar!” dia mengerang. Butir butir keringat membasahi istriku dan aku. Aku bisa merasakan getaran menguat saat dia mencapai puncaknya untuk pertama kali&lt;br /&gt;Chris kelihatan mulai keluar, dia menggenjot lebih keras. Dia bergetar sekali dan mengeluarkan spermanya didalam istriku. Sekarang, aku bisa merasakan sperma mengalir kepadaku. Saat chris berdiri dari atas tubuh istriku, jan berputar disisinya dan senjataku perlahan keluar daru lubangp pantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basah oleh keringatnya, berdiri dengan kaki dan tangannya ditempat tidur ( nb : maksud berdiri anjing) dan menghisap senjata bill dan ben menggoyang pantatnya dimukaku. Mengerti maksudnya. Aku memukul pantat istriku beberapa kali sehingga terlihat kemerahan. Mengocok senjata beberapa kali dan lalu aku memasukkan kembali kelubang pantatnya y menunggu. Saat aku mengocokkan senjataku keluar masuk pantatnya, aku meraba kemaluan istriku dan memasukkan 2 jariku, ini menbuat dia terangsang!&lt;br /&gt;“Masukkan yeah “ “pompa aku dengan kuat” “aku pelacurmu”teriak istriku dengan suaranya yg mulai parau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku mengisap dengan keras dan keras 2 teman kami yang tersisa saat aku memainkan tanganku di kelaminnya dan menghentakkan pantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjongkok turun mencium kening istriku yang kelelahan dan istriku berbisik ditelingaku “lagi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku kecapekan ditempat tidur; basah dengan keringat dan mani, riasannya luntur diwajahnya dan lipstiknya berantakan dimulutnya. Teman temanku mandi dulu sebelum kembali keistri mereka masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kedengar bill mengerang saat dia memuntahkan maninya dimuka istriku dan disusul oleh ben. Sekarangm aku bisa merasakan istriku telah mencapai puncaknya beberapa kali dan telihat mulai kelelahan. Dia berbisik “aku keluar lage…” dan itu tanda buatku. I menarik keluar senjataku dari lubang pantatnya dan menembak kan keluar maniku dikulit pantat merahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku kecapekan ditempat tidur; basah dengan keringat dan mani, riasannya luntur diwajahnya dan lipstiknya berantakan dimulutnya. Teman temanku mandi dulu sebelum kembali keistri mereka masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjongkok turun mencium kening istriku yang kelelahan dan istriku berbisik ditelingaku “lagi…”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-2444560659849505745?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/2444560659849505745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/08/istriku-direbut-lima-lelaki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/2444560659849505745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/2444560659849505745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/08/istriku-direbut-lima-lelaki.html' title='Istriku Direbut Lima Lelaki'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-5535649346330270695</id><published>2009-07-31T12:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T12:51:50.320-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janda'/><title type='text'>Birahi Ibu Kos</title><content type='html'>Dari SMU aku sudah jauh dari kedua orang tuaku. Dan ada salah satu pengalaman ta terlupakan ketia &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/ngentot"&gt;ngentot&lt;/a&gt; dengan ibu kos. Berikut &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; yang lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini aku alami waktu masih SMU (dulu SMA). Karena aku harus melanjutkan sekolah di semarang, sementara di kota itu aku tidak memiliki famili ataupun saudara, maka mau tidak mau akupun harus tinggal di tempat kost. Setelah beberapa kali mencari akhirnya aku memilih kost di tempat sebut saja tante Rini, seorang janda janda muda yg cantik dan rumahnya memang di buat khusus untuk tempat kost anak-anak sekolah.&lt;br /&gt;Aku memilih kost di rumah tante Rini karena selain nyaman dan linkungannya bersih, juga karena jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat sekolahku. sama sekali tidak ada pikiran kalau aku memilih kost di situ karena ibu kostnya seorang janda cantik.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan-bulan awal aku tinggal di rumah tante Rini, aku memang sudah merasakan gejala-gejala yg lain dari Ibu kost-ku itu. dari sekian banyak anak kost yg tinggal di rumahnya, hanya akulah yg mendapatkan perhatian lebih. bahkan untuk makan-pun aku di istimewakan. Awalnya aku sama sekali tidak punya pikiran apa-apa dengan hal itu. sampai akhirnya Tante Rini menyuruhku pindah ke kamar lain (salah satu kamar yg ada di rumah induk), karena kamarku yg lama akan di isi anak kost baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku memang sedikit sungkan karena di olok-olok teman-temanku, tapi aku sendiri tidak sanggup menolaknya dan akhirnya pindah juga ke kamar kost yg letaknya tidak jauh dari kamar tidur ibu kost ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tinggal di kamar yg baru, perhatian Tante Rini makin bertambah. Ia tidak hanya mengistimewakan aku dalam hal makan, tapi juga sering mengajakku ngobrol berdua, biasanya di ruang tengah, hingga makin lama aku tidak sungkan lagi dan tidak ada rikuh di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu malam, Tante Rini minta tolong kepadaku untuk memijat tubuhnya yg katanya sangat capek dan pegel-pegel setelah seharian berpergian. ?Tolong pijitin aku sebentar ya Rud? kata Tante Rini sambil mengajakku ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamarnya yg sepi dan serba rapi itulah tante Rini melepas baju atasnya. Sementara di balik baju atasnya yg berwarna biru muda itu Ia tidak mengenakan apa-apa lain. Setelah bajunya di tanggalkan dengan posisi membelakangiku, Tante Rini lalu ke ranjangnya dan tidur dengan posisi tengkurap. Karena tidak di tutupi apapun aku jadi bebas menatap punggungnya, kulitnya begitu mulus putih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku masih remaja waktu itu tapi aku tetap lelaki normal dan tentu saja gairahku bangkit melihat pemandangan yg seperti itu. ?Ayo Rud..? kata Tante Rini mengejutkan lamunanku. ?Iya Tante? sahutku sambil duduk di tepi ranjangnya dan mendekat lalu mulai memijit punggungnya. Ketika tangganku menyentuh kulit punggung tante Rini yg mulus itulah aku merasakan getaran aneh menjalar ke sekujur tubuhku. Aku berusaha mengendalikannya. ?Terus Rud. Pijatanmu enak lho? katanya setengah berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Ah ini juga hanya ngawur kok, Tante? sahutku tak kalah lirihnya, sementara jemari tanganku masih terus menari-nari di atas punggung Tante Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah di sengaja atau tidak! tiba- tiba Tante Rini membalikkan tubuhnya. Aku yg sejak tapi bersusah payah untuk megendalikan gejolak birahiku, kontan jadi kebinggungan. Meski Usia Tante Rini sudah 40-an tahun tapi tubuh Tante Rini masih sintal dan padat. Demikian pula dengan ?dua bukit kembar? di dadanya masih tampak kenyal dan menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah setan mana yang merasuk otakku., dengan beraninya aku tiba-tiba meraih kedua buah dada Tante Rini lalu meremas-remasnya. ?Rud..Ohh? bisik desah Tante Rini, sementara tangganya balas meremas tangganku yg masih asyik memainkan payudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa mendapatkan respon, maka aku jadi makin berani. Kini tidak hanya tangganku saja yg asyik bermain, tapi juga lidah dan mulutku. ?Ohhh?terus Rud?? desah Tante Rini dengan mata setengah terpejam saat aku menjilati dan mengulum puting susunya yg coklat kemerahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas dengan payudarannya ciumanku makin melorot ke bawah dan kulucuti celana dalamnya. Kini ciumanku hinggap di selangkangan tante Rini. Bibir &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt;nya yg berbulu aku lumat dan aku jilati dengan penuh nafsu sampai Tante Rini mengelinjang dan mendesah-desah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Tante Rini tidak mau menjadi objek saja. Dengan ganasnya di merubah posi dan menelajangiku. Matanya terbelalak menyaksikan Rudal di selangkanganku yg tegak dengan gagahnya. Dengan penuh nafsu di mencium, menjilati dan mengocok torpedoku itu dengan mulutnya. Aku yg belum pernah merasakan hal itu sebelumnya hanya bisa melenguh dan sesekali mengeliat nikmat merasakan keganasan tante Rini meng-oral penisku. Rasa nikmatnya tak bisa ku ucapkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas meng-oral rudalku Tante Rini langsung mengambil posisi telentang dan aku mengambil posisi di atasnya. Ia membimbing kejantaannku yang diarahkannya ke liang surganya. ?Masukin ya Rud, Tante sudah ngak tahan nih..? rengeknya. Aku yang juga sudah tidak sabar lagi akhirnya mulai mendorongkan kejantananku agar masuk kedalam memek Tante Rini. Ohh..rasanya nikmat sekali?, dengan gerakan teratur aku mulai melakukan gerakan maju-mundur. ?Aduh..ohhh?terus Rud..teruskan Rud..? desah Tante Rini tidak tertahankan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata meski sudah berumur 40-an tahun tapi&lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/memek%20tante"&gt; memek Tante&lt;/a&gt; Rini masih enak dan kencang. Rudalku serasa dipijit dan diremas-remas oleh otot-otot liang kewanitaannya. Kusetubuhi Tante Rini dengan penuh nafsu sampai akhirnya kami sama-sama mencapai puncak secara bersamaan. Sehabis bercinta kami tidur berpelukan dengan tubuh masih telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian itu hubunganku dengan Tante Rini semakin mesra saja. Setiap ada keinginan dan kesempatan Aku selalu tidak menolak dan bahkan semakin ketagihan untuk memenuhi hasrat seks Tante Rini yang mengelora&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-5535649346330270695?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/5535649346330270695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/birahi-ibu-kos.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5535649346330270695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5535649346330270695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/birahi-ibu-kos.html' title='Birahi Ibu Kos'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-6655188248660016203</id><published>2009-07-21T12:38:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T12:41:39.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='majikan nakal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot'/><title type='text'>Majikanku yang Nafsu</title><content type='html'>Crita ini diilhami oleh sinetron yang diputer di salah satu tv swasta yang berlokasi di Bali.&lt;br /&gt;Aku Dina, saat itu aku sedang berkelana di Bali, sebabnya adalah karena aku bertengkar dengan ayahku (ibuku sudah meninggal). Ayahku mengatakan bahwa aku tidak produktif, karena tiap ari kerjaku hanya menghambur2kan uangnya saja dengan belanja sana sini. Memang aku ini maniak blanja, laper mata sehingga melihat apa saja yang bagus kubeli, padahal aku gak butuh2 amat. Kebetulan kondisi keuangan ayahku mendukung kebiasaan maniakku itu. Aya sering menegurku karena&lt;br /&gt;kebiasaanku yang tidak produktif itu. Aku tersinggung, sehingga timbul keinginanku untuk hidup mandiri, dan lokasi yang kupilih adalah Bali, kata temenku disana banyaklah kerjaan kalo mau kerja apa saja. Begitulah, akhirnya aku terdampar di Bali, seorang diri, tanpa sodara dan teman. Mula2 bingung juga aku mo ngapain. aku settle di satu losmen yang mur mer, untuk menghemat pengeluaranku. Mencari makan juga di warung2 sederhana yang mur mer juga. Cukup sengsara hidupku diawal2nya karena aku sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba kecukupan di rumah ayahku. Tetapi tekadku untuk mandiri, lepas dari ayahku kupelihara teguh, &lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;rasa sengsara, perlahan2 menjadi biasa karena aku berusaha keras untuk&lt;br /&gt;menikmatinya. Segala macam usaha untuk mendapatkan uang walaupun sedikti aku lakukan, demikianlah aku kerja serabutan, apa saja kulakoni, kecuali yang satu itu, jual diri. Terus terang saja, waktu tinggal dengan ayahku, aku mempunyai banyak pacar, dan dengan pacar2ku itu aku sering sekali mereguk kenikmatan sex. Ini yang kadang menyiksaku, ampir gak tahan aku menahan diri untuk tidak ngesex dengan lelaki yang banyak seliweran disekitarku. Mereka suka dengan kecantikanku yang alami, warna kulitku yang **********, tubuhku proporsional, &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;toket&lt;/a&gt;ku gak besar tapi&lt;br /&gt;gak bisa dibilang tocil. Pinggulku agak besar, sehingga kalo lelaki melihat aku memakai celana ketat baik panjang maupun pendek, dari belakang pasti napsu melihat gerakan pinggulku yang seirama dengan langkahku. Pinggulku menggeyol indah kekiri kekanan. Ada juga lelaki bule yang ngganteng banget, kaya aktor hollywood, yang terang2an ngajakin aq ngesex, malah dia menjanjikan segepok dolar amrik kalo aku bisa meladenin napsunya, tapi aku masih coba bertahan untuk tidak menerima tawaran yang sangat2 menggiurkan itu, dapet uang dan dapet kepuasan sex , palagi kan katanya kon tol bule tu gede panjang. kon tol pacar2ku ya&lt;br /&gt;standard ukuran orang kitalah, walaupun harus diakui aku mendapat kenikmatan juga dari kon tol2 standard itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe satu siang, ketika aku berjalan didepan sebuah rumah makan, tiba2 ada sebuah sedan mewah yang memotong didepanku, sehingga aku terjatuh. Dari dalem mobil mewah itu keluar lelaki. Melihat wajahnya, rasa marah yang meluap2 karena aku diserempet sampe jatuh (kaya Cici Paramida aja ya) walaupun gak sampe lecet2, sirna seketika. Lelaki itu sangat tampan, bodinya sangat atletis. Dia segera menolongku bangkit sambil minta maaf dengan sangat. "Wah mbak, maaf sekali ya, saya sedang terburu2, sehingga gak liat mbak lagi jalan. Ada yang luka mbak, ay0 saya antar ke rumah sakit". "Gak kok mas, cuma kaget saja". Dia mengeluarkan hp nya, dia berbicara dengan seseorang untuk mengcancel pertemuannya siang ini. "Wah mbak, sebagai permintaan maaf dan bersyukur karena mbak gak sampe luka, gimana kalo saya traktir makan siang di resto ini". Aku melihat nama restonya, wah ini resto mewah yang makanannya mahal2, di deket rumah ayahku juga ada resto ini. "Ya deh mas, atau saya manggil apa enaknya". "Saya ... (dia menyebutkan&lt;br /&gt;namanya), mo manggil mas bole, manggil nama juga bole kok. Kalo mbak?" "Aku panggil mas aja deh ya, kayanya mas jauh lebi tua dari aku. Aku Dina, mas". Aku digandengnya masuk restoran yang terletak dipinggir pantai. Kelihatannya dia sudah menjadi pelanggan resto ini, kelihatan dari banyaknya waiter yang eknal dia. Dia milih tempat menghadap kelaut. "MO makan apa mbak?" "Jangan panggil mbak ah, Dina aja". "Ya deh, Dina mo makan apa". "Aku ikutan mas aja deh, mas kan yang tau menu yang enak2 dari restoran ini". "Doyan seafood kan?" "Doyan mas, aku apa juga aku makan, kecuali batu ma kayu ma beling". "Bisa aja kamu, kok beling".&lt;br /&gt;"Soalnya aku belon blajar ilmu kuda lumping". Tertawanya berderai mendengar guyonanku. "Bener kan tadi gak apa2 kamu Din". "Gak apa kok mas, aku cuma kaget". "Sekarang masih kaget?" "Masih mas". "Lo kok masi kaget". "Ya mas, kaget, kok ada ya lelaki didunia ini yang seganteng mas". "Bisa aja kamu". Demikianlah selama makan, kami bercanda2. Setelah makan selesai, dia bertanya lagi. "Kamu ke bali dalam rangka apa Din?". aku menceritakan kondisiku dengan ringkas. "O, kamu lagi cari kerjaan toh, ditempatku aja, mau?" "Jadi apa mas". Aku perlu asisten buat koordinir kerjaan di rumahku, ya kerjaan rumah tangga lah". "Jadi pembantu gitu?" "O enggaklah, masak prempuan secantik dan seseksi kamu dijadiin pembantu. Kaya kepala house keeping gitu, mau gak, bole tinggal dirumahku kok, gratis, makan minum juga gratis". "Tapi gak dapet gaji?" "Ya dapet lah, mau ya. butuhnya urgetnt neh, kalo gak kasian asistenku yang sekarang ini, dia dah bantu aku di pekerjaan, masih juga ketiban kerjaan ngurus rumahku". "Iya deh, buat mas yang ganteng apa si yang enggak?" "Oke kalo gitu mulai hari ini ya, abis makan kita ambil&lt;br /&gt;barang2 kamu dari losmen, dan kerumahku. Aku akan kasi kamu .... sebulan (dia menyebutkan satu angka yang besar). "Mau mas". Demikianlah aku pindah dari losmen murahan kerumahnya yang lebih besar lagi dari rumah ayahku. Aku diperkenalkan kepada sejumlah pembantu, ada yang urusan membersihkan rumah, cuci mencuci, masak memasak dan membersihkan dan merawat kebunnya yang luas, disamping ada seorang driver. Mereka semua hormat padaku, karen aku diperkenalkan sebagai kepala house keeping. Aku diajak ke satu kamar, besarnya seperti kamarku dirumah ayahku, ada soundsystem dan tv besar, pake ac pula (dilosmen aku bermandi kringet tiap malem karena so pasti murah ya tanpa fasilitas&lt;br /&gt;apa2, termasuk ac). "Wah mas, enak banget ya kerja ma mas". "Ya udah, kamu sosialisasi ma para pembantu, aku mesti pergi ke kantor ya". Aku ditinggal bersama sejumlah pembantu, aku mencoba akrab dengan mereka semua dengan bersikap merendah. "Ibu bapak, aku cuma kebetulan disuru jadi kepala house keeping, tapi aku tu pasti kala pengalaman ma ibu bapak, jadi kerjaan kita kroyok rame2 ya, aku bersedia kok melakukan kerjaan ibu bapak juga". Mereka senang karena aku gak sok2an, mentang2 ditunjuk jadi kepala, sebentar saja aku dah bisa berakrab2 dengan mereka semua, ngatur kerjaan dengan mereka semua. Cuma mereka sungkan kalo aku mbantu melakukannya. Ya udah akhirnya ya kalo mereka sibuk&lt;br /&gt;banget aku bantu, kalo enggak ya aku santai saja. Di halaman belakang rumah ada kolam renang yang lumayan luas, kerjaan pak bon yang membersihkan kolam yang jarang sekali dipake seminggu sekali. Aku dengan segala senang hati mbantu pak bon yang dah berumur itu membersihkan kotoran yang nempel didinding kolam. Denag pak sopir, aku juga bisa berakrab2, palagi pak sopirlah yang mengantarkan aku membeli semua keperluan rumah tangga, dan diriku sendiri, dengan catatan si mas gak make mobilnya. Kadang karena tau aku perlu banget pergi, si mas rela nyetir sendiri kekantornya supaya pak sopir bisa nganterian aku kesana kemari dengan mobil satunya lagi, gak semewah mobil si mas yang pasti,&lt;br /&gt;tapi cukuplah untuk beli2 ini itu. Maklumlah si mas itu pengusaha yang sukses dalam bisnis mobil mewah import build up. Demikianlah aku menjalani hari2ku dengan segala senang hati, kerjaan gak berat2 amat, uang berlimpah karena semua kebutuhan hidupku dipenuhi si mas, malah kadang si mas membelikan aku pakaian kalo aku harus ikut bantu di kantor. Kadang ada event besar dimana aku juga harus turut bantu asisten yang satunya lagi. yaman sekali kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe suatu malem, si mas ngetok kamarku. "Napa mas?" "Aku lagi bete Din, temenin aku keluar yuk". Tumben dia ngajak aku keluar, biasanya aku liat di kantor, banyak prempuan2 muda yang cantik2 yang seliweran disekitarnya. "Lo, kan biasanya mas jalan ma mbak ajeng apa mbak Lina". "Aku bosen ma mreka Din, mreka tu cuma ngincer uangku aja, makanya penuh basabasi dan kaya pake topeng". "rus koq mas ngajak aku". "sejak aku ketemu kamu, kamu kayanya memperlakukanku apa adanya. Kamu kliatan sekali melakukan kerjaan kamu dengan senang ati". "Laiyalah mas, mana ada kerjaan yang lebi asik dari mbantu mas ngurus rumah besar ini, santai, trus mas ngasi duwitnya besar lagi, utuh lagi, karena semua kebutuhanku mas penuhi. Makanya buru2 cari permaisuri dong mas,&lt;br /&gt;jadi mas gak sepi dirumah besar ini". "ada kamu koq yang bisa bikin aku tentram, ngobrol ma kamu kayanya ngobrol ma orang yang dah lama aku kenal, padahal kamu baru 3 bulan ya dirumahku". Aku dibawanya ke dermaga dipinggir laut, sambil berjalan2 menikmati angin laut yang cukup kencang, kami ngobrol saja sambil berjalan menyusuri dermaga yang menjorok kelaut. Sampe diujung, kamu duduk ditangga yang turun ke bebatuan ditengah laut, angin cukup kencang menyapu ombak, sehingga ketika ombaknya memecah di bebatuan, airnya memercik tinggi sekali, demek deh pakean kami. "Mas dingin ni lama2 disini, bisa basah semua&lt;br /&gt;bajuku". Aku saat itu memakai jins ketat dan tanktop ketat sehingga lekakliku bodiku keliahatn dengan jales. aku kadang melihat juga sebersit kesan napsu di pandangan mata si mas. Biar aja, lelaki normal pasti juga gitu kalo ngeliat aku. "Ya udah, balik yuk, kita cari miuman anget aja ya, dipntai kayanya ada deh warung kopi atau semacam itu. Kembalinya dia menggandenga tanganku, karena dia sering menggandeng tanganku kalo sedang berjalan berdua aku, aku diem saja. Sesampai dipantai, kami mampir di warung kopi itu. Ramai juga suasana. ada beberapa prempuan muda yang menyapa si mas, tapi begitu melihat ada aku, mreka gak jadi&lt;br /&gt;mendekat. "Mas, terkenal ya, banyak temennya". "Iya mreka kan pake topeng, yang disapa itukan duitku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang kerumah, dia bilang, "Din aku mo brenang, mo ikutan gak?" "Dah malem gini koq brenang si mas, kan dingin". "Justru kalo malem gini brenang airnya anget, bisa bikin relax, jadi gampang tidurnya". "aku gak punya&lt;br /&gt;pakean renang, mas". "aku punya bikini, kamu mo pake?" "Siapa punya mas, cewek2 mas ya". "Ah enggak, aku perna beli buat ole2 tapi akhirnya gak jadi aku kasi, buat kamu ja ya". Dia masuk kekamarnya dan keluar membawa bikini itu. 'Seksi amat mas bikininya", kataku karena bikininya minim sekali. "Prempuan seksi kudu pake pakean seksi dong". Karena saat itu dah malem, para pembantu dah istirahat. "Tu ganti ja dikamar bilas", katanya menujuk ke satu bangunan pondokan yang merupakan kamar bilas. Aku masuk kesana, membuka pakeanku dan mengenakan bikini minim itu. Ketika aku keluar si mas dah nunggu aku didipan memakai celana gombrong. "Wah seksi kamu Din". Karena minim makanya sebagain besar bodiku terpampang dengan jelas. Toketku gak tertutup bra semuanya sehingga belahannya kelihatan dengan jelas. Palagi jembutku yang lebat,&lt;br /&gt;ngintip dari belahan kaki cd nya. Kupikir ya biarlah dia menikmati tubuhku, cuma ngeliat ja gak apa, pikirku. Kami berenang mondar mandir beberapa kali. "Din, kamu napsuin deh", bisiknya ketika kami istirahat dipinggir kolam. Wah signal2 gak beres neh, pikirku. tapi aku diem aja, "udahan yuk mas, dingin lama2". "aku mau koq ngangetin kamu", katanya sambil memelukku dan mencium bibirku. "Din, dah lama aku suka ma kamu, terangsang ma bodi kamu. kamu ma ya Din ngeladenin aku malem ini". Ciumannya asik, kumisnya menggesek bibirku, palagi selama dia mengulum bibirku, tangannya asik memerah toketku dari luar braku. bendunganku bobol juga, sekian lama aku menahan napsuku untuk gak mikirin sex akhirnya gak&lt;br /&gt;ketahanan juga. aku diem saja ketika dia menggandengku masuk ke kamarnya. Pakean luar ku dan dia punya cuma kutenteng masuk kekamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikamar, kembali dia memeluk aku dan mencium bibirku, lembut dan lama. Aku agresif sekali menyambut ciumannya, maklum deh aku dah nahan napsuku lama sekali, sekarang ada yang kasi kesempatan, aku gak bisa nahan diri lebih lama lagi. Dia terus mencium bibirku dan mulai dilumatnya dengan penuh napsu. Aku membalas lumatannya juga. "Din, aku suka sama badanmu yang montok", katanya sambil menciumi leherku. Aku diam saja, cuma mengusap2 pinggungnya. tangannya mulai meremas2 toketku. Gak lama kemudian dia melepaskan braku. Ciumannya menjalar menyusuri leherku dan belakang kupingnya. Aku menggelinjang kegelian, "Geli mas ". Aku makin menggeliat ketika lidahnya menyelusuri toketku dan turun di belahannya. Dia terus memainkan lidahnya di toketku tapi tidak sampai ke&lt;br /&gt;pentilnya. "mas diisep pentilnya dong, nanti Dina isep kon tol mas juga", aku mendesah2. Dia terus saja menjilati daerah sekitar pentilku, tapi pentilnya tidak disentuh. Kemudian ciumannya turun ke arah perutku sambil tangannya mengusap2 daerah me mekku. Aku gak tahan lagi, kepalanya kutarik dan kudekatkan ke pentilku. "Diisep dong mas ", rengekku. Dia segera mengisap pentilku dan tangannya meremas toketku. "Terus mas , diisep yang keras mas , enak mas akh", erangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengemut pentilku bergantian, demikian pula toketku diremasnya bergantian. Sesekali tangannya mengelus2 it ilku dari luar CDku. Aku bangkit, kulepas semua yang menempel dibadannya. kon tolnya yang besar dan panjang sudah ngaceng dengan kerasnya. "kon tol mas besar dan panjang ya mas , keras banget lagi", kataku sambil menciumi kon tolnya dan kukenyot kepalanya. Kepalanya kemudian kujilati dan jilatanku turun ke arah bijinya. Seluruh kon tolnya kujilati. "Enak Din terusin dong emutannya", katanya. CDku langsung dilepasnya, "Ni jembut lebat banget",&lt;br /&gt;katanya sambil mengelus2 jembutku yang tambah basah karena lendir me mekku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dibaringkan diranjang dan kemudian dia memutar tubuhnya sehingga posisinya menjadi 69. Dia mulai menjilati me mekku. "Enak mas , terus", erangku keenakan. Aku makin menggelinjang ketika lidahnya menyentuh it ilku. kon tolnya kuemut dengan keras, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kon tolnya dimulutku. Karena napsuku yang sudah berkobar, akhirnya aku gak bisa bertahan lebih lama lagi, aku nyampe kerana it ilku dikenyot2nya, "mas , aku nyampe mas , aakh". kon tolnya kukocok dengan cepat keras sambil menikmati nyampeku. "Din, aku mau ngecret juga Din", katanya terengah. Segera kepala kon tolnya kuemut lagi dan kukenyot&lt;br /&gt;dengan keras, tanganku terus mengocok kon tolnya sampai akhirnya dia ngecret dimulutku. Banyak banget pejunya nyembur sampe meleleh keluar dari bibirku. kon tolnya terus kukenyot sampe denyutan ngecretnya hilang baru kulepas. Pejunya kutelan tanpa rasa jijik, "Din nikmat banget ya emutanmu, pastinya emutan me mekku lebih nikmat lagi ya", katanya terengah. Aku berbaring disebelahnya, kupeluk badannya. Belum di&lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt; entot&lt;/a&gt; saja dia sudah menggiring aku ke kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kami membersihkan diri di kamar mandi. Didalam kamar mandi pun kami saling membersihkan badan pasangan. kon tolnya mengeras lagi ketika kukocok2 pelan2, aku jongkok didepannya dan mengemut kon tolnya lagi, langsung saja kon tolnya ngaceng dengan kerasnya. Kepalaku bergerak maju mundur memasuk keluarkan kon tolnya dimulutku. DIa gak bisa menahan diri lagi, langsung dia duduk di toilet, aku dipangkunya menghadap dirinya, sambil mengarahkan kon tolnya ke me mekku. Segera kon tol besarnya nancep dime mekku, terasa sekali me mekku melebar untuk menampung kon tolnya yang dienjotkan pelan2 sehingga makin nancep di me mekku, "Enak mas , ssh". Aku mengenjotkan badanku maju&lt;br /&gt;mundur supaya kon tolnya bisa nancep dalem di me mekku, diapun mengenjotkan kon tolnya juga sehingga terasalah gesekan kon tolnya dime mekku. Nikmat banget rasanya. Sedang nikmat2nya, tiba2 dia berhenti mengenjotkan kon tolnya. Dia menyuruhku memutar badanku tanpa mencabut kon tolnya dari me mekku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku disuruhnya nungging sambil berpegangan di wastafel. Mulailah dia mengenjotkan kon tolnya dari belakang. Sambil mengenjot, toketku yang&lt;br /&gt;mengayun2 seirama enjotannya diremas2nya. "Akh mas , nikmat banget mas . kon tol mas nancepnya dalem banget mas. Sesek me mek aku rasanya, gesekan kon tol mas kerasa banget, enjot terus yang cepet mas , aku udah mau nyampe lagi", erangku. "Cepet banget Din", katanya. "Abis nikmat banget sih mas kon tolnya, jadi aku gak bisa nahan lagi", erangku. Dia makin cepat mengenjotkan kon tolnya keluar masuk sampe akhirnya aku menggelinjang dengan hebat, "Akh mas , aku nyampe&lt;br /&gt;lagi, aku lemes mas ", erangku terengah2. Karena aku mengeluh lemes, dia&lt;br /&gt;mencabut kon tolnya yang masih perkasa dan minta diemut lagi. Dia kembali duduk di toilet dan aku berlutut didepannya. Kembali kon tolnya kuemut2 sambil kukocok2 dengan cepat dan keras, sampe akhirnya, "Din, aku ngecret lagi Din". Dia mengecretkan pejunya lagi didalem mulutku. Walaupun ini yang kedua, pejunya tetep saja banyak ngecretnya. Seperti tadi pejunya kutelen sambil terus mengemut kon tolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami balik keranjang dan berpelukan, gak lama kami tertidur, penuh rasa&lt;br /&gt;kenikmatan terutama buat aku. Subuh aku terbangun, segera aku memakai&lt;br /&gt;pakeanku dan kleuar kamarnya, kalo maen lagi bisa keterusan tidurnya, nanti jadi bahan gosip orang serumah lagi. "Mas lanjutin nanti malem lagi ja ya, biar gak ada yang tau", kataku sambil meninggalkan kamarnya. Belum ada yang bangun sehingga aku mengendap2 menuju kamarku. Dikamarku, aku melepas semua yang kukenakan, berbaring dan meraba2 seluruh badanku, masih terasa bagimana besarnya kon tolnya menyesaki me mekku. Napsuku timbul lagi, aku menahannya, nanti malem kan bakalan ada ronde berikutnya. Hari itu berlalu dengan sangat lambat rasaku. Dia bilang, nanti malem kita create alesan miting di hotel sore sampe malem, jadi gak pulang kerumah, biar bisa muas2in maen ampe pagi. Aku mah hayu&lt;br /&gt;ja. Menjelang sore, dia pulang kerumah, dia kasi instruksi ma para pembantu bahwa dia akan miting sore sampe jauh malem, aku akan diajak supaya tau apa yang harus dilakukan kalo aku bantu juga jadi asisten di pekerjaannya. Para pembantu mah iya aja, namanya juga big boss yang ngomong. Aku disurunya pakean rapi, seperti beneran mo pergi miting. Menjelang magrib, aku ikut mobilnya, dia drive sendiri karena malem ini kebetulan pak sopir ada keprluan, gak tau ini kebetulan atau dia yang nyuru pak sopir off. Bilangnya si pak sopir yang minta off karena ada keperluan. gak pentinglah itu. Kami cari makan malem dulu, santai karena kami punya waktu seluruh malem sampe pagi. Setelah makan, dia membawaku ke satu hotel bintang 5, super mewah lah pokoknya, dia juga pesen kamar suit buat merayakan kenikmatan bagi kami berdua. Hari dah larut malam. "Mas, ngapain pesen yang paling mahal, kan cuma buat ngen tot kan". "Bener si cuma buat ngen tot, tapi aku mau ngen totnya kita ini&lt;br /&gt;berkesan buat kamu, juga nuat aku", jawabnya sambil mencium bibirku, mula2 si lembut. "aku beli bikini laen, kamu pake deh". "Mangnya mo berenang mas, mana kolam renangnya". "Berenang kan gak usah dikolam, diranjang juga bisa kan". Dia tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera masuk ke kekamar mandi, membuka semua pakeanku dan&lt;br /&gt;mengenakan bikini itu. sama minimhya dengan yang semalem, sehingga ampir semua bagian tubuhku terekspose dengan indahnya. Dia membelalak meliat bodiku yang seksi itu, segera aku dipeluknya dengan erat. Bibirku langsung diciumnya dengan penuh napsu, lidahnya yang dijulurkan ke mulutku kuisep kuat2 juga. Aku melingkarkan tanganku di lehernya. Dia langsung meremas2 toketku. Terasa kon tolnya sudah ngaceng menekan ke perutku. Dia terus saja meremas2 toketku, ikatan braku diuraikannya sehingga terlepas. Baru kupakai gak sampai 5 menit dah dilepas lagi, he he. pentilku yang sudah mengeras langsung dijilatinya. Aku jadi&lt;br /&gt;menggelinjang kegelian dan juga nikmaat. Jilatannya turun terus ke bawah, ke puserku dan terus menciumi daerah me mekku. CD bikiniku sudah basah. "Din kamu sudah siap dien tot ya, udah basah begini", katanya sambil melepas ikatan CDku. Gantian aku yang segera melucuti semua pakaiannya sehingga kita sudah berbugil ria. Dia membopongku sambil terus menciumi bibirku, kuat juga dia membopongku. Aku dibaringkan di ranjang, dia terus menciumi seluruh tubuhku, napsuku sudah berkobar2, berkali2 aku menggelinjang. Sambil mengulum bibirku, tangannya mengelus2 pinggulku, kemudian jarinya mulai mengilik me mekku dan akhirnya it ilku yang menjadi sasaran. Aku mengangkangkan pahaku supaya dia mudah mengakses me mek dan it ilku. Aku menggeliat2 saking napsunya. Jarinya makin cepet menggesek it ilku, aku mengangkat2 pantatku karena sudah pengen banget dienjot, "Ayo dong mas , aku dien tot, udah pengen banget kemasukan kon tol mas lagi", rengekku. Dia kemudian menelungkup diatasku, kon tolnya diarahkan ke me mekku dan mulai nancep kepalanya di me mekku, "Akh, enak mas , masukin semuanya mas ", lenguhku. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk, makin lama makin cepat dan akhirnya dengan satu enjotan keras seluruh kon tolnya nancep semuanya di me mekku, "Akh, enak mas , masuk semuanya ya mas , me mekku&lt;br /&gt;sampe sesek banget rasanya kesumpel kon tol mas ". Dia terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk makin cepat dan keras, nikmat banget rasanya, "Enak mas , terus mas , enjot yang cepet dong", rengekku terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah permainan dia mencabut kon tolnya dari me mekku, "kenapa dicabut mas , belum nyampe", protesku. "Variasi dong", jawabnya sambil menjepitkan kon tolnya yang keras banget di toketku. Aku menjepit kon tolnya dengan toketku, dia bergerak maju mundur, menggesekkan kon tolnya di toketku. Ketika dia memajukan kon tolnya, kepalanya kuemut sebentar dan kemudian terlepas karena dia memundurkan lagi, terus seperti itu. "Enak Din", erangnya. Setelah puas digesek toketku dia berubah posisi lagi, "Kamu sekarang diatas ya Din", katanya sambil&lt;br /&gt;berbaring. Segera aku menaiki badannya dan menempatkan kon tolnya yang ngaceng tegak di me mekku. Aku menurunkan me mekku pelan2 dan bles, kon tol besarnya mulai ambles di me mekku, "Akh, enak banget mas ", lenguhku. Aku menaik turunkan pantatku dengan cepat sehingga kon tolnyapun makin cepat terkocok2 didalem me mekku, nikmat banget rasanya. Dia pun melenguh, "Enak Din, terus yang cepet". Aku merunduk dan mencium bibirnya, dia memeluk punggungku sambil gantian mengulum bibirku. Dia meremes2 toketku yang berguncang2 seiring dengan naik turunnya badanku mengocok kon tolnya. Pentilku diplintir2nya. Aku&lt;br /&gt;makin bernapsu mengocok kon tolnya dengan me mekku. Dia memegang pinggulku sementara aku terus mengocok kon tolnya. Kocokanku makin kencang, "mas , aku sudah mau nyampe nih", kataku terengah. DIa meraba it ilku dan dikilik2nya, ini mempercepat proses aku nyampe, "Akh, mas , aku nyampe, akh nikmatnya", lenguhku dan aku ambruk menelungkup dibadannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengeluarkan kon tolnya dari me mekku, masih perkasa kon tolnya. Kemudian kon tolnya aku ciumi dan kepalanya aku emut, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kon tolnya dalam mulutku. "Din, kamu lihai dalam urusan ranjang nih, latihan sama siapa?" tanyanya. Aku tak menjawab, kon tolnya terus kuemut sambil kukeluar masukkan di mulutku, batangnya aku kocok2 dengan cepat. "Akh enak banget Din" erangnya. Cukup lama aku mengemut kon tolnya, rupanya karena sudah ngecret 2 kali, dia bisa bertahan lama sekali. kon tolnya dikeluarkan dari mulutku dan&lt;br /&gt;aku disuruhnya nungging dipinggir ranjang. Dari belakang sambil berdiri dia&lt;br /&gt;mencolokkan kon tolnya lagi kedalam me mekku, sekali enjot kon tolnya sudah amblas semua ke me mekku, "Akh, enak banget mas ", erangku. Dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk me mekku, karena dia berdiri enjotannya terasa lebih keras dan lebih cepat, nikmatnya gak terlukiskan dengan kata2. Dia meraba2 lubang pantatku, kemudian terasa jarinya ditusuk2kan kepantatku. "mas sakit", protesku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berhenti menusuk2 pantatku, pinggulku dipegangnya sambil mengenjotkan terus kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dia membungkuk dipunggungku supaya bisa meremes2 toketku yang berguncang2 seirama dengan sodokannya. Pentilku kembali diplintir2nya. "Enak mas , terus enjotannya, aku udah mau nyampe lagi mas ", erangku. "Cepet kok Din, aku belum ngerasa apa2", katanya sambil terus&lt;br /&gt;mengenjot me mekku. Akhirnya aku tak bisa nahan lebih lama lagi, "mas , aku nyampe mas , akh", aku tersungkur diranjang karena lemes, kon tolnya tercabut dari me mekku, masih keras dan berlumuran lendirku. Dia tidak memberi kesempatan aku istirahat, aku ditelentangkan dan kon tolnya dimasukkan lagi ke me mekku, terus mulai dienjotkan lagi keluar masuk dengan cepat dan keras. "mas , kuat amat sih ngen totnya, aku udah lemes mas , abis udah 2 kali nyampe", lenguhku, Dia tidak memperdulikan lenguhanku, terus saja kon tolnya dienjotkan keluar masuk. Rupanya&lt;br /&gt;dia udah mau ngecret, makin lama enjotannya makin cepet dan keras, aku sudah pasrah saja telentang keenakan. Toketku diremas2 sambil memlintir2 pentilku, akhirnya "Din aku ngecret", dan terasa semburan pejunya dime mekku. Aku memeluk dan mengelus2 punggungnya. "mas , nikmat banget ngen tot dengan mas , istirahat dulu ya mas , aku udah lemes banget", dia mencabut kon tolnya dan rebah disebelahku. Tak lama kemudian aku tertidur kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun karena merasa ada yang mengelus2 toketku, dia sedang&lt;br /&gt;memandangi aku sambil mengelus2 toketku, "udah pagi ya mas ", kataku setengah ngantuk. "Belum baru jam 5, masih bisa seronde lagi ya Din", jawabnya. Luar biasa dia ini, gak puas2nya ngen totin aku. Aku dipeluknya dan bibirku diciumnya, aku membalas memeluknya. kon tolnya mulai kuremas2 sehingga terasa kembali mengeras, terus saja kuremas2 sampe jadi keras sekali. Dia sudah siap nyodok me mekku lagi. Aku bangun dan mulai mengisap kon tolnya, dia merubah posisi menjadi 69 sehingga bisa mengakses me mekku. me mekku dijilatinya, aku mengangkangkan pahaku sehingga dia bisa menjilati it ilku, Isepan ku menjadi melemah karena serangan fajar nya di me mekku, "mas , subuh2 gini sudah ngasi&lt;br /&gt;kenikmatan lagi buat aku", kataku sambil mengocok2 kon tolnya. "mas , aku sudah napsu banget, dimasukin lagi dong mas ", pintaku. Dia sudah napsu juga, segera aku ditelentangkan, dinaiki dan kon tolnya ditancapkan lagi ke me mekku, kemudian mulai dienjotkan keluar masuk. Sebentar saja seluruh kon tolnya sudah nancap kemabli di me mekku, enjotannya tambah cepat dan keras, "Enak banget mas ", erangku. Dia terus saja mengenjot me mekku dengan kon tolnya. Akhirnya kembali aku mengejang keenakan, "mas , aku nyampe mas . mas pinter amat sih nyodok me mekku, sebentar saja aku sudah nyampe", lenguhku. Dia terus saja mengenjotkan&lt;br /&gt;kon tolnya keluar masuk. Cukup lama dia mengenjot me mekku dengan kon tolnya sampe akhirnya aku nyampe lagi, "mas aku nyampe lagi mas, mas lama banget sih ngecretnya, aku udah lemes banget mas ", erangku. Dia terus saja mengenjot me mekku sampe akhirnya "Din, aku ngecret", dia menancapkan kon tolnya dalem2 di me mekku dan terasa semburan pejunya di me mekku. "Nikmat banget ngen totin kamu Din, me mek kamu bisa kedutan, kerasa kaya diemut sama mulut kamu", katanya. Kemudian dia mencabut kon tolnya dari me mekku dan berbaring disebelahku. "Din, nanti sore kita lanjut lagi yuk, kita ngen tot semalem lagi", katanya.&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum dan akhirnya tertidur lagi dipelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu aku melakukan altivitas di rumah dengan lesu, maklum aja semaleman dien tot sampe nyampe berkali2, pastinya ngantuk dan lemes. Malemnya, dia menjeputku lagi dirumah, kembali dia kasi instruksi kalo aq mesti menghadiri penutupan miting yang kemaren. Pinter anget dia buat skenarionya, yang lainnya yang ada dirumah mah ho oh ja kalo bis bos yang nyampein. Kami nyari makan dulu seperti kemaren, selesai makan dia ngajakin aku santai di pub, dengerin musik sambil becanda2. Deket tengah malem baru balik ke hotel lagi. Dia masuk kamar mandi, ketika keluar hanya mengenakan celana pendek dan t shirt. Dia mengambilkanku can soft drink dingin, dibukakan untukku. Aku meminumnya. "Mau mandi yang?' tanyanya sambil memelukku. Aku diciumnya, tangannya segera meremas2 toketku kembali. Napsunya bukan main. Segera aku ditelanjanginya,toketku diciuminya dan pentilku diemut2nya, segera saja pentilku mengeras.&lt;br /&gt;Tangannya segera saja mengiliki2 it ilku, dia sepertinya mau memanfaatkan waktu seefisien mungkin. "mas , kok napsu banget sih sama aku", tanyaku. "Abis ngen totin sama kamu nikmat banget sih", jawabnya. "Aku juga dapet nikmatnya dipatil lagi sama kon tol mas ", jawabku. Kemudian dia melepas celana dan t shirtnya, dia rupanya tidak mengenakan CD. kon tolnya sudah ngaceng dengan keras. Dia duduk diubin di depanku, kakiku dikangkangkannya. Badanku diseretnya sehingga aku setengah rebah di dipinggir sofa. Lidahnya mulai menggesek me mekku dari atas ke&lt;br /&gt;bawah. it ilku menjadi sasaran berikutnya, dijilat, dihisap, kadang digigit pelan, dijilati lagi, "mas , enak banget mas , terus mas ", erangku. Dia terus menjilati it ilku sampe aku nyampe. "Akh mas , belum dien tot aku sudah nyampe kaya kemaren2, mas lihai banget deh makan me mekku", kataku. Dia berdiri, aku ditariknya supaya duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kon tolnya tepat ada dimukaku, segera saja aku genggam dan kuemut kepalanya. mulutku mulai mengeluar masukkan kon tolnya sambil batangnya kukocok2 dengan cepat dan keras. Dia mengejotkan kon tolnya pelan dimulutku seperti sedang ngen totin mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, dia berbaring disofa, aku segera menaiki badannya dan menancapkan kon tolnya di me mekku, kusentakkan badanku kebawah dengan keras sehingga sebentar saja kon tolnya udah nancep semua di me mekku. Aku menaik turunkan pantatku dengan cepat sehingga kon tolnya terkocok oleh me mekku dengan cepat juga, "Akh nikmat banget Din" erangnya. Aku merasa sudah mau nyampe, tapi dia menahan badanku sehingga aku berhenti mengenjot. kon tolnya&lt;br /&gt;dikeluarkan dari me mekku, aku disuruhnya telungkup menungging di sofa dan kembali kon tolnya ditancapkan ke me mekku dari belakang. "Bles, kon tolnya langsung saja nancep semuanya ke me mekku, "Akh, nikmatnya,", kali ini aku yang menggerang. Dia langsung mengenjot me mekku dengan cepat dan keras. Terasa sekali kon tolnya menggesek me mekku, kalo dienjotkan dengan keras terasa kon tolnya nancep dalem sekali di me mekku. Makin cepat dienjot makin nikmat rasanya. Tiba2, "akh mas , aku nyampe, mas " , kenikmatanku meledak juga akhirnya. DIa terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat sampe akhirnya kembali dia ngecret "Din, aku ngecret, nikmat banget rasanya Din", terasa&lt;br /&gt;kembali pejunya membanjiri me mekku. "mas , aku lemes banget mas. mas gak ada matinya ya", kataku sambil tersenyum. "Ya udah kita mandi dan terus tidur, besok pagi kita main lagi ya", jawabnya sambil masuk ke kamar mandi. Aku berbaring saja di sofa sambil istirahat. Selesai mandi, dia keluar masih bertelanjang bulat. Giliranku mandi. Nikmat berdiri dibawah shower air hangat, apalagi setelah kerja keras barusan. Selesai mandi, dia sudah berbaring diranjang, aku berbaring disebelahnya dan tak lama kemudian aku tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbangun, hari sudah terang, aku males ngelakuin apa2, mendingan juga sama dia mereguk kenikmatan. Aku bangun ke kamar mandi, pipis dan sikat gigi. Aku pake saja sikat gigi yang ada, muka kubasuh dengan air dingin. Seger sekali rasanya. Ketika keluar dari kamar mandi dia sudah bengun. Dia sedang menyeduh kopi dan menghangatkan roti di microwave. Karena ini suite room makanya fasilitasnya lengkap. Aku duduk di meja makan. Dia menghidangkan roti. Aku menikmati saja yang disediakannya. "Mas, gak pulang kita, ntar timbul pertanyaan?'. "Tadi aku dah sms pak supir, ngasi tau kalo kita masi nyelesain kerjaan dulu baru pulang". "Bisa aja mas cari alesan". Sehabis mengisi perut, dia langsung menarik tanganku kembali ke ranjang. Aku dipeluknya, tangannya segera saja meremas2 toketku sambil mencium bibirku dengan gemasnya. Pentilku diplintir2nya pelan, napsuku segera saja berkobar, pentilku segera mengeras. Aku tidak tinggal diam, kon tolnya yang sudah ngaceng keras sekali kukocok2. "Aku isep ya mas", kataku sambil mengubah posisi&lt;br /&gt;mendekati kon tolnya. Kepala kon tolnya kujilati kemudian pelan2 kumasukkan ke mulutku. kon tolnya kukulum2, kukeluar masukkan di mulutku. "Enak Din", erangnya. Kemudian dia menarik aku kembali kepelukannya. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas lumatannya, sementara tangannya terus saja meremas2 toketku. Tangannya kemudian mengarah kebawah, it ilku menjadi sasaran berikutnya. "Akh mas , enak", erangku. Dia menciumi leherku, terus kebawah mengemut pentilku&lt;br /&gt;bergantian, aku terus mengerang keenakan. Ciumannya terus mengarah kebawah, berhenti di puserku sehingga aku menggelinjang kegelian, "Geli mas , nakal ih pagi2", kataku manja. Akhirnya sampailah ciumannya pada sasaran sesungguhnya, me mek dan it ilku. Jilatannya segera menyerbu it ilku. Aku sudah mengangkang selebar2nya supaya dia mudah menjilati it ilku. Dia meletakkan bantal dibawah pinggulku. "buat apa mas , kan kon tol mas panjang. Gak usah diganjel masuknya juga dalem banget", tanyaku. Dia tidak menjawab, terus saja menjilati it ilku yang makin terexpose karena ganjelan bantal itu. Aku jadi tau kenapa dia mengganjal pantatku dengan bantal, supaya dia mudah menjilati it ilku. Jilatannya berubah&lt;br /&gt;menjadi emutan, it ilku diemut2nya pelan. Aku menjadi makin blingsatan. "Akh mas , aku udah pengen dien tot, mas . Masukin dong kon tolnya mas ", erangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menghentikan emutannya, aku dinaikinya dan mengarahkan kon tolnya ke me mekku. Dia menggosok2kan kepala kon tolnya di me mekku yang sudah basah banget, "Ayo dong mas , tancepin aja semuanya", erangku gak sabar. Aku makin menggelinjang karena gosokan kon tolnya itu. Pelan2 dimasukkannya kon tolnya ke me mekku. Dia menekan kon tolnya masuk sedikit2 demi sedikit. Karena ganjalan bantal, kon tolnya jadi lebih mudah nancep. "Akh, ssh, enak banget mas , tancepin aja semuanya sekaligus sampe mentok", kataku. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk&lt;br /&gt;pelan sehingga sedikit demi sedikit kon tolnya nacep makin dalem aja. Nikmat banget disodok kon tol besar dan keras kaya begitu. Enjotannya makin cepat dan dengan sekali hentak dkon tolnya ditancepkan semuanya ke me mekku, "akh enak banget mas ", erangku. Dia terus saja mengenjotkan kon tolnya dengan keras dan cepat, "enak mas , terus mas , yang cepet, aku udah mau nyampe mas ", erangku terengah2. Tau aku udah mau nyampe, dia mempercepat enjotan kon tolnya, setiap&lt;br /&gt;enjotannya lengsung menancapkan kon tolnya dalam2 di me mekku. Pantatku menggeliat2 tidak teratur saking nikmatnya. Akhirnya sampe juga puncak kenikmatan buatku. Kakiku segera membelit kakinya, aku memeluk punbggungnya, "mas , aku nyampe, akh, ssh, enak banget mas ", jeritku keenakan. Dia terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk setelah aku meletakkan kakiku diatas ranjang lagi, rasa nikmat membuatku terkapar, napasku tersengal2, dia tidak peduli dengan kondisiku, tetap saja kon tolnya dienjotkan dengan cepat dan keras. Sebentar kemudian napsuku sudah bangkit lagi, aku mulai menggeliat2kan pantatku. "Din&lt;br /&gt;ganti posisi yuk", katanya sambil mencabut kon tolnya dari me mekku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku disuruhnya menungging dipinggir ranjang. Dia berdiri dibelakangku dan menancapkan kon tolnya dime mekku. Sekali sodok, kon tolnya sudah nancep sampe pangkalnya. Sambil berdiri dia mengenjot me mekku. kon tolnya bergerak keluar masuk me mekku dengan cepat dan keras. Enjotannya lebih terasa keras karena dia berdiri sehingga tenaga enjotannya menjadi lebih besar, buatku sih tambah nikmat jadinya. "Akh mas , enak banget, enjotan kon tol mas terasa banget keluar masuk&lt;br /&gt;me mek Dina, terus mas , ssh", erangku. Dia mempercepat enjotan kon tolnya, "Din, aku udah mau ngecret Din", katanya. "iya mas , aku udah mau nyampe lagi, barengan ya mas ", jawabku. Tiba2 dia menjenjotkan kon tolnya dalem2 dengan keras, "Din, aku ngecret, akh, ssh", erangnya. Akupun mengejang karena aku nyampe lagi, "mas aku juga nyampe mas , akh nikmat banget mas ," jeritku. Dia menelungkup diatas punggungku sehingga aku rebah keranjang. kon tolnya tercabut dari me mekku.&lt;br /&gt;Dia berguling dan berbaring disebelahku yang masih nelungkup. "mas , nikmat banget deh enjotannya kalo mas ngenjotnya sambil berdiri", kataku. Dia hanya tersenyum. Aku bangun ke kamar mandi, pipis. Kemudian me mekku kusiram dengan shower, dingin rasanya. Kembali ke ruangan aku mengambil air dingin di lemari es, kuminum habis segelas, aku mengisinya lagi dan kuberikan kepadanya yang masih terkapar kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih pengen sekali lagi ngerasain kon tolnya keluar masuk, segera saja aku mulai menjilati kon tolnya. Terus kuemut2 sambil kukocok2, gak lama kon tolnya sudah keras lagi. "Hebat mas , udah ngaceng lagi", kataku sambil terus mengocok kon tolnya. "Kamu juga hebat Din, napsu kamu cepet sekali berkobar, kayanya kamu gak puas2 ya makan kon tolku", katanya. "Mana bisa puas mas , kan gak tiap hari me mek ku keiisi kon tol mas , mumpung ada kesempatan ya dituntasin aja", kataku sambil kembali mengemut kon tolnya. "Kan sekarang bisa tiap malem kalo kamu mau". Aku mengubah posisi nelungkup sambil mengangkang diatas mukanya, posisi 69. Dia tau apa yang harus dikerjakannya, sambil menikmati kon tolnya yang sedang kuemut2 dia segera menjilati me mekku sampe ke pantatku,&lt;br /&gt;it ilku dikilik2 dengan tangannya. Aku segera bangun dan menduduki kon tolnya, kon tolnya segera saja ambles dime mekku sekali lagi. Aku menaik turunkan pantatku sambil engejangkan me mekku meremas kon tolnya. Enjotanku makin cepat, dia merintih2 keenakan, "Enak Din, empotan me mek kamu kerasa banget, lihai sekarang kamu ya Din", katanya. Setiap enjotan kebawah membuat kon tolnya nancep semua di me mekku. Setiap aku menaikkan pantatku, tampak bibir me mekku turut terarik keluar karena cengkeraman me mekku di kon tolnya. Enjotanku makin lama makin cepat, 'akh mas enak mas , aku udah mau nyampe lagi", erangku, dia meremas2 toketku yang berguncang2 mengikuti irama enjotanku, pentilku diplintir2nya menambah kenikmatanku. Sampa akhirnya, "Akh mas , aku nyampee mas , ssh", akupun mabruk didadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia segera menggulingkan aku sehingga sekarang dia yang diatas, kon tolnya yang masih keras tetap nancep di me mekku. DIa sekarang yang ambil peran, mengenjot me mekku dengan cepat dan keras. Cepat sekali enjotannya, aku hanya bisa ber aakh ssh saja saking enaknya, sampe akhirnya diapun gak tahan lagi, "Din, aku ngecret Din", erangnya sambil menancapkan kon tolnya sedalam2nya di me mekku. Terasa semburan pejunya di me meku sehingga akupun nyampe lagi untuk kesekian&lt;br /&gt;kalinya. Benar2 event yang sangat nikmat. Aku dien tot berkali2 dan berkali2 juga nyampe. Wah benar2 terpuaskan napsuku yang tertahan2 selama ini. Setelah istirahat dan mandi, dia mengantarkanku pulang kerumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-6655188248660016203?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/6655188248660016203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/majikanku-yang-nafsu.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/6655188248660016203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/6655188248660016203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/majikanku-yang-nafsu.html' title='Majikanku yang Nafsu'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-4299946574257466633</id><published>2009-07-19T07:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T07:41:20.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ml adik ipar'/><title type='text'>Cerita Seks Dengan Adik Ipar</title><content type='html'>Punya adik ipar yang cantik bikin ak berkelaguan gila, &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; nya seperti berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya adik ipar, Ayu namanya. Orangnya cantik, masi di SMU. Bodinya proporsional, gak toge tapi tocil juga enggak. Pinggulnya rada gede juga sehingga kalo liat dia jalan pake jins ketat dari blakang, goyangan pantatnya merangsang juga. Yang lebi merangsang lagi, Ayu punya kumis halus diatas bibir mungilnya. Pasti jembutnya rimbun deh, dan yang lebi penting lagi napsunya besar. Aku gak tau napa kok dia dikirim ortunya ke tempat kakaknya (istriku) untuk melanjutkan sekolahnya, padahal dia baru kelas 1. Biasanya kalo dah lulus SMU ya mo nerusin skolah pindah bisa dimengerti. Aku gak banyak nanya ke istri tentang kepindahan Ayu kerumahku. Yang aku tau, Ayu tu bukan adik kandung istri tapi dia diangkat anak oleh mertuaku sejak kecil, dan sudah dianggap sebagai anak sendiri. Istriku kerja sebagai tenaga marketing suatu perusahan asing sehingga sering sekali mendapat tugas keluar kota, sedang aku bekerja sebagai konsultan freelance, sehingga banyak melakukan pekerjaan dari rumah saja.&lt;span class="fullpost"&gt; Ketempat klien kalo diperlukan saja. Ya gak apa si, itung2 aku jadi penunggu rumah. Makanya aku seneng banget ketika Ayu tinggal dirumahku. Aku membantu mengurus kepindahan Ayu ke SMU yang deket dengan rumahku, repot juga birokrasinya, tapi dengan sedikti pelicin semuanya akhirnya beres dan Ayu diterima disekolah tersebut dan boleh langsung masuk. Baru 2 hari Ayu dirumah, istriku dapet tugas keluar kota lagi ke Sulawesi sehingga makan waktu 2 mingguan. Ya namanya tugas, harus dilaksanakan, baeknya kami belon punya anak, sehingga aku gak repot kalo ditinggal2 seperti itu. aku terbiasa mengurus rumahtangga, karena sejak dulu aku selalu hidup sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, Ayu aku ngajak ngobrol di sofa. Dia pake celana pendek yang pendek banget dan tanktop, kayanya gak pake bra, sehingga toketnya bergerak mengikuti gerakan badannya. Merangsang juga ni anak. Aku nanya kenapa kok dia pindah ketempatku. "Mangnya mas gak tau ya", kata Ayu. "Aku gak nanya kakakmu Yu, dia juga gak crita apa2 ke aku, cuma bilang kamu mo pindah skolah kesini ja". "ayu malu ni mas critanya". "Napa malu, aku kan masmu sendiri". "aku maen ma om tetangga rumah mas". "Wah, enak dong si om dapetin kamu". "Ah mas, Ayu serius ni". "Ya terus?" "Si om juga yang mrawanin Ayu, tapi enak, makanya Ayu jadi ketagihan terus deh maen ma si om". "Kamu maennya dimana Yu'. "Mula2 dirumah si om, waktu tantenya lagi pergi. Dah gitu suka janjian ketemuan di mal, trus cek in ke motel, waktu ayu pulang skolah". "maennya brapa ronde kalo dimotel". "Karna gak bisa lama2 ya cuma 2 ronde, kan mesti pulang sore Ayu nya". "Gak perna sampe nginep ya Yu". Perna mas, si om bohong ma tante katanya mo pergi keluar kota, padahal cek in ma Ayu di hotel semalem. Ayu bilang ma bonyok nginep dirumah temen. Wah si om napsu banget maennya dihotel, ampe 4 ronde mas". "Wah mas jadi kringeten neh ngebayangin Ayu maen ma si om". "Kok ngebayangin si mas". "La iya lah, kamu critanya napsuin gitu". "Trus mas ngaceng ya" "La iya lah, lelaki mana yang gak ngaceng kalo dengerin Ayu crita lagi maen. Trus kenapa kok Ayu disuru ketempat mas ma kakak?" "Ketauan juga mas ma bonyok. Ada yang bilang dia liat Ayu ma si om gandengan di ml. Ya udah deh, Ayu gak bisa ngelit lagi. Heboh juga karena bonyok mengcounter si om. Baiknya bisa didamein, tadinya bokap mo bawa kasus ini ke polisi segala. Baeknya enggak". "Kadung malu, makanya Ayu disuru ke tempat mas ma kakak. Mas masi kringeten?" tanyanya sambil tertawa, manis sekali ni akan, seksi lagi cuma celana pendek banget dan tanktop tanpa bra. "Mas, dah nikah segini lama kok gak punya anak si, mas gak bisa ya". "Enak aja, mo mas buktiin ma kamu kalo mas bisa?" jawabku membuka front. "Mangnya mas brani ngelakuin ma Ayu?" "Napa enggak, kalo Ayunya mau tapi". Ayu diem saja. "Mau gak Yu, aku si mau banget lo". "Gak enak ma kakak mas". "Ya tapi kakakmu tu kerjanya kluar kota terus, mas ditinggal sendiri terus, gimana mo bikin anak kan". "Kacian, mas kesepian ya, kan skarang ada Ayu yang nemenin". Dia duduk merapat ke aku. "Mau ya Yu", kataku sambil mengelus pipiku. Ayu noleh ke aku, aku tidak menyia2kan kesempatan ini, perlahan tapi pasti aku mengecup bibir mungilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu membiarkan aku mengulum2 bibirnya, kemudian ciuman kuarahkan ke&lt;br /&gt;lehernya, terus menyusur kepipinya. Tubuhnya bergeser makin merapat, bibirnya kulumat lagi dengan lembut. Sambil kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, tangan kuslusupkan kedalam tanktopnya dan meremas lembut toketnya yang masih terbungkus bra. Ohh.., toketnya ternyata tercakup seluruhnya dalam tanganku. Dan ayu rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsunya, padahal baru awal pemanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu dah pengen ya Yu". "Iya mas, dah lama rasanya ayu gak ngerasain nikmat lagi". "Mau kan aku kasi kenikmatan". "Mau banget mas". Bibirku mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan tanktopnya, lehernya kukecup, kujilat kadang kugigit lembut. Sambil tanganku terus meremas-remas toketnya. Kemudian tanganku menjalar ke punggungnya dan melepas kaitan branya sehingga toketnya bebas dari penutup. Bibirku terus menelusur di permukaan kulitnya. Dan mulai pentil kirinya tersentuh lidahku dan kuhisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketnya akan kuhisap. Dan tangan satuku mulai turun dan memainkan pusernya, membuat ayu merasa geli tapi nikmat, napsunya makin berkobar karena elusan tanganku. Kemudian tanganku turun lagi dan menjamah selangkangannya. me meknya yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu kulakukan sampai akhirnya aku kemudian membuka ristsluiting celana pendeknya dan menarik celananya ke bawah. Tinggalah CD mininya yang tipis yang memperlihatkan jembutnya yang lebat, saking lebatnya jembutnya muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jembutnya lebih terlihat jelas karena CDnya sudah basah karena cairan me meknya yang sudah banjir. Kubelai celah me meknya dengan perlahan. Sesekali jariku menyentuh it ilnya' karena ketika dielus pahanya otomatis mengangkang agar aku bisa mengakses daerah me meknya dengan leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian CDnya yang sudah basah itu kulepaskan. Ayu mengangkat pantatnya agar aku bisa melepas pembungkus tubuhnya yang terakhir.&lt;br /&gt;Jariku mulai sengaja memainkan it ilnya. Dan akhirnya jariku itu masuk ke dalam me meknya. bibirku terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali kuhisap dan terus menjalar ke perutnya. Dan akhirnya sampailah ke me meknya. Kali ini kucium jembutnya yang lebat dan bibir me meknya kubuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali me meknya kumainkan dengan bibirku, kadang bibirnya kuhisap, kadang it ilnya, akhirnya lidahku masuk di antara kedua bibir me meknya sambil menghisap it ilnya. Hanya dalam beberapa menit ayu benar-benar tak tahan. Dan.. Ayu mengejang dan dengan sekuatnya ayu berteriak sambil mengangkat pantatnya supaya merapatkan it ilnya dengan mulutku, dia meremas-remas rambutku. Aku terus mencumbu me meknya, belum puas aku memainkan me meknya hingga napsunya bangkit kembali dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, Ayu sudah pengen dien tot." katanya memohon sambil membuka pahanya lebih lebar. Aku pun bangkit, mengangkat badannya yang sudah lemes dan kubawa ke kamar. Ayu kubaringkan di ranjang dan aku mulai membuka baju, kemudian celana. Ayu terkejut melihat kon tolku yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDku. Kemudian aku juga melepas CDku. "Mas, gede banget kon tol mas, mana panjang lagi". "Mana gedean ma si om?" "gedean mas lah". Sementara itu ayu terbaring menunggu. kon tolku yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Ayu merinding apakah muat kon tol segitu besarnya di me meknya. Dan saat aku pelan-pelan menindihnya, ayu membuka pahanya makin lebar, rasanya tidak sabar me meknya menunggu masuknya kon tolku yang extra gede itu. Ayu pejamkan mata. Aku mulai mendekapnya sambil terus mencium bibirnya, bibir me meknya mulai tersentuh ujung kon tolku. Sebentar kuusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir me meknya terdesak menyamping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdesak kon tol besarku itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang me meknya dimasuki kon tolku. Ayu menahan nafas. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kon tolku. Ayu mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus..Akhirnya ujung kon tolku menyentuh bagian dalam me meknya, maka secara refleks Ayu merapatkan pahanya, aku terus menciumi bibir dan lehernya. Dan tanganku tak henti-henti meremas-remas toketnya. kon tol besarku mulai kuenjotkan halus dan pelan. supaya ayu tidak kesakitan. Ayu benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah dia alami. Nafasnya cepat sekali memburu, terengah-engah. Ayu benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kon tol besar ku. Maka hanya dalam waktu yang singkat ayu makin tak tahan. aku tahu bahwa ayu semakin hanyut. Maka makin gencar aku melumat bibir dan lehernya, dan remasan di toketnya makin kuat. Dengan tusukan kon tolku yang agak kuat dan kupepet it ilnya dengan menggoyang goyangnya, ayu menggelepar, tubuhnya mengejang, tangannya mencengkeram kuat-kuat sekenanya. me meknya menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang belum pernah dia alami. ayu benar benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Ayu tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. "Mas, Ayu nyampe maas", teriaknya. Setelah selesai, pelan pelan tubuhnya lunglai, lemas. dua kali ayu nyampe dalam waktu relatif singkat, aku membelai rambutnya yang basah keringatan. Dia membuka matanya, aku tersenyum dan menciumnya lembut sekali, tak henti hentinya toketnya kuremas-remas pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba, serangan cepat bibirku melumat bibirbya kuat dan diteruskan ke leher serta tanganku meremas-remas toketnya lebih kuat. Napsunya naik lagi dengan cepat, saat kembali aku mengenjotkan kon tolku semakin cepat. Uhh, sekali lagi ayu nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali ayu berteriak lebih keras lagi. Aku terus mengenjotkan kon tolku dan kali ini aku ikut menggelepar, wajahku menengadah. Satu tanganku mencengkeram lengannya dan satunya menekan toketnya. Ayu makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam me meknya, menyembur berulang kali. Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi me meknya, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, aku memiringkan tubuh dan tanganku tetap meremas lembut toketnya sambil mencium wajahnya. Ayu senang dengan perlakuanku terhadapnya. "Yu, kamu luar biasa, me mekmu peret dan nikmat sekali", pujiku sambil membelai dadanya. "Mas juga hebat. Bisa membuat Ayu nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Ayu bisa nyampe dan merasakan kon tol raksasa. Hihi.." "Jadi kamu suka dengan kon tolku?" godaku sambil menggerakkan kon tolku dan membelai belai wajahnya. "Ya mas, kon tol mas nikmat, besar, panjang dan keras banget" jawabnya jujur. "Enak mana mas, ngen totin kakak apa ngen totin Ayu". "Nikmat ma kamu Yu, me mek kamu peret banget". "Mangnya me mek kakak gak perert, kan kakak belon punya anak". "Gak tau deh, aku puas banget ngen totin kamu". "Ya udah, mas ngen totin Ayu ja kalo kakak kluar kota". Aku tidak langsung mencabut kon tolku, tapi malah mengajak mengobrol sembari kon tolku makin mengecil. Dan tak henti-hentinya aku mencium, membelai rambutnya dan yang paling aku suka membelai toketnya. Ayu merasakan pejuku yang bercampur dengan cairan me meknya mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kon tol kucabut sambil menciumnya lembut sekali. Benar benar ayu terbuai dengan perlakuanku. Ayu tertidur dalam pelukanku, sepertinya dia merasa nyaman dan benar-benar terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya dibayangkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu bangun masih dalam pelukanku. "Kamu tidur nyenyak sekali, Yu", kataku sambil membelai rambutnya. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Aku lalu mengajaknya mandi. Kubimbing ayu ke kamar mandi, saat berjalan ayu merasa masih ada yang mengganjal me meknya dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahanya, saking banyaknya aku mengecretkan peju di dalam me meknya. Dalam bathtub yang berisi air hangat, ayu duduk di atas pahaku. Aku mengusap-usap menyabuni punggungnya, dan ayupun menyabuni punggungku. Aku memeluknya sangat erat hingga dadaku menekan toketnya. Sesekali ayu menggeliatkan badannya sehingga pentilnya bergesekan dengan dadaku yang dipenuhi busa sabun. pentilnya semakin mengeras. Pangkal pahanya yang terendam air hangat tersenggol2 kon tolku. Hal itu menyebabkan napsunya mulai berkobar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu kutarik sehingga menempel lebih erat ke tubuhku. Aku menyabuni punggungnya. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tanganku terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Aku mengusap-usap pantatnya dan kuremasnya. kon tolku pun mulai ngaceng ketika menyentuh me meknya. Terasa bibir luar me meknya bergesekan dengan kon tolku. Dengan usapan lembut, aku terus menyusuri pantatnya. Aku mengusap beberapa kali hingga ujung jariku menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan me meknya. "Mas nakal!" desahnya sambil menggeliat mengangkat pinggulnya. Walau tengkuknya basah, ayu merasa bulu roma di tengkuknya meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari me meknya. Ayu menggeliatkan pinggulnya. Aku mengecup lehernya berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir me meknya. Tak lama kemudian, tanganku semakin jauh menyusur hingga akhirnya mengusap2 lipatan bibir luar me meknya. Aku berulang kali mengecup lehernya. Sesekali kujilat, sesekali kugigit dengan gemas. "Aarrgghh.. Sstt.. Sstt.." rintihnya berulang kali. Lalu ayu bangkit dari pangkuanku. Ayu tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di me meknya.&lt;br /&gt;Tapi ketika berdiri, kedua lututnya terasa goyah. Dengan cepat aku pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhnya. Aku tak ingin ayu terjatuh. Aku menyangga punggungnya dengan dadaku. Lalu kuusapkan kembali cairan sabun ke perutnya. Aku menggerakkan tangan keatas, meremas dengan lembut kedua toketnya dan pentilnya kujepit2 dengan jempol dan telunjuk. Pentil kiri dan kanan kuremas bersamaan. Lalu aku mengusap semakin ke atas dan berhenti di lehernya. "Mas, lama amat menyabuninya" rintihnya sambil menggeliatkan pinggulnya. Ayu merasakan kon tolku semakin keras dan besar. Hal itu dapat dirasakannya karena kon tolku makin dalam terselip di pantatnya. Tangan kirinya segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelerku dengan gemas. Aku menggerakkan telapak kanan ke arah pangkal pahanya. Sesaat aku mengusap usap jembut lebatnya, lalu mengusap me meknya berulang kali. Jari tengahku terselip di antara kedua bibir luar me meknya. Aku mengusap berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it ilnya pun menjadi sasaran usapanku. "Aarrgghh..!" rintihnya ketika merasakan kon tolku makin kuat menekan pantatnya. Ayu merasa lendir membanjiri me meknya.Ayu jongkok agar me meknya terendam ke dalam air. Dibersihkannya celah diantara bibir me meknya dengan mengusapkan 2 jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menengadah ayu melihat kon tolku telah berada persis didepannya. kon tolku telah ngaceng berat. "Mas, kuat banget sih, baru aja ngecret di me mek Ayu sekarang sudah ngaceng lagi", katanya sambil meremas kon tolku, lalu diarahkan ke mulutnya. Dikecupnya ujung kepala kon tolku. Tubuhku bergetar menahan nikmat ketika ayu menjilati kepala kon tolku. Aku meraih bahunya karena tak sanggup lagi menahan napsu. Setelah ayu berdiri, kaki kirinya kuangkat dan kuletakkan di pinggir bath tub. Ayu&lt;br /&gt;kubuat menungging sambil memegang dinding di depannya dan aku menyelipkan kepala kon tolku ke celah di antara bibir me meknya. "Argh, aarrgghh..,!" rintihnya. Aku menarik kon tolku perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar me meknya ikut terdorong bersama kon tolku. Perlahan-lahan menarik kembali kon tolku sambil berkata "Enak Yu?" "Enaak banget mas". Aku mengenjotkan&lt;br /&gt;kon tolku dengan cepat sambil meremas bongkah pantatnya dan tanganku satunya meremas toketnya. "Aarrgghh..!" rintihnya ketika merasakan kon tolku kembali menghunjam me meknya. Ayu terpaksa berjinjit karena kon tolku terasa seolah membelah me meknya karena besarnya. Terasa me meknya sesek kemasukan kon tolku yang besar dan panjang itu. Aku dengan erat mememegang pinggulnya dan mengenjotkan kon tolku keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar 'cepak-cepak' setiap kali pangkal pahaku berbenturan dengan pantatnya. "Aarrgghh.., aarrgghh..! Mas.., Ayu nyampe..!" Ayu lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Aku juga tidak dapat menahan pejuku lebih lama lagi. "Aarrgghh.., Yu", kataku sambil menghunjamkan kon tolku sedalam-dalamnya. "Mas.., sstt, sstt.." katanya karena berulangkali merasa tembakan pejuku dime meknya. "Aarrgghh.., Yu, enaknya!" bisikku ditelinganya. "Mas.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien tot mas", jawabnya karena nikmat ketika dia nyampe. aku masih mencengkeram pantatnya sementara kon tolku masih nancep dime meknya. Beberapa saat kami diam di tempat dengan kon tolku yang masih menancap di me meknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku membimbingnya ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. Setelah selesai aku keluar duluan, sedang ayu masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, ayu keluar dari kamar mandi. Aku sudah menyiapkan makan seadanya. Ayu kupersilakan minum dan makan sambil mengobrol, dan diiringi lagu lembut. Setelah makan, aku lalu memintanya duduk di pangkuanku. Ayu menurut saja. Sambil mengobrol, ayu kumanja dengan belaian. Kuraih dagunya, dan kucium bibirnya dengan hangatnya, ayu mengimbangi ciumanku. selanjutnya aku mulai&lt;br /&gt;meremas-remas lembut toketnya, kemudian menelusuri antara dada dan pahanya. ayu sadar bahwa sesuatu yang dia duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung ayu bangkit. Ayu bersimpuh di depanku, kon tolku sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras. Kepala kon tolku sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu diraih,dibelai dan kulupnya ditutupkan lagi. sebelum penuh ngacengnya langsung ayu mengulum kon tolku. Ayu memainkan kulup kon tol yang tebal dengan lidahnya. Ditariknya kulup ke ujung, membuat kepala kon tolku tertutup kulupnya dan segera dikulum, dimainkan kulupku dengan lidahnya dan diselipkannya lidahnya ke dalam kulupku sambil lidahnya berputar masuk di antara kulup dan kepala kon tolku. Enak rasanya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kon tolku makin membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahnya dan membuat mulutnya semakin penuh. "Mas hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mas", katanya yang juga sudah terangsang. Aku makin tak tahan menerima rangsangan lidahnya.&lt;br /&gt;Maka ayu kuajak ke tempat tidur. kakinya kutahan sambil tersenyum, kuteruskan dengan membuka kakinya dan aku langsung menelungkup di antara pahanya. "Aku suka melihat me mek kamu yu" ujarku sambil membelai bulu jembutnya yang lebat. "Mengapa?" "Sebab jembutmu lebat dan cewek yang jembutnya lebat napsunya besar, kalau dien tot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya". Aku terus membelai jembutnya dan bibir me meknya. Kadang-kadang kucubit pelan, kutarik-tarik seperti mainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu suka me meknya dimainkan berlama-lama, ayu terkadang melirik apa yang kulakukan. Seterusnya dengan dua jari aku membuka bibir me meknya, ayu makin terangsang dan makin banyak keluar cairan dari me meknya. aku terus memainkan me meknya seolah tak puas-puas memperhatikan me meknya, kadang kadang kusentuh sedikit it ilnya, membuat ayu penasaran. Tak sadar pinggulnya mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat ayu mengangkat pinggulnya, langsung kusambut dengan bibirku. Aku menghisap lubang me meknya yang sudah penuh cairan. Lidahku ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk me meknya, dan saat kujilat it ilnya dengan ujung lidah, cepat sekali menggelitik ujung it ilnya, benar benar ayu tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat ayu tak sadar berteriak.. "Aauuhh!!". Benar benar hebat dia terangsang, dan ayu sudah tak tahan lagi. "Ayo dong mas, Ayu pingin dien tot lagi" ujarnya sambil menarik bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung menempatkan tubuhku makin ke atas dan mengarahkan kon tol gedeku ke arah me meknya. Ayu masih sempat melirik saat aku memegang kon tolku untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir me meknya. saat kepala kon tolku telah menyentuh di antara bibir me meknya, ayu menahan nafas untuk menikmatinya. setelah kepala kon tolku mulai menyelinap di antara bibir me meknya dan menyelusup lubang me meknya, pelan-pelan kutekan dan aku mulai mencium bibirnya lembut. Makin ke dalam. Ayu merapatkan pahanya supaya kon tolku tidak terlalu masuk ke dalam. Aku langsung menjepit kedua pahanya hingga terasa sekali kon tolku menekan dinding me meknya. kon tolku semakin masuk. Belum semuanya masuk, aku menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulnya naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali kulakukan sampai akhirnya ayu penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah aku puas menggodanya, tiba tiba dengan hentakan agak keras, kupercepat gerakan mengenjot hingga ayu kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, aku meremas toketnya dan menciumi lehernya. Akhirnya ayu mengelepar-gelepar. Dan sampailah ayu kepuncak. Tak tahan ayu berteriak, terus. aku menyerang dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya ayu melewati puncak kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali. Tak kuat ayu meneruskannya. Ayu memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenaganya dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya aku pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatku. Ayu terkulai lemas sekali, keringatnya bercucuran. Hampir pingsan ayu menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar ayu tidak menyesal ngen tot dengan aku, aku dapat mengolah tubuhnya menuju kenikmatan yang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pahaku mulai kembali menjepit kedua pahanya dan kurapatkan, tubuhku menindihnya serta lehernya kembali kucumbu. Ayu memeluk tubuhku yang besar dan aku kembali meremas toketnya. Pelan-pelan mulai kuenjotkan kon tolku. Kali ini ayu ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Tanganku terus menelusuri permukaan tubuhnya. Dadaku merangsang dadanya setiap kali bergeseran mengenai pentilnya. Dan kon tol kupompakan dengan sepenuh perasaan, lembut sekali, bibirku menjelajah leher dan bibirnya. Lama kelamaan tubuhnya yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Ayu berusaha menggeliat, tapi tubuhnya kupeluk cukup kuat, hanya tangannya yang mulai menggapai apa saja yang dia dapat. Aku makin meningkatkan cumbuan dan memompakan kon tolku makin cepat. Gesekan di dinding me meknya makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini lehernya kugigit agak kuat dan kumasukkan seluruh batang kon tolku serta kugoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di it ilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jebol lah bendungannya, ayu mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terasa nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba aku dengan cepat mengenjot lagi. Kembali ayu berteriak sekuatnya menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, ayu meronta sekenanya. dia menggigit pundakku saat aku menghujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat. Sesaat aku menurunkan gerakanku, tapi saat itu kubalik tubuhnya hingga ayu di atas tubuhku. Ayu terkulai di atas tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sisa tenaganya ayu mengeluarkan kon tolku dari me meknya. Dan diraihnya batang kon tolku. Tanpa pikir panjang, kon tol yang masih berlumuran cairan me meknya sendiri dikulum dan dikocok. Dan pinggulnya kuraih hingga akhirnya ayu telungkup di atasku lagi dengan posisi terbalik. Kembali me meknya yang berlumuran cairan jadi mainanku, ayu makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kon tolku. Aku memeluk pinggulnya. Kuhisap it ilnya sambil ujung lidahku menari cepat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya mengejang dan dia menjepit kepalaku dengan kedua pahanya dan dirapatkannya pinggulnya agar bibir me meknya merapat ke bibirku. Ayu gak bisa berteriak tapi karena mulutnya penuh, dan tanpa sadar ayu menggigit agak kuat kon tolku dan dicengkeramnya dengan kuat saat dia masih menikmati orgasme. "Yu, aku mau ngecret yug, di dalam me mekmu ya", kataku sambil menelentangkan ayu. "Ya, mas", jawabnya. Aku menaiki ayu dan dengan satu hentakan keras, kon tolku yang besar sudah kembali menyesaki me meknya. Aku langsung mengenjot kon tolku keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhkupun mengejang. Pantat dihentakkannya ke atas dengan kuat sehingga kon tolku nancap semuanya ke dalam me meknya dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat. Herannya, ngecret yang ketiga masih saja pejuku masi keluar banyak. Aku menelungkup diatasnya sambil memeluknya erat2. "Yu, nikmat sekali ngen tot sama kamu, me mek kamu kuat sekali cengkeramannya ke kon tolku", bisikku di telinganya. "Ya mas, Ayu juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman me mek Ayu terasa kuat karena kon tol mas kan gede banget. Rasanya sesek deh me mek Ayu kalau mas neken kon tolku masuk semua. Kalau ada kesempatan, Ayu dien tot lagi ya mas", jawabnya. "Ya sayang", lalu bibirnya kucium dengan mesra.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-4299946574257466633?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/4299946574257466633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/cerita-seks-dengan-adik-ipar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/4299946574257466633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/4299946574257466633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/cerita-seks-dengan-adik-ipar.html' title='Cerita Seks Dengan Adik Ipar'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-6291037906195937930</id><published>2009-07-19T07:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-19T07:28:04.266-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jablay'/><title type='text'>Selingkuh Dengan Jablay nikmat</title><content type='html'>Jablay nikmat yang kukencani adalah istri orang. aksi nakal ku ini tiba - tiba muncul begitu aja ketika ak kenal dengan seorang jablay. Berikut &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; yang lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang aku iseng nyari makan siang di satu mal. Makan cepat saji yang paling gampang dicari adalah ayam goreng. aku pesan pahe ayam goreng plus kentang plus soft drink dingin. Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong. Mataku tertumbuk pada sesosok prempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, tapi disebelahnya ada anak prempuan kecil, mungkin 3 tahunan lah. Dia memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, toket besarnya ngintip dari belahan tank topnya yang rendah. Walaupun banyak tempat duduk yang kosong aku nimbrung ja di meja dimana prempuan cantik seksi dan anak prempuan itu duduk. "Boleh join kan?" Tanpa menunggu jawabannya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk. "O, silahkan ja pak". "Cuma berdua saja", pancingku membuka pembicaraan. "Kan ber 3 dengan bapak", jawabnya, wah menangkisnya jago juga ni prempuan, pikirku. "Anaknya? Cantik kaya mamanya". "Bukan pak, bukan anak &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;saya". "O, kirain anaknya, abis nyulik ya", candaku. "Ih bapak bisa aja. Ini anak tetangga, tadi dititipkan ke rumah, katanya mo dijemput lagi siang ini di sini". Dia menyuapi anak itu dengan nasi yang dicampur dengan sop, karena sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu. Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku. "Belum punya anak, ato belon nikah?" "Nikah si udah tapi belon dikasi tu ma yang diatas". "Minta dong". "Ya sih, minta tapi gak dilakuin". Wah kliatannya mo curhat neh. "Maksudnya gak dilakuin". "Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yang diatas kan". "Kok bisa". "Suami kerja dikapal cargo, jadi&lt;br /&gt;eringnya diatas kapal katimbang dirumah". "O jadi jablay toh, kasian". "Orang sedih kok malah digoda". "Ya udah, aku ja yang membelai gimana". "Genit ah". Tengah pembicaraan mulai mencair, datanglah seorang prempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya. aku diem saja, dan dia juga tidak mengenalkan aku kepada tetangganya. Tetangga tau diri juga karena dia mengajak anaknya pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dia. "Namanya siapa sih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku Sintia, bapak?" "aku menyebutkan namanku, jangan panggil bapak lah, formal amat". "Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa". "Maksud kamu". "Iya kadang dah jelas2 namanya Hutagalung dipanggil mas juga". aku tertawa mendengar candanya. "Dah brapa lama nikah?" "ampir 2 tahun mas". "Wah jablaynya dah lama dong ya. Mangnya gak tau kerjaan suami sebelum nikah". "Tau si, cuma gak nyangka ja akan kaya gini". "Ya udah, aku temenin deh hari ini. Abis ini kamu mo kemana?" "Gak kemana2 mas, Mo jalan ja". Aku menggandengnya meninggalkan tempat makan dan masuk ke toko yang merupakan anchor tenant di mall itu. Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu. Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat. "Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandengan". "Gak apa kan, katanya mas blon nikah?' "Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal kamu istri orang". "Biarin ja, orangnya juga ninggalin aku terus kok". "Pegel nih jalan terus, kamu mo pulang gak?" "Gak ah mas, dirumah juga mo ngapain?" "ketempatku aja yuk". "Mo ngapain ke tempat mas?' "Ya ngobrol, santai ja, kan asik cuma ber 2". "Iya deh". Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku menuju kerumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya. "Mas tinggal ndiri ya". "Iya, mo nemenin?" "Mau si, cuman kan aku dah punya suami". "Kalo suaminya pergi ya nemenin aku ja disini". "Maunya". Kebetulan di tv ada siaran ulang debat capres. "Kamu ngikuti debat ini?" tanyaku. "Sambil lalu ja mas, debat cawapres juga ngikuti sambil lalu". "Terus komentar kamu?" "Sayangnya Capres 3 gak berkolaborasi dengan cawapres 1, kalo gak kan setanding dengan calon ke 2 dan pilpresnya bisa 1 putaran kan". "O gitu ya, pandangan kamu luas juga ya". "Iya gak kaya mas, manangnya cuma disatu tempat ja", katanya menyindirku, yang dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yang montok. "Habis kamu seksi sekali si, kok bisa ya suami ninggalin istri yang bahenol kaya gini, pa gak takut istrinya dicolek orang laen". Dia tersenyum manis. "Tadi kamu taen sekali nyuapin tu bocah, dah pantes jadi mami". "Iya si, cuma ya itu problemnya". "Iya jablay".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. "udah gak tahan ya mas", godanya sambil membiarkan tanganku mengelus2 pahanya. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu. Dia membuka pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Jari2ku mulai mengelus belahan me meknya dari luar. "Mas", katanya, "Aku udah basah mas". "Udah napsu banget ya Sin, aku juga sudah napsu". Rumahnya besar ya mas". "Iya, dibalakng ada kolam renangnya, mo renang gak". "Gak bawa baju renang mas". "Tlanjang ja, repot amat si". "Ih si mas, maunya tu". "Kamu juga mau kan". Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada. Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian celana ketatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian diletakkan di dipan yang ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon. Aku melotot memandangi tubuhnya yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yang lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya. Segera dia mencebur ke kolam, sementara aku membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. kon tolku yang besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketnya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras. "Toketmu kenceng ya Sin,&lt;br /&gt;pentilnya gede.", kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasanku .kon tolku yang keras menekan perutnya. "Mas, ngacengnya sudah keras banget", katanya. "Kita ke dipan yuk" Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera dia keluar kolam membawa branya yang sudah dilepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telentang didipan, menunggu aku yang juga sudah keluar dari kolam. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dengan penuh napsu dan aku kembali meremas2 toketnya sambil memlintir2 pentilnya. "Isep dong Mas" pintanya sambil menyorongkan toketnya itu ke wajahku. Langsung toketnya kuisep dengan penuh napsu. pentilnya kujilatia."Ohh.. Sstt.." erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yg nongol keluar dari CDnya, kemudian kususupkan jariku ke dalam CDnya. Jariku langsung menyentuh belahan bibir me meknya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas. Gesekanku selalu berakhir di it ilnya sehingga menimbulkan kenikmatan&lt;br /&gt;yang luar biasa. me meknya langsung berlendir, lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam me meknya. "Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!" desahnya sambil menekan tanganku yang satunya untuk terus meremas-remas toketnya. Dia sungguh sudah tidak tahan lagi, "Mas, aku udah gak tahan nih". Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggang kugigit dan kutarik dengan gigiku sehingga terlepas. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yang lebat. Aku kembali meraba dan mengelus me meknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyelipkan jariku ke belahan me meknya yang sudah basah dan&lt;br /&gt;menyentuh dinding dalam me meknya. "Mas..! Aduuh! aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin", pintanya. Aku tidak langsung memenuhi permintaannya, malah jariku beralih menggosok-gosok it ilnya. "Aduuh! mas..nakal!" serunya. Dia pun semakin tidak karuan, diremasnya kon tolku yang sudah keras sekali dari luar CDku. Toketnya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. "Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!" rengeknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam me meknya yang sudah basah kuyup. Dengan tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam me meknya. me meknya langsung kukorek2, dindingnya kugaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang me meknya kumainkan dengan ujung jarinya hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti&lt;br /&gt;permainan ujung jariku. Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir me meknya. Cairan yang membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir me meknya. Kemudian giliran it ilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dengan mulut. Jariku kembali menyeruak masuk ke dalam me meknya, dia benar-benar hampir pingsan. Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe,&lt;br /&gt;cairan me meknya yang banjir kutampung dengan mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya. Dia menghela napas panjang, aku masih dengan lahapnya melumat me meknya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;me meknya terus kuusap2, demikian juga it ilnya sehingga napsunya bangkit kembali. "Terus Mas.. Enak.." desahnya. "Ayo dong Mas.. aku udah gak tahan". tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap it ilnya sambil meremas2 toket dan pentilnya. Aku melepaskan CD, kon tolku yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Dia kunaiki dan segera mengarahkan kon tolku ke me meknya. Perlahan kumasukkan kepala kon tolku. "Enak Mas.." katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kon tolku ke me meknya yang sempit. me meknya terasa sesek karena kemasukan kon tol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kon tol mulai kuenjot keluar masuk. "Terus Mas.. kon tolmu enak" erangnya keenakan. Aku terus mengenjot me meknya sambil pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi. Sekarang dia yang diatas. Diarahkannya me meknya ke kon tolku yang tegak menantang. Dengan liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toketnya yang montok bergoyang mengikuti enjotan badannya. Aku meremas toketnya dan menghisap pentilnya dengan rakus. "Mas.. kon tolmu besar, keras banget..", dia terus menggelinjang diatas tubuhku. "Enak Sin?' tanyakua. "Enak Mas.. en totin aku terus Mas.." Aku memegang pinggangnya yang ramping dan menyodokkan kon tolku dari bawah dengan cepat. Dia mengerang saking nikmatnya. Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya, "Aku nyampe Mas" jeritnya saat tubuhnya menegang&lt;br /&gt;merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akumengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya. Setelah beberapa saat, kon tolku yang masih ngaceng dicabut dari dari me meknya. Dia&lt;br /&gt;kutelentangkannya, dan aku naik ke atasnya. Kembali me meknya kujilati. Kedua lututnya kudorong sedikit ke atas sehingga bukit me meknya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah me meknya. Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung it il nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas- remas kon tolku dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari me meknya dengan lahap kuhisap. Bibirku terus mencium dan melumat habis bibir me meknya. lidahku menjulur masuk ke dalam me meknya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan me meknya, hidungku yang mancung menempel dan menekan it ilnya. Dia&lt;br /&gt;kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dengan sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidung tetap menempel di it ilnya dan bibir tetap mengulum bibir me meknya sambil lidah terus mengorek me meknya. Dia tak kuasa membendung napsunya. "Oocch!Mas.. Teruu.. Uus! Aku nyampe lagi mas", suaranya semakin parau saja. Digoyangkannya pantatnya mengikuti irama gesekan wajahku yang terbenam di selangkangannya. Dijepitnya kepalaku dengan pahanya,&lt;br /&gt;badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. ia menarik nafas panjang sekali, semua cairan me meknya kuhisap dan kutelan hingga habis semua cairan yang ada di sekitar me meknya. Aku tetap dengan asyiknya menjilati me meknya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya. Lidahku bermain-main di pusarnya, sambil meraba dan meremas kedua toketnya, jilatanku juga semakin naik menuju toketnya. Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya. Kini giliran toketnya&lt;br /&gt;kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Sambil aku meraba-raba dengan tangan kanan keselangkangannya, menggesek- gesek it ilnya hingga me meknya basah lagi, nafsunya naik kembali. Sementara tangan kiri tetap meremas toketnya, bibirnya kulumat. Dia membalas lumatan bibirku dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya. Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia juga menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kon tol ku sudah mengarah ke hadapan me meknya. Dia merasakan sentuhan ujung kon tolku di me meknya, kepala kon tol ku terasa keras sekali. Dengan sekali dorongan, kepala kon tolku langsung menusuk me meknya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kon tolku terbenam ke dalam me meknya. Walau kon tol belum masuk semua, dia merasakan getaran-getaran yang membuat otot me meknya berdenyut, cairan yang membasahi me meknya membuat kon tolku yang besar mudah sekali masuk ke dalam me meknya hingga dengan sekali dorongan lagi maka kon tolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu merasa kon tolku sudah memasuki me mek nya, kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kon tolku yang cukup panjang itu. Digoyangkan pantatnya, diputar-putar, dikocok naik turun hingga kon tolku keluar masuk me meknya, aku meremas- remas kedua toketnya. Lebih nikmat rasanya ngen tot dengan posisi wot buat dia, karena dia bisa mengarahkan gesekan kon tol besarku ke seluruh bagian me meknya termasuk it ilnya. Kini giliran aku yang tidak tahan lagi dengan&lt;br /&gt;permainannya, aku menggelengkan kepala menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan ngecret. Aku memberikan aba-aba padanya bahwa aku akan ngecret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita nyampe sama-sama..mas", rintihnya sambil mempercepat kocokan dan&lt;br /&gt;goyangan pantatnya. "Aa.. Aacch!" Diapun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dengan dia, bibir me meknya berkedutan hingga meremas kon tolku. Pejuku dan lendir me meknya bercampur menjadi satu membanjiri me meknya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kon tolku sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisinya tengkurap di sampingku yang terkulai telentang memandang rimbunnya dedaunan. "Mas, pinter banget sih ngerangsang aku sampe berkali2 nyampe, udah gitu kon tol mas kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih", katanya. "me mekmu juga nikmat sekali Sin, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya ke kon tolku", jawabku sambil memeluknya. Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2. Ketika terbangun, kami masuk ke rumah, aku mengajaknya mandi. "Kita mandi sama-sama yuk!" ajakku, "Badanku lengket karena keringat". Kami&lt;br /&gt;masuk ke rumah menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat. Kamar mandinya tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut bergantian. Dia menjulurkan lidahnya&lt;br /&gt;ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke toketnya. Kuremas-remasnya toketnya yang mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Dia pun tidak mau kalah, diraihnya kon tolku yang kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut. Ujung kon tolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya. "Betul kan, kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya Sin", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuarahkan kon tolku ke belahan bibir me meknya. Dengan menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kon tolku ke belahan bibir me meknya. Kutempelkan ujung kon tolku ke ujung it ilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini me meknya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower sambil duduk di samping bathtub. Dia kudipangku dengan posisi memunggungiku. kon tolku yang sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam me meknya dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yang sempit mengharuskan posisinya merapatkan pahanya, maka&lt;br /&gt;me meknya menjadi kian sempit saja. Awalnya agak sulit juga kon tolku masuk kedalam me meknya. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kon tolku berhasil menyeruak ke dalam me meknya yang dibantu dia dengan sedikit menekan badannya kebawah, dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kon tolku amblas semua ke dalam me meknya. Dengan posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kon tolku seperti di kolam renang tadi dengan cara mengangkat&lt;br /&gt;dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga me meknya bisa meremas dan mengocok-ngocok kon tolku. kon tolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam me meknya. Saat dia duduk terlalu ke bawah, kon tolku terasa sekali menusuk keras me meknya, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;me meknya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kon tolku dalam me meknya sudah tidak sesesak tadi. Kini dia pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku. Dia tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kon tolku masih tertancap di dalam me meknya. Digoyang-goyangkan saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedari tadi asyik meremas kedua toketnya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilin sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya. Aku tidak mampu bertahan lama merasakan goyangan yang dia lakukan. "Aduuh..! Sin, hebat banget empotan me mek kamu! Aku hampir ngecret nich!" seruku sambil tetap memilin pentilnya. "Kita keluarin sama-sama yuk!" sahutnya sambil mempercepat goyangannya. Aku sudah benar-benar tidak mampu bertahan lebih lama lagi hingga dia kudorong sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kon tolku&lt;br /&gt;masih menancap di dalam me meknya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kon tolku keluar masuk me meknya dalam posisi doggy style.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aa.. Aacch!" kini gilirannya yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam me meknya, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding me meknya, pejuku langsung muncrat keluar memenuhi me meknya. Bersamaan dengan itu, dia pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan me meknya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga me meknya kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui&lt;br /&gt;celah me meknya dan merembes keluar hingga membasahi perutnya karena posisinya masih setengah menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan. Aku mengeluarkan buah2an dari lemari es dan berkata "Kamu makan buah2an ini dulu ya, nanti aku belikan makanan". "aku mau tidur saja, cape dienjot terus sama mas", katanya. "Tapi enakkan?" kataku lagi sambil mengenakan pakaiannya. "Enak banget mas, aku masih mau lagi lo mas", jawabnya sambil mulai mengupas buah. "So pasti, aku ajak kamu kesini kan untuk ngen tot sampe loyo. Aku pergi dulu ya", sambil mencium pipinya. "Hati2 ya mas, aku nungguin lo". Seperginya aku, dia berbaring sambil memakan buah2an. Dia makan beberapa potong sehingga akhirnya dia merasa kenyang dan&lt;br /&gt;mengantuk lagi. Dia berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur. Terangsang juga aku melihat dia terkapar terlelap dalam keadaan telanjang bulat seperti itu. Toketnya yang besar turun naik seirama tarikan napasnya. Perutnya yang rata dihiasi dengan puser yang seksi dan diselangkangannya bergerombol jembut yang lebat. ontol langsung bereaksi dengan sikap sempurna, alias ngaceng lagi. Tetapi perut dh minta diisi. Aku membangunkannya dengan mengelus2 toketnya. "Makan yuk". "Abis itu maen lagi ya mas". "Bole ja, asal kamu gak lemes". "Gak apa lemes mas, aku kan gak pernah ngerasain nikmat dien tot seperti sekarang ini. Mas sering2 ngen totin aku ya mas". "Itu&lt;br /&gt;mah bisa diatur kok, kalo suami kamu pergi". Kami menyantap makanan yang aku beli sampe tandas. Sama2 laper karena enersi terkuras ketika bertempur tadi. Setelah selesai makan, dia membantu aku membereskan peralatan makan, melap meja makan, kemudian kekenyangan kami duduk lagi di sofa didepan tv. tv kunyalakan tapi gak ada acara yang menarik. Dia bersender ke aku. "Kamu tu seksi banget deh Sin, ngeliat kamu aku ngaceng terus tuh. Heran ja, kok suami kamu bisa ninggalin bidadari seksi yang merangsang kaya kamu itu". "Gak tau deh mas, jangan ngomongin dia deh, kan mas mo bikin aku terkapar lagi". Aku memeluknya dan mulai memerah toketnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terus saja meremas toketnya, malah sambil memlintir2 pentilnya, perlahan pentilnya mulai mengeras. "Sin, enak nggak diginiin?" sambil tanganku terus meremas-remas toketnya. "Mas, aah", napsunya makin meninggi. Sambil toketnya kuremas terus, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kujilati pula toketnya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. Kakinya dan kedua pahanya yang mulus itu dibukanya supaya bisa kuelus2, dengan satu tangan masih&lt;br /&gt;meremas toketnya. Setelah itu me meknya kujilatin dengan lidahku yang kasar. Bukan hanya bibir me meknya aja yang kujilatin, tapi lidahku juga masuk ke me meknya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat napsunya sudah naik, aku melepas seluruh pakaian dan celananya. Dia diam aja. kon tolku yang besar sekali sudah ngaceng dengan keras. Dia hampir tak dapat memegangnya dengan kedua tangannya. "Dikocok Sin", pintaku, dia nurut saja dan mengocok kon tolku dengan gemas, makin lama makin besar dan panjang. "Sin diemut dong", kataku keenakan. Aku berdiri disamping sofa dan dia duduk sambil mengarahkan kon tol yang ada digenggamannya ke arah mulutnya. Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dengan susah payah, karena besar sekali jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah2 sambil mendongakkan kepala. Dia bertanya&lt;br /&gt;"Kenapa mas". "Enak banget, terusin Sin, jangan berhenti", ujarku sambil merem melek kenikmatan. Dia meneruskan aksinya, menjilati kon tolku mulai dari kepala kon tolku sampai ke pangkal batang, terus ke biji pelirnya, semua di jilatin. Dia mencoba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegangi kepalanya dengan satu tangan sambil memaju-mundurkan pantatku, mengen toti mulutnya. Sedang tanganku satunya lagi meremas toketnya sebelah kanan. gerakanku semakin lama semain cepat. aku menghentikan gerakannya. kon tol ku keluarkan dari mulutnya. aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan kon tolku ke toketnya. "Sin, aku mau ngerasain kon tolku kejepit toket kamu yang montok ya". Dia paham apa yang aku mau, dan aku kemudian menjepit kon tolku di antara toketnya. "Ahh.. Enak Sin. Diemut enak, dijepit toket juga enak.", erangku menahan nikmat jepitan toketnya. Aku terus menggoyang kon tolku maju mundur merasakan kekenyalan toketnya. Sampai akhirnya "Aduh Sin, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya". "Jangan mas, di me mekku saja", jawabnya. Dia tidak ingin merasakan peju dimulutnya, lebih baik dingecretkan di me meknya karena dia akan ngerasain nikmat yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kon tolku ke me meknya. Aku mulai memasukkan kon tolku yang besar dan panjang itu ke me meknya, sampai dia merem melek keenakan ngerasain me meknya digesek kon tolku. Aku mulai menggerakkan kon tolku keluar dan masuk dime meknya yang sempit itu. Dia mulai merasakan nikmat yang tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya. Secara naluri dia menggerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kon tolku yg keluar masuk, wuihh tambah nikmat. terlihat diwajahku bahwa aku menikmati sekali gesekkan kon tolku di me meknya. Tubuhku bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kon tolku sendiri yang sedang keluar masuk di me meknya. Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kon tolku dari belakang ke me meknya. Nikmat sekali permainan ini. "Ennngghh..." desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, aku memegangi pinggulnya dengan erat, terasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama aku menggenjot me meknya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia&lt;br /&gt;nyampe lagi "Mas, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya", jeritnya. Aku mengenjot kon tolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam me meknya berulang-ulang, banyak sekali. 'crottt, croooth.., crooootttthh...' Dia merasa me meknya agak membengkak akibat disodok oleh kon tolku yang besar itu. "Sin, me mek kamu luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget. Kerasa sekali gesekannya dikon tolku",&lt;br /&gt;kataku sambil terengah2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya padanya "Gimana Sin?". "Enak sekali mas, rasanya nikmat sekali, me mekku sampe sesek kemasukan kon tol mas, abis gede banget sih", jawabnya. Aku mencabut kon tolku yang sudah lemes dari me meknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kon tolku berlumuran pejunya dan cairan me meknya. Mungkin saking banyaknya aku ngecretin peju dime meknya."Cape ya Sin". "Iya mas, malem ini aku nginep disini ya mas, boleh kan". "Boleh banget, kita bisa ngen tot all nite long kan". "Wah mau dong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-6291037906195937930?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/6291037906195937930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/selingkuh-dengan-jablay-nikmat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/6291037906195937930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/6291037906195937930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/07/selingkuh-dengan-jablay-nikmat.html' title='Selingkuh Dengan Jablay nikmat'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-8011804798335745012</id><published>2009-06-25T08:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T08:57:01.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot sopir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg'/><title type='text'>Sopirku menikmati tubuhku</title><content type='html'>Ak lugu dan polos, mungkin ini kelemahan ku saat aku tidur dengan sopirku. &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;Cerita seks&lt;/a&gt; ini ak share aja disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk para pembaca sensor , kisah ini nyata dan tidak ada rekayasa...sengaja saya kepingin curhat lewat cerita ini soalnya untuk terus terang ke temen atau saudara atau ortu, ga bisa.. namaku Dita Putri ,usia saat ini 20 asli Bandung,tinggal di daerah Setiabudi Regency, dan saat ini kuliah sastra inggris semester 4 di salah satu pts Bandung, kata temen2 kampusku aku termasuk cewek cantik dan beruntung, kenapa? karena bentuk tubuhku(kata temen)bisa dibilang proporsional dan bikin terangsang kaum cowo(semua ini kata temen2 deketku seperti si Nita,Asni,Ruri) tapi sampai sekarang aku belum punya pacar karena ga boleh sama ortu.o ya,di rumah kami tinggal berlima aku dua bersaudara adikku cewek dan aku dan kedua orang tuaku satu lagi pembantu sekaligus sopir pribadi keluargaku sebut saja mang Sardi(maaf,nama samaran)(dia itu usia nya hampir seusia papahku yaitu sekira 50 tahunan)jadi genap berlima semuanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejadian aneh dan mengasikan itu terjadi kira2 beberapa bulan lalu saat bulan puasa, waktu itu hari jum'at (tanggalnya lupa) kami di rumah hanya berdua yaitu saya sama mang Sardi, sedangkan mamah-papah sama si Danti(nama adikku yg masih smp itu) sedang ke Bogor (berangkat hari jum'at subuh setelah makan sahur) karena papah serah terima jabatan di Pemda Bogor dan mereka menginap selama 3 hari,sedangkan saya mesti kuliah semester pendek, jadi ga bisa ikut, dan di rumah ditemani supir kami mang Sardi karena disuruh papah jagain aku. Jadi resmi di rumah yg besar ini(karena saat nulis email ini lagi dirumah) kami berdua, saya dan mang Sardi di ruang bawah. setelah keberangkatan mereka dan makan sahur saya kembali lanjutkan tidur sementara mang Sardi beres2 ruang bawah, nah kejadian anehnya ini berawal ketika saya mau mandi di ruang bawah (karena sowernya deket ruang tamu) saat itu saya mau kuliah jam 8.00, sedangkan saat bangun jam 7.00 saya agak santai saat itu karena selain jarak kampusku deket juga ada mobil civic grand kesayanganku itu yg selalu menemani kemanapun.&lt;br /&gt;&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;saat mau mandi saya langsung buka daster seperti biasa kalo pake daster saya selalu tidak pake BH dan CD, jadi hanya baju tidur aja, demi kesehatan, begitu menurut mamaku...asal tau aja kalo tubuhku seperti yg dikatakan temen2ku itu betul2 proporsional dg ukuran BH 34A dan pinggul yg agak bulat serta kulitku yang putih mulus tanpa cacat kalo disamain, kata teman2ku aku ini mirip2 sedikit dengan Putri Patricia artis sinetron itu(bukan geer lho) , setelah telanjang gitu saya mencoba buka kran sower tapi ga keluar air alias macet dan saya agak jengkel sambil setengah teriak panggil mang Sardi....."mang Sardiiii....kesini cepat",dan dg spontan dia datang tergopoh2, saya lupa saat itu udah telanjang dan pintu ga dikunci, begitu dateng dia, langsung mukanya merah padam karena melihat saya telanjang bulat di hadapannya, saya pun malu spontan tanganku menyambar kain daster di gantungan dan bilang ke dia kalo sower ga jalan, lalu dia terbata2 bilang gini "maaf neng,mamang lupa bukain jet pump di dapur, lalu saya suruh dia "cepet mang bukain udah dingin nih!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu dia menganguk dan setengah berlari dia ke dapur, setelah menyala sowernya itu lalu aku semprotkan sower air panas ke bathtub dan aku langsung agak loncat ke bathtub tanpa ada rasa lupa mengunci pintu toilet tersebut, dan setelah aku selesai mandi aku lupa kalo aku juga ga bawa handuk lalu aku panggil mang Sardi tapi saat itu posisiku masih didalam bathtub berbusa tentu saja telanjang, tak lama dia datang dan dengan meminta ijin dia masuk ke toilet dengan hati2 sekali, "mang tolong bawain handuk bunga2 yg warna merah di kamar" begitu kataku saat itu, dia menganguk dan langsung ke kamarku lalu saya tersenyum sendirian melihat tingkah laku mang Sardi barusan yg hati2 sekali dan malu2 tertunduk itu, sekilas ada hasrat untuk mengerjainya waktu itu, ga berapa lama dia muncul bawa handuk lalu aku keluar dari bathtub dengan posisi membelakangi dia sehingga yg dia lihat punggung mulusku saat itu(tentu saja saat itu saya masih telanjang bulat) dengan suara agak gemetar dia bilang gini "sudah ya neng ini handuknya!" lalu saya bilang "bentar dulu mang, mendingan mamang yg menghanduki saya biar tahu sekali2 rasanya menghanduki cewe(begitu awalnya saya mengerjainya,o ya asal tau aja kalo mang Sardi itu adalah duda tanpa anak sejak 7 tahun lalu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semula dia keliatan kikuk dan ragu2 melakukannya (saya tahu karena liat cermin didepanku walaupun membelakangi dia) dengan wajah tertunduk dan mimik muka yg malu2 lalu dia mengusapkan handuk ke punggungku yg masih berbusa sabun, dan cukup lama dia mengusap2 punggungku...lalu saya bilang "seluruhnya donk mang, dari rambut ke kaki paling bawah" dan "iya...eee..iya neng sebentar" dia terbata2 jawabnya. Sekilas saya sempet tertawa kecil karena merasa seneng udah kerjain dia, lalu dia mengusapkan handuk dari rambut ke leher, lembut sekali, bahu punggung dan di posisi pinggang dan bokong (belahan anus) agak lama menghandukinya, sekilas terasa seperti diusap2 lembut dan ada rasa enak ketika dia menghanduki daerah deket anus, lalu ke paha belakang dan terakhir di kaki bawah. Saat itu terlintas saya mau menyudahinya karena mungkin waktu sudah jam 7.30 pikirku, namun entah setan apa yg merasuki aku saat itu sehingga ada pikiran nakal lagi mau mengerjainya lebih, dan secara refleks aku berbalik badan dan saat itu kontan dia terbelalak kaget dengan posisi tubuh telanjangku menghadap dia yg masih memegang handukku itu lalu dia tertunduk dan aku langsung berkata seperti ini "mamang sekarang membersihkan dan menghanduki bagian depan ya mang!!" begitu suruhku sambil agak setengah ketawa(habis ga tahan tingkah laku dia yg kikuk itu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu diapun menghanduki badan bagian depanku mulai dari rambut lalu wajah (aku tertawa kecil saat dia handuki wajahku) tapi yg aku tahu dia tetap tertunduk, dan setelah wajah ke leher lalu (aku agak deg2an saat itu)dia menghanduki bagian dada kiri kananku agak lama(sejenak dia agak terhenti saat menghanduki daerah dada) dan saat itu juga aku berhenti ketawa2 kecil dan ada rasa aneh yg belum pernah dirasakan saat mang Sardi menghanduki dadaku, soalnya selama ini kalo sama sendiri rasanya biasa2 aja, tapi pas sama orang lain yg menghandukinya jadi agak lain rasanya, ada perasaan enak dan nikmat sementara saya seperti dibius saja terpejam beberapa saat tanpa sadar berkata seperti ini "hmmm....hmmm...hmmm" kontan saja mang Sardi bertanya "kenapa neng?neng Dita marah ya sama mamang?"...dia mencoba untuk menegakan kepalanya yang agak melihat ke wajahku yg lebih jangkung dari dia, dan dia semakin berani malah saat itu menatap wajahku ,aku menggeleng dan berkata "ngga mang...saya ga marah cuman..." aku ga meneruskan kata2ku saat itu....lalu dia tanya lagi "cuman apa neng? bilang sama mamang?" suaranya seperti ketakutan kalo2 saya akan memarahinya..lalu saya teruskan kata2ku "cuman ada perasaan enak di elus2 gitu mang!!" jawabku polos saat itu tanpa ada rasa malu kalo ternyata saat itu adalah pertama kali terangsang secara seksual, gilanya lagi oleh pembantu sekaligus sopirku mang Sardi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Sardi malah senyum setelah saya ungkapkan kepolosanku itu lalu berkata gini "nah...neng...mamang tau sebenarnya kalo neng Dita ini mau mengerjain mamang ya...dan ternyata malahan neng Dita sendiri yang mulai terangsang!!!" begitu katanya dengan logat sunda yang kental sambil tetap tangannya memutar-mutar dadaku kiri kanan dengan handuk, padahal kalo saya lihat udah kering dadaku itu, justru yg masih basah adalah bagian perut dan kemaluanku yg agak masih jarang bulu2nya hanya bulu halus seperti rambut, lalu saya memegang tangan mang Sardi dua2nya dan berkata "cukup mang, Dita kesiangan nih kuliah udah telat dari tadi", lalu mamang menganguk dan melilitkan handuk itu ke tubuh saya seperti saat dia melilitkan handuk ke tubuh saya saat SD.....dan sebelum dia keluar saya menarik tangan kirinya sambil berkata "jangan bilang sama mamah-papah ya, diem aja nanti deh pulang kuliah dihandukin lagi sama mamang seperti tadi, mau ga?" kataku cepet2, dia cuman menganguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pas di tempat kuliah saya ga bisa konsentrasi, kepengen cepet pulang selain lapar karena puasa juga kepengen cepet mandi dan dihanduki lagi sama mang Sardi.. Setelah selesai kuliah kira2 jam 12.30 aku bergegas pulang dan sampe di rumah jam 13.00 langsung menuju kamar dan ganti pake daster dengan maksud mau mandi siang sambil membawa handuk saya lihat mang Sardi terbengong-bengong dengan tingkah lakuku itu dan sambil tersenyum saya berkata seperti ini ke dia "mamang handukin lagi Dita ya mang?" dia menganguk setengah tersenyum dan bilang gini "neng Dita mandi aja dulu nanti kalo udah selesai panggil mamang, pasti deh mamang nyamperin ke toilet" saya menganguk dan mandi, setelah selesai mandi saya panggil dia dan langsung masuk ke toilet tanpa permisi dan sepintas dia menyambar handukku dan tanpa basa basi saya keluar dari bathtub dan dia menghampiri, kali ini saya langsung menghadapnya dengan telanjang badan tanpa membelakanginya seperti pagi hari tadi, lalu dia langsung menghanduki rambutku yg basah kuyup oleh air dan saat itu kami tidak bicara satu sama lain hanya mungkin kata hati kami masing2 bicara sementara dia handukin rambut leher dan pundak saya , malah terpejam(mungkin saya sedikit menikmatinya) dan yg paling mendebarkan saat mang Sardi menghanduki dadaku kiri kanan itu benar2 lebih mendebarkan ketimbang di pagi hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat bermenit-menit mang Sardi mengusap dadaku kiri kanan dengan handuk tiba2 dia nyeletuk seperti ini "neng Dita, kalo diusapnya tidak pake handuk seperti ini akan lebih nikmat!!!" lalu aku jawab "maksud mamang???langsung pake tangan mamang gitu!!!" dia menganguk seolah minta restu dariku, lalu saya pun menganguk tanda setuju....dan ternyata jauh dari pikiranku lebih nikmat langsung dielus pake tangan mang Sardi ketimbang dielus memakai handuk, sesaat tangan kiri dulu lalu kemudian tangan kanannya menyusul meremas lembut sambil sesekali melintir seperti memainkan volume radio tapeku. Dan benar saja nikmat sekali rasanya apalagi ini baru pertama kalinya seorang laki2 menyentuh langsung dengan telapak tangan ke dadaku dan lama-lama makin mengeras saja payudaraku saat itu, tidak sadar ternyata seperti mau pipis rasanya dan geli, nikmat, asik, enak campur aduk jadi satu saat mang Sardi terus mengelus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buah dada&lt;/span&gt;ku yg belum pernah dielus itu, ternyata kejadianya hampir 1/4 jam kala dia mengelus dadaku ini. Semakin lama semakin tak sadar sambil terpejam saya merapatkan badan ke tubuh mang Sardi dan dia mundur ke belakang, punggungnya menyentuh dinding toilet dan saya terus semakin merapatkannya sambil tetap dia mengelus2 halus buah dada ini kiri kanan, dan posisi itu yang saya ingat, menimbulkan semacam gesekan benda yang mengeras hangat di balik sarungnya(o ya, saya lupa saat itu dia memakai kaos oblong dan kain sarung karena pulang Jum'atan di masjid depan rumahku) mungkin dia ga pake celana kolor karena dari gesekan tubuhku ini terasa sekali semacam kemaluan laki2(yg selama ini saya tau dari film dan cerita2 temen2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat saya terpejam begitu lama2 dia berani menjulurkan lidahnya ke leher saya waktu itu, semula saya mau menghindar tapi tak kuasa untuk menghindarinya dan mencoba untuk menikmatinya, agak geli karena berkumis tapi lucunya posisi dia mendongkak ke atas karena saya lebih jangkung dari dia dan agak berjinjit kakinya dan dia menjilati leher kebawah lalu pundak dan akhirnya di dada, ini lebih nikmat rasanya ketimbang pake tangan dan ga sadar saya mengeluarkan suara"SSSSTT...AHHH... AHHH.... HMMMMMM"mungkin begitu seingatku saat itu.dan itu adalah nikmat dari segala nikmat menurutku saat itu, lalu lama2 dia seperti mau berjongkok dan ternyata berjongkok lidahnya menciumi perutku, udel, lalu ke kemaluan ku yang masih jarang berbulu ini,dan ahhhhh....saya tak sadar bersuara agak keras saat dia menciumi kemaluanku ini, karena saat itu benar2 baru pertama kali diciumin seperti itu sama laki2.nikmat sekali rasanya....Lalu terdengar telepon berdering, buru2 saya melepaskan pelukan mang Sardi di pinggang dan berlari ke ruang tengah sambil telanjang bulat dan agak basah tubuhku saat itu, basah karena air mandi dan liur mang Sardi, ternyata papah dari Bogor telepon mengabari kalo beliau sudah sampe disana, dan setelah telepon ditutup saya membalikan badan ternyata mang Sardi sudah ada dibelakangku, dia mengikutiku sejak tadi berlari ke ruang tamu ini, dan dia bertanya dari siapa teleponnya,saya jawab dari papah di Bogor, lalu mang Sardi menyuruh saya berpakaian lagi sambil menyodorkan daster yang tadi ditanggalkan di toilet, lalu aku pakaikan dasterku saat itu dan masuk kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas saya liat jam 3.30 sore hari lalu aku tertidur di kasur sampe terbangun dengan ketukan di pintu kamar "neng bangun neng udah magrib"begitu terdengar suara mang Sardi di balik pintu kamar, lalu aku ke bawah dan makan di meja makan sementara mang Sardi di dapur, lalu aku panggil, untuk makan sama2 di meja makan, semula dia menolak tapi akhirnya mau juga. Setelah makan, badan merasa gerah dan aku bermaksud untuk mandi lagi tepat jam 7.00 malam hari, lalu aku lihat mang Sardi sedang nonton tivi dan aku sengaja ajakin dia untuk sama2 ke toilet, semula dia menolak dengan alasan kalo nanti ketauan sama papah, tapi aku jawab papah di Bogor ini, jadi ga usah takut, akhirnya dia mau juga aku ajak ke toilet, entah kenapa saat itu pikiranku bener2 ngeres sejak mang Sardi siang harinya menciumi sekujur tubuhku.Setelah berada di toilet langsung saja aku masuk ke bathtub sementara mang Sardi saya suruh semburin air hangat yg keluar dari sower untuk disiramin ke sekujur tubuhku (tentu saja aku dalam keadaan telanjang bulat saat itu, ga ada suara , hening, yg terdengar hanya gemericik air disiramin diatas tubuh ini, sambil aku tiduran di bathub menikmati aliran air mang Sardi sepintas terlihat hanya memandang tubuh telanjangku, tapi aku pura2 ga liat, khawatir dia kabur ke luar toilet kalo tahu saya pandangin dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan entah kenapa setelah air itu penuh di bathtub, aku punya ide gila untuk mengajak dia mandi bareng2, tapi tentu saja dia menolak(asal tau saja kalo mang Sardi ini orangnya loyal bgt sama keluarga kami)setelah tau dia menolak secara halus akhirnya saya ga kehabisan akal, saya menyuruh dia untuk menyabuni seluruh badan ini, seperti yg dilakukan mang Sardi disaat saya kecil, dan dia setuju. Lalu mulailah dia menyabuni mulai dari rambut,leher,bahu,punggung dada kiri kanan,dan berhenti di pinggang, saya tanya "kenapa mamang berhenti??"lalu dia jawab "takut dosa neng,neng Dita kan anak majikan saya neng!!!, nanti saya dikejar2 perasaan itu terus" saya mengerti dari raut mukanya dan menjawab seperti ini "mamang ga usah takut, kan kita cuman berdua, lagipula kalo Dita lakukan sama orang lain ga mungkin, soalnya mamang tau sendiri sifat mamah seperti apa ke Dita!!,sejak mamang ciumin tubuh Dita tadi siang jadi suka terbayang2 sama Dita mang" begitu penjelasanku polos saat itu, dan dia berkata"iya neng, mamang juga tadi siang bener2 khilaf, dan mamang pun udah lama ga seperti ini apalagi neng Dita sekarang ini tambah cantik,putih mulus jauh sekali dibandingkan dengan istri mamang dulu"katanya sedih"lalu tanpa sadar saya berusaha untuk menghiburnya dengan refleks memeluknya dan ga terasa saya malah memegang kemaluannya diluar celananya dan terasa sekali sudah mengeras,tidak terlalu besar tapi saat itu benar2 pertama kali saya memegangnya, walaupun mang Sardi itu usianya 50 tahunan tapi masih keras sekali kemaluannya itu, terasa saat dipegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia malah balas memelukku saat itu dalam keadaan basah kuyup dengan siraman sower kami saling memeluk sehingga baju oblong yang dipake sama mang Sardi ikut basah juga akhirnya secara diam2 saya bukakan kaos oblongnya sementara dia diam saja, dan terlihatlah dadanya yang berbulu dan kelihatan masih tegap, lebih tegap dibandingkan dengan tubuh papah, dia diam saja saat saya mencoba mengelus dadanya itu(seperti pada film2 porno yang saya tonton sama temen2 kampus) saya sempat bergetar kala mengelus dada yg berbulu itu, lalu secara spontan dia membelai rambut saya yg basah dan tangannya itu dua2nya mengelus pipiku lembut sekali saya cuman terpejam seakan dielus sama papah yg selama ini sibuk dengan pekerjaan kantornya. Dan sesaat terdiam saat dia memegang bahu saya dan turun tangannya ke dada yg kiri sementara tangan kanannya mengelus paha dan kemaluan saya, saya sempat diam dan malah memaju mundurkan tubuh saat itu seakan menikmati setiap belaiannya itu, sambil tetap mata ini terpejam dan secara refleks malah saya memeluknya erat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak lama dengan posisi memeluk sambil berdiri itu saya secara perlahan membuka gesper kulitnya seraya menurunkan celana panjang mang Sardi saat itu, dan setelah saya menurunkan celananya yg basah tersiram sower itu kemudian saya juga menurunkan celana kolor nya itu perlahan dan terlihatlah kemaluan laki2nya begitu mengkilat yang baru pertama kali saya lihat secara nyata dan asli di usia saya yang saat itu 19 tahun(sekarang udah 20 tahun), dan setelah terlihat itu dadaku tambah bergetar tak karuan ketika saya mencoba untuk memegangnya secara perlahan, dan dalam gengnggaman saya saat itu begitu hangat kemaluannya dan berdenyut seperti seekor burung, tapi menambah penasaran untuk berbuat lebih jauh tanpa memikirkan lagi yang namanya logika mana majikan mana pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Sardi saat itu juga sepintas saya lihat memejamkan mata yang pada akhirnya kami saling membelai, dimana mang Sardi membelai kemaluan saya yg semakin basah dan hangat, sementara saya pun membelai kejantanan mang Sardi yg hangat itu, lama2 saya secara naluri mengocok2nya seperti di film dan mang sardi seperti menikmati kocokan itu hampir sekira 15 menit saya mengocoknya sementara saya telah mencapai puncak kenikmatan ketika mang Sardi memasukan jarinya maju mundur ke dalam kemaluan saya. Dan seperti mau pipis tapi enak dan nikmat rasanya ketika tubuh saya bergetar dan mengeluarkan suara mungkin seperti ini ini yang saya ingat "AAAhhhhhh..mmmmm.m.mmmmm..mm. .ennaakk mmaamang"sambil terus tanganku mengocok2 kejantanannnya itu, dan beberapa saat setelah saya merasa di puncak kenikmatan mang Sardi mengeluarkan pipis berwarna putih kental dan hangat belepotan di tanganku waktu itu yg akhirnya saya tau dari buku kalo itu adalah cairan sperma laki-laki, setelah itu dia melepaskan tangannya dari kemaluanku dan saya pun melepaskan kocokan di burungnya dan membersihkan tanganku yg penuh sperma dengan air sower, lalu mang Sardi menyuruhku memakai handuk dan tidur. Akupun naik ke atas dan ganti daster lalu tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selintas di jam dinding kamarku jam 9.30 malam, saya ga bisa tidur sama sekali, yg terlintas di bayanganku saat itu hanyalah kejadian demi kejadian hari itu yang betul2 pengalaman mengasikan yg dilakukan kami berdua yaitu saya dengan mang Sardi, dan setelah kejadian itu kami seringkali melakukannya disaat adeku dan ortuku tidak ada di rumah, terkadang mang Sardi saya ajak pura2 mengantarku pake mobil kesayanganku atau mobil papah dan kami melakukannya di berbagai tempat seperti dago, Lembang, Pangalengan dan tempat2 sejuk lainnya, tentu saja cari tempat yang aman tidak diketahui banyak orang, tapi sampai saat ini saya masih tulen perawan karena menurut mang Sardi, asal jangan dimasukin burungnya mamang, neng Dita akan tetap perawan, demikian tuturnya, lama-kelamaan saya jadi jatuh cinta sama mang Sardi yang terpaut jauh usia diatasku, karena mungkin saya mencari figur papah yg selama ini kerap sibuk dinas di pekerjaannya. terserah pembaca mau percaya atau tidak tapi yg saya ceritakan ini benar adanya , sudah dulu ya... ya Dita mau bobo nihh udah jam 01.30.. byeee&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-8011804798335745012?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/8011804798335745012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/sopirku-menikmati-tubuhku.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/8011804798335745012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/8011804798335745012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/sopirku-menikmati-tubuhku.html' title='Sopirku menikmati tubuhku'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-9019592262206968540</id><published>2009-06-25T08:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T08:48:45.254-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ml'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri teman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks'/><title type='text'>Bayar Hutang Dengan Istri</title><content type='html'>Ini &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita dewasa&lt;/a&gt; yang terjdi setahun lalu. Saat temenku menikah dadakan dan ga punya stok uang sedikitpun. Hingga akhirnya ak pun kasihan, dan meminjakan duit pada temenku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak, aku memberanikan diri dengan harapan temanku bisa membayar; minimal separuhnya dulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun. Memang aku mengerti keadaannya. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hari sudah larut, aku tahu diri, segera permisi pada Darta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gua jadi enggak enak nih.."&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua cuma nyoba aja, barangkali ada," aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.&lt;br /&gt;"Ma, gua mau bisikin sesuatu..' tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan aku benar-benar terkejut, ketika Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.&lt;br /&gt;"Gila lu.. Sialan.." ucapku.&lt;br /&gt;"Sstt.. Jangan berisik. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak berbuat baik sama gua. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan.." begitulah ucap Darta dengan serius.&lt;br /&gt;http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/&lt;br /&gt;Memang diam-diam sudah sejak lama aku selalu memperhatikan Mila. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Selain posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Namun aku dapat membayangkan, betapa kenyalnya tubuh Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa dia mau?" aku pun akhirnya mulai terbuka.&lt;br /&gt;"Kita pasang strategi, donk! Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau," jawabnya.&lt;br /&gt;"Gimana caranya?" aku penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darta kembali membisikan lagi rencana gilanya. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Sudah kubayangkan, betapa nikmatnya bersetubuh dengan perempuan aduhai seperti Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mila..! Mila..! Milaa..!" Darta memanggil istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang tetap rapat.&lt;br /&gt;http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/&lt;br /&gt;"Ada apa, Bang?" tanya Mila.&lt;br /&gt;"Tolong belikan rokok ke warung..!" kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.&lt;br /&gt;"Baik, Bang," Mila menerima uang itu, lalu ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darta segera menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku mau saja, berbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, tampak masih terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tidak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga suara pintu yang dikunci pun, bisa terdengar dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Bahkan termasuk lampu pun dimatikan, sehingga mataku tak melihat apa-apa lagi. Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar suara seleting celana, dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk, pluk, pluk.. Sepertinya pakaian mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emh.. Ah.. Uh.. Oh.." Jelas, itu suara milik Mila.&lt;br /&gt;"Euh.. He.. Euh.." nah kalau itu, suara Darta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss.." suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tidak tahan mendengar suara dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga aku mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya, dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tidak tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh.." Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.&lt;br /&gt;"Agh.. Agh..!" suara Darta mengakhiri pendakian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tampaknya Mila belum selesai. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Ia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan inilah, saatnya aku harus masuk. Demikian yang direncanakan Darta tadi. Maka tanpa ragu lagi, aku segera melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!" Mila berontak. Ia sangat marah tampaknya.&lt;br /&gt;"Mila, aku punya hutang pada kawanku. Berilah ia sedikit kesempatan.." Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.&lt;br /&gt;"Biadab..! Aku tidak mau..! Lepaskan..! *******..!" Mila mendorong tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena nafsuku sudah memuncak, aku tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sambil tanganku berusaha menuntun agar penisku segera masuk. Mila tetap meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun liang &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt; Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. Mila terpekik, ketika aku menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Akhirnya masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Mila tetap berontak, sampai akhirnya kehabisan tenaga. Akhirnya ia hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tetapi aku semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang ternyata memang cukup besar dan begitu kenyal. Lalu aku mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, aku melihatnya. Sehingga aku bergerak perlahan-lahan, sampai akhirnya vagina Mila bisa beradaptasi dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Ia diam saja. Namun aku sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Mila diam, tentunya jauh lebih nikmat dari pada melakukannya dengan patung. Aku terus memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Dan hasilnya cukup bagus. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja aku semakin bersemangat. Kupompa lebih cepat lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya berhenti, diganti dengan nafasnya yang kian memburu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau menikmatinya, sayang?" bisikku.&lt;br /&gt;"Diam..!" dia membentakku. Namun aku yakin, Mila hanya tidak mau mengakui kekalahan dirinya. Buktinya, ketika penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada suara erangan dari bibirnya yang tertahan. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku pun sangat terangsang. Hingga detik-detik akhir pun akan segera tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih cepat dan lebih keras. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sangat kuat. Kugigit pelan lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agh.. Agh.. Agh.." Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.&lt;br /&gt;"Akh.. Akh.. Akh.. Ss.." begitulah yang keluar dari mulut Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemudian Mila mendorong tubuhku dan seakan menyesali dan tak mau lagi bersentuhan denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-9019592262206968540?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/9019592262206968540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/bayar-hutang-dengan-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/9019592262206968540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/9019592262206968540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/bayar-hutang-dengan-istri.html' title='Bayar Hutang Dengan Istri'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-8083360304986603132</id><published>2009-06-22T08:55:00.001-07:00</published><updated>2009-06-22T08:59:24.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekretaris'/><title type='text'>Jebol Perawan Calon Sekretaris</title><content type='html'>Berikut pengalaman tak terlupakan dalam hidupku, selengkapnya gw ceritakan semua dalam &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah berkeluarga, tapi aku punya WIL yang juga sangat kucintai. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. Karena itu aku akan memanggilnya dalam cerita ini sebagai istriku. Dari obrolan selama ini ia mengatakan bahwa ia ingin melihatku 'bercinta' dengan wanita lain. Akhirnya tibalah pengalaman kami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan 'istriku' kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Seperti telah direncanakan, kubelokkan mobil ke arah pom bensin di Sentul. setelah tadi tak sempat aku mengisinya. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok karena seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari seperti ini walaupun menggunakan topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi kalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja. Aku sempat khawatir kalau ia tidak berada di deretanku dan aku masih hanyut dalam berbagai terkaan tentangnya, aku tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menawarkan produknya. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, "Buka dong kacanya.." Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Aku malah balik bertanya, "Kamu ngapain kerja di sini?"&lt;br /&gt;"Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba."&lt;br /&gt;"Ya, boleh aja", jawab istriku.&lt;br /&gt;"Gimana mau?" tanyaku kepada gadis itu.&lt;br /&gt;"Mau.. mau Mas", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin sampai penuh. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin 'berkenalan' dengannya. Ia sangat setuju dan antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa saat kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi. Ia cepat sekali akrab dengan istriku karena ternyata berasal dari daerah yang sama yaitu **** (edited), Jawa Barat. Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Ia sudah berani menerima tawaran kami untuk ikut menginap bersama. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cerita kesana-kemari akhirnya obrolan kami menjurus ke masalah seks. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu. Singkat cerita dia masih &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/perawan"&gt;perawan&lt;/a&gt;, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu puas. Keingintahuannya terhadap masalah seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak dingin dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Kami ceritakan bahwa dalam masalah seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali ini kami ingin membuat photo ketika 'bercinta'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya", ajak istriku.&lt;br /&gt;"Nih kamu pakai kimono satunya", kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian aku menghampiri istriku langsung memeluknya dari atas. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Istriku mengerang menikmatinya. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika aku menolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku mengajarinya bagaimana menggunakan kamera yang kuberikan itu, kemudian kuteruskan mencumbu istriku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Akhirnya istriku mencapai klimaksnya setelah liang senggamanya kumainkan dengan lidah, dengan jari, dan terakhir dengan batang istimewaku. Sedangkan aku belum apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya", kata istriku.&lt;br /&gt;"Ah Mbak ini ada-ada aja", kata Rini malu-malu.&lt;br /&gt;Sebagai laki-laki, aku sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa dia tidak menolak. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Kemudian aku memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu susah aku membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Kulitnya putih, bersih dengan postur badan yang cukup indah. Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak menolak ketika aku membuka BH-nya, demikian juga ketika aku melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Seluruh titik di bagian atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, kini kedua bukti itu kuremas perlahan. Ia mendesah, "Eeehhh.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin jelas terdengar. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. "Ya nggak usah dibuka" ujarku, "Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku", bujukku. Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Agak lama dengan permainan itu, akhirnya mungkin karena ia juga penasaran, maka ia tidak menolak ketika kulepaskan CD-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Tak lama kemudian cairan kenikmatannya pun sudah meleleh menyatakan kehadirannya. Burungku pun lebih lancar menjelajah. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kucoba untuk memasukkan burungku ke dalam lembah sorganya, tampak bibir-bibir kenikmatannya ikut terdorong bersama kepala burungku. Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, aku cukup sabar untuk melakukan permainan sampai lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami. Gelinjang, desahan, dan ekspresi wajahnya yang sedang menahan kenikmatan membuatku semakin bersemangat dan lebih percaya diri untuk tidak segera ejakulasi. Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Dan.., "Blesss...." seluruh burungku masuk ke dalam surga dunia yang indah. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan sampai liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Selang berapa lama kedua tangannya lekat mencengkram punggungku, kakinya ikut menjepit kedua kakiku. Kemudian muncul erangan panjang diikuti denyut-denyut dari lembah sorganya. "Eeehhh..." desahnya. Aku pun sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan seluruh kenikmatan, segera kucabut burungku kemudian kumuntahkan di luar dengan menekan ke selangkangannya. "Eeehhh..." erangku juga. Kami berdua menarik nafas panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak lama kemudian aku duduk, kuraih kaos dalamku kemudian aku mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Ia pun segera duduk, sejenak dari raut wajahnya tampak keraguan terhadap situasi yang telah dialaminya. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out. Betul-betul suatu akhir pekan yang susah dilupakan. Akhirnya ia kutitipkan bekerja di perusahaan temanku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-8083360304986603132?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/8083360304986603132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/jebol-perawan-calon-sekretaris.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/8083360304986603132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/8083360304986603132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/jebol-perawan-calon-sekretaris.html' title='Jebol Perawan Calon Sekretaris'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-1462191993852293220</id><published>2009-06-22T08:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T08:43:50.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang'/><title type='text'>Tante Yuni Temen Ibukku</title><content type='html'>Ini adalah pengalaman berharga saat bisa meniduri tante-tante. Aku ceritain deh secara lengkap dan detail dalam &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita dewasa&lt;/a&gt; kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dring .. teleponku berbunyi,hai anto kamu ada acara ngak pagi ini tanya &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tante-doyan-banget-brondong.html"&gt;tante&lt;/a&gt; yuni.&lt;br /&gt;dan aku menjawab ngak ada acara apa2 emang nya mbak yuni mau ajak kemana.gini loh anto,suami mbak lagi keluar kota bisa ngak dik anto menemmani tante ke puncak,udah lama tante ngak nengok2 villa ,&lt;br /&gt;dan aku menjawab,nanti anto kabarin.mau minta ijin sama ibu dulu setelah mendapat ijin dari ibu,kemudian aku langsung menyetujui untuk berangkat puncak bersama tante yuni,kami berangkat2 bersama sopirnya &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tante-yuni-temen-ibukku.html"&gt;tante yuni&lt;/a&gt;,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mau bercerita sedikit tentang bagaimana aku bisa berkenalan dengan tante yuni,awalnya ada arisan keluarga dan tante yuni adalah teman baik ibuku,dan tante yuni termasuk yang termuda dalam anggota arisan ibu2,tante berumur sekita 34 thn tinggi badan tante sekitar 165 cm dada lumayan tidak terlalu besar sekita 34 pinggul lumayan juga tidak terlalu lebar badannya mulus sekali belom punya anak ,saat selesai arisan mau pulang mobilnya tidak bisa stater dan dia meminta ijin dari ibuku untuk mengantarnya pulang dan kebetulan suaminya dalam rangka tugas kantor sehingga aku yang diminta tolong mengantar pulang,sesampai dirumah aku ditahan tante yuni untuk menemani nonton tv kebetulan acara sinetron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante yuni langsung kekamar berganti pakaian daster yang tipis dan tidak memakai bh sehingga dengan mudah bagi aku melihat kedua gunduk didalam daster,dan tante yuni duduk berhadapan dengan aku,sembali mengangkat kakinya kemeja tampa sengaja mataku melihat sekilah paha yang mulus, dan tampak menghadap kearah tempat dudukku,dan aku melilik sambil menebak apakah tante yuni tidak pakai celana dalam,dan mataku sebentar melilik dan sebentar mata menuju ke tv,dan sepertinya tante yuni mengetahui aku meliliknya dan tante yuni semakin sengaja membuka sedikit lebar pahanya sembari duduk menyenderkan kepalanya diatas sofa,mataku melilik dan sedangkan celanaku makin sempit dan sembari menahan tegang bergerak torpedoku dengan tangan kiriku aku membetulkan posisi torpedoku.saat tangan bergerak rupanya diperhatikan tante yuni dan tante yuni kelihatan senyum2,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tante yuni kemudian berkata kenapa anto lagi kepanasan ya bergerak2 terus,lalu aku menjawab dengan muka rada bersemu merah karena darah menjalar dengan kencang kemukaku sehingga terasa panas mukaku dan aku berkata menunduk mukaku,ngak tante eghnn....eehh.. eehh... dan aku ngak bisa menjawab&lt;br /&gt;kemudian tante yuni bangun dari tempat duduk dan menghampiriku tante yuni mengambil remote tv dekat bangku dudukku, entah sengaja atau tidak dia terpeleset dan jatuh kepahaku dan tangan tidak sengaja menekan kena tepedoku aku kesakitan meringis menahan sakit dan tangannya buru diangkat tangannya dia kaget lalu betanya kenapa anto sakit ya maafkan tante ya,sembari menjululkan tangannya keselakanganku dan dipegang oleh tante yuni,dan tante yuni lalu berkata ini apa..an..koq keras2 banget,ini sakit ya.. sembari tangannya memijit2,sini tante urut biar sakitnya hilang,dan tante ngak bilang permisi langsung dibuka seletingku celanaku dan tangan meroggoh kedalam celana dalamku dan digenggam dengan erat sekali,dan tangan kanan megosok2 mengelus2 ujung kepala batangku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku sangat menikmati dan lupa dengan sakitnya,selagi tangan kirinya mengocok lalu tangan kanannya berpindah ketanganku dan ditarik ke dadanya,dan tante yuni kembali berkata ayo to...pegang aja punya tante, kamu maukan...aku langsung mejawab ,iya tante...&lt;br /&gt;selagi mendapat akses,aku bertindak lebih jauh lagi kuturunkan kepalaku kujilat dadanya,dan tangan tante yuni mendekap lebih erat dan dia kembali mendesah terus to....diisap ya...to,,,,duh...enak banget, dan aku akan bertindak lebih lanjut lagi,kuelus2 perutnya setelah itu aku mau turunkan kepalaku keselankang pahanya tante,lalu tante berkata dikamar aja to..nanti diliat pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante duduk diatas ranjang membuka paha untuk memancing nafsuku,sini to....naek keatas ranjang tante dah ngak tahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian kami berpindah kekamar tidurnya tante yuni,sesampai dikamar tante langsung buka baju dasternya dan dia duduk diatas ranjang dengan membuka kedua pahanya lebar2 dan aku lihat ternyata memeknya tante bersih tampa sehelai rambutpun aku aku bertambah nafsu melihatnya dan akupun tidak tinggal diam kubuka seluruh pakaianku setelah kami berdua terlanjang tante yuni lalu mendorong aku keranjang dengan posisi terlentang dan kemudian tante menurunkan kepalanya menjilat pusarku lalu terus turun sampai ke selakanganku dan tangannya mengenggam dan lidahnya menjilat di sekitar kepala kemaluanku aku mendesah bagaikan bayi minta ngedot,dan akupun tidak tinggal diam tangan ku memeras dan memirin pentil unjung susunya tantepun langsung beraksi lebih jauh,batang torpedoku dimasuk kemulut dikulum turun naik sembari menjilat dan kepalanya kekiri dan kekanan aku menikmati diisap kuluman kemaluanku oleh tante yuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante menjilat batangku kemaluanku&lt;br /&gt;sssttt...enak banget batangmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu aku menurunkan kepalaku dan kucium dan terasa bau ciri khas wanita dan aku langsung menjulurkan lidahku lalu aku jilat ujung kelentitnya dan jariku tetap kutusuk keluar masuk tante yuni kembali medesis ssstttt...ssssttt....aku mendengar tante yuni mendesis aku tahu tante yuni sudang hampir kepuncak kenikmatan akupun tetap menjilat lebih cepat dan juga aku gigit pelan tante mendesis sssttt....lalu berkata antooo...cepatt masukinn...tante dah ngak tahan..cepattt..donggg...sayangg...dan akhirnya tante yuni bangun dan dia langsung menungging dan mengenggam batang kemaluanku lalu dituntun kearah &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt;nya dan digosok2 kepala kemaluanku dibelahan vaginanya yang benar2 sudah basah dan licin sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun sudah ngak tahan lagi dan tanganku mengenggam buah pantatnya,lalu kuarahkan batang kemaluanku lalu kutekan blesss...berasa peret dan hangat sekali lobang tante yuni yang sudah sangat basah dan licin sekali,akupun memaju mundurkan pantatku dan diimbangi goyangnya pantat tante yuni bagaikan gangsing aku sangat menikmati dan didalam vagina tante yuni terasa seperti menyedot,dan aku berkata pada tanteee...memek tante enakkk..sekali...ogghhh....mendengar aku berkata enak lalu tante bergoyang pantatnya makin kencang dan aku berasa batang kemaluan terpendam dalam sekali dan berasa sepeti diurut seluruh batang kemaluanku aku benar2 terbang kelangit tujuh sstt....ogghh.....aku mendesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante sedang nafsu batang kemaluanku diarahkan ke vaginanya&lt;br /&gt;aduhh...tante dah ngak tahan,tante masukin ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hampir kepuncaknya dan lalu aku cabut batang kemaluanku aku tidak mau cepat keluar,tantepun kerkata aduh...anto....koq dilepas sih, tante berkata kelihatan kecewa dan tante yuni berkata tante hampir dapet...akupun berkata iya...tante ganti posisi tante tadi anto..hampir keluar juga abisnya goyangan tante bikin anto ngak tahan...sekarang gantian tante di atas anto mau ngerasain goyang tante lalu tante mencubit pahaku dasar lelaki biasanya maunya terima beres takut keduluan keluar iya...akupun tersenyum dalam hatiku tahu juga nih tante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini gaya nungging yg paling kusukai&lt;br /&gt;iyaa...terus..yang dalemm..dong sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tante kembali menjilat dan mengulum kemaluaanku yang baru kucabut dalam memeknya dalam keadaan berlendir, tante yuni pun menjilat tampa merasa jijik aku sangat sekali menikmati permainan tante, aku memeramkan mataku menikmatinya jilatannya setelah berselang beberapa menit lalu tante bangun lalu digenggam batang terpedoku lalu diarahkan kelobang vaginanya lalu ditekan sampai masuk tampa sejengkal batangku yang tersisa sampai kepangkalnya lalu tante yuni mengoyangkan pinggulnya memaju mundurkan pantatnya aku merasakan seluruh batang sepeti diurut selagi tante beraksi memutar pantat pinggulnya tanganku meremas buah dadanya dan jariku juga ikut memerintir ujung pentil susunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante yuni juga berkata anto...remes yang kencang dong... dan aku ikuti kemauan tante kuremas kedua buah dadanya dan batang kemaluaan ditancap dalam sekali dan tante akhirnya berkata terus anto...punya kamu koq enak banget, beda banget ama punya omm[suaminya], lalu aku berkata beda apanya tante...diapun menjawab beda batangnya punyamu panjang dan kepalanya helemnya besar banget terasa didalam memek tante seperti digaruk bagaikan ada yang nonjok2 , lalu kembali tante yuni mendesis dan berkata lagi anto...tante mau keluar nih.... ssstt....aku berkata jangan keluar dulu tante tungguin anto sebentar lagi, anto hampir nyampe, dan tante bergoyang pantatnya makin kencang akupun hampir tiba diujung puncak kenikmatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante yuni sedang menikmati goyanganku sssttt....ougghhh.......enaknya batangmu to.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kudekap tubuh tante dan kubalik tubuhnya dan berganti posisi aku di atas dan tante yuni dibawah akupun berpacu dengan kencang kumajukan mundur pantatku bagaikan piston mobil dan selang beberapa menit tante yuni mendesis kembali..ssstttt....anto...tante dah mau nyampe...cepat to...bareng2 ya..akupun menjawab iya..tannn...anto juga mau nyampe...akhirnya jebol juga dan disusul dengan orgasmenya tante yuni dan batangku menyemprot crott..crott...crott...dan tante pun berteriak..aughh....eennakk.....aakhhh.....akhirny a aku dipeluk tante erat sekali dan dicium dan diapun berkata terima kasih iya anto kamu pintar deh puasin tante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengalirnya lendir kenikmatan dari vaginanya tante yuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kami rebah tiduran di atas ranjang tante yuni dan diapun bercerita bahwa dari rumahku dia sudah memperhatikanku dan dia juga suka denganku dan tante yuni juga menceritakan tentang suaminya kalau main dengan tante dia paling suka anal,aku terbengong2 mendengar pengakuan tante yuni koq memeknya tante yuni enak koq mau2 aja yang di dubur apa enaknya aku bertanya kepada tante yuni dan diapun menjawab mula2nya ya sakit lama2 enak koq,dan apakah anto pernah mencobanya akupun menjawab blom pernah tante kan jijik masak dimasukin kelobang patatnya tante,dan tante berkata kembali apakah anto mau coba...aku diam sejenak lalu menjawab boleh juga akhirnya dan tante juga diam tetapi tangannya tetap mengenggam batangku yang masih lemas,dan dia tidak melepaskanya tante yuni sangat sabar dia tetap aja mengurut2 batangku selang beberapa menit akhirnya bangun kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tante bangun ranjang dia berjalan kemeja rias mengambil bungkusan kecil dan dia sobek ternyata sebuah condom lalu tante yuni menunduk kepalanya mengulum2 batang kemaluanku yang masih lengket karena peju tersebut setelah cukup lama tante memasang condom ke batang kemaluanku dan tante lansung celentang mengangkat tinggi kedua pahanya dan dia meludah ketangannya lalu di oles kelobang pantanya dan dia menarik tanganku sembari senyum sini to...coba masukin dih..biar kamu ngak penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya kuikuti kemauan tante yuni kugenggam batang torpedoku kuarahkan kelobang duburnya yang dibasahi oleh ludahnya tante yuni,lalu kutekan pelan2 tante yuni memejamkan matanya dan mulutnya keliahatan sedang mengigit bibir bawahnya,dan kutekan kembali akhirnya masuk separuh dan kutarik lalu kutekan kembali lebih dalam dan tante yuni mendesis ssstttt....pelan2 ya to..lada perih sedikit tante yuni berkata dan aku menjawab kalau sakit jangan diterusin tante,aku merasa kasian sama tante yuni dan aku menjawab biar anto masukin aja kelobang memek tante aja,tapi tante tetap mau aku melanjukan,dan kutekan lagi lebih dalam akhirnya masuk keluruh batang torpedoku dilobang pantatnya dan yang kurasakan lobang pantatnya tante yuni lebih hangat dan mencengkram bila dibanding dengan vaginanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kumasuki batang kemaluanku ke lobang analnya tante yuni&lt;br /&gt;aduh to...pelan2 ya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mendesah aghhh....enakkk..banget...lalu kumaju mundurkan pantatku dengan diiringi mengosok vaginanya dan ujung jarinya menekan masuk sampai kelobang memeknya tante yuni,aku tetap memajukan mundur pantaku dan tante yuni semakin cepat mengosok vaginanya dan mata sayu melirikku dan mulutnya sedikit terbuka lidahnya terjulur sedikit,aku melihatnya semakin terlangsang,selang beberapa lama tante yuni berkata anto...tante memeknya digosok koq semakin gatel....ya....terus anto...yang kencang...dengan batang terpedoku keluar masuk dilobang pantatnya akupun sangat menikmati terasa batang torpedo sesuatu akan terjang keluar aku berkata kepada tante yuni,tan..te...anto ngak tahan dah mo keeelluarrrr.....tantepun menjawab a..maaaa......tanteee...juga..mauu..keluarrr....aa gghhh.....aduhhhhh...nyammmpe...to...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah selesai anal lalu tante yuni mencabut kondom tersebut lalu dijilat dan ditelan lendir kenikmatan dihadapanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya aku juga keluar berbareng dengan orgasmenya tante yuni dan aku dipeluk erat dan kakinya juga melingkar tubuhku setelah menjelang beberapa saat tante bangun dan masih duduk diranjang dan diraih batang kemaluanku dan di tarik keluar kondom dibatangku dan dipegang dengan dua jarinya diangkat kemukanya dan tante yuni mengulurkan lidahnya menjilat kondom tersebut menghadap keaku sembari kelilik kearahku lalu tersenyum,dan tantepun berkata ini cairan peju kamu sedap sekali tante suka koq kalau anto bisa negecrot dimulut tante,dan kata dokter kalau cairan peju sangat berprotein dan akupun berkata boleh pasti anto kasih kalau om pas ngak ada dirumah dan pasti datang dan kita bisa menikmati beberapa gaya lagi yang belom kita coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah jam menunjuk 12 malam dan hpku berbunyi ternyata ibuku telephon danibuku bertanya anto ada dimana dan aku menjawab dalam perjalanan pulang bu..dan hari berikutnya aku kepuncak menemani tante yuni dan kami melakukan beberapa gaya2 yang belom kami praktek,aku sangat puas dan menikmati bermain dengan tante yuni bila suaminya sedang keluar kota atau siang hari kalau sedang ngak kuliah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-1462191993852293220?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/1462191993852293220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tanta-yuni-temen-ibukku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/1462191993852293220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/1462191993852293220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tanta-yuni-temen-ibukku.html' title='Tante Yuni Temen Ibukku'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-5497677850921452397</id><published>2009-06-15T10:41:00.001-07:00</published><updated>2009-06-15T10:45:56.030-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek chinese'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerkosaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek nakal'/><title type='text'>Kisah pemerkosaan</title><content type='html'>Saat ini aku bekerja di perusahaan papaku, sebagai orang kepercayaan&lt;br /&gt;papaku ( mungkin karena anaknya sendiri ). Kuliahku sendiri sudah&lt;br /&gt;tamat S1 di universitas swasta yang cukup terkenal di Jakarta. berikut &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita dewasa&lt;/a&gt; lebih lengkap ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, aku mendapat telepon dari sahabat lamaku di SMU (sampai&lt;br /&gt;kuliah juga masih sih), "hallo Vyonne nya ada?"suara dari telepon&lt;br /&gt;seberang sana, "siapa nih?"tanyaku, "Vy yah? Ini Shanty, bego!!!&lt;br /&gt;Hhahaha gimana kabar lu?", "oh Shanty? Sialan luh! Gua baik baik&lt;br /&gt;aja, ngapain luh telpon gua pagi pagi buta gini?" tanyaku, "jee jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ga bole nih telpon ratu kecantikan kita pagi pagi gini?" ledeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak aku dinobatkan sebagai ratu kecantikan memang sering sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman temanku suka mengungkit ungkit gelar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Jee, bukan begitu, abis tumben aja telpon gua, gua kira lu udah&lt;br /&gt;lupa ama gua"kataku,&lt;br /&gt;"Eh neng, yang lupa siapa? Ente kali yang lupa sapa&lt;br /&gt;gue"celetuknya, "Udah kerja mah jadi udah ga pernah ngumpul lagi,&lt;br /&gt;uda ga inget lagi ama temen, taunya kerja mulu, dulu kuliah masih&lt;br /&gt;ngumpul ngumpul"lanjutnya yang membuatku tertawa terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh ya aduh gua belum lulus lulus nih, sialan dosen pembimbing gua,&lt;br /&gt;orangnya genit maunya ketemuan terus, sialan mau dilamporin ke polda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga kali hahaha"katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh kok bisa sih skripsi lu dapet A? bagus banget tuh padahal di&lt;br /&gt;UNT** mana mungkin sih dapet A, kampus 2 lagi, jago juga luh, ga&lt;br /&gt;sia – sia di SMU dulu dapet ranking atu mulu."pujinya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanya belajar yang rajin, nak hhahaha…. Loh emang dosen&lt;br /&gt;pembimbing luh siapa?"tanyaku heran. "Si itu, pak P***, gelo tuh&lt;br /&gt;dosen, bentar bentar ganti tema, sengaja biar bisa sering ketemuan&lt;br /&gt;gua yang cakep ini kali hahaha pd banget gua yah?"candanya diikuti&lt;br /&gt;tawa kami berdua, temanku yang satu ini memang agak pede dengan&lt;br /&gt;penampilan dirinya yang memang cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tau gitu, dulu gua konsentrasi ambil SDM aja, gila pemasaran mah&lt;br /&gt;jadinya sales, eh tar kalau gua udah lulus, kerja tempat papa lu&lt;br /&gt;bole ga nih? Itung itung bantu teman, kan perusahaan papa lu gede&lt;br /&gt;juga, jadi kalau abis dari sana pengalaman kerja uda ada, jadi lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enak"rujuknya.&lt;br /&gt;"Loh emang papalu? Lu bukannya punya juga perusahaan? Ama papa luh&lt;br /&gt;aja lagi."kataku.&lt;br /&gt;"Hm nggak ah gua ga mau masuk ke perusahaan papa gua, gua lebih&lt;br /&gt;senang kerja ama yang lain biar ga disangka KKN n yang paling&lt;br /&gt;penting ga Jeruk makan Jeruk, sama aja kan gajinya dari situ situ&lt;br /&gt;juga"sindirnya kepadaku yang bekerja pada papaku.&lt;br /&gt;"Wuih luh ngomong kaya gua ga disini aja! Gua kan kerja ama bokap&lt;br /&gt;gua juga, gimana luh? Tar ga gua terima luh, hahaha, ya uda yang&lt;br /&gt;penting lulus dulu, sayang tinggal selangkah lagi"kataku,&lt;br /&gt;"Sebenarnya sih lulus gampang, dosennya ini sialan…"katanya lagi,&lt;br /&gt;yang kemudian hening sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh ya ini gua telpon luh mau bilang temen temen mau reunian tuh,&lt;br /&gt;mau ke dufan, ikut ga?"katanya, "Hah? Dufan? Waduh males juga sih ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dufan, takut kena panas"aku memelas,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah ilah neng yah pasti panas lah ga apa jadi item dikit, luh udah&lt;br /&gt;keputihan banget kali, udalah yuk, orang bule aja berlomba lomba&lt;br /&gt;berjemur masa luh kecoreng dikit nggak mau, udah ah yuk, dulu waktu&lt;br /&gt;SD bukannya jagoan lu? Gua denger denger sih"rayunya,&lt;br /&gt;"SD mah udah lama banget, emang luh ga denger iklan Mariana itu,&lt;br /&gt;selagi muda kita harus coba semua tantangan, makanya waktu SD dulu&lt;br /&gt;gua naikin semua yang ada di dufan, sekarang sih da tua!!! Waktu SD&lt;br /&gt;kan gua udah tinggi juga, yang pasti waktu itu halilintar gua&lt;br /&gt;diijinin masuk aja. Sekarang sih 168 cm sih udah mentok ga bisa&lt;br /&gt;tinggi lagi kali yah? Eh rame ga? Siapa aja? Di Dufannya sendiri&lt;br /&gt;padat ga?"tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang pegi yah teman teman kita dulu, kalau soal dufan rame apa kaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sih gua kaga tau, emang gua dewa apa, jadi ikut ya, sekarang nih&lt;br /&gt;buruan gua jemput deh"&lt;br /&gt;"Yah uda deh bole, gua siap siap dulu, tau aja yah luh kalau gua off&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini. Yah gua ajak Billy juga bole ga?"kataku kemudian, memang&lt;br /&gt;aku kerja seminggu ada 3 kali tidak masuk kerja, tetapi biasanya aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetap masuk dan tidak mengambil kesempatan tersebut buat berlibur,&lt;br /&gt;mungkin aku tipe workalkoholic kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Billy? Cowo luh itu, jangan atuh namanya juga reunion sahabat gitu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udah deh pokoknya Cuma kita berenam aja, si Amel saudara lu, si&lt;br /&gt;Cindy, Sisca, lu, gue ama si kecebong banci temen kita si Randy&lt;br /&gt;hehehehe"&lt;br /&gt;"Jahat lu si Randy lu katain kecebong, hahahaaha banci banci gitu&lt;br /&gt;baik banget lagi orangnya" kataku membela temanku yang banci&lt;br /&gt;itu. "Ya udah jadi berenam aja yah? Ok deh gua siap siap dulu mau&lt;br /&gt;pake lotion anti matahari dulu deh bye, thanks ya"timpalku, "Ok bye&lt;br /&gt;jangan lama lama yah, gua sampe luh da musti siap yah ok deh&lt;br /&gt;byeee"kata Shanty mengakhiri pembicaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shanty juga adalah seorang keturunan, orangnya pintar, ia adalah&lt;br /&gt;peraih peringkat 2 di kelasku sewaktu SMU dulu dan aku rank1 saat&lt;br /&gt;itu, ia memiliki body yang sexy, proposional, ukuran branya lebih&lt;br /&gt;besar dari kepunyaanku, dia mengenakan bra 34c, sedangkan aku 34b,&lt;br /&gt;wajahnya juga sangat cantik, dengan tinggi badan 164cm dan berat 48&lt;br /&gt;kg, tetapi kalau bicara soal ukuran payudara maka saudaraku yang&lt;br /&gt;juga sahabatku Amel memilikki ukuran yang paling besar, 36 c.&lt;br /&gt;tubuhnya montok tapi tidak terlihat gemuk, wajahnya cantik, kulitnya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;tidak seputih kami walaupun seorang keturunan pula, mungkin karena&lt;br /&gt;sering berenang, rambutnya sebahu, dan dicat pirang, ia mengambil&lt;br /&gt;kuliah di Singapore. Di SMU dulu ia adalah wanita yang memiliki&lt;br /&gt;wajah imut dan dada yang besar sehingga terasa kebesaran untuk&lt;br /&gt;tubuhnya, dan banyak pria pria yang mengejarnya, Amel memiliki&lt;br /&gt;tinggi badan 157 cm dengan berat 50kg, memang kelima temanku&lt;br /&gt;merupakan keturunan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cindy temanku merupakan yang paling berduit di antara teman –&lt;br /&gt;temanku, ayahnya memiliki 3 buah kapal yatch, Cindy juga merupakan&lt;br /&gt;salah satu idola kaum pria hanya saja otaknya kadang agak lemot, (&lt;br /&gt;sorry loh Cin kalau lu baca cerita gua, tapi emang bener kan? )Cindy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memiliki kulit yang paling putih di antara kami, dan herannya&lt;br /&gt;kulitnya itu sepertinya susah hitam, bila ia berjemur maka hanya&lt;br /&gt;terlihat terbakar kemerahan, hanya kurun waktu 2 hari kulitnya sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;putih kinclong seperti semula. Cindy memiliki tinggi 165 cm dengan&lt;br /&gt;ukuran bra 36a dan berat badan sekitar 49kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Sisca adalah teman kami yang paling rusak, dialah kepala&lt;br /&gt;preman di SMU kami dulu, orangnya tomboy, tapi cantik dengan rambut&lt;br /&gt;agak panjang kira kira sejengkal di atas pinggang. Rambutnya sangat&lt;br /&gt;lurus, anaknya suka dugem, merokok, dan easy going, tetapi setahu&lt;br /&gt;kami ia bukan pemakai obat obatan, mungkin karena ia lebih cepat&lt;br /&gt;bergaul dengan kami, jadi tidak sempat tersesat ke alam yang kelam.&lt;br /&gt;Merokok pun sudah banyak berkurang, tingginya sekitar 158cm dengan&lt;br /&gt;berat badan 46kg, tapi cukup berisi, dengan ukuran bra sama denganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34b, sedangkan aku memiliki tinggi 168cm dengan berat 48kg. memang&lt;br /&gt;akulah memiliki tinggi yang paling tinggi di antara teman teman yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cewe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Randy temanku sebenarnya memiliki wajah yang cukup tampan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi bukanlah gantengnya cowo, tapi terlebih terlihat seperti&lt;br /&gt;wanita, dengan tinggi 178cm dengan berat 68kg, memang sangat&lt;br /&gt;bongsor, bahkan ia mengikuti latihan kebugaran fitness sehingga&lt;br /&gt;badannya cukup kekar, tetapi juga mengikuti latihan aerobic hahaha,&lt;br /&gt;dia juga pemain basket, orangnya baik, selalu membantu kami, dan&lt;br /&gt;kurang lebih sebagai tempat curhat kami berlima juga sekaligus&lt;br /&gt;bodyguard yang bisa diandalkan, dan mungkin karena sifat bancinya&lt;br /&gt;yang menambah kekuatannya ( memang banyak yang bilang seoran g banci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memiliki tenaga lebih besar mungkin 2 kali lipat dari pria dengan&lt;br /&gt;postur tubuh yang sama ), tetapi belum pernah kami mendengar ia suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada seorang gadis maupun pria. Ia lebih sibuk dengan kegiatan&lt;br /&gt;desingnernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku bersiap siap dengan dandanan t-shirt ketat sepusar warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biru laut dengan motif air laut, dengan rok mini warna coklat&lt;br /&gt;berbulu dan juga jaket bertopi lengan panjang karena takut matahari&lt;br /&gt;yang terik, tidak lupa wajah, leher, lengan, paha sampai ke ujung&lt;br /&gt;jari kaki kelingking kuoleskan sunblock yang cukup bagus rekomendasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari dokter kulit langgananku di RS Pluit, agar tidak hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar tidak lama suara bell berbunyi, "Mbok, ada yang dating,&lt;br /&gt;tolong donk bukain pintu dulu" teriakku memanggil pembantuku,&lt;br /&gt;ternyata yang dating adalah Shanty dan Sisca mereka satu mobil&lt;br /&gt;memang Shanty dan Sisca daerah rumahnya lebih berdekatan, tetapi&lt;br /&gt;Shanty dari perumahan yang lebih elite dan Sisca tidak terlalu,&lt;br /&gt;karena ia tinggal di Jakarta bersama neneknya karena orang tuanya&lt;br /&gt;sudah pisah ranjang dan masing masing mengurusi bisnisnya, mungkin&lt;br /&gt;karena ini pula Sisca jadi tidak begitu diperhatikan dan jadi suka&lt;br /&gt;merokok dan clubbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dipersilahkan masuk oleh pembantuku, akupun turun menyapa&lt;br /&gt;mereka "Eh hi waw dah lama ga ketemu? berdua aja datengnya? Yang&lt;br /&gt;lain mana?" tanyaku, sambil memeluk mereka dan sun pipi kiri dan&lt;br /&gt;kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shanty terlihat sangat cantik dengan setelan tangtop putih dan rok&lt;br /&gt;mini jeansnya, tampaknya ia membawa jaket kulit hitamnya, sedangkan&lt;br /&gt;Sisca dengan kaus t-shirt ketat sepusar warna kuning dengan rok&lt;br /&gt;selutut warna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh si Cindy bawa sopir, dia bareng sopirnya ama Amel ama Rendy,&lt;br /&gt;jadi 2 grup ntar kita ketemuan di sana janjiannya sih tempat kuda&lt;br /&gt;kuda itu loh, tapi tar hp in aja" kata Sisca. "Oooh, eh mau minum ga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nih?" tawarku, "Udahlah ga usa ntar dia orang kalau sampe duluan ga&lt;br /&gt;enak juga kita telat, kan daerah lu mau ke Dufan jauh juga Vy,&lt;br /&gt;makasih, kita berangkat sekarang aja deh," kata Shanty, "Eh ya Vy&lt;br /&gt;tar gua ga bisa malem malem loh, soalnya gua musti nyelesaiin&lt;br /&gt;skripsi gua, jadi jam sebelasan lah gua udah musti ampe rumah okey?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tambah Shanty.&lt;br /&gt;"Jam sebelas ga malem gila luh, malemnya luh jam brapa emang?"&lt;br /&gt;candaku, dan kami pun tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt; href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cerita dewasa&lt;/span&gt;&gt; http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita berangkat ke Dufan, di mobil kita bercerita banyak,&lt;br /&gt;karena sudah lama tidak bertemu semenjak aku kerja dengan papaku&lt;br /&gt;memang kegiatan agak sibuk, tapi aku menikmati pekerjaanku, aku juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah tau lika liku perusahaanku, aku memiliki seorang kakak laki&lt;br /&gt;laki tapi bukan saudara kandung, ia diangkat anak oleh papaku karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayahnya meninggal, sebetulnya masi saudara sepupu dengan aku dan&lt;br /&gt;Amel, dia juga menjalankan usaha papaku. Kami sudah begitu dekat&lt;br /&gt;layaknya saudara kandung karena saat dia di masukan ke keluarga kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usianya baru 3 tahun, dan aku belum lahir baru setelah 2 tahun&lt;br /&gt;kemudian aku lahir, ia juga menganggap ayahku seperti ayahnya&lt;br /&gt;sendiri, orangnya baik dengan wajah tampan dan seorang pria yang&lt;br /&gt;didamkan banyak wanita, termasuk teman temanku. Tapi sayang untuk ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;depannya bukan dia yang mendapat keberuntungan menikmati tubuh putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;putri cantik seperti kami, melainkan…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah menempuh waktu sekitar 1 ½ jam sampai juga kami ke&lt;br /&gt;daerah yang di tuju, setelah membayar tiket masuk mobil, aku pun&lt;br /&gt;menelepon Amel "Eh Mel, di mana? Udah sampe belum? Kita uda bayar&lt;br /&gt;tiket masuk mobil nih"kataku.&lt;br /&gt;"Eh si cakep, kita kita di sini juga baru aja masuk untung tadi di&lt;br /&gt;rumah Amel, gua suruh main game dulu, soalnya kan rumah mel udah&lt;br /&gt;deket kalau mau ke Dufan, pas banget donk yah…. Hmm… eh lu pada naek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BMW nya Shanty yah? Yang putih? Yang seri 7 itu? Kayaknya kamu orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang di depan mobil kita sekitar 2 mobil deh, kita naek mobil Land&lt;br /&gt;cruisernya Cindy, liat ga?"kata Amel, memang Amel orangnya agak agak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manja kalau berbicara, Akupun menolehkan kepala ke belakang mencari&lt;br /&gt;cari dan setelah melihat mobil yang diindentifikasikan, "Oh iya iya&lt;br /&gt;yang platnya B**MW itu yah? Iya gua udah liat tuh, wah barengan&lt;br /&gt;nih"kataku penuh dengan canda ria, aku sudah tak sabar ingin bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat-sahabat lamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akhirnya kita pun sampai ke tempat tujuan, Cindy memakai rok&lt;br /&gt;selutut warna biru dengan jaket berbulu dan tank top merah dengan&lt;br /&gt;belahan rendah terlihat sangat cantik yang pasti membuat para pria&lt;br /&gt;berpikiran ingin menyetubuhinya, Amel dengan celana jeans dan kaus&lt;br /&gt;t-&lt;br /&gt;shirt warna merah yang ketat sehingga terasa bajunya tidak mau&lt;br /&gt;menampung payudaranya yang besar tersebut, dan Rendy dengan kaus&lt;br /&gt;bermotif perak ngejreng, seperti penyanyi dangdut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana begitu meriah ketika kita bertemu kembali setelah kurun&lt;br /&gt;waktu beberapa lama tidak bertemu, mungkin sekitar setahun lamanya&lt;br /&gt;(mungkin bagi beberapa orang itu adalah waktu yang singkat tapi bagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami serasa 10tahun kali, karena sudah terbiasa bersama sama)&lt;br /&gt;semenjak reunion tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berfoto ria dengan memakai kamera digitalku, si Cindy juga&lt;br /&gt;mebawa kamera digitalnya, lalu aku membawa handycamku merekam&lt;br /&gt;kejadian kejadian lucu dan indah yang pantas dikenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan pernah lupa masa masa bahagia ini, karena semenjak kita&lt;br /&gt;berteman tidak pernah berkumpul di Dufan jadi ini untuk pertama&lt;br /&gt;kalinya ngumpul bareng di Dufan, serasa masih kecil saat dulu, kita&lt;br /&gt;naik halilintar dan macam macam lainnya lagi sampai akhirnya naik&lt;br /&gt;arung jeram yang membuat tubuh kami basah semua, tak pernah aku&lt;br /&gt;merasa sebahagia ini semenjak aku sudah mulai kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah basah semua nih gimana nih? Mau kering-in dimana nih? Apa mau&lt;br /&gt;langsung cabut aja nih?"tanyaku,&lt;br /&gt;"Hah? Kering-in? ini mana bisa kering malem malem gini, yang ada&lt;br /&gt;malah masuk angin, emang ga bawa baju ganti apa? Kita kita sih&lt;br /&gt;bawa"kata Cindy.&lt;br /&gt;"Hah? Lu orang ada baju ganti semua?"kata Shanty.&lt;br /&gt;"Wah berarti rombongan kita doank nih yang ga bawa"sambung Sisca,&lt;br /&gt;"Makanya sedia payung sebelum ujan, tadi sebelum jemput gua, gua&lt;br /&gt;udah ingetin ke Cindy ama Rendy bawa baju ganti soalnya rencana mau&lt;br /&gt;main yang basah basah malem aja biar lebih seru, gua kira luh pada&lt;br /&gt;udah pada tau bisa bawa baju ganti, kan yang terpinter diantara ada&lt;br /&gt;2 biji dalam satu mobil, bisa bisanya pada ga nyadar" kata Amel&lt;br /&gt;sambil memeras ujung bajunya, sambil mengeleng-geleng kepalanya,&lt;br /&gt;tidak menyangka kami akan sebodoh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tinggal kami bertiga yang berbasahan tapi tidak punya baju&lt;br /&gt;ganti, untunglah tadi aku memakai jaket jadi bagian dalam bajuku&lt;br /&gt;tidak terlalu basah, karena jaketku termasuk tebal walau bahan&lt;br /&gt;sweeter gitu, tapi celana dalamku terasa sangat tidak nyaman karena&lt;br /&gt;sangat basah, "Eh Shan, gimana nih cd gua basah banget nih, ga&lt;br /&gt;nyaman banget nih"bisikku pada Shanty, "Iya gua punya juga, udah&lt;br /&gt;lepasin aja ga ada yang tau ini, ga enak banget" sarannya sambil&lt;br /&gt;meringgis kepadaku, "Ya uda gua temenin juga deh"kata Sisca yang&lt;br /&gt;juga lupa membawa baju ganti, akhirnya kita bertiga memutuskan untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke toilet dan melepaskan celana dalam kami dan kami selipkan di tas&lt;br /&gt;kami tentu saja setelah diperas dan dimasukan ke dalam plastic&lt;br /&gt;putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yuk udah yuk pulang uda malem banget nih, gua mau ngerjain scripsi&lt;br /&gt;gua nih"rujuk Shanty, yang akhirnya disetujui semua pihak.&lt;br /&gt;Akhirnya setelah makan Mcd kita pun berpelukan sambil mencium pipi&lt;br /&gt;kiri dan kanan dan berpisah, sesuai dengan mobil yang pertama kita&lt;br /&gt;tumpangi masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampai juga di komplek perumahanku, mereka tentu&lt;br /&gt;mengantarkanku terlebih dahulu, karena rumah mereka lebih&lt;br /&gt;berdekatan, sesampainya di depan rumahku, aku pun turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah thank you banget yah, wah gua senang banget loh hari ini, eh&lt;br /&gt;semoga skripsi luh bisa kelsr ya Shan, tar deh kita contact –&lt;br /&gt;contact lagi"kataku.&lt;br /&gt;Dan cukup lama aku berdiri di depan rumahku sambil bercanda dan&lt;br /&gt;tertawa riang, tanpa menyadari ada seseorang yang sedang&lt;br /&gt;memperhatikanku, seharusnya dia dmelihatku dengan jelas, karena&lt;br /&gt;depan rumahku cukup terang untuk menerangi jalanan di depan rumah,&lt;br /&gt;setelah berbasa basi selesai maka mobil Shanty pun melaju pergi, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mimpi burukku dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hendak masuk rumah kudengar suara rintihan seseorang, tadinya&lt;br /&gt;aku berniat untuk mengacuhkan saja suara tersebut, pikirku bukan&lt;br /&gt;urusanku, tapi kemudian naluri kemanusiaanku berkata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membuka gembok rumah, akhirnya kukunci kembali, kudekati&lt;br /&gt;orang tersebut, orang itu memakai jubah yang menutupi wajahnya dan&lt;br /&gt;membunkuk kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa pak?" tiba tiba pada saat aku berada pada jarak yang sangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dekat orang tersebut berdiri.&lt;br /&gt;"Hei kalau ga mau mampus ikut gua"kata orang itu sambil menodongkan&lt;br /&gt;pisau goloknya yang besar, aku tersentak kaget dan shock.&lt;br /&gt;"Apa apain ini?"mukaku mulai pucat pasi.&lt;br /&gt;"KALAU LUH GA MAU MAMPUS DI SINI IKUT GUA SEKARANG!!!!"orang itu&lt;br /&gt;mengulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hendak berteriak dan berlari ke rumahku yang hanya berjarak&lt;br /&gt;beberapa meter, aku sangat menyesal mengikuti naluri bodohku, tapi&lt;br /&gt;kemudian ku piker rasanya tidak sempat dan kakiku sangat lemas&lt;br /&gt;sekali, "Tolong pak jangan bunuh saya, saya akan kasih uang ke bapak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau bapak membutuhkannya"kataku.&lt;br /&gt;"Hm ya bagus kalo luh ngerti, tapi gua ga mau lu kasi di sini luh&lt;br /&gt;musti ikut gua!!!"bentak orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawakkannya besar sekali mungkin tingginya sekitar 180an dengan&lt;br /&gt;kulit hitam dan perut buncit, di lengannya kulihat banyak tato&lt;br /&gt;menandakan bekas preman, belum lagi bekas bekas luka jahitan di&lt;br /&gt;tubuhnya, wajahnya tidak terlalu jelas karena dalam suasana&lt;br /&gt;gelap, "Yah ba…baik pak, saya ikut bapak"kataku ketakutan menuruti&lt;br /&gt;perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku mengikutinya, kulihat diujung jalan ada sebuah mobil&lt;br /&gt;nongkrong dan ada sekitar 3 orang yang aku yakin pemilik mobil&lt;br /&gt;tersebut. Kemudian otakku berpikir keras bagaimana supaya lolos dan&lt;br /&gt;meminta tolong pada 3 orang tersebut, "Pak, saya mau dibawa kemana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kataku mengulur waktu sambil membuatnya tidak sadar akan adanya&lt;br /&gt;orang di depan.&lt;br /&gt;"Udah lu diem ntar juga luh tau!!"katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ia tampaknya menurunkan pisaunya takut terlihat 3 orang&lt;br /&gt;tersebut karena ia mulai menyadari bahayanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini dia kesempatanku, aku spontan berlari ke arah mobil&lt;br /&gt;tersebut "Pak tolong pak, saya mau ditodong pak"teriakku tersendat&lt;br /&gt;sendat sambil berlari kea rah mobil tersebut, kurasakan orang yang&lt;br /&gt;menodongku tidak mengejarku, "Hah? Mau ditodong siapa neng?"kata&lt;br /&gt;orang tersebut, "Itu pak, itu orang yang besar itu yang sedang&lt;br /&gt;menuju sini pak, hati hati pak dia bawa golok, tolong pak"kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati hati? Justru yang harus hati hati tuh kamu hahhaha"katanya dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diikuti tawa teman temannya, "Saya ga becanda pak orang itu mau&lt;br /&gt;todong saya"kataku memelas dan mulai kesal karena tidak&lt;br /&gt;dipercaya. "Yang bilang ga percaya itu sapa neng, lu liat gua siapa&lt;br /&gt;dulu!!"kata salah seorang tersebut, kemudian aku merasa pernah kenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengannya si Prambo, salah seorang mahasiswa di kampusku, tetapi ia&lt;br /&gt;mengambil jurusan hukum, dan kami hanya pernah sekelas pada saat&lt;br /&gt;pelajaran MKU saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh prambo ya? Iya mas tolong saya saya mau ditodong mas"kataku. "Ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uda masuk mobil sana, pak Suryo jaga dia baik baik, kirno juga jaga&lt;br /&gt;yang bener" kemudian aku naik keatas mobilnya di bagian tengah,&lt;br /&gt;mobil kijang Krista terbaru karena Prambo termasuk anak yang lumayan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari keuangannya, ayahnya adalah salah seorang pejabat di&lt;br /&gt;pemerintahan orde baru, tetapi sampai sekarang juga masi dipakai&lt;br /&gt;karena tidak terbukti KKN, dan menurutku memang ayahnya seorang yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersih dari hukum dan tindak KKN, Prambo adalah seorang pribumi&lt;br /&gt;wajahnya tidak bisa dibilang jelek tapi juga tidak tampan, biasa&lt;br /&gt;biasa saja tetapi salah seorang murid yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku bisa bernafas lega, aku duduk di tengah diapit pak&lt;br /&gt;Suryo yang kelihatannya seorang **** tetapi aku merasa ia bukan&lt;br /&gt;seorang **** yang benar, dan Kirno dengan tubuh kurus ceking dengan&lt;br /&gt;gigi tongos yang sangat buruk rupa, dan bahkan kelihatan seperti&lt;br /&gt;orang idiot, karena cengegesan sejak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Prambo masuk ke mobil dan menyalakan mesin, dan orang&lt;br /&gt;bertubuh sangat besar tersebut sudah sangat dekat, "Bo jalan donk,&lt;br /&gt;bo ada apa? Kenapa ga jalan dia uda makin deket, lu ga berniat lawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia kan? Dia bukan lawan luh badannya aja gede banget," tiba-tiba&lt;br /&gt;buk kaca jendela dipukul dan orang tersebut melihat melalui kaca,&lt;br /&gt;mengintipku dari kaca yang gelap, baru bisa kulihat dengan jelas&lt;br /&gt;ternyata wajahnya menyeramkan dan ia menyeringai kepadaku, dan aku&lt;br /&gt;rasanya sudah tidak tahan lagi dengan suara cengengesan si Kirno,&lt;br /&gt;ingin rasanya menyuruhnya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah jalan bo, ke kantor polisi aja"kataku, tapi mereka semua diam&lt;br /&gt;saja, dan benar saja orang bertubuh bongsor dan buncit itu masuk ke&lt;br /&gt;dalam ke samping sopir tempat duduk, "ASTAGA"pekikku dalam hati,&lt;br /&gt;matilah kita semua.&lt;br /&gt;"Mas prabawa, wuih si mas berhasil bikin temen gua takut" kata&lt;br /&gt;Prambo. HAHAHAHAHA tawa riuh di dalam mobil tersebut, langsung&lt;br /&gt;kusadari aku sudah masuk ke sarang buaya, ternyata mereka satu&lt;br /&gt;komplotan, langsung lemas badanku, dan mobilpun melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Prambo menjelaskan kalau Kirno emang otaknya ga beres, rada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rada tolol dan gila, kalau pak Suryo adalah seorang guru ngaji yang&lt;br /&gt;sudah pension dari kotanya di daerah pesisiran pinggiran Bandung dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibuang oleh warga sana karena mencabuli bocah bocah di bawah umur&lt;br /&gt;selain itu ia juga merangkap sebagai dukun cabul, tetapi pak Suryo&lt;br /&gt;adalah paman jauhnya, paman dari ibunya, bisa dibilang adik ipar&lt;br /&gt;ibunya, usianya sekitar 50an, dan karena pak Suryo sering merawat&lt;br /&gt;dan mendidik Prambo, maka menjadi dekat sehingga sewaktu pak Suryo&lt;br /&gt;ditangkap maka keluara Prambo dengan kuasa ayahnya dan kemampuan&lt;br /&gt;hukum yang dipelajarinya pak Suryo dapat bebas dengan mudah dan&lt;br /&gt;menjadi sahabat karib Prambo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirno usianya sekitar 18 tahun dengan otak dungunya cocok dengan&lt;br /&gt;wajahnya yang sangat jelek adalah temannya sejak Prambo di bangku&lt;br /&gt;SMP, saat itu Kirno masi SD, tapi mereka satu tempat les sehingga&lt;br /&gt;akrab satu sama lain, Prambo juga sering mengatasi kesulitan&lt;br /&gt;belajarnya Kirno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pak Prabawa adalah mantan militer yang sudah dipecat, dan salah&lt;br /&gt;satu aktivis pemerkosa yang terjadi bulan mei98 lalu, dan sekarang&lt;br /&gt;menjadi bodyguard Prambo, menurut Prambo, pak Prabawa sangat&lt;br /&gt;rasialisme, ia sangat membenci ras lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Prambo semenjak satu ruang denganku saat pelajaran mku, ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sering menyatakan cintanya kepadaku,dan kutolak, karena aku sudah&lt;br /&gt;memiliki pacar dan aku sama sekali tidak memiliki hati dengannya.&lt;br /&gt;Bukan karena rasnya, karena papaku mengajarkan kalau semua orang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sederajat, hanya orang orang yang mau berusaha dan tidak memiliki&lt;br /&gt;pikiran picik, niscaya ia akan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di mobil, aku terus digerayangi, dadaku diremas remas dengan&lt;br /&gt;agak kasar "AAHH…… jangan tolong sakit sekali, jangan"kataku&lt;br /&gt;memelas, "Udah diem nikmatin aja"kata pak Suryo, tasku di ambil oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pak Prabawa, diperiksanya kartu indententitasku, sim ku, dan barang&lt;br /&gt;barang berharga lainnya termasuk handycam dan kamera digital yang&lt;br /&gt;aku miliki, ia lihat satu persatu hasil fotoku, "Wah gila bos emang&lt;br /&gt;sip kalau milih cewe, gua udah terangsang banget nih hieahahahaha,&lt;br /&gt;liat nih bos foto teman temannya, cuantik cuantik bos, wuih gila,&lt;br /&gt;sayang ini ada foto siapa nih? Raja minyak nih? Tapi kok kaya&lt;br /&gt;bencong gitu sih gayanya? Jijik gua jadi ngeliatinnya, dasar cina&lt;br /&gt;geblek!!!"entah apa saja yang di dumelin oleh pak Prabawa, tetapi&lt;br /&gt;lama kelamaan kupingku panas juga mendengar ejekan demi ejekan yang&lt;br /&gt;dilontarkan, ingin rasanya membuat mereka mati, tapi apa daya aku&lt;br /&gt;tidak mampu, bahkan bisa bisa aku yang dibuat mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pahaku kini di geranyangi monster jadi jadian si Kirno,tangan nya yang dingin mengelus dan memaksa masuk ke dalam rokku dan&lt;br /&gt;kutahan karena aku takut ia mengetahui aku tidak memakai celana dalam lagi, ia terus memaksa dan aku menekan rokku dengan sekuat&lt;br /&gt;tenaga, kemudian pak Suryo mengangkat kedua tanganku sehingga tangan si kirno langsung menyusup ke dalam rok miniku, "Aaaahh…&lt;br /&gt;engghh"desahku ketika tangan dinginnya menyentuh bagian kemaluanku. "Wuih gila ini cewe ga pake cd bok, emang udah nunggu kita kita kali&lt;br /&gt;yah? Tau aja luh mau di entotin!" ujar si kirno, "Wuih bo, jembutnya alus banget nih ga tralu lebat tapi lembut"ujar Kirno.&lt;br /&gt;Aku berusaha memberontak tapi pak Suryo menekanku sehingga aku tidak mampu bergerak, aku heran kenapa pak Suryo bisa menekanku dengan mudah, mungkin kekuatan dukun yang dimiliki pak Suryo, mampu membuat tubuhku tak bergerak dengan sentuhan ringannya, akhirnya setelah Kirno puas meremas remas dadaku dan mengelus elus kemaluanku, kita sampai disebuah tempat yang gelap. "Ayoh turun!!"perintah prabawa, aku pun turun, dan langsung saja bau&lt;br /&gt;busuk yang menyengat terasa mengganggu pernafasanku, setelah kuamati ternyata ini adalah sebuah pasar, tetapi kelihataannya sepi dan tidak ada seorangpun yang disini,rupanya ini adalah pasar gelap, dimana segala hasil rampasan dijual bebas disiini termasuk hewan hewan ternak hasil curian.&lt;br /&gt;Kemudian aku ditarik sampai ditempat yang paling bau, yaitu sekitar bak sampah yang menggunung, dan sangat bau pesing mungkin banyak yang buang air kecil disini sehinnga lantai pun agak sedikit becek. "Buka baju luh semua kalau lug a mau baju luh basah!!"perintah Prambo, "Waduh bo, kok luh gini sih? Mau luh tuh apa sih? Jangan gini donk bo, sadar lu tuh anak kuliahan, gua tuh masi temen luh, wah gua ga nyangka lu bakal gini"ujarku sambil memelas minta ampun.&lt;br /&gt;"HEI ******* CEPET BUKA BAJU LUH GUA JEJELIN SAMPAH JUGA NIH MULUT LUH!!!"tiba tiba prabawa membentak, membuat nyaliku ciut dan jantungku hamper copot, biasanya aku adalah orang yang tidak takut mati, entah kenapa hari ini aku begitu takut, takut sekali akhirnya kulepaskan bajuku satu persatu mulai dari jaketku yang lagsung di pegang Kirno, dan Prambo pun menyuruh pak Suryo mulai merekam. "Ulangin apa yang gua omong atau gua bunuh luh" kata Prambo, "Aku&lt;br /&gt;Vyonne, inilah kisah cintaku, kisah indah yang paling kutunggu tunggu, ayo cepat ulangi"perintah Prambo, aku sudah mulai bisa&lt;br /&gt;menduga apa yang akan terjadi selanjutnya, air mataku pun mengalir, " aku… ak… u.vy…vyonne… ini…kisas… kisas…kisahhh… cinn taku… yang pal…ing…" "LUH LAGI NGOMONG APA LAGI *******?"bentak Prambo "ulangi lagi"kata Prambo, akupun menguatkan diriku dan sebisa mungkin tidak terbata bata lagi, karena aku ingin ini semua cepat berakhir "Aku vyonne…. Inilah… kisahku kisah cintaku…kisah indah yang paling kutunggu tunggu." Akhirnya aku sanggup menyelesaikan&lt;br /&gt;kalimat menjijikan ini, "Bagus bagus banget, ini dia yang kuharap harapkan,"ujarnya, "Ya udah lanjut buka baju luh sono!"perintahnya.&lt;br /&gt;Aku pun menuruti apa katanya karena bagiku sudah kepalang tanggung dan entah harus lari kemana lagi, akhirnya aku berhasil melepas&lt;br /&gt;bajuku semua, "Wuih busyet dah putih mulus banget nih, gila ngecling banget, wah gila beruntung banget nih kita nemenin Prambo di sini,&lt;br /&gt;ga sia sia gua ga nonton KDI buat yang ginian"kata kirno mengomentari, "Sekarang gua mau nanya luh, kenapa luh ga pake color?&lt;br /&gt;Eh sori ga pake cangcut?"ujar Prambo, huh bener bener memalukan sekali pikirku, bagaimana mungkin aku bisa menjawab pertanyaan&lt;br /&gt;konyol gitu, "Hei gua Tanya lu musti jawab!!! Ngapain luh ga pake cangcut? Luh ini eksibionis ya?"ejek Prambo dengan mata menatap&lt;br /&gt;curiga, "Bu….kan.. begitu… tadi vy main arung jeram basah semua, jadi karena ga nyaman maka saya lepas cd itu,"kataku "Hahaha guoblok&lt;br /&gt;luh guoblok dasar tolol, oke oke, jadi luh ga nyaman yah, gua perintahkan mulai saat ini luh ga bole pake yang namanya kolor,&lt;br /&gt;termasuk waktu luh lagi dating bulan"katanya, mulai saat ini? Pikirku, apakah ini tidak akan berakhir pada saat ini saja? "Ta,, tapi pram.."aku hendak menanyakan kalau ini berakhir sampai sini saja, "Kenapa? Luh takut waktu lagi mens keluar terus, tenang aja gua uda pikirin hal itu, lh ga usa kuatir, asal luh nurut, hari iniluh bebas dari yang namanya mati, dan bukan Cuma luh yang mati, tapi bokap nyokap dan cowo luh beserta koko luh juga gua bantai, dan gua&lt;br /&gt;bisa sembunyikan mereka dan buat mereka seolah mati kecelakaan, luh mau kaya gitu?" ancam Prambo. "Nggg….. nggak jangan Pram luh bole apain gua aja hari ini gua milik lu, tapi jangan melibatkan yang lain lagi."aku memohon, aku benar benar tidak dapat kehilangan keluarga yang sudah sangat&lt;br /&gt;menyayangiku. "Okey okey sekarang lu merangkak ketempat gua dan mohon ke gua untuk buka celana gua buat luh oralin… CEPATTTT CEPATTTT CEPATTTTT"Prambo&lt;br /&gt;tampak tidak sabar lagi melihat kepasrahanku. Akupun merangkak, tanganku menyentuh dinginnya lantai yang agak becek, dan berbau tidak sedap, aku bergidik sesaat dan tubuhku merinding karena udara malam yang dingin mulai menusuk tubuhku, lututku juga menyentuh lantai becek dekat bak sampah tersebut,&lt;br /&gt;sementara Pram mengambil kursi lipat yang sudah agak lusuh tetapi masih dapat dipakai, ia duduk disana, walaupun jarakku dan Pram tidaklah jauh hanya tinggal beberapa puluh centimeter saja, tapi terasa bermil – mil jauhnya, "Pram…. Aku… mau…. (terasa sangat berat untuk mengucapkan hal ini)&lt;br /&gt;oralin kamu" "Hah? Apa? Gua ga denger… coba ulangin sekali lagi tapi yang lebih manis"kata Pram "Pram, aku mau oralin kamu"kataku&lt;br /&gt;"Ooh okey, jadi luh mau dibayar berapa buat oralin gua?" aku bingung harus menjawab apa, kemudian aku melihat pak Suryo mengucapkan sesuatu kepadaku dengan gerakan bibir sangat perlahan dan tidak bersuara "Gratis". "Uhm.. Gratis Pram"kataku "Ohh jadi luh rela yah, bukan paksaan yah?"kata Pram&lt;br /&gt;"Bukan"kataku sambil memalingkan wajahku dari handycam yang disorot kea rah wajahku seolah di close up. "Okey kalau gitu silahkan mulai"kata Pram.&lt;br /&gt;Akupun mulai membuka resleting celananya, kancing celananya dan kulepaskan, ia membantu mengangkat pantatnya agar aku dengan mudah meloloskan celananya, kulihat cetakan besar dibalik celana dalam biru lautnya, kemudian aku lepaskan juga, Dan terlihat sebuah benda yang mengacung dengan kerasnya dan sedikit&lt;br /&gt;berbau asin, aku cukup terkejut dengan ukuran penisnya, walaupun tidak sebesar milik pacarku, tetapi terasa sangat kokoh, dan&lt;br /&gt;terlebih lagi hitam kelam, kemudian aku mulai menyentuh penisnya, kudekatkan mulutku, dan mulai menjilati ujung penisnya, terasa asin,&lt;br /&gt;dan terasa ada cairan sedikit pada ujungnya, kemudian aku menutup mataku dan langsung kumasukan saja kedalam mulutku, aku hisap, dan aku kulum, kukocok kocok dengan tanganku juga, lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan penisnya aku mulai dapat menyesuaikan diri, aku jilat samping sampingnya hingga ke buah pelirnya, aku mainkan ludahku sedikit dipenisnya, kemudian aku ratakan dan kuhisap dan kujilat kembali, tampaknya aku jadi menikmati penisnya, terasa&lt;br /&gt;sesuatu sensasi yang lain dari pada bermain dengan pacarku. "Wuih gila man sepongannya enak tenan… ga kaya perek perek pinggir&lt;br /&gt;jalan euy, asyik tenan, mirip artis artis bokep jepang atau bule"kata Pram mengomentari. Memang kalau aku paling jago dalam hal oral, bahkan seringkali&lt;br /&gt;pacarku sampai tidak tahan langsung mengeluarkan spermannya, tetapi tidak pernah aku menelan spermanya, memang pernah rasanya ingin mencoba tetapi baru terasa di mulut rasanya tidak biasa, pernah suatu kali aku mencoba untuk menelan sedikit saja tetapi kemudian aku malah mual dan terasa penuh, rasanya tidak menyenangkan sekali. "Waduh bos jangan lama lama yah, udah ga sabar nih"ujar Kirno. "Ya udah ya udah sekarang giliran Kirno tuh, daripada gua kluar&lt;br /&gt;sekarang, trus satu satu musti luh jajal penisnya, dan jangan lupa untuk memohon"kata Pram. Maka akupun mulai memohon satu persatu, si Kirno memiliki penis yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasa saja, penisnya terasa dingin, dan Kirno belum disunat,&lt;br /&gt;"Bole saya hisap penis kamu?"kataku,&lt;br /&gt;"Oh hik hi hik bole neng boleh cik vyonne, kalau mau silahkan,&lt;br /&gt;langsung aja ga usa malu malu kalau memang kepengen ogut punya&lt;br /&gt;ya"kta Kirno cengengesan,&lt;br /&gt;Maka akupun mulai menghisap sampai ia kegelian, kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Giliran gua giliran gua"kata pak Suryo seperti anak kecil minta&lt;br /&gt;permen, sedangkan pak Suryo memiliki penis yang terbesar diantara&lt;br /&gt;mereka, "Mbah, boleh saya hisap penis mbah?"kataku dengan wajah&lt;br /&gt;sudah seperti udang rebus yang kontras dengan kulit putihku, menahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa malu yang amat sangat, "silahkan dik, nanti setelah cobaiin&lt;br /&gt;****** abang dijamin ****** lain uda beda rasanya uda ga bakalan&lt;br /&gt;mau"kata pak Suryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menghisap penisnya ternyata ada sesuatu di ujung penisnya,&lt;br /&gt;sesuatu yang bergrinjal grinjal, seperti batu atau sesuatu yang&lt;br /&gt;tidak kuketahui, aku cuek saja, sambil terus menghisap, menjilati,&lt;br /&gt;memberi air liur dan kuhisap lagi, memang terasa enak penis pak&lt;br /&gt;Suryo, ada sesuatu yang lain daripada yang lain, sesuatu yang asyik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat perasaan jadi tenang dan ingin terus melumatnya sampai&lt;br /&gt;habis,&lt;br /&gt;"Okey okey, jangan keenakan gitu non, sekarang si badan baja mau&lt;br /&gt;coba mulut luh juga niih, mau cobain kehebatan mulut atas luh, nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita kita juga bakal cobain mulut bawah luh mau tau luh pantes jadi&lt;br /&gt;budaknya kita pa nggak, gih jajal temen gua, sori juri satu lagi&lt;br /&gt;maksud gua"kata pak Suryo sambil ngakak sendiri sambil dengan nada&lt;br /&gt;mengejek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayoh cepet gua uda ga sabar mau diisep ama perek, pecun kaya luh,&lt;br /&gt;mau cobain mulut anak orang kaya jadi pecunnya kita, pasti asyik&lt;br /&gt;betul kan hahahahaha"ejek Prabawa, kupingku terasa panas, tetapi&lt;br /&gt;menghadapi ejekan demi ejekan justru membuatku makin bergairah&lt;br /&gt;terhadap orang orang yang kelasnya dibawahku semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Prabawa ternyata dengan tubuh besarnya memiliki penis&lt;br /&gt;terkecil diantara mereka tetapi memili diameter yang terbesar, pada&lt;br /&gt;saat aku menghisap penis Prabawa, si Kirno sudah tidak tahan, ia&lt;br /&gt;memasukkan jari jarinya ke dalam vaginaku dengan agak kasar,&lt;br /&gt;vaginaku memang sudah basah, karena aku merasa sangat terangsang&lt;br /&gt;sekali dengan keadaan ini, aku tahu posisiku sedang diancam, tetapi&lt;br /&gt;batinku mengatakan kalaupun aku tidak dalam keadaan diancam mungkin&lt;br /&gt;aku juga akan melakukan dengan sukarela, entah apa yang menyebabkan&lt;br /&gt;aku punya pikiran seperti ini, apakah mungkin Pak Suryo yang seorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dukun cabul? Aku tidak tahu yang kutahu aku sangat menikmati&lt;br /&gt;perlakuan mereka.&lt;br /&gt;Penis mereka satu persatu kukulum tetapi mereka tidak mau sampai&lt;br /&gt;mengeluarkan, katanya masih panjang perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wuih ilah basah betul nih cewe kita, ci emang enak ya ngisepin&lt;br /&gt;******? Asyik ya? Kita juga merasa mulutnya nci jago sih, belajar&lt;br /&gt;dimana sih? Udah biasa yah ama hansip hansip rumah? Ato satpam&lt;br /&gt;satpam? Ko keliatannya jago amat yah?"kata Kirno mengomentari.&lt;br /&gt;"Hmmmm…….. harum lagi…"kata Kirno lagi, sambil menghenduskan&lt;br /&gt;hidungnya ke vaginaku, ia sekarang mempermainkan clitorisku, ia&lt;br /&gt;gosok gosokkan,&lt;br /&gt;"Ah… jangan… jangan… ahhh…"aku sangat terangsang tetapi aku tidak&lt;br /&gt;ingin mereka tahu, aku berusaha merapatkan kedua pahaku, agar tidak&lt;br /&gt;dikerjai Kirno lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;Tetapi yang terjadi selanjutnya malah aku yang membuka kedua pahaku&lt;br /&gt;sementara kamera terus memfokuskan kemaluanku, badanku dan wajahku,&lt;br /&gt;"AAAHHHHHHH…..AHHH"akhirnya aku tidak tahan lagi, aku memuncratkan&lt;br /&gt;cairan kewanitaanku, memang tidak banyak wanita yang dapat&lt;br /&gt;memuncratkan kewanitaannya, jarang sekali, tetapi aku salah satu&lt;br /&gt;dari sekian banyak gadis,&lt;br /&gt;"Wuih gila mannnnn…. Muncrat…. Aje gile…. Emang cewe Chinese semua&lt;br /&gt;gitu ya Pram?"ujar Kirno penasaran dan agak norak.&lt;br /&gt;"Nggak tau deh gua, ntar luh cobain aja temen temennya"kata Prambo&lt;br /&gt;langsung tersentak aku terkejut, teman temanku? Apa mereka juga mau&lt;br /&gt;mencicipi teman temanku? Tapi aku sudah terlalu capai untuk&lt;br /&gt;mengomentari hal itu, aku biarkan saja hal itu seolah olah aku tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah sekarang giliran gua ya"kata Pram sambil mendekati diriku,&lt;br /&gt;ia mengarahkan penisnya kearah kemaluanku, sementara aku masih dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keadaan membukuk terlungkup, aku merasakan ujung penisnya menyentuh&lt;br /&gt;ujung vaginaku, ia putar putarkan vaginanya, tiba tiba ia&lt;br /&gt;menjulurkan tangannya ke arah wajahku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ludahin,"perintahnya.&lt;br /&gt;Akupun menurutinya kuludahi telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tambah lagi lebih banyak"katanya lagi, maka aku meludah lebih&lt;br /&gt;banyak,&lt;br /&gt;Air liurku kemudian dihirup sebentar olehnya, "uhh gila wangi&lt;br /&gt;yah"komentarnya yang kemudian dioleskan ke penisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan cairan kewanitaanku dan air liurku ia mulai&lt;br /&gt;memasukkan penisnya, "Ini cewe yang minta loh, buktinya ****** gua&lt;br /&gt;bisa masuk berkat memeknya yang basah dan ludahnya sendiri, jadi&lt;br /&gt;memek bawah ama memek atas kasi pelican hahahaahah"ejeknya yang&lt;br /&gt;diikuti tawa ketiga teman – temannya, perkataannya sangatlah kasar,&lt;br /&gt;mulut indahku ini dikatakan maaf memek, sangatnya tidak etis, tapi&lt;br /&gt;aku terlalu larut dalam kenikmatan permainan mereka, aku telah&lt;br /&gt;menjadi budak seks mereka.&lt;br /&gt;Akhirnya aku merasakan penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku,&lt;br /&gt;ia mulai mengenjotku dengan posisi doggie style "OOugh… ough… gila…&lt;br /&gt;enak… waduh… cowo luh ga pernah ewe in luh yah? Kok masi sempit sih&lt;br /&gt;luh punya? Tapi uda ga perawan, Kok bisa? Luh suka masturbasi yah?&lt;br /&gt;Luh ilangin sendiri yah perawannya luh?"ujar Pram sambil terus&lt;br /&gt;mengenjot vaginaku, tangannya meremas remas payudaraku, dari arah&lt;br /&gt;belakang. Aku merasakan nyeri pada vaginaku, aku sering merawat&lt;br /&gt;kemaluanku itu, memang aku sudah pernah melakukannya sekali bersama&lt;br /&gt;cowoku, tapi itu sudah lama dank arena kami sama sama khilaf, tapi&lt;br /&gt;kemudian tidak pernah melakukannya lagi, hanya sekedar jilat jilat&lt;br /&gt;badan dan oralseks saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera terus diarahkan ke arah di mana penisnya memasuki area&lt;br /&gt;kemaluanku, keluar – masuk – keluar – masuk. Begitu seterusnnya,&lt;br /&gt;sampai akhirnya aku mencapai puncakku yang kedua kalinya sementara&lt;br /&gt;Pram belum menujukan tanda tanda akan keluar, ia juga mengambil&lt;br /&gt;kamera digitalku untuk memotret moment tersebut, sambil film terus&lt;br /&gt;dilanjutkan, mungkin ini sudah dvd yang kedua, aku tidak tahu, yang&lt;br /&gt;pasti aku memang selalu membawa cadangan dvd kosong, di tasku ada&lt;br /&gt;sekitar 5 dvd lagi yang masih kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Pram memutar mutarkan penisnya kedalam vaginaku, aku&lt;br /&gt;merasakan batang penisnya menyentuh seluruh rongga vaginaku, terasa&lt;br /&gt;berputar putar, terasa sangat penuh, sampai akhirnya aku rasakan&lt;br /&gt;penisnya berdenyut denyut di dalam rongga vaginaku dan aku&lt;br /&gt;sendiripun sudah akan mencapai klimaksku yang ketiga kalinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uoooooohhhhh….."teriakknya diikuti semburan spermanya di dalam&lt;br /&gt;rongga rahimku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan takut hamil juga, tapi saat itu untung bukan masa&lt;br /&gt;suburku,&lt;br /&gt;Kemudian Pram belum juga melepaskan penisnya memutar tubuhku hingga&lt;br /&gt;aku berhadap hadapan dengannya, dengan penis masih menancap di&lt;br /&gt;vaginaku dia mulai mencumbuku dengan ganasnya, akhirnya aku pasrah&lt;br /&gt;saja ketika lidahnya mulai bermain main di mulutku, aku juga ikut&lt;br /&gt;membalas cumbuannya, aku kait kaitkan lidahku dengan lidahnya, air&lt;br /&gt;liur kami sudah menetes netes di pinggir bibir kami, akhirnya ia&lt;br /&gt;melepaskan panggutannya sehingga aku dapat menghirup udara sesaat.&lt;br /&gt;Kemudian ia melepaskan penisnya dari rahimku, disusul dengan lelehan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;spermanya yang lengket dan legit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran Kirno yang maju menyerangku, ia langsung menciumi telingaku&lt;br /&gt;leherku sehingga aku kegelian, kemudian ia menjilati wajahku&lt;br /&gt;sehingga basah dan bau air liurnya, ternyata si Kirno mempunyai&lt;br /&gt;masalah dengan bau mulutnya, aku sebenarnya sudah mau muntah juga,&lt;br /&gt;tetapi akhirnya aku dapat beradaptasi dengan mulutnya dan tubuhnya&lt;br /&gt;yang dingin, setelah puas menciumi wajahku kini giliran payudaraku&lt;br /&gt;yang mendapat cupangan cupangan, kulit putih mulus payudaraku jadi&lt;br /&gt;penuh dengan cupangan cupangan merah dan air liurnya, kemudian&lt;br /&gt;barulah ia melepas bajunya semua hingga bugil dan kembali menciumku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan ia menciumi dan menjilati vaginaku, ia menjilati clitorisku&lt;br /&gt;sampai aku mengerang keenakan, sementara si Prabawa dan Pak Suryo&lt;br /&gt;masing masing sudah telanjang sambil mengocok kemaluannya sendiri,&lt;br /&gt;handycam sekarang di pegang pak Suryo, dan kamera digital pada&lt;br /&gt;Prabawa, sedangkan Prambo entah menghilang kemana.&lt;br /&gt;Mereka tertawa cencengesan melihat ulah Kirno yang asyik dengan&lt;br /&gt;Vaginaku, aku sendiri pun sudah tak tahan dan akhirnya aku mencapai&lt;br /&gt;klimaks kembali, tetapi tidak muncrat seperti yang pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba Kirno bangkit dan membuka sebuah bungkusan kecil seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bungkusan permen, yang lain juga kebingungan pada apa yang dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirno, si Prabawa berusaha mendongkakan kepalannya melihat ulah&lt;br /&gt;Kirno, begitu ia tau langsung ia mendekati Kirno dan tiba – tiba,&lt;br /&gt;PLAKKK, kepala Kirno di geplaknya "Guoblok luh, gua kira ngapain,&lt;br /&gt;pake kondom segala luh!!! Tolol bener sih luh jadi orang? Ada juga&lt;br /&gt;si non ini yang takut ketularan penyakit dari kita bukannya elu yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;takut kena penyakit dari nih cewe!! Bego banget sih luh? Buang tuh&lt;br /&gt;kondom!!!"bentak Prabawa pada Kirno,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenyata si Kirno ingin memasang kondom pada penisnya, aku sendiri&lt;br /&gt;pun merasa geli dan rasanya mau tertawa tapi kutahan, melihat&lt;br /&gt;kebodohan Kirno ini.&lt;br /&gt;"Iya iya uwis tak buang aja! Huh gitu aja marah"ujar Kirno mendumel&lt;br /&gt;dengan logat jawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kepala penis Kirno mulai memasuki liang vaginaku, liang&lt;br /&gt;vagina ku terkuak bersamaan masuknya batang penis Kirno, vaginaku&lt;br /&gt;tidak terlalu sakit lagi karena ada bekas cairan sperma Prambo,&lt;br /&gt;tubuhku diseret kearah lantai yang agak becek, aku rasakan rambutku&lt;br /&gt;dan bagian kepalaku basah oleh air kotor yang ada di lantai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Kirno yang kurus ceking tersebut, saat bersentuhan kulit&lt;br /&gt;denganku terasa dingin, tubuhnya seperti cicak yang dingin, kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia menempelkan telapak tangannya pada lantai yang basah kemudian&lt;br /&gt;meremas dadaku, sehingga dadaku terkena cairan kotor yang ada di&lt;br /&gt;lantai, "Uuuhhh…"keluhku sambil mengerutkan dahiku karena berasa&lt;br /&gt;jijik, "Kenapa? Nikmatin aja ya ci, heheehe"ujar Kirno sambil&lt;br /&gt;cengengesan sambil terus memompa penisnya keluar masuk liang&lt;br /&gt;senggamaku, kali ini jarinya bergerak kea rah lubang anusku, ia&lt;br /&gt;mainkan jarinya di sekitar lubang anusku, sambil sesekali&lt;br /&gt;mencocolkan air dari lantai, membuat lubang duburku, kembang kempis&lt;br /&gt;menahan rasa geli yang diperbuatnya, dan kemudian jarinya mulai&lt;br /&gt;memasuki lubang anusku, aku tidak tahu dengan jari apa ia memasukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke anusku, tapi aku membuka lebih lebar liangku agar tidak terlalu&lt;br /&gt;sakit, karena dari beberapa artikel yang kubaca, agar wanita tidak&lt;br /&gt;merasakan&lt;br /&gt;sakit saat analseks maka ia harus merelakan dimasukan, dan tidak&lt;br /&gt;bole ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan aku menikmati perlakuan kotornya ini, aku rasakan saat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia mengeluarkan jarinya maka mulut anusku akan terlihat monyong dan&lt;br /&gt;sewaktu dimasukan akan melesak kempot ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahaku tak terasa membuka sendiri dengan lebar, berharap Kirno&lt;br /&gt;melakukan lebih jauh lagi "Ahh ahhhh, ahhhh"desahku aku merasa tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat membendung lagi hasratku rasanya begitu nikmat, aku merasa&lt;br /&gt;melayang layang "AAAAA HHHHH aaa"akhirnya aku mencapai puncak&lt;br /&gt;kenikmatanku untuk yang kesekian kalinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He hehe enak ya non? Padahal biasanya pada jijik loh kalau mau main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ama saya, hehehe ternyata non doyan juga ya ama saya? jadi pacar aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aja mau?"tawa Kirno.&lt;br /&gt;Aku hanya diam, tidak memperdulikannya, aku hanya memejamkan mataku&lt;br /&gt;merasakan masa masa kenikmatanku, begitu nikmatnya sampai badanku&lt;br /&gt;bergetar getar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keringat mengucur di seluruh tubuhku, aku sangat kelelahan, aku&lt;br /&gt;sempat bernafas kira kira 2 menit lamanya, sampai akhirnya giliran&lt;br /&gt;pak Suryo yang seorang dukun ini mengarapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hehehe non, tenang aja yah, nyantai aja, ntar kalau uda nyobain&lt;br /&gt;****** mbah, dijamin non pasti mutusin cowo non, ****** mbah ini&lt;br /&gt;sekali dicoba topcer ampe nyess nyess… hehehehe"ujak pak Suryo yang&lt;br /&gt;membuatku bergidik mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba ponselku berbunyi, rupanya orangtuaku menghubungiku,&lt;br /&gt;ingin rasanya aku berteriak minta tolong, tetapi "Hei, awas kalau&lt;br /&gt;macam – macam, Prambo sedang berada di depan rumahmu ingin membakar&lt;br /&gt;rumahmu, bila kau macam macam, kami tinggal menghubunginya,&lt;br /&gt;bagaimana?"kata Prabawa. "Bajingan kalian ini semua!!!"umpatku dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati, "Baik, aku akan menuruti kalian"kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo ma, sorry yah ma ga hubungin mama, aku lagi di rumah Shinta,&lt;br /&gt;bantuin skripsinya, mama ga usa khawatir ya…"kataku. Setelah mamaku&lt;br /&gt;menyarankan agar tidak tidur terlalu larut, dan berbasa basi&lt;br /&gt;sebentar, akhirnya aku mengucapkan selamat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hm… untuk jaga jaga supaya mamamu saat menghubungi Shinta dan kamu&lt;br /&gt;ternyata tidak ada di sana, sebaiknya kamu telpon temanmu itu"kata&lt;br /&gt;pak Suryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akupun menuruti kehendaknya, dengan cerita yang dikarang bahwa&lt;br /&gt;aku berada di rumah pacarku saat ini dan aku juga mengatakan apabila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mamaku saat menelepon ke rumahnya, minta ia beralasan saya sedang ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wc atau sedang tidur atau apapun juga supaya mamaku tidak mengetahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menginap di rumah pacarku, bahwa aku menginap di rumah Shinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tidak lupa juga aku menelepon pacarku bahwa aku sedang&lt;br /&gt;berada di rumah Shinta dan memintanya untuk tidak menghubungi rumah&lt;br /&gt;Shinta karena takut mengganggu orang orang di rumah Shinta, dan ia&lt;br /&gt;pun mau mengerti, tapi yang membuat saya kesal adalah saat aku&lt;br /&gt;sedang menelepon pacarku pak Suryo terus menggeranyangi tubuh&lt;br /&gt;mulusku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akhirnya telepon pun diakhiri bersamaan menghujamnya penis&lt;br /&gt;pak Suryo ke kemaluanku bleessss… "Ahhhh…"rintihku sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian tubuhku tiba tiba merinding bulu bulu romaku berdiri&lt;br /&gt;semua, menambah kesexian di mata pak Suryo, tiba – tiba saja aku&lt;br /&gt;merasakan sesuatu yang sangat nikmat, padahal pak Suryo belum lagi&lt;br /&gt;menyodok yodok barangnya di dalam kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahhh… Uhhh E e enakkk"desahku tak karuan, aku merasa cuek saja toh&lt;br /&gt;aku juga sudah disetubuhi dari tadi, tidak masalah apabila kali ini&lt;br /&gt;aku ingin menikmati senikmat nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Suryo mulai memaju mundurkan pinggulnya pertama tama pelan makin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lama makin kencang keluar – masuk – keluar – masuk – keluar – masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disertai bunyi kecipak kecipak, sambil tangannya terus memainkan&lt;br /&gt;putting susuku, diplintir kesana kemari layaknya mencari gelombang&lt;br /&gt;Sonora untuk radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tahan lagi dengan perlakuan pak Suryo yang entah jago&lt;br /&gt;bermain sex atau memang ada jampi jampinya, aku tidak peduli yang&lt;br /&gt;penting sekarang aku merasakan diriku berada di awang awang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaaaahhh aahhh terus pak terus enak banget sih, ahhhh ahhh&lt;br /&gt;ahhh…"teriakku, "Enak kan non? Enak mana ama punya pacarnya non?&lt;br /&gt;Mbah bikin kamu ketagihan yah?"ledeknya. "Iya mbah enak&lt;br /&gt;banget"ujarku yang sudah tidak peduli lagi bahwa saat ini kamera&lt;br /&gt;sedang mengarah padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam lamanya pak Suryo memainkan penisnya diputar di keluar&lt;br /&gt;masukan baik lembut nian, maupun kasar, tapi aku suka sekali,&lt;br /&gt;rasanya aku tidak ingin melepaskan penis pak Suryo dari kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-5497677850921452397?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/5497677850921452397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/kisah-pemerkosaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5497677850921452397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5497677850921452397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/kisah-pemerkosaan.html' title='Kisah pemerkosaan'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-2259450972639583051</id><published>2009-06-15T10:34:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T10:37:36.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita ml'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vagina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot ibu mertua'/><title type='text'>ML denga Ibu Pacarku</title><content type='html'>Hal gila yang ga mungkin bisa aku lupain, dimana ak pernah ML ama ibu pacarku, begini &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; ini ....&lt;br /&gt;aku udah punya seorang cewek......yah dia kan udah gede ...tinggi banget anaknya&lt;br /&gt;alkisah, aku pacaran ama dia lama banget, tapi aku belum pernah sekalipun bertemu engan keluarganya..dikarenakan dia tinggal dengan neneknya. Ibunya tinggal di luarkota untuk cari duit. Pertamanya aku kasihan lihat cewekku, bapaknya kan udah cerai ama ibunya. so dia tinggal sendiri sama neneknya.&lt;br /&gt;Pernah sih sesekali ngobrol lewat telpon sama ibunya. enak juga sih diajak ngobrol, klihatannya kalo dari gaya bicaranya, dia masih muda banget, lalu aka tanyain ama cewekku, eh ternyata apa katanya?????&lt;br /&gt;Umurnya masih 25..hehehe masih sexy tuh paling&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sudah aku pacaran ma dia, sebut saja namanya rani. Aku ga tau kenapa nekad aja, pas suatu malam.&lt;br /&gt;Aku ajak dia jalan2 keliling kota, pertamanya sih ga ada niatan apa2, tapi pas kita berhenti di suatu toko, aku ga sengaja lihat majalah yang agak senonok gitu deh.&lt;br /&gt;otakku jadi kaco. nafsuku jadi semakin ga karuan..Tanpa ba bi bu, aku ajak aja si rina pulang. "Ayo rin kerumahku dulu, kita nyante dulu dirumah", ajak ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setibanya dirumah, kayaknya emang kesempatan memihak padaku. Rumahku sepi banget&lt;br /&gt;orang2 ga ada dirumah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basa basi dulu deh ma rani "ran ibumu ga pulang yah?" tanyaku.&lt;br /&gt;"pulang bulan depan mas, "jawab rani lugu.&lt;br /&gt;"oh gitu yah?" ku tanggapi dengan bimbang,karena nafsuku udah ga tahan nih pingin segera meletus letus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung aja deh aku deketin dia pelan2, seperti biasanya kalo aku sedang ingin kissing.&lt;br /&gt;dia juga membalas ciumanku dengan mesra dan penuh kasih sayang, tapi aku mencumbunya dengan penuh nafsu...&lt;br /&gt;Tanganku mulai bergerilya di balik kaos ketat merk c59 itu, segera menerjang kebelakang untuk membuka Bra yang dipakainya.&lt;br /&gt;Tanpa melepas kaosnya, aku udah melepas ikatan Branya ...(orang buru2 yah gini ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak begitu lama, segera saja tanganku pindah kedepan, kuraba dengan halus kulit nya yang sangat mulus, sampa iakhirnya kurasakan bagian yang agak menonjol. 34 b&lt;br /&gt;setelah kuremas pelan bagian yang kenyal itu, lalu aku raba sedikit bagian pucuk pentilnya&lt;br /&gt;aku mainkan sedikit di bagian itu, eh dia mulai ga konsen dengan ciumannya, dia malah merem melek, mendesis seperti ular ketemu mangsanya...." SSSZZZZTTTTTT" desahnya yang bikin aku ngaceng banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga sabar banget nih, rasanya ubun2ku udah mau pecah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aja aku buka kaosnya beserta Branya...&lt;br /&gt;Langsung aku lahap puntingnya, dan ku hisap hisap sampai dia menggerang "aaooouuhgghht"&lt;br /&gt;Sebalah kiri ku hisap, sebelah kanan ku remas remas pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah cukup disebelah kiri segara saja aku hisap juga sebelah kanan.....&lt;br /&gt;"Aaaaggghhttt, mas geli ah" rintihnya&lt;br /&gt;"tapi enak kan dek?" tanyaku dengan canda&lt;br /&gt;"iiiyyyaaa massss, aagghhhhtthh" dia mulai kehilangan pegangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat dia lupa daratan, segera kuslipkan jemariku di balik celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ohhh begitu hangatnya dan sangat basah disini&lt;br /&gt;dia terlihat diam dan menikmatinya&lt;br /&gt;semakin aku ingin memainkan klitorisnya&lt;br /&gt;"aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh mas aaaahhhhhggggtt" rintihnya mengeras saat itu kudengar suara motor masuk ke garasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segera saja aku dan rani langsung sadar...(padahal aku belum perawani dia)&lt;br /&gt;kenapa kesempatan ga ada yah??/???? "sial" umpatku&lt;br /&gt;well akhirnya aku ga berhasil perwani dia hahahaha(jangan kecewa, masih ada yang lainnya kok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya, tiba hari dimana ibunya Rani pulang.&lt;br /&gt;Aku ikut menyambut kedatangan Ibunya rani(sebut saja tante lia) di rumah tante lia sendiri.&lt;br /&gt;ternyata tante lia benar2 masih muda n sexy banget......wajahnya ga jauh beda dengan anaknya&lt;br /&gt;"Selamat datang Tante,"sembari kusalami tante lia, tercuim bau harum menusuk hidungku&lt;br /&gt;"Oh iya, km yah pacarnya Rani?" Tanya nya dengan pandangan yang liar.&lt;br /&gt;"Iya tante," jawabku dengan sedikit grogi.&lt;br /&gt;"tolong dong kamu bantuin rani angkat barang2 di taksi" dia memintaku&lt;br /&gt;" baik tante," segera saja aku angkat barang2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(langsung aja di hari yang paling enak)&lt;br /&gt;ku ambil motor, setelah aku berdandan rapi&lt;br /&gt;aku niatnya sih apel kerumah rani,&lt;br /&gt;tapi begitu aku sampai dirumah rani...............&lt;br /&gt;kuketok pintu rumah rani.....apa yang aku lihat benar2 membuatku ga tahan.&lt;br /&gt;Tante lia keluar membuka pintu dengan pakaian yang sangat minim, celana pendek 15 cm diatas lutut dan baju tanpa lengan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tante Raninya ada?" tanyaku dengan sopan dan halus.&lt;br /&gt;"Aduh Rani tadi masih aku suruh ambil barang dirumah neneknya," jawabnya dengan halus. wah padahal rumahnya si nenek jauh banget.&lt;br /&gt;"dah dari tadi yah tante?" tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;"barusan berangkat nih, masuk dulu deh, ditunggu aja, toh dia juga ga lama, cuma ambbil barang," sembari menyuruhku masuk.&lt;br /&gt;"iya deh tante," jawabku sangat sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah aku duduk di kursi, tante membuatkanku minum, saat kulihat dari belakang...buseeeeeeettttt pantatnya...bikin ga tahan aja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini diminum dulu dek," sambil menyuguhkan minuman dingin.&lt;br /&gt;"iya makasih tante," hehe&lt;br /&gt;"Tante mandi dulu ya dek, gerah banget di sini," minta izin dengan sedikit senyuman nakal.&lt;br /&gt;"Iya tante biar saya disini aja," keringat dingin keluar di seluruh tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil mengisi waktu luang, aku melihat2 foto2 yang ada di dinding..... foto masa kecil rani, foto bapaknya, dan foto masa muda tante lia.&lt;br /&gt;Emang bener2 cantik masa muda tante lia..&lt;br /&gt;Beberapa menit berlalu, aku mulai bosan melihat foto2 ini.&lt;br /&gt;Aku beranjak dari tempatku melihat foto, ehhh ternyata....kamar mandinya ga ditutup rapat pintunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas saja aku menuju pintu kamar mandi itu, aku menyelipkan pandanganku di balik pintu itu.&lt;br /&gt;Disana terlihat tubuh yang indah dan begitu mulusnya tanpa bercak sedikitpun.&lt;br /&gt;Beberapa menit berlalu, saat tante mulai menggosok badanya dengan sabun, torpedoku mulai terangkat, mulai ga mau diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pegang saja torpedoku agar terasa enak gitu.........&lt;br /&gt;sampai2 aku tak sadar kalo tante udah mulai ambil handuk.....segera saja aku berlari ke kursiku, dengan sedikit membuat suara gaduh karena buru buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante mulai berjalan kekamarnya........&lt;br /&gt;tak lama kemudian terdengar suara mamanggilku&lt;br /&gt;"dek randy tolong kesini sebentar dong, bantuin tante....," suara tante.&lt;br /&gt;"iya tante," dengan hati berdegub aku datang kekamar tante lia.&lt;br /&gt;sesampainya di kamar, aku lihat tante memakai celana + bra, tapi branya ga di talikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tolong ini ikatin dong dek." pintanya manja.&lt;br /&gt;"ii iiya tante," aku semakin gemetar.air liurku serasa habis aku telan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terasa begitu halus kulit tante lia, seakan aku mau terus menyentuhnya, aku ga memasang Branya.&lt;br /&gt;"lho dek, ayo dong cepet pasang, gimana sih?" pintanya.&lt;br /&gt;"ooo iya tante, maaf," aku terkejut, seakan di tampar seribu kali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dek tadi apa ada orang masuk rumah?" Tanyanya menyela.&lt;br /&gt;"Ga ada tuh tante. emang kenapa?" tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;"Ga, tadi kayaknya ada yang ngintip aku mandi deh." .........&lt;br /&gt;Wah aku semakin kalut., keringatku semakin bercucuran, untung saja aku udah selesai memasang Branya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eeehh anuuu tante,,, giniii eeehhh,mmmmmm" aku mulai gugup&lt;br /&gt;"anu kenapa? jangan2..............," tante mulai curiga.&lt;br /&gt;"Tidak tante, aku tudak ngintip lho, aku ga tau sama sekali, bener deh, aku ga tau pokoknya" kegugupan ku semakin parah&lt;br /&gt;"Lho ya, kok kamu gugup banget, santai aja..."sembari dia memegang pinggangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kalo dek randy yang ngintip aku iklas kok," langsung saja dilemparkannya tubuhku ke atas tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bisa apa apa, hanyabisa menelan air liur yang sudah habis dari tadi.&lt;br /&gt;Segera saja, dia ikut terjun di atas tempat tidur, dengan tanpa memakai pakaian.&lt;br /&gt;Tepat berada diatasku.&lt;br /&gt;Kembali dia tanggalkan bra yang aku pasangin tadi&lt;br /&gt;"dek udah pernah ngerasaain belu?" tannyanya dengan tangannya mulai menggerayangi torpedoku yang udah menegang dari tadi.&lt;br /&gt;"mmeemmmmmmmmmmmmmmhhhhhhhh" aku tak bisa berkata apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia langsung aja mencopot ikat pinggangku beserta celanaku....sampai akhirnya torpedoku keluar semua tanpa ada yang tertutupi.&lt;br /&gt;Dibuangnya celanaku dengan keras di bawah tempat tidur....&lt;br /&gt;Dengan pandangan centil, langsung saja dia melahap torpedoku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hangat sekali rasanya..... "ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh" rintihku pelan menikmati permainan tante lia.&lt;br /&gt;dia sanngat prof dalam masalah ginian. maklumlah namanya juga udah tante&lt;br /&gt;dilahap semua sampai tak tersisa, sampai2 dua telurku juga di jilat, ah bener2 nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia mulai mencopot celananya, tetapi mulutnya masih saja menjilati torpedoku, seakan dia tak mau membiarkan torpedoku istirahat barang sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu celananya terlepas dari tubuhnya, dia memindah posisinya....&lt;br /&gt;Kepalaku di apit oleh kedua pahanya. Terus dia tetap aja menjulati dan menghisap torpedoku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tau harus bagai mana. tapi begitu ada daging merah yang ditumbuhi bulu2 halus itu, segera saja aku juga menjilatinya dengan pelan dan lembut.&lt;br /&gt;setiap lipatan kunikmati, ku julurkan lidahku kedalam,........&lt;br /&gt;ohhhh baunya benar2 nikmat...........&lt;br /&gt;ku jilati klitorisnya, kupermainkan, g\ku gigit...&lt;br /&gt;saat kurasakan tubuhnya mulai gemetar, semakin keras kupermainkan kliorisnya............&lt;br /&gt;tak lama kemudian&lt;br /&gt;"aaaahhhhhhhhhhhh" tante lia merintih kecil, disertai kluarnya cairan hangat dan kental dari lubang indah itu.&lt;br /&gt;Tak mau melewatkannya, ku jilat habis cairan itu.&lt;br /&gt;"Ayo dek, tante udah ga tahan, gatal banget di dalam sana." pintanya dengan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segera saja dia berpindah arah, dia duduk diatas tubuhku, dan memasukan torpedoku ke dalam lubang indah itu.&lt;br /&gt;"aaahhhh" rintihku kenakan. benar - benar hangat dan begitu sempitnya lubang &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia mulai bergerak pelan, naik turun, sembari menata tubuh.&lt;br /&gt;Setelah mulai tertata. tempo gerakannya mulai dipercepat........sampai terdengar suara.."plok plok plok," suara pantatnya menepuk - nepuk pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaaahhh ahhh" tante mulai hilang kendali, merintih tanpa pedulikan apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai 3 menit..........gerakan tante semakin keras,, tak tau kenapa, sangat keras gerakanya sampai akhirnya......&lt;br /&gt;"AAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH," terasa di atas torpedoku cairan hangat yang memenuhi lubang nikmat itu, memaksa torpedoku untuk keluar dari lubang itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tante tak bergerak sedikitpun, Terlihat dia lemas. lalu&lt;br /&gt;"dek kamu di atas yah," pintanya dengan memelas&lt;br /&gt;"iya deh," Segera saha aku berdiri dan pindah posisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai memasukan torpedoku ke dalam lubang itu,&lt;br /&gt;aku gerakan maju mundur dengan pelan.......&lt;br /&gt;saat udah mulai lancar, aku sedikit menambah kecepatann pergerakanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurasakan posisiku agak begitu tak nyaman. ku angkat kedua kakinya, berada di pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaaahhh dek, aaaaaaaahhhh kamu pinter dekm," dengan wajahnya yang sangat menikmati permainanku.&lt;br /&gt;"alah tante nih bisa aja." sambil ku tersenyum....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aahhhh dek aaaah ayo lebih cepat dek," pintanya sambil dia menggigit bibirnye.&lt;br /&gt;Akupun menjadi semakin menggila, ku pecepat gerakanku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aaahh terus dekk kkkkk haaaaaaaahhhhhhhhhhhhh tuh kan keluar lagi tante," sambil mempermainkan klitorisnya sendiri..&lt;br /&gt;Aku tetap menggerakan torpedoku maju mundur walau apapun yang terjadi.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dekkkk dogy yu..." pintanya dengan terlihat sangat kelelahan..tapi juga sangat kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak kata segera saja aku cabut torpedo ini..........&lt;br /&gt;dia langsung memasang posisinya, dan terlihat dari belakan, daging merah yang merekah, yang membuatku terpana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo deeekk, kok malah bengong, masukin donk..bikin tante seneng,." pintanya dengan genit.&lt;br /&gt;"iya tante, maaf" aku malu banget, karena kurang banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segera kuhujamkan turpedo ku kedalam lipatand aging itu, serasa lain rasanya kalau lewat belakang.&lt;br /&gt;"Aaahhh bener gitu dek ahhhh." rintihnya menikmati.&lt;br /&gt;" ahhh ahh enak tante, vagina mantap" aku sudah berani bicara........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaaaaaaaahhhhhhhhhh tersu dek, tabah kecepatan dek" dengan menggrutu, dia meremas remas senduru susunya.&lt;br /&gt;"aaaahhhh dek tersuuuuuuuuuuuuuuusssssssss" semakin keras menggrutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lama, kurasakan, ada sesuatu yang mau keluar dari tubuhku, seakan tak mau ditahan, aku tak sanggup menahannya&lt;br /&gt;aku semakin keras menghentak kan tubuhku,,&lt;br /&gt;"aahhhh ayo dek aku juga mau keluar nih,,,,,,,,,'" keras banget suarnya..&lt;br /&gt;sampai akhirnya&lt;br /&gt;tak tertahan " ahhhhhhhhhhhhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh tante,,,, ga tahan ahhhaaaaaaaaaaahhhggggggttt " kukeluarkan semua cairan sperma yang ada di tubuhku.&lt;br /&gt;Rasanya seperti hilang semua energiku.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudiamkan beberapa detik torpedoku di lubang itu, sampai akhirnya kami berdua terkulai lemas.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya....acara apelku gagal, aku pulang, tapi aku puas bisa mlampiaskan nafsuku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;enaknya&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-2259450972639583051?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/2259450972639583051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/ml-denga-ibu-pacarku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/2259450972639583051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/2259450972639583051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/ml-denga-ibu-pacarku.html' title='ML denga Ibu Pacarku'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-1628456920072370790</id><published>2009-06-12T01:47:00.001-07:00</published><updated>2009-06-12T01:51:28.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek amoy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek chinese'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sodomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemerkosaan'/><title type='text'>Pemerkosaan Cewek Amoy</title><content type='html'>Kuakui perbuatanku memang sadis terhadap gadis chinese bernama Mei Ling. Tubuhnya yang seksi membuat nafsu birahiku tak tertahankan sehingga aku tega memperkosanya, kisah ini aku ceritakan di &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan, namaku Andi. Aku kuliah di sebuah PTN terkenal di kotaku. Aku mempunyai tetangga perempuan yang masih bersekolah di SMU, namanya Mei Ling. Mei Ling adalah gadis keturunan Chinese. Ia mempunyai wajah yang manis, dan mata yang sipit terlihat indah dibalik kacamatnya. Kulitnya putih bersih, dengan bulu-bulu halus menghias lengannya.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah lama tertarik sama dia, karena tubuhnya yang menggairahkan sekali. Dia suka mengenakan kaos ketat dengan warna cerah. ketika kami bertemu, aku suka curi pandang lengan atasnya yang putih bersih dan ketiaknya yang gemuk dengan beberapa rambut tipis di tengahnya. Mei Ling bertubuh agak pendek, sekitar 158 cm dan menggairahkan. Yang paling menonjol Mei Ling tubuhnya yaitu payudaranya yang cukup montok ukurannya sekitar 34B dan pantatnya yang padat berisi. Ketika kami mengobrol dijalan aku sering memperhatikan orang-orang yang melewati kami, mereka selalu melirik ke arah payudara Mei Ling dan pantatnya yang semontok pantat Nafa Urbach, berharap bisa meremas-remasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Mei Ling pulang sekitar jam 5 sore, karena ia kut les setelah pulang sekolah. Aku sedang dirumah, Mei Ling main kerumahku setelah ia pulang dari les. Dan setiap kali Mei Ling mengobrol selalu kugoda dan kuajak kekamarku. Namun sutau hari, karena aku dengan alasan ingin memeperlihatkan sesuatu, Mei Ling mau juga. Dan kebetulan rumahku sedang tidak ada orang, karena mereka sedang keluar kota. Dikamarku, kutunjukkan novel terbaru "Harry Potter &amp;amp; The Chamber?s of Secret", karangan J. K. Rowling. Mei Ling selalu menanti-nanti terbitnya Novel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira waktu itu sekitar jam setengah delapan malam. Ketika aku bermain game di computer, Mei Ling sedang asyik membaca buku di lantai dan membelakangiku. Ketika aku menengok kebelakang, terlihatlah pantatnya yang terbalut celana panjang. Menantang kejantananku untuk disarangkan ke dalam bongkahan pantatnya yang montok itu. Gadis itu tidak sadar kalau pantatnya sedang ku perhatikan. Rupanya memang tidak sadar kalau sedang kuperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru beberapa menit kemudian Mei Ling membalikkan badannya, aku segera mengalihkan pandanganku ke computer. Mei Ling lalu melihat sebentar game yang sedang kumainkan, lalu ia kembali membaca lagi di lantai tepat disamping bawah kursiku. Ketika kulihat ia kembali, sungguh pemandangan yang sangat membuat keringat dinginku keluar. Kulihat payudaranya yang terbungkus bra di balik kaosnya yang rada longgar karena ukurannya yang cukup besar. Terlihat jelas sekali dari atas, bagian atas kulit payudara Mei Ling yang putih sekali, lebih putih dari kulit lengan dan wajahnya yang sudah sangat putih. Suasana memang sepi disekitar rumahku, namun bagi penduduk sekitar cukup aman untuk dihuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Kurangkul tubuh Mei Ling, dan kubekap mulutnya.&lt;br /&gt;"Eegghh, mmpphh.. mmphh", Mei Ling berusaha berteriak.&lt;br /&gt;Kulumat bibirnya agar ia tidak bersuara. Sambil tanganku mengambil tali pramuka di dekatku. Lalu kuikat kedua lengannya ke belakang. Beberapa menit kemudian, rontaan Mei Ling mulai melemah.&lt;br /&gt;"Ndi. apa yang kamu lakukan".&lt;br /&gt;Mei Ling berteriak begitu mulutnya berhasil lepas dari mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat, kulumat lagi mulut Mei Ling. Kuhisap-hisap mulut dan lidahnya. kujelajahi rongga mulutnya dengan lidahku. Air liur Mei Ling yang kuhisap, meluber keluar membasahi pipi dan sekitar bibirnya yang mungil merah merekah. Kuteguk nikmat air liur cewek Chinese itu. Belum sempat ia bersuara ketika kulepas bibirku di bibirnya, ku masukkan batang &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/kontol"&gt;kont&lt;/a&gt;olku ke dalam mulutnya. Sambil kujambak rambutnya dan kumaju-mundurkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouuhh, mm.", aku melenguh keenakan, di penisku.&lt;br /&gt;Aku merasakan penisku basah, dan dingin di dalam mulut Mei Ling. lalu kubopong gadis itu ke atas tempat tidurku. Setelah mengunci pintu. Aku kembali ke tempat tidurku yang cukup besar. Kutelepon Irfan, temanku untuk membantu menyetubuhi si Mei Ling. Tak lama kemudian, temanku Irfan. Mereka senang sekali kuajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuikat kedua lengan Mei Ling ke masing-masing sudut ranjang, sedangkan kedua kakinya dipegangi kedua Irfan. Kulepaskan satu persatu pakaian Mei Ling, hingga akhirnya Mei Ling hanya memakai Celana Dalam putih dan BH kremnya. Payudaranya menyembul di bagian atas BH-nya. Kulit payudara Mei Ling putih sekali, kontras dengan warna BH-nya. Melihat keadaan tubuh gadis itu, nafsuku menjadi naik. Kontolku menegang, tapi aku masih bisa menahan diri. Tapi tanganku mulai meraba-raba seluruh bagian tubuh gadis itu. Pahanya yang putih mulus sekali, terasa lembut sat ku elus-elus, dan empuk saat kuremas-remas sambil kujilati hingga pahanya basah oleh air liurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan semua itu, Aku melepaskan semua pakaianku hingga telanjang bulat&lt;br /&gt;dengan kondisi kontolku yang udah tegang. Tanpa membuang waktu kudekati Mei Ling yang masih memohon agar dilepaskan. Mei Ling berusaha memberontak Tapi dengan cepat kedekap tubuh gadis itu, dekapanku cukup kuat, Mei Ling hanya bisa terisak-isak menangis. Gadis itu seakan tak berdaya ketika Aku mulai meremas-remas payudaranya yang lumayan besar dan kenyal itu dengan masih dibungkus BH-nya. Sambil menikmati musik house, Lama kelamaan aku menjadi tambah bernafsu, dengan kasar kutarik BH gadis itu dan kulemparkan. Di depan mataku terpampang payudara gadis itu yang putih dengan puting mungil merah muda yang indah sekali Aku meremas-remas payudara gadis Chinese itu dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aakkhh, saakkii..iitt. Ndi, sakkii. it, ampuu..unn. Ndii", Mei Ling meraung-raung kesakitan.&lt;br /&gt;Dadanya menempel erat kedadaku dan akupun merasa ada daging kenyal yang hangat. Aku terus melumat bibirnya, sementara tangan kananku dengan leluasa mengelus-ngelus pahanya yang mulus dan pantatnya yang kenyal. Tangan kiriku meremas-remas payudara kirinya. Kudengar lenguhan-lenguhan kenikmatan dari Mei Ling. Aku lepaskan mulutku dan kuciumi lehernya hingga ke payudaranya, kusedot susunya yang kiri sementara tangan kananku meremas-remas yang kanan. Kutindihi tubuhnya sambil menyedot-nyedot susunya secara bergantian. Saya jilati kedua payudaranya sambil saya gigit dengan keras putingnya yang merah itu.&lt;br /&gt;"Uufh, sakii..iit, oufhh, ohh, oohh saki..iit, ohh".&lt;br /&gt;Mei Ling merintih sambil menangis sesenggukan. Sementara itu aku terusin permainan lidah aku ke arah perutnya yang rata itu, aku berhenti di bagian pusar dan konsentrasi di bagian itu sambil ngeremes bokongnya yang padat, kedua tanganku selipin ke bokongnya dan pelan-pelan aku lucuti celana dalamnya ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaklah sebuah pemandangan yang luar biasa indahnya di balik CD nya dan kurasakan rambut hitam yang masih jarang mengelilingi vaginanya. kuraih klitorisnya dan ku gosok-gosok dengan jari tengahku.&lt;br /&gt;"Oohh, jangaann, sudaahh oufhh, jaa, ngaa, an, oohh".&lt;br /&gt;Dia merintih merasakan nikmat yang dalam karena klitorisnya kugosok sementara lidahku tetap bermain menyedot-nyedot payudaranya yang besar bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arahku. Kupegangi bagian bawah payudara Mei Ling, mulutku menciumi dan mengisap-isap kedua puting susu Mei Ling secara bergantian. Buah dada Mei Ling yang sebelah kanan menjadi sasaran mulutku. Buah dada Mei Ling yang membusung padat itu hampir masuk semuanya ke dalam mulutku dan mulai kusedot-sedot dengan lahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ssshh, sshh, aahh, aahh, sshh, sshh, jangaann, suudaahh.. aku mohoonnn".&lt;br /&gt;Mei Ling terus mengerang. mulutku terus berpindah-pindah dari buah dada yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan menjilat-jilat kedua puting buah dada Mei Ling secara bergantian selama kurang lebih lima belas menit. Tubuh Mei Ling benar-benar telah lemas menerima perlakuanku ini. Matanya terpejam pasrah dan kedua buah dada dan putingnya telah benar-benar mengeras. Aku mulai maraba bulu-bulu halus yang tumbuh lebat di vagina Mei Ling. Ia mulai merintih lagi menahan rangsangan pada vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irfan tidak tahan dengan pemandangan indah itu. Ia lalu memegang kepala Mei Ling, kemudian melumat bibirnya yang tipis dengan bulu-bulu halus di antara bibir dan hidungnya. Mulut irfan mulai menjilati leher Mei Ling, lalu turun ke dadanya. Terasa oleh Mei Ling mulut Irfan menghisapi puting susunya pertama yang kiri lalu sekarang pindah ke kanan. Kemudian Mei Ling menjerit ketika Irfan mengigit puting susunya sambil menariknya dengan giginya.&lt;br /&gt;"Diem, Jangan berisik", Irfan menampar pipi kiri Mei Ling dengan keras, hingga berkunang-kunang.&lt;br /&gt;Mei Ling hanya bisa menangis sesenggukan.&lt;br /&gt;"Gue bilang diem. dasar", sembari berkata itu si Gondrong menampar buah dada Mei Ling, sampai sebuah cap tangan berwarna merah terbentuk di payudara kiri Mei Ling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Irfan melepas celana jeansnya dan kemudian Cdnya. Irfan menduduki kedua susu Mei Ling. Lalu ia mencoba membuka mulut Mei Ling, dan mengarahkan kontolnya dan menggesek-gesekkan kepala penisnya di bibir Mei Ling. Lalu ia menampar-nampar kedua pipi Mei Ling sampai memerah. Tanpa mendapat perlawanan yang berarti dari Mei Ling, kepala penis Irfan telah terjepit di antara kedua bibir mungil Mei Ling, Akhirnya Mulut Mei Ling terbuka, dengan memaksa, Irfan menarik kepalaMei Ling akhirnya penisnya masuk juga kedalam mulut Mei Ling. Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut Mei Ling yang kecil, itupun sudah terasa penuh benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei Ling hampir sesak nafas dibuatnya. Mei Ling dipaksa menjilat dan menyedoti penis Irfan, jika menolak Irfan akan terus menampar pipi Mei Ling. Karena tidak tahan Mei Ling mulai menjilati penis Irfan.&lt;br /&gt;Dia langsung mendesah pelan"Aakkhh, aakkhh.", sambil ikut membantu Mei Ling memaju-mundurkan penis saya di dalam mulutnya.&lt;br /&gt;"Aakk, akk, nikmat sayyaangg".&lt;br /&gt;Kelihatan Mei Ling bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian penis Irfan menyemburkan spermanya banyak sekali di dalam mulut Mei Ling.&lt;br /&gt;"Ooohh, oouuh", Irfan melenguh panjang, merasakan nikmat berejakulasi di mulut gadis Chinese yang cantik dan putih ini.&lt;br /&gt;Mei Ling terpaksa menenggak seluruh sperma Irfan, sedangkan sisanya meluber keluar membasahi bibir dan dagunya. Mei Ling semakin mendesah-desah karena kemaluannya kujilati dengan buasnya. Apalagi tanganku saat itu tidak lepas meremas-remas payudara gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka lebar pahanya kudekatkan ujung kontolku ke arah selangkangan gadis itu yang masih perawan itu. Kugesek-gesekkan kontolku di sekitar liang memek gadis itu. Mei Ling merasakan adanya sesuatu yang meraba-raba kemaluannya. Tiba-tiba Mei Ling teriak keras sekali. Tapi dengan cepat kedekap tubuh gadis itu. Batang kemaluanku yang besar dan panjang ini aku coba kumasukkan dengan paksa ke liang kemaluan Mei Ling yang masih sangat sempit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penisku merobek keperawanannya, ia berteriak kesakitan sambil menangis, dan aku merasakan penisku telah dibasahi oleh darah segar keperawanannya, tapi aku tidak ambil peduli. Dari wajah Mei Ling terlihat dia menahan sakit yang amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu si Irfan dengan ganasnya beradu lidah dengan Mei Ling sambil tangannya turut bekerja meremas dan memilin-milin puting susunya yang masih kecil. Aku masih asyik memaju-mundurkan pantatku dengan cepat. Aku mengebor memeknya dengan kecepatan tinggi sambil kedua tanganku meremas pahanya yang putih mulus dan pantatnya yang sekal, Tangisan Mei Ling semakin keras meraung-raung. Akhirnya tubuh Mei Ling mengejang sampai bergetar. Air mani Mei Ling mengalir melalui rongga vaginanya mengguyur penisku yang tertanam di dalam vaginanya. Sedangkan aku masih menjilati payudaranya, dia mengalami orgasme hebat beberapa saat sampai akhirnya melemas tangisannya samar-samar menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kubalik tubuhku, sehingga posisi tubuh Mei Ling sekarang berada diatasku. Dengan posisi berbaring, kupeluk punggung Mei Ling sambil menaik-turunkan pantatnya sehingga aku merasa semakin nikmat karena pijitan vaginanya. Aku semakin mempercepat gerakan sehingga membuat adegan yang kami lakukan semakin panas karena Mei Ling terus meronta sambil mendesah. Aku terus memompa liang peranakannya dari bawah, sambil kedua tanganku mencengkram dan meremas dengan kasar kedua buah bongkahan pantat Mei Ling yang padat sekali. Tangan Irfan masih memainkan puting susu Mei Ling sambil sesekali menarik-narik payudaranya yang kenyal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam terus berlalu dan aku mulai merasakan seolah-olah akan ada ledakan dalam diriku dan Mei Ling. Aku mengetahui bahwa dia akan klimaks lagi karena Mei Ling semakin kuat mendesah, kupercepat menggenjot tubuhnya. Aku semakin tidak tahan dan kusemprotkan cairan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya dan di saat yang bersamaan pula, Mei Ling berteriak dengan disertai getaran hebat sambil seluruh tubuhnya mengejang. Penisku terasa seperti sedang di"pipis"in olehnya karena ada cairan yang mulai membasahi penisku. Mei Ling mengalami orgasmenya yang kedua. Setelah 46 menit kami bersama-sama melepaskan nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Irfan mendekati tubuh Mei Ling, ia menarik pinggul Mei Ling.&lt;br /&gt;"Ampun. sudaahh, jangan terusin, biarkan saya pulang" rengek Mei Ling sambil minta belas kasihan.&lt;br /&gt;"Heh.. diam kamu" hardik Irfan.&lt;br /&gt;"Ayo nungging, aku mau liat memek dan pantat seksi kamu dari belakang".&lt;br /&gt;Irfan mengangkat pinggul Mei Ling sehingga posisi Mei Ling sekarang nungging.&lt;br /&gt;"Hahaha. begitu manis. Waw.. bagus sekali pantat kamu", sambil Irfan mendekatkan mulutnya ke memek Mei Ling.&lt;br /&gt;Dengan jari Irfan menusuk memek Mei Ling yang menggelinjang menahan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Irfan dengan buasnya, menjilatin anus Mei Ling yang berwarna kemerah-merahan. sambil sesekali ujung lidah Irfan dimasukin ke lubang anus cewek chinese itu dan menjilatinya. Tanpa disadari oleh Mei Ling. apa yang akan dilakukan Irfan selanjutnya.&lt;br /&gt;Sekonyong-konyong Mei Ling menjerit"Aauu. aauu. aakhh".&lt;br /&gt;Rupanya penis Irfan telah menembus lubang memek Mei Ling yang sudah basah dipenuhi lendir kenikmatan dan spermaku. Dengan buasnya Irfan menggenjot terus memek Mei Ling dari belakang (doggy style) Mei Ling hanya bisa merasakan sakit di liang kemaluannya karena di sodok2 dengan penis Irfan yang besar dan panjang. Sambil kepala dan payudaranya terayun-ayun karena sodokan penis Irfan, Mei Ling memohon ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ampun, sakit sekali, aauu. sudah pak, sakit.. sakiitt".&lt;br /&gt;Mei Ling terus memohon sambil berlinang air mata, mendapat perlakukan kasar dari Irfan. Makin lama Irfan makin keras mendorong-dorong memek Mei Ling, dengan desisan panjang.&lt;br /&gt;"Sstt. sstt. aahh".&lt;br /&gt;Irfan menahan nikmat luar biasa.&lt;br /&gt;"Nich. aku mau keluar. ayo cepet goyangin pantat kamu.. plak.. plak.." sesekali Irfan menampar pantat indah milik Mei Ling, sehingga pantat Mei Ling mulai memerah.&lt;br /&gt;"Aahh. sakiitt, huuhh. aach".&lt;br /&gt;Sambil mendorongkan penisnya, sekali hentak keluar sperma Irfan memenuhi liang vagina Mei Ling.&lt;br /&gt;"Aachh.. ccroott, crrott, gue, semprot. lobang, loe.. bangsatt".&lt;br /&gt;Irfan mengumpat. lalu Irfan menarik penisnya. darah bercampur air mani Irfan dan Mei Ling keluar mengalir membasahi paha Mei Ling yang masih tegak. Lalu Irfan berbaring di samping tubuh Mei Ling yang setengah tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah istirahat sejenak nafsu kami mulai naik kembali.&lt;br /&gt;"Fan coba kita main berdua"&lt;br /&gt;Irfan mengambil posisi tidur sedangkan Mei Ling didudukan diatas tubuhnya, sambil penis Irfan diarahkan ke lubang Vagina Mei Ling. Mei Ling dengan mimik muka memohon ampun, Irfan makin tambah beringas. Akhirnya sekali dorongan tembuslah memek Mei Ling yang selama ini dia rawat, sekarang di koyak-koyak oleh Irfan kembali. 2 orang yang sangat kehausan sex.&lt;br /&gt;"Aduuhh.. sakkiitt. sudahh. kumohoonnn" Mei Ling menjerit kesakitan.&lt;br /&gt;Namun Irfan tidak mempedulikan rintihan dari mulut Mei Ling, dia makin kasar menyodok-nyodokan penisnya sementara itu aku telah berdiri di atas mereka berdua, dan mendorongkan tubuh Mei Ling untuk amBLi posisi membungkuk, dan dengan kasar jariku mulai meraba-raba pantat Mei Ling yang montok putih mulus sambil mempermainkan jari tengahku untuk mengobel lubang anus Mei Ling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waw.. Rupanya anusnya masih perawan nih. lobangnya kecil banget" seruku sambil mengarahkan batang penisku ke anus Mei Ling.&lt;br /&gt;Setelah mengolesi handbody pada batang penisku agar tidak lecet, aku berusaha memasukan penisku ke lubang anus Mei Ling.&lt;br /&gt;"Vin pantat loe gue sodomi ya? pantat loe montok banget sih. Pasti jepitannya kenceng nih", Aku berteriak kepadanya sambil meremas pantatnya yang putih sekali.&lt;br /&gt;"Jangan. jangan. ampun. jangan disitu. Ndii. sakiitt. periihh" jerit dan ratapan Mei Ling dengan nada memelas.&lt;br /&gt;Tapi aku tidak mempedulikan rintihan Mei Ling, makin keras aku memasukan batang kemaluan aku. Untuk beberapa saat memang sulit bagi penisku untuk berhasil masuk, karena memang lubangnya sangat sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku penasaran untuk segera melesakkan batang kemaluanku ke dalam duburnya. Dan akhirnya setelah berusaha membuka pantat Mei Ling, tembuslah lubang anus Mei Ling disodok batang kemaluanku. Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah selangkangannya. Setelah itu pantat Mei Lingpun kusodok-sodok dengan keras, kedua tanganku meraih payudara Mei Ling serta meremas-remasnya. Setengah jam lamnya aku menyodomi Mei Ling, waktu yang lama bagi Mei Ling yang semakin tersiksa itu. Lubang dubur Mei Ling terus menerus mengeluarkan darah melalui sela-sela penisku yang tertanam dipantatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eegghh, aakkhh, oohh", dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok dari atas dan bawah, Mei Ling merintih-rintih.&lt;br /&gt;Sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tanganku. Sedangkan Irfan dengan asyiknya menyodok-nyodok memek Mei Ling dari bawah. Lengkaplah sudah dua lobang yang berdekatan telah di tembus oleh dua batang penis aku dan Irfan yang haus sex. Mei Ling hanya bisa meringis menahan sakit yang luar biasa karena selama ini ia tidak pernah menahan rasa sakit seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ndi, ayo kita sudahi permainan ini bareng, loe sodok dari atas, gue sodok dari bawah dan kita koyak memek dan dubur cewek ini, dan kita penuhi dengan pejuh kita", Irfan menyeru.&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian kami berdua mengerang menahan nikmat yang luar bisa, dan hampir bersamaan kami memuncratkan sperma berbarengan.&lt;br /&gt;"Aachh., keluuarr.. hhmm.. sstt. nikmat sekali"&lt;br /&gt;"Ooohh." Mei Ling mengerang merasakan air mani kami membanjiri liang dubur dan &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt;nya.&lt;br /&gt;Setelah berhenti sejenak kami akhirnya terkulai, begitu juga Mei Ling yang terhimpit oleh kedua pria yang telah menggaulinya hanya bisa tergolek lemas sambil menangis sesenggukan meratapi nasibnya yang malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sempat mengabadikan persetubuhan kami melalui handycam milik Irfan. dan kami berjanji tidak akan menyebarkannya ke internet, asalkan Mei Ling tutup mulut dan bersedia kami setubuhi. Sampai sekarang aku dan irfan masih sering menyetubuhi tubuh Mei Ling. Kami salurkan hasrat sex kami yang besar ini dengan mengoral mulut Mei Ling, menyodomi pantatnya, dan mengebor memeknya. Hingga sekarang kedua payudara Mei Ling semakin besar, karena terlalu sering kami remas-remas dan kami sedoti. Ukuran branya sekarang 38B, dan puting susunya merah melebar. Setelah persetubuhan, kami selalu meminumkan pil anti Hamil ke Mei Ling. Sampai sekarang Mei Ling tidak merasakan gejala-gejala kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-1628456920072370790?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/1628456920072370790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/pemerkosaan-cewek-amoy.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/1628456920072370790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/1628456920072370790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/pemerkosaan-cewek-amoy.html' title='Pemerkosaan Cewek Amoy'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-5188421765551344598</id><published>2009-06-12T01:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T01:44:02.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brondong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toket tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang'/><title type='text'>Tante Doyan Banget Brondong</title><content type='html'>Kejadian ini sudah lama terjadi, tapi aku akan membagikan nya buat pembaca semua, karena bagi aku ini pengalaman pertama aku yang aku rasa seru banget. &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;Cerita seks&lt;/a&gt; yang tak mungkin aku bisa lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendung tebal angin dingin mulai menghembus, aku terus melaju mobil ku melintasi jalan raya yang agak sepi, aku baru saja mengunjungi salah satu nasabahku yang tempatnya agak jauh dari kota, aku harus melewati jalan raya yang sepi dan jauh dari perumahan penduduk.Tiba tiba saja aku merasakan ban mobilku kempes, lalu aku menoba berhenti dan memeriksanya, ternyata ban belakang sebelah kiri kempes."ah g papa pasti aku masih bisa menaikinya sampai di kota" pikirku.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika aku membuka pintu mobilku, aku tak bisa membuka nya.Astaga aku menutup pintu mobilku dan kunci mobil masih mengantung di dalam, haaa...dasar sial. aku mencoba mencari Hpku, Oh no..! Hp dan tas ku juga di dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan mulai turun aku bsah kuyup kehujanan, mana sudah menjelang malam, tempat sunyi kek begini weeeeeeh....merinding rasanya.Setelah 20 menit berlalu aku melihat lampu mobil, aku melambai lambaikan tanganku.&lt;br /&gt;Mobil itu berhenti dan ternyata pengendaranya adalah anak anak muda, sepertinya pelajar SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eehhhmmm....boleh minta tolong g dik, pinjem Hp nya buat telpon ke rumah, bentar aja,kunci mobil aku kekunci didalam mobil,dan tas aku di dalam juga" kataku sambil gemetaran menahan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"waduh mbak..eh &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/tante%20girang"&gt;tante&lt;/a&gt; masuk mobil aja dulu, biar g kedinginan" jawab salah seorang darimereka.Aku masuk kemobil, karena memang kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aduh sorry ya mobil nya jadi basah" kataku. ternyata dimobil itu ada tiga orang remaja yang masih berseragam SMU, bau mobil terasa banget bau rokok, dan seperti nya mereka abis minum minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ah g apa apa &lt;a href="http://kumpulan-tante-girang.blogspot.com/"&gt;tante&lt;/a&gt;, ini HP nya ,telpon aja dulu" kata pemuda itu sambil menyerahkan HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali kali aku coba menghubungi G ada yang menjawab,tidak biasanya di rumah sepi jam segini, gerutuku.&lt;br /&gt;"G ada yang angkat ya tante?" tanya pemuda yg di sebelahku.&lt;br /&gt;"iya, g tau kemana mereka" kataku mulai gelisah.&lt;br /&gt;" kalo begitu kita anter aja deh tante, rumah nya dimana"jawab pemuda yang di depan.&lt;br /&gt;"wah agak jauh dek, di jln kartini" jawabku&lt;br /&gt;" gpp tante paling juga 30 menit kan dari sini" jawabnya lagi&lt;br /&gt;"iya deh makasih kalo g keberatan nanti aku ganti uang bensin nya ya" kataku lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil melaju,agak perlahan karena hujan lebat sekali, aku semakin kedinginan karena baju yang aku kenakan basah sekali.Aku mencoba menggosok gosokkan telapak tanganku, untuk mengurangi ras dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Riki lepas donk jaket lo, kasih ke tante biar g kedinginan, lo mah dah liat gitu di diemin aja" kata pemuda yang menyetir mobil. kemudian pemuda yang duduk di kursi depan melepas jaket nya dan memberikan nya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenalin tante yang di sebelah tante tuh namanya Dendi, nah ini Riki, and gw Angga " kata si angga mengenalkan diri.&lt;br /&gt;"tante masih dingin ya, mau gw peluk tante biar agak hangatan dikit" tanya si Dendi tiba tiba. aku tak menjawab karena tubuhku bener bener gemetar kedinginan, aku biarkan saja si Dendi memelukku.aku mulai merasakan hangat di tubuhku. aku memejamkan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba aku merasakan sesuatu merayap ke buah dadaku, aku membiarkan nya,aku pura pura tak merasakan apa apa,aku merasakan nafas Dendi mulai takteratur.perlahan perlakuan Dendi membangkitkan gairahku, aku geserkan tubuhku sedikit agar Dendi bisa leluasa bermain main di payudaraku.&lt;br /&gt;Dendi menngecup kupingku, yang seketika itu mengalirkan getar birahi, yang secepatkilat menjalar keseluruh tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh..ssshhhh.....aaahhh" desahku,&lt;br /&gt;"tante...aahhh ...kamu cantik sekali" desah Dendi, sambil perlahan mulai meraih bibirku, kami berciuman, lidah Dendi bermain main di ronngga mulutku, tanganku mulai aktif, menjamah dan mengelus apapun yang bisa aku elus dari tubuh Dendi.Aku benar benar lupa kalo di mobil itu ada oarang lain.&lt;br /&gt;dan tanpa aku sadari aku merasakan elusan elusan lain di pahaku, sementara tangan Dendi masih memainkan payudaraku, dan bibirnya masih terus melumat bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ahk...aahhh...aaaaahhh...."aku terpekik mana kala elusan elusan itu menyentuh sesuatu yang paling sensitif itu. rupa nya Riki tanpa kusadari telah berpindah tempat, Riki terus mengelus dan mulai melepas celana dalamku, aku benar benar di derai perasaan nikmat yang teramat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ooohhhh....terusin...oh yah...aaahhh" desahku mana kala Riki mengelus elus &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;Vagina&lt;/a&gt;ku dan sesekali menyentuh clitku dengan jempolnya.&lt;br /&gt;Dendi meucuti pakaianku, melepas braku, aku benar benar tak kuasa menolak kenikmatan itu. Dendi melumat , menghisap dan mengulum puting payudaraku bergantian. dan Riki mulai menjilati bibir kemaluanku. sunnguh kenikmatan yang luar biasa menyerang aku dari bwah dan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tante...nikmat sekali payudara tante " kata Dendi.&lt;br /&gt;"isep Den..terusin Den...aaah" ceracauku.&lt;br /&gt;"oooohhh....Ki aahhh...masukin jari nya ki...terus ki...Buka ki masukin lidah kamu Ki...oooohh" aku semakin gila.Aku mengangkat angkat pantatku sambil tanganku menekan kepala Riki yang sibuk menjilati kemaluanku.&lt;br /&gt;"aaaahhh...Tante memek tante enak sekali...Riki suka sekali" kata riki&lt;br /&gt;"aduh kalian jahat ya...masak gw suruh nyetir mobil sambil ****** gw ngaceng kek gini" celoteh Angga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Den...tante buka ya" kataku sambil meraih seleting celana Dendi. Dendi pasarah saja. Gundukan yang keras di balik CD biru itu membuat aku tak tahan ingin segera menikmatinya. Dendi bangkit dan melepas celana dan CD nya. Riki mengikuti hal yg dilakukan Dendi, kemudian aku duduk diantara mereka, kedua nya melumat payudaraku bergantian, sementara aku melebarkan kakiku, sebelah kiri ke Riki dan sebelah kanan di atas paha Dendi, jelas sekali memekku yang basah itu terpampang dengan jelas nya.&lt;br /&gt;sementara kedua tanganku sibuk memainkan titit Dendi dan Riki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangan Dendi merambat turun dan menyentuh vaginaku, aku mengeliat ketika jari riki mulai menusuk lubang vaginaku. kemudian aku merubah posisiku, dengan membelakangi Riki dan mengoral titit Dendi. tapi kemudian riki menarik pantatku dan mengangkat nya, sehingga posisiku setengah menungging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" aaahh...tante...isep tante...oooohhh nikmat sekali" ceracau dendi&lt;br /&gt;"isep ****** gw tante....oooohhhh ...terusin tante ....isep..."dendi mengeliat tak karuan ketika buah jakar itu aku isep dan aku coba masukkan semua kemulutku.&lt;br /&gt;aku terus mempermainkan ****** Dendi, menusuk nusukkan ujung lidah ku ke lubang yang kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu, Riki memberiku sensasi yang luar biasa, ketika lidah dendi menyapu anusku,memainkan lidah nya di anusku. tiba tiba aja Angga mengejutkan kita semua.&lt;br /&gt;"Dah sampe neh...giliran gw kalian mundur semua " kata Angga sambil membuka pintu mobil, yang tanpa aku sadari ternyata kita sudah di dalam ganransi mobil Angga. kemudian Dendi turun yang diikuti oleh Riki, mereka berdua tergopoh gopoh memakai kembali celana mereka.&lt;br /&gt;angga menarik jaket yang hendak ku kenakan kembali, dan menarik tanganku keluar dari mobil, dalam keadaan baju yang terbuka dan bra yang terlepas, Rok yang berantakan, Angga menariku masuk kerumah nya, aku mengikuti saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gantian, lo harus muasin gw, dari tadi gw dah ngaceng negliat tingkah kalian" kata si Angga yang sambil mendorongku jatuh ke sofa, kemudian dengan kasar dia membuka celananya sendiri dan menyodorkan ****** nya yang sudah mengeras ke mulutku.&lt;br /&gt;"ayo isep bich...hah...ayo!" Dengan kasar Angga menyumpal mulutku dengan kontolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengisap, ****** angga memainkan dengan lidahku,sesekali aku kocok dengan tanganku. lidahku berputar putar di seputar buah pelirnya.&lt;br /&gt;"oooh yah...terus sayang...isep...lo emang lihai...aahhh...aaahhh"&lt;br /&gt;' ****** kamu enak banget Ngga...aku suka banget" aku mengumam menikmati ****** Angga.&lt;br /&gt;"ngga ...boleh ya aku isep ****** lo ampe keluar? " godaku&lt;br /&gt;" Iya sayang....aahhh....isep sayang...oooohhh....yah begitu...begitu sayang terus...terusin.." angga meracau menikmati seponganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan kedutan di batang Angga, yang aku tau dia sebentar lagi bakal menyemburkan pejuhnya, aku sengaja mempermainkan Angga, dengan menghentikan aktifitasku, aku melepas ****** itu dari mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" sayang kenapa berhenti...ayo donk isep lagi...dah mau keluar neh...ayo donk" rayu Angga sambil menyodorkan ****** nya ke mulutku. aku tersenyum sambil berdiri.&lt;br /&gt;" he he he ...nanti donk Ngga...aku haus nih...boleh minta minum ya?" godaku.&lt;br /&gt;"g boleh ayo ...isepin dulu ampe keluar please donk sayang...ayao.." kata angga sambil mengelus elus pantatku.&lt;br /&gt;" kalo lo bisa buktiin ke aku kalo lo bisa muasin aku....aku mau isep punya kamu ampe keluar" tantangku&lt;br /&gt;" dasar perempuan....sini gw puasin lo minta yang gimana hah?" angga geram mendengar tantanganku. kemudian dengan kasar dia membopong tubuhku ke meja makan. Angga menciumiku dengan kasar, yang dimana buat aku semakin membakar gairahku, ciuman angga semakin ganas, dari telingaku kemudian leherku menjadi sasarannya, dengan kasar Angga melucuti pakaianku sehingga aku berbugil ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam sepintas pandang aku melihat riki dan Dendi yang ternyata dari tadi melihatku sambil beronani. ciuman angga turun ke payudaraku, memilin milin putingku dengan liah nya, semnetara tangan angga menyusuri pahaku, mengelus dan mulai meraba raba vaginaku yang sudah basah. aku merenggangkan kakiku agar angga bisa leluasa memainkan vaginaku yang becek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angga memasukkan jari nya ke memeku mencoba mencari G spot dan mengocok nya dengan gerakan yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" oh ya...yah...yaaah...terus ngga...terus" ceracauku&lt;br /&gt;"lo suka hah...enak kalo memek lo gw beginikan hah"&lt;br /&gt;"iya ngga..terusin sayang...oooohhh..nikmat nya nggak...terus ngga"&lt;br /&gt;" ayo bilang lo mo gw apain...mo gw isepin ...mo gw entot memek lo ini hah"kata angga sambil mengocok memekku dengan jarinya. kemudian angga mengangkat tubuhku agar aku duduk di meja makan, kemudian angga mulai menggisap memekku dengan lidah nya.&lt;br /&gt;" ayo bilang bich..enak g gw giniin...hah...memek lo udah basah..memek lo udah gatal kan?"&lt;br /&gt;" iay ngga...memk aku udah g sabar minta lo entot..ayo ngga masukin ngga...aku mohon"&lt;br /&gt;aku merintih memohon pada angga agar segera mengentotku.&lt;br /&gt;"hhmmm...memek lo nikmat ...ooohhh...aku suka sekali" ceracau angga&lt;br /&gt;' nggak...ooohhh....aaaahhh....gigit nggak itil aku ngga...iyah begitu...ooohhh"&lt;br /&gt;" lo suka dikasarin yah...heh....gw akan entot lo...ampe lo puas"&lt;br /&gt;"ngga ...ayo ngga masukin ngga...aku udah g tahan" rintihku, sambil terus meremas remas rambut angga, angga seakan akan sengaja mempermainkan gairahku, dia terus mengisap memeku dan jarinya menusuk nusuk memekku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riki dan Dendi mendekati aku dan angga, yang kemudaian dendi segera meraih payudaraku, sementara Riki melumat bibirku, sungguh pengalam luar biasa yang belum pernah aku rasakan, di serbu dari segala arah membuat aku semkain tak bisa menahan dasyat nya kenikmatan itu.&lt;br /&gt;" aaahhhkkk....ooohhh....aku...ak...aku ke..keluar nggaaaaaa....aaah...aaahhh" aku menjerit sambil tanganku menekan kepala angga, aku mengalami orgasme yang teramat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angga berdiri dan menarik tanganku, aku mengikutinya, disusul dendi dan riki, Angga membawaku ke ruang tamu, kemudian angga mulai mencumbuku kembali, kali ini Angga menyuruhku duduk di sofa, dan dengan nafsu yang meletup letup angga menciumi bibirku.&lt;br /&gt;kemudian angga memutar tubuhku, kakiku disandaran sofa sementara kepalaku menggelantuh kelantai, kemudian dendi menarik kakuku agar lebih naik.&lt;br /&gt;kemudain angga mengangkangi kepalaku dan mulai menyodok nyodokkan ****** nya ke mulutku, sementara itu Riki dan Dendi secara bergantian menghisap isap memekku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ooohh....yah baby suck it ...suck...terus tante...oooohhh" angga menikmati permainan permanian lidahku, aku sendiri merasakan kenikmatan yangluar biasa mana kala aku merasakan jari jari dendi dan riki memainkan clitku.&lt;br /&gt;lima menit kemudian angga menarik tubuhku dan memintaku terlentang di sofa, dan mulai lah angga memasukkan ****** nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaahhh....angga...enak ngga...enak sayang...entot aku ngga" celotehku&lt;br /&gt;"tante memek tante enak....sempit sekali tante...rasanya ****** angga kek di sedot sedot"&lt;br /&gt;"entot aku ngga...terus ngga sodok yang dalem ngga"&lt;br /&gt;"tante...gw mo keluar tante...gw udah g tahan....aaahh...aaahhh...enak tante"&lt;br /&gt;"Jangan ngga...tante masih suka ****** kamu ngga...aaahhh...jangan keluarin dulu ngga" pintaku, tapi angga keburu menyemprotkan pejuh nya.&lt;br /&gt;"aaaaahhhhhhhh.........aaaaaahhhh........aaah...aa hh..." erang angga&lt;br /&gt;"sorry tante...angga g kuat nahan tante...udah dari tadi sih tante"jawab angga&lt;br /&gt;aku kecewa rasanya karena memekku masih ingin merasakan sodokan sodokan ****** angga yang besar dan panjang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dendi ayo donk sayang...fuck me...memek tante masih pengen ****** lagi ayo..." pintaku ke Dendi yang dari tadi coli sendiri. kemudian Dendi mendekatiku dan mulai memasukkan penis nya yang tak seberapa besar ukuranya. sementara Riki memintaku mengoralnya.&lt;br /&gt;"oh ya...ooohhh....yah...yah...entot tante Den...yaah...terus Den" ocehku&lt;br /&gt;"tante goyang tante...yah begitu tante ...oooohhhh...nikmat tante..enak"&lt;br /&gt;"Ki...****** lo enak banget....tante suka sekali"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku melepas isepanku di ****** Riki ..dan meminta Dendi berhenti, aku berganti posisi, aku meminta Riki duduk di sofa yang kemudian aku naik dan menggoyang nya dari atas, semnetara itu aku meminta Dendi untuk memasukkan ****** nya ke anusku.&lt;br /&gt;"aahkk...pelan pelan Den...tante belom pernah soal nya" pintaku ketika Dendi main sodok aja ke anusku. setelah berulangkali gagal menembus anusku ahirnya masuk juga.&lt;br /&gt;"aaahhh...oooohhh..tante peret sekali...lebih sempit" kata dendi.&lt;br /&gt;"ooohhh....tante memek tante enak sekali"&lt;br /&gt;"ayo sayang...nikmati tubuh tante ini...ayo...aahhh...nikmatin sampai kalian puas" racauku&lt;br /&gt;"ooohhh tante dendi mo keluar...barengan yah tante"&lt;br /&gt;"tahan dulu den...biar barengan ma Riki" pintaku&lt;br /&gt;tiga menit kemudian riki memintaku menggoyang nya lebih cepat&lt;br /&gt;"ayo tante goyang...iya ...begitu...terus tante...terus"&lt;br /&gt;"aaaahhhhhh.......ahhk...aaahkk...aaaahhhh" kami bertiga keluar bersamaan, kakiku gemetar menahan kenikmatan itu, sementara Dendi mencabut penis nya dan terkulai di sofa, semnetara aku memeluk erat Riki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melakukan nya kembali, mereka mengentotku bergantian, payudaraku lengket lengket karena pejuh mereka, sekujurtubuhku terasa bagaikan kena lem lengket dimana mana, tak terasa waktu menunjukan pukul 11 malam, lalu aku bergegas mandi dan meminta angga untuk mengantarku pulang. dalam perjalanan pulang, aku merasakan kepuasan yang tak terhingga, ternyata enak juga ML dengan anak anak muda. mereka lebih rakus lebih dasyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-5188421765551344598?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/5188421765551344598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tante-doyan-banget-brondong.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5188421765551344598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5188421765551344598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tante-doyan-banget-brondong.html' title='Tante Doyan Banget Brondong'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-4581110340583290909</id><published>2009-06-07T22:00:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T22:09:50.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perselingkuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri selingkuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selingkuh'/><title type='text'>Nikmatnya Selingkuh</title><content type='html'>Kisah ini sengaja saya tulis untuk sedikit membantu saya membebaskan perasaan yang benar-benar terpendam dalam diri saya untuk sekian lamanya.&lt;br /&gt;Saya adalah seorang wanita yang sudah bersuami. Semua orang memuji kecantikan diri saya walaupun kulit saya tidak bisa dikatakan putih. Entah mereka yang saya kenal maupun selentingan dan kekaguman orang di luar sana. Baik yang mengungkapkan langsung maupun yang disampaikan melalui orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama saya Cewmatre. Saya adalah anak pertama dari sebuah keluarga yang serba berkecukupan. Ayah saya adalah seorang pengusaha di bidang perbankan yang cukup diperhitungkan di daerah saya. Saya menikah atas dasar paksaan ayah saya. Sungguh tidak mengenakan menikah dengan orang yang tidak saya cintai, walaupun sudah kurang lebih sembilan tahun usia pernikahan kami. Suami saya, Bramono, adalah seorang dokter yang sedang mengambil spesialisasi bedah di Rumah Sakit pemerintah di kota kami. Terlihat hebat memang. Tapi sayangnya keluarganya ternyata memiliki bibit keturunan "orang stress".&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini yang menyebabkan saya mengambil keputusan untuk lebih baik mengadopsi daripada memiliki keturunan 'stress'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapnya sebagai suami sama sekali tidak mencerminkan seorang suami. Terlebih saat dia menyadari bahwa dirinya adalah kesayangan ayah saya, mertuanya.&lt;br /&gt;Beberapa alasan ayah saya sangat menyayanginya adalah karena suami saya adalah seorang dokter dan (katanya) adalah keturunan orang terhormat. Terhormat? Menjaga nama baik diri sendiri saja tidak bisa, apalagi nama baik keluarga dan rumah tangga?&lt;br /&gt;Sudah cukup lama saya bertahan menjaga nama baik keluarga, hingga akhirnya saya menyadari bahwa ada pihak ketiga yang mengganggu rumah tangga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Erna. Dia seorang mahasiswi kedokteran hewan yang menjadi gundik suami saya untuk sekian tahun lamanya. Sama sekali tidak ada yang menarik dari dirinya. Kalau boleh saya menyombongkan diri, perbedaan saya dan dirinya ibarat langit dan bumi.&lt;br /&gt;Entah apa yang diinginkan suami saya dari dirinya.&lt;br /&gt;Bukan hanya nama baik rumah tangga kami yang tercoreng, tapi juga nama baik orang tua saya. Dia membawa 'gundik'nya itu dengan leluasa menggunakan kendaraan pribadi ayah saya, karena memang ia belum mampu memiliki sebuah mobil. Bahkan untuk membeli bautnya pun mungkin masih meminta uang dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebingungan, saya mendaftarkan diri untuk mengikuti program Magister Manajemen yang baru saja dibuka di sebuah universitas negeri di kota saya. Di sini saya banyak menjumpai teman baru. Kejenuhan dan kebingungan saya mulai sedikit terobati dengan aktivitas belajar baik di kampus maupun di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah angin darimana yang berhembus, saya mendengar bahwa salah seorang teman kuliah saya bertempat tinggal di daerah perumahan yang sama dengan Erni. Tiba-tiba timbul kembali rasa penasaran terhadap 'gundik' suami saya itu.&lt;br /&gt;Ibarat wartawan, saya pun mulai melancarkan beberapa pertanyaan daerah seputar perumahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Eri. Begitu setidaknya ia dipanggil. Pertama memang ia menaruh curiga terhadap pertanyaan saya. Saya berusaha membohonginya agar aib rumah tangga saya tidak terbongkar. Namun karena rasa penasarannya yang begitu besar, saya tidak dapat lagi menutupinya. Terlebih dia begitu jelas memberi informasi mengenai dimana lokasi tepatnya Erni tinggal dan keadaan sekelilingnya.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya saya meminta tolong untuk sesekali mengintip apakah suami saya pernah berkunjung ke sana.&lt;br /&gt;Akibatnya, saya sering berhubungan dengannya untuk mendapatkan informasi lebih darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekedar menerima informasi dan meminta tolong lagi, akhirnya saya tidak dapat menahan lagi penderitaan yang saya alami. Saya akhirnya sering berkeluh kesah mengenai keadaan rumah tangga saya yang sebenarnya. Entah kenapa saya lakukan ini.&lt;br /&gt;Eri adalah totally stranger, yang seharusnya sama sekali tidak mengetahui kondisi intern rumah tangga kami. Tapi bagaimana lagi?&lt;br /&gt;Saya sudah sering berkeluh kesah dengan orang tua mengenai suami saya. Mereka hanya menyuruh saya untuk bersabar. Dengan adik saya, mereka memang merasa kasihan kepada saya, namun mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena kesibukan bisnisnya.&lt;br /&gt;Saya juga pernah berkeluh kesah dengan bibi (tante) saya yang belum menikah, namun dengan cepat dia menjawab, "Waduh, janganlah bicara itu kepada saya, saya tidak sama sekali tidak tahu masalah seperti itu!"&lt;br /&gt;Kemana lagi saya harus berkeluh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal cerita saya kepada Eri, dia memang menganjurkan agar saya berbicara kepada orang tua saya. Namun itu merupakan anjuran basi bagi saya.&lt;br /&gt;Eri tidak putus asa. Dia terus memberi dukungan secara moral. Yang membuat diri saya seolah semakin tenang berada di sisinya untuk mendengarkan dan menerima dukungannya. Kemudian dia pun membuka rahasia mengenai dirinya. Mengenai siapa dirinya sebenarnya dan bagaimana kondisi orang tuanya.&lt;br /&gt;Dari situ saya melihat beberapa kemiripan diantara kami berdua. Saya pun mulai comfortable apabila sudah berada di sisinya. Dan pertemuan pun sering kami atur. Entah itu berkedok kelompok belajar atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya, entah kenapa tumbuh rasa suka saya kepada dirinya, dan di suatu saat Eri memberanikan diri untuk menyentuh tangan saya dan memegangnya. Saya merasakan getaran yang ia jalarkan ke diri saya. Akhirnya tanpa saya sangka, ia mengutarakan perasaannya. Perasaan yang sama dengan apa yang saya rasakan terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kami mulai sepakat saling mengasihi. Dan kami pun mulai secara rutin bertemu untuk berbagi kasih. Walau pun hanya sebatas di dalam mobil saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekagetan saya yang berikutnya adalah sewaktu Eri tiba-tiba mencium bibir saya. Lucu rasanya saya mengenang kejadian tersebut. Seolah saya adalah seorang gadis yang baru pertama kali dicium oleh pria. Saya tidak tahu harus bagaimana. Di satu sisi, saya memang mencintainya. Di sisi lain, saya sudah menikah dan bersuami.&lt;br /&gt;Kembali dia melayangkan kecupan dibarengi dengan sedikit lumatan pada bibir saya.&lt;br /&gt;Saya tetap tidak berkutik. Hingga akhirnya dia bertanya,"Kenapa tidak dibalas?"&lt;br /&gt;Setelah kami saling tatap untuk beberapa saat. Akhirnya..... saya pun membalas lumatan bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kasih kami terus berjalan dengan sedikit bumbu saling cemburu apabila saya terkesan mulai den\kat dengan suami saya, atau saya mendengar isu bahwa Eri berkenalan dengan seorang gadis. Tapi itu semua tetap tidak mempengaruhi cinta kami.&lt;br /&gt;Percumbuan kami semakin hangat. Dia pun mulai berani menggerayangi bagian-bagian tubuh saya. Baik dengan menggunakan tangannya atau dengan mulutnya.&lt;br /&gt;Buah dada saya yang berukuran 36B ini sudah sering kali menjadi sasaran empuk mulutnya. Dan saya sangat menikmatinya. Saya pun sering mencumbu dadanya yang lapang, dan sesekali mempermainkan mulut dan lidah saya di pentilnya. Dia pun sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya permainan kami mengalami peningkatan. Jemarinya mulai terampil menyusup kepada celana dalamnya dan mempermainkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;klitoris&lt;/span&gt; saya.&lt;br /&gt;Saya mulai merasakan geli dan nikmat bercampur menjadi satu, terlebih apabila ia kombinasikan dengan mencumbu tubuh saya.&lt;br /&gt;Kami saling bergantian mencumbu hingga akhirnya pun saya hanyut dalam kebiasaan melakukan oral sex terhadapnya. Dia begitu surprise saat saya melakukan oral. Eri tidak menyangka, seperti halnya saya. Saya bahkan sempat terheran pada diri saya sendiri. Banarkah saya melakukan ini? Pertama kali saya melakukan oral sex terhadapnya, memang saya kikuk sekali. Eri hanya membuka sedikit celana dalamnya hingga kepala penisnya tersembul. Entah kenapa, saat saya sedang mencumbu tubuhnya, saya sangat terdorong untuk mencumbu penisnya dan memasukkannya ke dalam mulut saya. Dan sejak saat itu, percumbuan kami belumlah lengkap apabila saya belum melakukan oral sex terhadapnya. Bagi saya, saya merasa memiliki hobby baru. Membuatnya nikmat melalui oral sex.&lt;br /&gt;...suatu saat di tengah percumbuan hebat kami dimana pakaian kami sudah hampir terbuka semua, di jok belakang mobil saya di pelataran parkir department store "R" yang terletak di jalan yang menggunakan nama seorang pangeran, ia mengangkat rok saya dan menyingkap sedikit celana dalam saya, lalu kemudian dengan cepat dan lembutnya, Eri mencumbu dan menyapu &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt; saya dengan lidahnya. Sungguh saya dibuatnya kaget dan bingung yang bukan kepalang. Suami saya sama sekali tidak pernah melakukan hal ini terhadap saya. Di tengah kebingungan itu, saya sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Saya mencintainya, tapi saya sama sekali tidak menyangka hingga sejauh ini kisah asmara kami. Begitu lembutnya dia mempermainkan klitoris saya dengan sapuan lidahnya, hingga akhirnya rasa bingung itu lenyap ditelan rasa geli dan nikmat yang sudah menjalar di sekujur tubuh saya. Saya hanya bisa meremas rambut kepalanya, menekan kepalanya lebih dekat di vagina saya yang kian membasah. Kenikmatan itu juga yang akhirnya membuat saya mengangkat kedua paha dengan lebih membuka kangkangan keduanya.&lt;br /&gt;Setelah kurang lebih lima belas menit dia menjilati klitoris saya dengan berbagai cara, saya disuruhnya rebah di jok belakang dan segera dia menindih saya. Rupanya Eri telah menurunkan celananya tanpa sepengetahuan saya sewaktu saya masih melayang-layang.&lt;br /&gt;Dengan cepat Eri menyodorkan penisnya menuju bibir vagina saya. Dan mempermainkan kepala penisnya di bibir vagina saya. Saya kembali menggelinjang. Sama sekali tidak terbesit di benak saya, bahwa kami masih bermain di area parkir sebuah pusat belanja yang terletak di jalan "D". Yang suatu saat dapat dipergoki satpam.&lt;br /&gt;Kembali saya tersentak hebat saat kepala penisnya menggesek-gesek klitoris saya dengan agak kuat. Tubuh saya mulai bergetar hebat. Apa ini yang dinamakan luapan birahi?&lt;br /&gt;Karena vagina saya yang sudah basah sejak tadi, Eri tidak mendapat kesulitan untuk akhirnya dengan cepat dan lembut menyelipkan penisnya di liang vagina saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali tersentak dalam sejuta kenikmatan. Sebuah benda yang besar dan panjang menyelinap masuk secara perlahan, sehingga menimbulkan gesekan halus pada klitoris saya. Tubuh saya mengejang sesaat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba muncul rasa heran yang amat sangat dalam diri saya.&lt;br /&gt;Selama ini saya tidak pernah merasakan nikmatnya sex dengan suami saya. Yang saya tahu selama ini, sex adalah menyakitkan. Saya hanya menjadi mesin pemuas nafsu sex suami saya tanpa peduli apakah saya menikmatinya atau tidak. Nikmat sex seolah-olah hanya dongeng belaka di telinga saya.&lt;br /&gt;Tapi Eri... seolah-olah dia kini memberikan bukti bahwa nikmat sex itu ada. Dan nyata.&lt;br /&gt;Kini saya sadar sepenuhnya. Saya semakin mencintainya. Saya pun kembali larut dalam kebahagiaan nikmatnya sex. Saya pun menyambut cintanya, juga menyambut goyangannya tidak kalah hebat. Seolah saya ingin menumpahkan dan mencapai kenikmatan sex yang baru saya rasakan dan ingin memberitahunya untuk bersama menikmati sex ini sepuas-puasnya.&lt;br /&gt;Entah berapa lama kami bercinta dan saling berpacu dalam nafsu birahi di dalam mobil Genio berwarna gelap bernomor polisi D* 1**9 **. Akhirnya dia membiarkan saya selesai terlebih dahulu. Sungguh saya tidak menyangka bahwa kenikmatan sex itu begitu indah, menyenangkan dan memuaskan. Saya pun dibuatnya lemas dan tidak bertenaga, terkapar di jok mobil. Telentang tidak berdaya, dengan rasa sejuta bahagia dan kepuasan yang tidak ternilai. Sementara Eri akhirnya mempercepat ritme ayunan pinggulnya dan saya merasakan adanya semburan hangat di dalam vagina saya. Semburan sperma Eri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat khawatir akan kehamilan akibat hubungan kami. Tapi Eri segera berbisik bahwa dia ingin saya hamil dan membesarkan anak tersebut.&lt;br /&gt;Berangsur-angsur kekhawatiran saya menghilang. Di satu sisi, keinginan saya untuk hamil bisa saja terkabul. Dan ini yang saya tunggu.&lt;br /&gt;Akhirnya siasat pun diatur, apalagi golongan darah Eri sama persis dengan suami saya.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kami pun rutin melakukan hubungan sex untuk saling meluapkan cinta dan memuaskan nafsu birahi kami, dimana pun kami sempat. Bahkan pernah di ruangan kantor saya pada saat sepi, Eri meminta saya untuk berdiri membungkuk di tepi meja kerja saya dan dia menyetubuhi saya dari belakang dengan terlebih dahulu mengangkat rok dan menurunkan celana saya dan kemudian mempermainkan vagina saya dengan lidahnya yang kasat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bukan saja suami saya yang berselingkuh. Saya pun turut terjerumus dalam dunia perselingkuhan. Perselingkuhan yang saya rasa adalah abadi.&lt;br /&gt;Apakah ini semua karena cinta sejati saya dengan Eri?&lt;br /&gt;Apakah karena awalnya kawin paksa oleh ayah saya, hingga tidak pernah ada cinta antara saya dan suami saya?&lt;br /&gt;Hingga kini hubungan saya dan Eri telah berusia dua tahun, baik hubungan komunikasi maupun secara sexual. Kami tetap saling memperhatikan, mengasihi, menjaga dan juga saling mengisi kekurangan satu sama lain. Seperti layaknya suami istri sejati.&lt;br /&gt;Kini saya sudah tidak peduli lagi terhadap apa yang dilakukan suami saya. Anak kandung saya dari hasil hubungan intim saya dengan Eri dan anak angkat saya pun lebih dekat dengan Eri ketimbang suami saya. Entah kenapa, saya sangat berbahagia menjalani semua ini. Saya sudah menemukan cinta sejati saya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-4581110340583290909?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/4581110340583290909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/nikmatnya-selingkuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/4581110340583290909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/4581110340583290909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/nikmatnya-selingkuh.html' title='Nikmatnya Selingkuh'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-8440811527992812217</id><published>2009-06-07T21:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T22:12:44.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot pembantu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='oral seks'/><title type='text'>Pembantuku yang hot</title><content type='html'>Kisah skandalku dengan para pembantuku yang hot memang pantas aku ceritakan dalam &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cerita dewasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini kembali terulang ketika keluarga gw membutuhkan seorang pembantu lagi. Kebetulan saat itu mbak Dian menganjurkan agar keponakannya Rini yang bekerja disini, membantu keluarga ini. Mungkin menurut ortu gw dari pada susah susah cari kesana kesini, gak pa pa lah menerima tawaran Dian ini. Lagian dia juga sudah cukup lama berkerja pada keluarga ini. Mungkin malah menjadi pembantu kepercayaan keluarga kami ini.&lt;br /&gt;Akhirnya ortu menyetujui atas penawaran ini dan mengijinkan keponakannya untuk datang ke Jakarta dan tinggal bersama dalam keluarga ini.&lt;br /&gt;Didalam pikiran gw gak ada hal yang akan menarik perhatian gw kalau melihat keponakannya. “Paling paling anaknya hitam, gendut, trus jorok. Mendingan sama bibinya aja lebih enak kemutannya.” Pikir gw dalam hati.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kedatangan keponakannya yang bernama Rini, hampir setiap malam kalau anggota keluarga gw sudah tidur lelap. Maka pelan pelan gw ke kamar belakang yang memang di sediakan keluarga untuk kamar tidur pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan pelan namun pasti gw buka pintu kamarnya, yang memang gw tahu mbak Dian gak pernah kunci pintu kamarnya semenjak kejadian itu. Ternyata mbak Dian tidur dengan kaki mengangkang seperti wanita yang ingin melahirkan. Bagaimanapun juga setiap gw liat selangkangannya yang di halus gak di tumbuhi sehelai rambutpun juga. Bentuknya gemuk montok, dengan sedikit daging kecil yang sering disebut klitoris sedikit mencuat antara belahan &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;vagina&lt;/a&gt; yang montok mengiurkan kejantanan gw. Perlahan lahan gw usap permukaan vagina mbak Dian yang montok itu, sekali kali gw sisipin jari tengah gw tepat ditengah vaginanya dan gw gesek gesekan hingga terkadang menyentuh klitorisnya. Desahan demi desahan akhirnya menyadarkan mbak Dian dari tidurnya yang lelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mmmm....sssshh.....oooohh, Donn... kok gak bangun mbak sih. Padahal mbak dari tadi tungguin kamu, sampai mbak ketiduran.” Ucap mbak Dian sama gw setelah sadar bahwa vaginanya disodok sodok jari nakal gw. Tapi mbak Dian gak mau kalah, tanpa diminta mbak Dian tahu apa yang gw paling suka.&lt;br /&gt;Dengan sigap dia menurunkan celana pendek serta celana dalam gue hingga dengkul, karena kejantanan gw sudah mengeras dan menegang dari tadi.&lt;br /&gt;Mbak Dian langsung mengenggam batang kejantanan gw yang paling ia kagumi semenjak kejadian waktu itu.&lt;br /&gt;Dijilat jilat dengan sangat lembut kepala kejantanan gw, seakan memanjakan kejantanan gw yang nantinya akan memberikan kenikmatan yang sebentar lagi ia rasakan. Tak sesenti pun kejantanan gw yang gak tersapu oleh lidahnya yang mahir itu. Dikemut kemut kantong pelir gw dengan gemasnya yang terkadang menimbulkan bunyi bunyi “plok.. plok”. Mbak Dian pun gak sungkan sungkan menjilat lubang dubur gw. Kenikmatan yang mbak Dian berikan sangat diluar perkiraan gw malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak....uuuh. enak banget mbak. Trus mbak nikmatin kont*l saya mbak.” Guyam gw yang udah dilanda kenikmatan yang sekarang menjalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin ganas mbak Dian menghisap kont*l gw yang masuk keluar mulutnya, ke kanan kiri sisi mulutnya yang mengesek susunan giginya. Kenikmatan yang terasa sangat gak bisa gw ceritain, ngilu. Hingga akhirnya pangkal unjung kont*l gw terasa ingin keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak... Donny mau keluar nih...” sambil gw tahan kont*l gw didalam mulutnya, akhirnya gw muncratin semua sperma didalam mulut mungil mbak Dian yang berbibir tipis itu.&lt;br /&gt;“Croot... croot... Ohhh... nikmat banget mbak mulut mbak ini, gak kalah sama mem*k mbak Dian. Namun kali ini mbak Dian tanpa ada penolakan, menerima muncratan sperma gw didalam mulutnya. Menelan habis sperma yang ada didalam mulutnya hingga tak tersisa. Membersihkan sisa sperma yang meleleh dari lubang kencing gw. Tak tersisa setetespun sperma yang menempel di batang kont*l gw. Bagaikan wanita yang kehausan di tengah padang gurun sahara, mbak Dian menyapu seluruh batang kont*l gw yang teralirkan sperma yang sempat meleleh keluar dari lubang kencing gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan lemas aku menindih tubuhnya dan berguling ke sisinya. Merebahkan tubuh gw yang sudah lunglai itu dalam kenikmatan yang baru tadi gue rasakan.&lt;br /&gt;“Donn... mem*k mbak blom dapet jatah... mbak masih pengen nih, nikmatin sodokan punya kamu yang berurat panjang besar membengkak itu menyanggah di dalam mem*k mbak....” pinta mbak Dian sambil memelas. Mengharapkan agar gw mau memberikannya kenikmatan yang pernah ia rasakan sebelumnya.&lt;br /&gt;“Tenang aja mbak... mbak pasti dapat kenikmatan yang lebih dari pada sebelumnya, karena punya saya lagi lemes, jadi sekarang mbak isep lagi. Terserak mbak pokoknya bikin adik saya yang perkasa ini bangun kembali. Oke.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kembali menjawab perintah gw. Dengan cekatan layaknya budak seks. Mbak Dian menambil posisi kepalanya tepat di atas kont*l gw, kembali mbak Dian menghisap hisap. Berharap keperkasaan gw bangun kembali. Segala upaya ia lakukan, tak luput juga rambut halus yang tumbuh mengelilingi batang kont*l gw itu dia hisap hingga basah lembab oleh air ludahnya.&lt;br /&gt;Memang gw akuin kemahiran pembantu gw yang satu ini hebat sekali dalam memanjakan kont*l gw didalam mulutnya yang seksi ini. Alhasil kejantanan gw kembali mencuat dan mengeras untuk siap bertempur kembali.&lt;br /&gt;Lalu gw juga gak mau lama lama seperti ini. Gw juga mau merasakan kembali kont*l gw ini menerobos masuk ke dalam mem*knya yang montok gemuk itu. Mengaduk ngaduk isi mem*knya.&lt;br /&gt;Gw memberi aba aba untuk memulai ke tahap yang mbak Dian paling suka. Dengan posisi women on top, mbak Dian mengenggam batang kont*l gue. Menuntun menyentuh mem*knya yang dari setadi sudah basah. &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;kontol&lt;/a&gt; gw di gesek gesek terlebih dahulu di bibir permukaan mem*knya. Menyentuh, mengesek dan membelah bibir mem*knya yang mengemaskan. Perlahan kont*l gw menerobos bibir &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/memek"&gt;memek&lt;/a&gt;nya yang montok itu. Perlahan lahan kont*l gw seluruhnya terbenam didalam liang kenikmatannya. Goyangan pinggulnya mbak dian membuat gw nikmat banget. Semakin lama semakin membara pinggul yang dihiasi bongkahan pantat semok itu bergoyang mempermainkan kont*l gw yang terbenam didalam mem*knya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uh... Donn. Punya kamu perkasa banget sih. Nikmat banget....” dengan mimik muka yang merem melek menikmati hujaman kont*l gw ke dalam liang senggamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mem*k mbak Dian juga gak kalah enaknya. Bisa pijit pijit punya saya... mem*k mbak di apain sih... kok enak banget.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ih... mau tahu aja. Gak penting diapain. Yang penting kenikmatan yang diberikan sama mem*k mbak sama kamu Donn....” sahut mbak Dian sambil mencubit pentil tetek gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Donn... ooohh.... Donn.... mbak mmmmauu kluuuuaaarr... ooohh.” Ujar mbak Dian sambil mendahakkan kepalanya ke atas, berteriak karena mencapai puncak dari kenikmatannya. Dengan lunglai mbak Dian ambruk merebahkan tubunya yang telanjang tepat di atas badan gw. Untung saja posisi kamar mbak Dian jauh dari kamar kamar saudara dan ortu gw. Takutnya teriakan tadi membangunkan mereka dan menangkap basah persetubuhan antara pembantu dengan anak majikannya. Gak kebayang deh jadinya kayak apa.&lt;br /&gt;Lalu karena gw belum mencapai kenikmatan ini, maka dengan menyuruh mbak Dian mengangkatkan pantatnya sedikit tanpa harus mengeluarkan batang kont*l gw dari dalam liang kenikmatannya. Masih dengan posisi women on top. Kembali kini gue yang menyodok nyodok mem*knya dengan bringas. Sekarang gw gak perduli suara yang keluar dari mulut mbak Dian dalam setiap sodokan demi sodokan yang gw hantam kedalam mem*knya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Donn.... kamu kuat banget Donn... aaah... uuuhhh... ssshhhh.... ooohhh...” erangan demi erangan keluar silih berganti bersama dengan keringat yang semakin mengucur di sekujur badan gw dan mbak Dian.&lt;br /&gt;“Truuuus... Donn... sodok trusss mem*k mbak Doooonn. Jangan perduliin hantam truuuss.” Erangan mbak Dian yang memerintah semakin membuat darah muda gw semakin panas membara. Sekaligus semakin membuat gw terangsang.&lt;br /&gt;“Suka saya ent*t yah mbak... kont*l saya enak’kan... hhmmm.” Tanya gw memancing birahinya untuk semakin meningkat lagi.&lt;br /&gt;“hhhhhmmmm... suka....sssshhh... banget Donn. Suka banget.” Kembali erangannya yang tertahan itu terdengar bersama dengan nafasnya yang menderu dera karena nafsu birahinya kembali memuncak.&lt;br /&gt;“Bilang kalau mbak Dian adalah budak seks Donny.” Perintah gw.&lt;br /&gt;“Mbak budak seks kamu Donn, mbak rela meskipun kamu perkosa waktu itu.... Ohhhh... nikmatnya kont*l kamu ini Donn.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kencang kont*l gw ent*tin mem*knya mbak Dian. Mungkin seusai pertempuran ranjang ini mem*knya mbak Dian lecet lecet karena sodokan kont*l gw yang tak henti hentinya memberikan ruang untuk istirahat.&lt;br /&gt;Merasa sebentar lagi akan keluar, maka gw balikkan posisi tubuh mbak Dian dibawah tanpa harus mengeluarkan kont*l yang sudah tertanam rapi didalam mem*knya. Gw peluk dia trus gw balikin tubuhnya kembali ke posisi normal orang melakukan hubungan badan.&lt;br /&gt;Gw buka lebar lebar selangkangan mbak Dian dan kembali memompa mem*k mbak Dian. Terdengar suara suara yang terjadi karena beradunya dua kelamin berlainan jenis. “plok... plok...” semakin kencang terdengar dan semakin cepat daya sodokan yang gw hantam ke dalam liang vaginanya. Terasa sekali bila dalam posisi seperti ini, kont*l gw seperti menyentuh hingga rahimnya. Setiap di ujung hujangan yang gw berikan. Maka erangan mbak Dian yang tertahan itu mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saatnya terasa kembali denyut denyutan yang semula gw rasakan, namun kali ini denyut itu semakin hebat. Seakan telah di ujung helm surga gw. Gw tahan gak mau permainan ini cepat cepat usai. Setiap mau mencapai puncaknya. Gw pendam dalam dalam kont*l gw di dalam lubang senggamanya mbak Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba rasa nikmat ini semakin.... ooohhh....ssshhhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut denyut itu semakin menjadi... tanpa dapat gw tahan lagi. Akhirnya.&lt;br /&gt;“Mbak... Donn... mau kluuuarr nih.....”&lt;br /&gt;“Donn... jangan dicabut keluarin didalam saja, jangan sia sia in sperma kamu sampai terbuat. Kluarin di dalam aja Donn.” Seru mbak Dian yang mengharapkan agar gw memuncratkan didalam liang senggamanya itu.&lt;br /&gt;“Aaaahh..... Crooot... Croot.” Akhirnya sperma gw keluar didalam liang senggama mbak Dian. Bagi mbak Dian sperma yang gw semprotkan di liang kewanitaannya sangat nikmat sekali, berbeda dengan mantan suaminya yang dulu.&lt;br /&gt;Karena banyaknya sperma yang keluar. Ketika gw cabut kont*l gw dari lubang kewanitaan mbak Dian. Sedikit demi sedikit mengalir keluar dari selah selah belahan bibir vagina mbak Dian sperma yang tadi gw keluarin.&lt;br /&gt;“Thank’s yah mbak. Mbak Dian kembali lagi menyalurkan hasrat saya untuk menyetubuhi mbak Dian yang ke sekian kalinya.” Ucap gw kepada mbak Dian sambil merebahkan badan gw yang lemas terkuras karena pertempuran yang membawa kenikmatan ini.&lt;br /&gt;“Mbak yang minta terima kasih Donn. Bukannya kamu, kamu sudah mau memberikan kenikmatan yang slalu mbak dambakan ini.” Kata mbak Dian sambil meraih kembali batang kont*l gw yang sudah tergulai lemas.&lt;br /&gt;“Mbak suka yah sama kont*l saya... nanti bangun lagi loh. Apa mbak Dian mampu meladeni hercules ini kalau nanti dia bangun kembali.” Goda gw ke mbak Dian sambil meremas remas gunung kembarnya yang berukuran 36 B itu dengan puting yang mungil seperti wanita yang belum menikah.&lt;br /&gt;“Ihh.... kamu kuat banget sih. Bisa mati kalau kamu hantam lagi punya mbak sama tongkat ajaib kamu ini. Tadi saja mbak sudah berkali kali mencapai puncaknya. Sedangkan kamu hanya dua kali.”. “Donn... mungkin sungguh beruntung sekali bila nanti wanita yang menjadi istri mu.” Kata mbak Dian yang mengakui keperkasaan tongkat “Dewa Cabul” ini.&lt;br /&gt;“hahahaha.... habisnya tubuh mbak sungguh mengiurkan bila hanya dipandang saja, kan lebih nikmat lagi bila dirasakan langsung.” Tawa gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian. Sepulangnya gw dari rumah temen gw di bilangan Mangga Dua, Jakarta Utara. Gw di kejutkan dengan sesosok hadirnya wanita yang memiliki paras ayu dengan mata yang bulat, seakan akan mengambarkan paras muka yang sangat mengiurkan bila di setubuhi. Bibir yang tipis merah merona bukan karena memakai lipstik, samar samar terlihat tumbuh bulu halus di pinggir bibir yang menantang untuk dicium. Memiliki postur tinggi badan sekitar 165cm, berkulit putih mulus. Memiliki rambut panjang hitam lurus sebahu, rambut halus yang tumbuh disekujur lengan putihnya pun menjadi sebuah pesonanya. Memiliki lingkaran dada 36 C yang membuat hati laki laki ingin melihat gundukan daging yang terbungkus itu secara langsung, didukung penuh dengan bongkahan pantatnya yang semok bagaikan buntut mobil BMW yang menungging kebelakang bila berjalan. Goyangannya begitu akan mengoda hati laki laki yang menatap pantulan pantatnya yang sungguh menawan itu.&lt;br /&gt;Terbayang sepintas ingin menikmati tubuh indah itu meski bagaimana caranya, terlintas juga bila Rini menolak maka bakalan gw ambil jalan memperkosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Donn... kok ngelamun aja sih. Sudah makan blom, sana makan mbak Dian masak enak tuh hari ini. Katanya sih menu masakan yang paling kamu suka.”. “Sana makan dulu, jangan bengong...” tegur ibuku yang membuyarkan lamunan fantasi seks gw dengan Rini saat itu.&lt;br /&gt;Akhirnya Rini mulai berkerja menjadi pembantu di keluarga gw. Sehari hari Rini suka pakai daster sedengkul. Terkadang kalau Rini lagi membersihkan ruangan keluarga, suka gw curi liat goyangan pantatnya yang bulat menantang untuk diremas itu. sekali kali kalau dia sedang menunduk membersihkan meja kaca diruangan tersebut. Terlihat dengan jelas buah dadanya yang menyembur ingin keluar dari BH yang ia gunakan, entah karena kekecilan atau buah dadanya yang terlalu besar untuk anak seusia Rini yang sekarang beranjak 17 tahun.&lt;br /&gt;Hingga gw nekat untuk memenuhi hasrat setan gw ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah waktu itu ketika keadaan rumah sedang kosong. Nyokap ke Bandung ada acara arisan ibu ibu. Bokap sibuk dengan urusannya sendiri di kantornya yang terletak di kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta. Kakak gw masing masing sudah menikah dan punya keluarga masing masing. Sedangkan mbak Dian sendiri ijin pulang kampung untuk menengok anaknya hasil dari mantan suaminya. Sebelum pulang mbak Dian meminta untuk menyetubuhi dirinya sebelum nanti ia merindukan “tongkat ajaib” ini bila nanti di kampungnya. Begitulah mbak Dian kalau menyebut adik gw dengan sebutan itu. Mungkin ini juga gue anggap kesempatan emas bagi gw, karena saat ini keadaan rumah kosong hanya tinggal gw dan seorang wanita belia putih merangsang untuk segera menikmati bongkahan daging yang terbelah dan masih terbungkus rapi di balik celana dalam Rini. Serta dua gunung kembar yang jelas jelas hampir loncat dari rumahnya yang kekecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu gw pura pura tidur di kamar gw, karena gw tahu jam berapa dia bersihin kamar gw, jamberpa dia nyapu dan jam berapa saja kalau Rini akan mandi.&lt;br /&gt;Waktu itu gw tidur hanya mengenakan CD ketat yang secara otomatis membentuk lekukan lekukan di luar CD gw. Rini biasanya masuk kedalam kamar gw dengan mengetuknya terlebih dahulu, lalu akan masuk bila sudah gw iya kan.&lt;br /&gt;Pertama tama dia kikuk lihat gw tidur terlentang dengan hanya mengenakan CD saja. Terlebih lagi Rini suka melirik nakal kearah selangkangan gw yang saat itu makin tegang kala lihat Rini memakai daster dengan lubang leher yang agak melebar dan tinggi daster yang Rini kenakan juga amatlah minim sekali. Lebih tepatnya daster itu di sebut dengan baju tidur terusan tanpa lengan tangan. Mengaitkan antara sisi depan dan belakang hanya dengan seutas ikatan tali berwarna putih.&lt;br /&gt;Melihatnya saja membuat tangan gw terasa gatal sekali ingin cepat cepat menerkam tubuh sintal itu dan menindihinya di bawah tubuh gw. Merasakan seluruh jengkal tubuhnya, terutama merasakan membelah durian kampung rasa kota metropolitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 20 menit kemudian, tiba tiba Rini meninggalkan sapu yang di tangannya, tergeletak di bawah lantai. Perlahan lahan gw perhatiin gerakkannya yang mulai serba salah itu. Mengendap endap Rini berjalan menghampiri gw yang pura pura tertidur di atas ranjang gw yang berukuran no 1. Kemudian ditatap seongkongan batang yang tersembunyi menantang di balik Cd yang gw pakai.&lt;br /&gt;Dalam hati gw, akhirnya dugaan gw tentang wanita berbulu halus di lengan dan pahanya ternyata benar. Bahwa memiliki hasrat seks yang tinggi untuk merasakannya.&lt;br /&gt;Dengan posisi Rini berdiri di sisi ranjang, mulai perlahan tangannya ia julurkan mendekati punya gw yang tersembunyi itu. Di usap usap batang kont*l gw seirama. Naik... turun... yang terkadang diselinggi dengan pijatan kecil pada katong pelir dan usapan halus di kepala kont*l gw yang membengkak karena tegang dan keluar dari sisi atas CD yang gw pakai itu.&lt;br /&gt;Hati hati dia mulai menarik ke dua sisi atas CD gw, pelan pelan hingga membebaskan hercules yang sedari tadi ingin keluar.&lt;br /&gt;Digenggam batang kont*l gw dengan tangan kanannya dan mulai memainkan batangnya sambil menaik turunkan tangannya di barengi jilatan jilatan kecil yang menyapu permukaan kepala kont*l gw yang terlihat mengkilap membengkak karena rangsangan yang diberikan oleh Rini lewat jilatan jilatan lidahnya yang sangat nikmat itu. lama lama semakin beringas Rini melahap batang kont*l gw hingga masuk semuanya ke dalam mulutnya. Terasa sekali ujung batang kont*l gw mneyentuh hingga kerongkongannya. Terkadang digigit kecil pada helm surga gw. Akibatnya geli seperti ingin kencing.&lt;br /&gt;Tak hanya itu. samar samar terlihat tangan sebelah kirinya mulai terselip diantara dasternya dengan kaki yang terbuka agak tertekuk pada lututnya. Rintihan demi rintihan silih berganti, seperti sudah tak memperdulikan keberadaan gw yang sedang ia nikmati. Akhirnya memang gw akui sendiri permainan yang Rini lakukan sangat nikmat sekali, melebihi bibinya yang slama ini gw anggap paling pro dalam hal seperti ini. Erangan gw akhirnya keluar juga dari sekian lama gw tahan agar dia nikmatin dulu hal yang ia lakukan terhadap hercules gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rin... kamu sedang apa... kok celana dalam saya kamu buka. Dan bukannya kamu sedang membersihkan kamar saya.” Pura pura gw kaget dan memergoki Rini sedang mengoral kont*l gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena malu karena tertangkap basah mengoral anak majikannya yang sedang tidur. Rini langsung keluar dengan muka yang merah karena malu. Gw pun gak tinggal diam, gw susul Rini yang keluar tanpa berkata apa apa. Terlihat di ruangan tengah. Rini sedang duduk sambil menutup mukanya karena kejadian yang tadi itu. perlahan gw mendekati Rini dan duduk sebelah kiri sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa Rin... kok malahan diam saja.” Tanya gw dengan nada yang sopan teratur, seakan seorang dosen fakultas yang bertanya kepada mahasiswi yang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rini... malu sama kakak...” jawab Rini dengan masih menutup muka cantiknya. Dengan sedikit rambut halus yang tumbuh di atas bibir merah tipisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa malu... apa karena tadi Rini mengoral kakak yah... kalau boleh kakak tahu. Kamu tahu hal itu dari mana Rin...” tanya gw kembali sekedar ingin tahu pengalamannya tentang oral kelamin laki laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mmmmhh... Rini pernah nonton dirumah temen Rini. Rini lihat cewek menghisap punya laki lakinya dengan begitu enaknya.” Jawab Rini dengan sejujur jujurnya menceritakan pengalamannya tentang hal mengoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trus kenapa tadi... saat kak Donny sedang istirahat. Kenapa kamu membuka celana dalam kakak dan mengoral kemaluan kakak dengan begitu nikmatnya.” Tanya gw yang seperti mengintrogasi seorang tersangka pembunuhan tingkat kakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Habis... punyanya kakak gede banget dan membentuk diluar celana kak Donny. Rini pertama tama hanya penasaran saja ingin melihat bentuk punya kak Donn... tapi, Rini gak tahu. Tiba tiba Rini ingin sekali memasukkan punya kak Donny kedalam mulut Rini. Layak seperti film yang pernah Rini tonton di rumah teman Rini itu.” jawab Rini dengan begitu polosnya ingin tahu dan merasakan menghisap kelamin laki laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trus sekarang Rini masih pengen... atau mau rasa yang lebih dari yang tadi Rini lakukan terhadap kak Donny barusan.” Tanya gw dengan mengusap usap paha putihnya yang terlihat hingga pangkal pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini bagaikan terkunci bibirnya untuk menjawab penawaran gw itu. hanya dengan menganggukna kepalanya yang berartikan iya.&lt;br /&gt;Perlahan gw kecup bibir tipis yang sempat membuat gw ingin sekali merasakan nikmat bibir gadis berumur 17 tahun yang sekarang terpampang dihadapan gw.&lt;br /&gt;Dengan lembut gw mengecup bibir Rini, perlahan gw sapu setiap detail bibir itu. lembut, halus, seperti makanan agar agar. Perlahan gw menurunkan celana gw bersamaan dengan CD yang tadi sempat Rini turunin.&lt;br /&gt;Gw tuntun tangan kirinya menuju hercules yang telah siap sedari tadi bertahan ingin ikut merasakan kembali usapan dan hisapan gadis 17 tahun ini lagi.&lt;br /&gt;Di usap usap batang kont*l gw yang menegang dengan keras, bersamaan dengan nafas yang semakin meninggi karena didera nafsu darah perawan yang belum terjamah oleh laki laki. Tak ingin kalah dengan kegiatan tangan Rini, kini tangan gw mulai mengusap lembut gunung kembar yang membusung menantang untuk diremas oleh tangan perkasa. Tanpa gw perintah atau gw kasih petunjuk. Rini dengan kesadarannya membuka daster berserta bra kekecilan yang menutupi buah dadanya yang berukuran 36 C dengan pentil merah kecil menantang ingin sesegera di hisap dan mungkin di gigit kecil.&lt;br /&gt;Sesaat langsung gw tarik tubuh mungil itu ke dalam jangkauan dekapan gw. Dengan sigap gw hisap puting susu Rini yang menantang dan ternyata telah mengeras sedaritadi. Rini ternyata tak ingin hanya dia seorang yang merasakan kenikmatan ini bila pasangannya tak merasakan kenikmatan ini juga.&lt;br /&gt;Disambar batang kont*l gw tegang mnegacung tegak berdiri, berirama dengan desahan suaranya. Rini memanjakan kont*l gw dengan sangat lembut. Seakan akan tahu benda yang kini ia genggam sekarang adalah pusaka seseorang yang sekarang memberikan ia kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uuuuhh....ssshhh... uuuuuhhhhh.... Kak... uuuuuhhh. Enak banget kak... Uuuuuhh...” desah Rini tanpa melepaskan genggamannya dari batang kont*l gw. Seakan akan takut kehilangan tongkat pusaka warisan nenek moyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rin... enakkan. Kak Donny gak bohongkan... ini hanya pemanasan saja. Nanti... nanti permainan yang sesungguhnya Rini akan merasakan melayang ke surga tingkat tertinggi.” Seru gw memancing agar birahi Rini semakin terbakar dengan omongan gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HHmmm... enak kak... enak... uuuuuhhhh....uuuuhhhh....kak. berikan Rini kenikmatan yang kakkkaak jannnjiiin iiiituuuu...” seru Rini dibarengi dengan desahan yang tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw gak mau permainan seks gw dengan Rini dengan hanya terpaku pada satu posisi bercinta. Tapi gw mau memberikan Rini segala variasi bercinta dari kamasutra yang pernah gw baca di salah satu website di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang posisi gw dengan Rini seperti 69. namun posisi ini bukan seperti posisi senggama yang pada umumnya. Posisi kepala Rini sekarang adalah di bawah dengan posisi gw duduk di sofa ruang keluarga. Jadi persisnya kaki Rini sekarang mengantung di atas dan mengapit kepala gw yang sedang melahap liang mem*k Rini yang masih halus tak ditumbuhi oleh seutas bulu sekalipun.&lt;br /&gt;Memang aroma perawan sungguh beda. Aroma harum begitu merangsang ingin menjilatinya.&lt;br /&gt;Dengan kedua tangan gw menahan pinggang Rini agar posisi liang kewanitaannya tetap di hadapan gw. Sedangkan Rini mengoral batang kemaluan gw dengan sangat lahapnya. Rambutnya terurai turun menyapu hingga ke lantai. Setiap kali lidah gw menyapu klitorisnya, maka Rini pasti mengapin kepala gw dengan keras. Seakan menahan sesuatu yang ingin keluar. Gw gak perduli... apa yang dirasakan Rini. Maka dengan grutal gw buka liang kewanitaannya dengan lidah gw dan menyelipkan diantara kedua belah daging yang mengapit klitorisnya. Sesekali gw sodok sodok dengan lidah gw yang menyentuh bagian yang paling sensitif wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uuuuhhhh... kak ..... Rini gak tahan... mau kencing....Oooohhh....” desah Rini yang bingung dengan rasa yang menjalar tubuhnya kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw tahu dia hampir mencapai puncaknya. Maka dengan gerakan yang lebih kuat gw korek korek liang kewanitaannya dengan lidah gw yang bermain di dalam mem*knya. Mengisap klitorisnya. Mengigit kecil dan menarik klitorisnya dan akhirnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kaaakkkk..... oooohhhh. Riiinni gak tahan lagiiii. Aaaaakkkkhhhh.” Desah Rini di barengi dengan mengakunya sekujur tubuhnya. Hingga akhirnya mengalir sejumlah cairan benih di selah selah bibir mem*knya yang montok itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguh diluar dugaan gw sendiri. Ternyata Rini dengan cepat dapat kembali meningkat staminanya. Kembali meminta ingin merasakan kenikmatan yang gw pernah janjikan.&lt;br /&gt;Dengan sigap, gw suruh Rini jongkok tepat diselangkangan gw, sedangkan gw tetap duduk di atas sofa. Kemudian gw minta Rini kembali mengoral kejantanan gw. Dengan mengikuti segala arahan yang gw berikan. Rini mengoral kejantanan gw dengan ekspresi muka yang sangat merangsangkan gw. Lalu gw pegang kepalanya dengan menjambak rambutnya yang panjang. Semakin menderu nafas gw, gw coba menahan kont*l gw dalam posisi hingga terasa banget kepala kont*l gw masuk sampai tengorokan Rini. Oh my God.... rasa dan sensasi yang ditimbulkan lebih nikmat dibandingkan ketika gw ngent*tin mbak Dian.&lt;br /&gt;Setiap gesekan yang terjadi, memberikan sejuta sensasi yang nikmat sekali. Hingga tak terasa gw pun ikut mendesah karena rasa nikmat yang sangat sangat enak ini.&lt;br /&gt;Gw gak mau ada tangan gw yang nganggur, dengan tangan sebelah kiri gw remas buah dada Rini yang bergelantungan layaknya buah pepaya yang siap untuk dinikmati kematangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trus Rini hisap trus. Jilat.... enak... ssssshhhhh..... sempit banget mulut loe Rin... sssshhhhh.” Guyam gw memerintah Rini untuk semakin semangat meningkatkan gerakan naik turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh my God.... that very Good darling.... yeah, do it again. Suck more my dick.” Kata gw, setika Rini semakin bringas melahap batang kont*l gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh.... sit. I’m coming.... I’m coming. fu*k.” Crooot.... crooot....&lt;br /&gt;Akhirnya muntah juga lahar panas berwarna putih memenuhi rongga mulutnya. Tanpa sempat Rini menghindar dari cairan kenikmatan gw itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak kok di keluarin di dalam mulut Rini sih, iiihh kan jorok nih....” omel Rini sambil berjalan ke arak kamar mandi di lantai dua rumah gw yang gak jauh dari situ. Dengan tanpa mengenakan kembali dasternya Rini membersihkan mulutnya dari bekas muntahan sperma gw yang hampir memenuhi seluruh ruang didalam mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah setan apa yang datang. Ketika melihat Rini yang sedang menungging membersihkan mulutnya. Hasrat seks gw kembali bergejolak ketika melihat lipatan daging yang terhimpit antara pahanya yang montok putih merangsangkan.&lt;br /&gt;Sekejap langsung gw jongkok di belakang Rini tepat di bawah pantatnya yang bulat itu. kemudian mulai menjilat liang kewanitaannya yang tadi mengoda untuk kembali di jamah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak.... Rini kan lagi bersihin mulut Rini nih... ssssshhhh.... nanti dulu dong. Uuuuuhhh....” ujar Rini yang masih dengan posisi menungging membelakangi gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menghiraukan Rini berkata apa. Gw terus menjilati liang kewanitaan Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rini kakak masukin yah punya kak kedalam mem*k kamu...” pinta gw dengan mengambil posisi doggie style.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mmmmhh.... plan... pelan yah. Kak. Rini baru kali ini di jamah sama laki laki.” Pinta Rini. Memberitahukan bahwa dirinya masih perawan dan belum terjamah oleh laki laki manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kembali menjawab pertanyaannya lagi. Gw suruh Rini memegang wastafel di hadapannya dan merenggangkan kedua kakinya agak lebar. Karena sebentar lagi hercules perkasa ini akan menerobos gerbang surga yang didambakan laki laki manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tangan sebelah kanan mengenggam batang kont*l gw. Mengesek gesekkan kepala kont*l gw pada bibir mem*knya yang masih malu malu mereka itu. perlahan lahan dengan dibantu cairan yang keluar dari sela sela mem*knya, secara langsung membantu melancarkan kont*l gw untuk menerobos masuk dan sesegera mungkin merasakan kehangatan mem*knya Rini.&lt;br /&gt;Perlahan gw dorong batang kont*l gw hingga membuat kedua bibir mem*k Rini ikut tertekan kedalam. Terpampang muka Rini yang meringis menahan sakit ketika benda tumpul berurat hendak memaksa masuk kedalam liang kewanitaan yang selama ini slalu Rini jaga.&lt;br /&gt;Dengan susah payah, akhirnya kepala kont*l gw berhasil masuk. Perlahan gw tekan kembali dengan sedikit keras dengan tangan gw sebelah kiri memeras buah dadanya yang putih serta puting susu yang mengeras meruncing ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahan yah Rin... ini hanya pertamanya saja yang sakit. Nanti setelah punya kak masuk ke dalam mem*k kamu. Bukan sakit yang akan kamu rasakan lagi, tapi kenikmatan yang pernah sebelumnya kak janjikan kepada kamu tadi.” Rayu gw untuk menenangkan sakit yang ia derita saat kont*l gw akan menerobos liang surganya.&lt;br /&gt;Rini tak menjawab perkataan gw. Hanya menganggukkan kepalanya dan sesekali menatap ke arah gw yang sekarang akan menyetubuhinya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaakkkhh.... kkaakk... saaakkkit. Kak. Sakit banget.” Teriak Rini setelah seluruh batang kont*l gw berhasil menembus gerbang yang tadi menintip malu malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun gw gak akan menyia yia kan usaha gw yang tadi begitu susahnya menerobos mem*knya.&lt;br /&gt;Pelan pelan gw tarik batang kont*l gw hingga hanya menyisakan setengahnya di dalam dan kembali menekam batang kont*l gw masuk kedalam lagi. Gw lakukan berkali kali biar mem*k Rini bisa menyesuai benda asing yang menganjal di tengah tengah rongga sempit yang masih perawan itu. selama 3 menit lebih gw lakukan pengadaptasian di mem*knya Rini. Bisa gw liahat di pantulan kaca wastafel ada tetesan air mata yang mengalir di kedua pipi halusnya. Namun selang beberapa menit kemudian bukan isak tangis yang kini terdengar namun desahan yang mirip terdengar kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana Rin... masih sakit gak punya kamu.” Tanya gw memastikan rasa yang kini ia rasakan tanpa menghentikan penestrasi kedalam liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak... kak. Agak lebih cepat dan agak keras dong tekannya. Enak... sekarang enak kak.” Ujar Rini memberikan izin gw untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tanpa melanjutkannya gw mempercepat sodokan kont*l gw ke dalam mem*knaya yang seirama dengan goyangan pantat Rini yang mendorong pantatnya yang putih bulat itu ke belakang.&lt;br /&gt;Sodokan demi sodokan gw pompa terus menerus ke mem*k perawan yang sempit itu. terasa sekali di sekujur batang kont*l gw timbul rasa ngilu yang begitu amat sangat nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama gw percepat irama pompaan kont*l gw yang diiringi desahan haus seorang wanita yang baru pertama kali merasakan surga dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uuuuhhh.... ssshhhh.... kak. Lagi kak. Lebih keras.” Pinta Rini yang merasa kurang kencang menyetubuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila nih perawan, segini kencangnya gw hantam pake kont*l gw, dia bilang kurang!!!!” umpat gw dalam hati yang merasa heran atas hasrat seks yang terpendam dalam diri Rini ini.&lt;br /&gt;Mungkin karena terasa terkuras tenaga yang ada didalam badan gw ini. Akhirnya gw minta kepada Rini untuk mengubah posisi ngent*tnya. Gw gendong Rini merapat ke dinding rumah gw. Dengan kedua tangan Rini melingkar di leher gw. Kedua kakinya melingkar dipinggang gw seperti anak kecil yang sedang ingin memanjat pohon. Dengan cepat ia meraih batang kont*l gw dan meletakkan kembali ke dalam liang kewanitaannya. Seakan akan tak mau sampai kenikmatan yang tadi ia rasakan terputus sebelum ia mencapai puncak kenikmatannya yang selanjutnya. Dengan gaya mengendong Rini dan sambil berjalan menuju ke dalam kamar gw yang pertama kali Rini mengoral kont*l gw tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merebahkan tubuh mungil Rini yang mengiurkan itu di atas ranjang gw. Berusaha untuk tidak merubah posisi keberadaan kont*l gw yang sudah menancap didalam mem*knya.&lt;br /&gt;Dengan mengangkat kedua kakinya dan menaruhkannya di atas bahu gw, membuat lebih leluasa kont*l gw untuk keluar masuk mem*knya Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dah gak sakit lagi’kan... enak’kan sekarang rasanya. Eeehhhhmmm... eeehhhhmm.... enak Rin. Kalau kakak sodok mem*k Rini kayak gini.” Tanya gw terhadap Rini dengan posisi setengah tertindih oleh badan gw.&lt;br /&gt;Rini hanya menatap gw yang sedang memompanya sambil mengigit tipis bibir bawanya yang mungil. Dengan menganggukkan kepala dan mengucap usapkan kedua tangannya pada dada gw yang bidang.&lt;br /&gt;Namun ada satu ekspresi muka Rini yang buat gw sungguh sungguh terangsang banget. Saat gw hentakin dengan keras batang kont*l gw ke dalam liang kemaluannya. Saat itu paras ayunya semakin merangsangkan dengan bibir mungil nya yang membuka sedikit, seperti mengharapkan rasa nikmat yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rin... mem*k kamu memang sungguh nikmat sekali... beda sekali dengan mem*knya mbak Dian.” Kata gw dengan tanpa sadar mengucapkan kata kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan paras muka kaget, Rini menatap gw yang masih terus memompa mem*knya dengan cepat. Namun Rini hanya diam tanpa mempersoalkan bahwa gw juga sudah pernah mencicipi liang kenikmatan bibinya Dian.&lt;br /&gt;Selang beberapa menit. Rini meminta agar merubah posisi senggamanya menjadi women on top. Alasannya ia lebih menikmati bila liang kewanitaannya ditikam oleh kont*l gw dari bawah. Sensasi yang akan ia rasakan lebih nikmat dibandingkan dengan gaya sebelumnya.&lt;br /&gt;Perlahan gw merubah posisi kembali. Namun kali ini terpaksa harus mencabut terlebuh dahulu bazzoka yang sudah tertancap di laras Rini.&lt;br /&gt;Dengan berirama Rini mengoyangkan pantatnya yang bulat indah itu maju mundur, layaknya seseorang yang sedang naik kuda pacuan.&lt;br /&gt;Ekspresi Rini kali ini membuat gw sungguh tergila gila akan perlakuan yang ia perbuat atas kont*l gw ini. Terasa sekali kont*l gw mengaduk seluruh isi liang kewanitaannya. Terkadang maju mundur, terkadang berputar putar seperti goyangan salah satu artis Inul daratista yang sedang goyang ngebor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rin.... nikmat banget. Trusss Rin. Jangan berhenti.” Terasa kont*l gw akhirnya mendenyut denyut akan memuntahkan sesuatu dari pangkalnya. “Gila enak banget, mem*k kamu memang kakak akuin lebih nikmat dibandingkan dengan mbak Dian. Uuuuhhh... damn. Trus... Rin.” Umpat gw yang merasa akan mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak... Rini mau.... mmmmauu.... sssssshhh.... kkakak.... oooooohhh.... kkllluar.” Desah Rini yang memberitahukan gw ia mau mencapai puncaknya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rin... tahan sebentar lagi... seddiiikkit lagi. Kita keluarin samamma yah....uuuhh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakinkencang goyangan yang dibuat oleh Rini. Dan akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaakkkhhh..... kakak.” Teriak Rini sambil merebahkan tubuhnya yang lemas terkuras di atas tubuh gw. Dengan posisi batang kont*l gw yang masih menancap didalam mem*knya. Karena Rini tak mampu menahan dorongan yang memaksa. Akhirnya Rini mencapai puncaknya terlebih dahulu. Dengan kencang gw hujam kont*l gw semakin cepat ke dalam mem*knya. Tanpa memperdulikan tubuh Rini yang sudah terbujur lemas di atas badan gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Crooot.... Croot....” sperma gw muncrat semuanya didalam rahim Rini. Karena banyaknya sperma yang keluar memenuhi rahimnya hingga tak tertempung. Sperma yang gw keluarin itu mengalir melalui sela sela bibir mem*k Rini yang montok itu.&lt;br /&gt;Tanpa mencabut bazzoka yang masih menancap. Gw biarkan Rini istirahat, tidur diatas badan gw layaknya seorang anak kecil yang tertidur karena kelelahan.&lt;br /&gt;Dalam satu hari penuh gw setubuhi Rini terus menerus. Mumpung rumah gak ada siapa2. hanya Rini dan gw. Dari pagi hingga malam jam 9 malam sebelum seluruh anggota keluarga gw pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rin... terima kasih yah. Rini sudah mau kasih kakak keperawanan Rini.” Ujar gw mengucapkan terima kasih setelah melahap keperawanan yang nikmat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rini juga sangat terima kasih sama kak Donny. Mau izinin Rini merasakan surga dunia yang begitu indah ini.” Jawab Rini sambil masih merebahkan kepalanya di dada gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntungnya diri gw saat ini dan nanti kedepannya. Memiliki pemuas nafsu didalam rumah sendiri. Tanpa harus membayar sepeser uangpun kepada mereka. Permainan antara keponakan dan bibinya sungguh nikmat sekali. Hingga pernah gw lakuin bertiga. Saat seluruh keluarga gw pergi ke rumah saudara gw yang ada di surabaya. Kebetulan mereka menginap selama tiga hari dua malam disana. Bisa kebayang gak nikmatnya tidur didampingi dua wanita yang memiliki hasrat seks yang tinggi. Dalam satu hari gw bisa layanin mereka berdua sebanyak 7 kali. Itu juga harus gw bantu dengan telor ayam kampung dicampur dengan madu sebelum bertempur.&lt;br /&gt;Di dapur... di ruang keluarga... di balkon lantai dua... huh, pokoknya dimana mereka berada, disana juga gw ent*tin Rini atau mbak Dian dengan sesuka hati gw.&lt;br /&gt;Namun yang paling nikmat saat gw ent*tin Rini di Taman Rumah gw. Diatas rumput hanya di alasin oleh handuk putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatnya punya pembantu yang Hot seperti Mbak Dian dan Rini yang masih berusia 17 tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-8440811527992812217?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/8440811527992812217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/pembantuku-yang-hot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/8440811527992812217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/8440811527992812217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/pembantuku-yang-hot.html' title='Pembantuku yang hot'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-3912690740313620124</id><published>2009-06-06T02:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T02:49:58.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot cewek salon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek salon bugil'/><title type='text'>Cewek Salon yang Seksi</title><content type='html'>Hari ini aku lelah sekali. Sehabis meeting tadi siang yang membosankan membuat badan dan pikiranku capai sekali. Aku memutuskan untuk pergi ke salon untuk sekedar creambath dan refleksi saat pulang kantor nanti. Berikut &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cerita seks&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang lebih lengkap ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu jam pulang kantor aku browsing internet sambil menghirup secangkir kopi. Kubuka e-mailku dan kubaca beberapa surat dari pembaca. Banyak yang menyukai membaca pengalamanku, dan beberapa tidak. Aku hanya membalas kalau ceritaku tidak berkenan di hati pembaca, anggap saja cerita ini hanya fiksi belaka. Meski aku merasa tidak mendapat kepuasan, bila aku hanya membuat cerita fiksi belaka. Kupanggil Lia sekretarisku untuk memuaskan nafsuku.&lt;br /&gt;“Lia kemari sebentar,” kataku lewat telepon.&lt;br /&gt;“Baik Pak,” suara Lia yang merdu terdengar.&lt;br /&gt;Tak lama Liapun sudah muncul di dalam ruanganku.&lt;br /&gt;“Kunci pintunya,” perintahku.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lia tersenyum genit kemudian mengunci pintu ruanganku. Hari itu dia tampak anggun dengan pakaian yang sopan. Dengan baju yang longgar dan rok yang selutut, ditambah dengan syal yang melingkar di lehernya membuatnya tak kalah cantik dari biasanya. Walaupun dengan pakaian yang longgar seperti yang dia kenakan, buah dadanya yang besar tampak tersembunyi di balik bajunya.&lt;br /&gt;“Ada apa Pak Robert,” tanyanya pura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;“Wah.. Kamu kok kelihatan beda ya.. Pakaianmu kok nggak sesexy biasanya,” godaku ketika ia telah berada dihadapanku.&lt;br /&gt;“Iya Pak.. Soalnya nanti sehabis pulang kantor saya diajak tunangan untuk makan malam bersama keluarganya,” jawab Lia sambil duduk di kursi di depanku.&lt;br /&gt;“Tapi kamu tetap tampak cantik kok,” godaku.&lt;br /&gt;“Ah.. Pak Robert bisa saja..”&lt;br /&gt;“Ayo duduk di sini saja..” perintahku sambil menunjuk ke arah pangkuanku.&lt;br /&gt;Lia tersenyum manis kemudian bangkit dari kursinya dan kemudian duduk di atas pangkuanku.&lt;br /&gt;“Pak Robert habis baca cerita porno ya.. Pantas jadi horny” katanya setelah melihat layar laptopku.&lt;br /&gt;“Iya sayang.. Apalagi setelah lihat kamu.. Habis kamu cantik sekali sih” rayuku sambil mengelus-elus pahanya.&lt;br /&gt;Lalu kudekatkan bibirku ke wajahnya, dan Lia langsung menyambutnya dengan penuh gairah. Beberapa saat kita melakukan french kiss, sambil tanganku membuka kancing bajunya satu persatu. Tampak buah dadanya yang besar masih terbungkus oleh BHnya yang berwarna hitam. Kuciumi belahan dadanya sambil tanganku membuka pengait BHnya.&lt;br /&gt;Buah dada Liapun mencuat keluar sambil bergoyang menggemaskan ketika pengait BHnya telah kubuka. Langsung kuciumi dan kujilati buah dada yang kenyal itu berikut putingnya yang dengan cepat mengeras menahan gairah.&lt;br /&gt;“Ahh.. Sst.. Ahh.. Sstt” erang Lia ketika aku menikmati satu per satu buah dadanya secara bergantian.&lt;br /&gt;“Enak Lia?” tanyaku secara retoris.&lt;br /&gt;“Enak Pak.. Ahh.. Sstt.. Tapi jangan dicupang Pak.. Nanti tunanganku curiga.. Ahh.. Sstt” jawab Lia ditengah erangan kenikmatannya.&lt;br /&gt;“Ayo buka pakaianmu sayang” perintahku setelah aku puas menikmati dadanya.&lt;br /&gt;Liapun bangkit dan membuka pakaiannya satu persatu.&lt;br /&gt;“Aku pengin kamu yang sepenuhnya aktif kali ini. Badanku sedang capai dan aku cuma mau duduk saja di sini. Mengerti Lia?” tanyaku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Ih. Pak Robert curang..” rengutnya manja.&lt;br /&gt;Lia tampak tinggal mengenakan celana dalam mini di depanku. Dia mengelus-elus buah dadanya sendiri menggodaku.&lt;br /&gt;“Jangan dibuka, lebih seksi begitu” kataku ketika dia akan membuka celana dalamnya.&lt;br /&gt;“Pakai juga syalnya..” perintahku.&lt;br /&gt;Liapun kemudian menghampiriku dengan hanya mengenakan celana dalam mininya dan sepatu hak tingginya. Penampilannya tambah sensual dengan syal yang melingkar di lehernya yang jenjang. Dia kembali duduk di atas pangkuanku. Kuciumi kembali bibirnya sambil meremas-remas buah dadanya yang padat menjulang itu.&lt;br /&gt;Lia kemudian bangkit dan berjongkok di depan kursiku. Dibukanya retseleting celanaku. Aku membantunya dengan membuka sepatuku dan sedikit berdiri, agar dia dapat mudah membuka celanaku. Tak lama celana dalamkupun telah dibukanya. Kemaluankupun langsung mencuat di depan wajahnya yang cantik jelita itu.&lt;br /&gt;“Wah.. Sudah tegang banget nih Pak,” godanya sambil kemudian menjilati kemaluanku.&lt;br /&gt;Ditelusurinya kemaluan dan dihisap-hisapnya buah zakarku.&lt;br /&gt;“Kamu suka Lia?” tanyaku lagi-lagi secara retoris.&lt;br /&gt;“Siapa sih yang nggak suka.. Besar banget..” katanya terputus karena kemudian dengan lahap dia sudah mengulum kepala kemaluanku.&lt;br /&gt;Rasa nikmat menjalar dengan cepat ke seluruh tubuhku. Lia dengan rakus menghisap kemaluan bosnya ini.&lt;br /&gt;“Ehm.. Ehm..” gumamnya ketika mulutnya memberikan kenikmatan luar biasa pada syaraf-syaraf kemaluanku.&lt;br /&gt;Aku hanya duduk di kursiku sambil mencengkeram lengan kursi menahan kenikmatan. Sesekali kusibakkan rambutnya agar aku dapat melihat kemaluanku menjejali mulut sekretaris cantikku ini. Tampak pipinya yang putih bersih menggelembung disesaki kemaluanku. Setelah puas dihisap, aku suruh Lia untuk berdiri.&lt;br /&gt;“Ayo sayang.. Menghadap ke pintu.” perintahku.&lt;br /&gt;Liapun kemudian menaiki pangkuanku dengan tubuhnya membelakangiku. Disibaknya celana dalam yang ia kenakan, kemudian Lia mengarahkan kemaluanku ke dalam &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/vagina"&gt;vagina&lt;/a&gt;nya yang sudah basah oleh gairah mudanya.&lt;br /&gt;“Ahh.. Yes..” jeritnya tertahan ketika kemaluanku mulai menerobos liang senggamanya.&lt;br /&gt;Liapun kemudian menggerakkan pantatnya naik turun sementara aku memegangi pinggangnya yang ramping.&lt;br /&gt;“Oh.. Pak.. Enak.. Terus Pak.. Oh.. My god..” Lia mulai meracau menahan kenikmatan yang diberikan kemaluanku yang memang ukurannya di atas rata-rata ini.&lt;br /&gt;Lia terus bergoyang di atas pangkuanku, sambil tangannya meremas-remas buah dadanya sendiri.&lt;br /&gt;“Pak.. Enak.. Oh.. Lia hampir sampai Pak..” erangnya lagi.&lt;br /&gt;Tak lama badan Lia menegang sambil dia menjerit tertahan. Aku merasa kemaluanku semakin basah oleh cairan vaginanya. Rupanya dia telah orgasme. Setelah orgasme, dia menghentikan goyangannya.&lt;br /&gt;“Lia.. Kok berhenti gimana sih? Aku belum puas nih!” kataku pura-pura marah.&lt;br /&gt;“Jangan kuatir Pak Robert.. Lia pengin minum sperma Bapak.. Lia suka. Boleh khan?” pintanya genit.&lt;br /&gt;“Hmm.. Boleh nggak ya..” godaku, “Say the magic word first!!” perintahku.&lt;br /&gt;“Please.. Please..” rengek Lia sambil menciumi pipiku.&lt;br /&gt;“OK deh.. Karena saya sedang baik hati.. Boleh deh..” kataku.&lt;br /&gt;Liapun kemudian kembali jongkok dan kembali kemaluanku menjejali mulutnya. Setelah beberapa menit dijilat dan dihisap, akupun mengalami orgasme di dalam mulut sekretarisku ini. Seperti biasa dia menjilati bersih seluruh kemaluanku.&lt;br /&gt;“Ok Lia.. You are excused. Aku mau kembali kerja lagi nih” kataku setelah kami mengenakan pakaian kami masing-masing. Liapun tersenyum dan melangkah keluar ruanganku.&lt;br /&gt;Aku masih berada di kantor meneruskan browsing internet. Karena sudah puas, aku hanya browsing berita-berita terkini. Tak lama Liapun masuk ke ruanganku.&lt;br /&gt;“Saya pamit pulang dulu Pak”.&lt;br /&gt;Dia telah tampak kembali anggun dan sopan serta luar biasa cantik mengenakan pakaian resminya.&lt;br /&gt;“Kok buru-buru?” tanyaku, kali ini bukan pertanyaan retoris.&lt;br /&gt;“Sudah dijemput tunangan saya Pak. Lagian takut macet dan terlambat”&lt;br /&gt;“OK deh.. Salam buat keluarga tunanganmu ya” kataku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Baik Pak nanti saya akan sampaikan” jawabnya dengan suara resmi tapi terdengar merdu di telinga.&lt;br /&gt;Satu hal yang aku suka darinya, biarpun aku sering menikmati tubuhnya, dia tetap berlaku sopan seperti layaknya seorang sekretaris pada bosnya.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Sepulang kantor, tubuhku menjadi tambah penat sehabis mengerjai Lia tadi. Kuparkir Mercy kesayanganku di sebuah mall yang terletak tak jauh dari kantorku. Kubergegas menuju sebuah salon dengan dekorasi yang didominasi warna merah itu.&lt;br /&gt;“Mau diapain Pak” tanya resepsionis yang cantik.&lt;br /&gt;Kulihat namanya yang terpampang di dada. Anggi, namanya.&lt;br /&gt;“Creambath sama refleksi” jawabku.&lt;br /&gt;“Mari dicuci dulu Pak” Anggi menyilahkanku ke tempat cuci.&lt;br /&gt;Tak lama pegawai salon yang akan merawat rambutkupun datang. Kuperhatikan dia tampak masih ABG. Dengan tubuh yang kecil dan kulit sawo matang tapi bersih, wajahnya pun tampak manis dan imut. Walaupun tak secantik Lia, tapi wajahnya yang menyiratkan kemudaan dan keluguan itu menarik hatiku. Tapi yang paling menyedot perhatianku adalah buah dadanya yang besar untuk ukuran tubuhnya. Dengan tubuh yang mungil, buah dadanya tampak menonjol sekali dibalik seragamnya yang berwarna hitam itu.&lt;br /&gt;Perawatanpun dimulai. Pijatan Dian, nama gadis itu, mulai memberikan kenikmatan di tubuhku yang lelah. Tetapi tak kuduga setelah aku menyetubuhi Lia tadi, gairahku kembali timbul melihat Dian. Terutama karena buah dadanya yang tampak masih padat dan kenyal itu. Benar-benar sexy sekali dilihatnya, ditambah dengan celana jeansnya yang sedikit di bawah pinggang sesuai mode masa kini, sehingga terkadang perutnya tampak ketika dia memijat bagian atas kepalaku.&lt;br /&gt;Setelah creambath, Dianpun yang memberikan layanan refleksi. Karena tempat dudukku lebih tinggi darinya, kadang ketika dia agak menunduk, aku dapat melihat belahan dadanya dari balik T-shirtnya yang kancingnya sengaja dibuka. Begitu indah pemandangan itu. Semenjak aku menikmati Tari, gadis SMP dulu, belum pernah aku menikmati ABG belasan tahun lagi. Terlebih dulu Tari berdada kecil, sementara aku ingin mencoba ABG berdada besar seperti Dian ini.&lt;br /&gt;Akupun mengajaknya mengobrol. Ternyata dia baru lulus SMA dan berusia 18 tahun lebih sedikit. Mau melanjutkan sekolah tidak ada biaya, dan belum mendapatkan kerja yang sesuai. Dia bekerja di salon tersebut sambil mencari-cari kerja yang lain yang lebih baik.&lt;br /&gt;Singkat kata, aku tawarkan dia untuk melamar di perusahaanku. Tampak dia berseri-seri mendengarnya. Aku sarankan sehabis jam kerjanya kita dapat mengobrol lebih jauh lagi mengenai pekerjaan itu. Diapun setuju untuk menemuiku di food court selepas pulang kerja nanti.&lt;br /&gt;Jam 8.00 malam, Dian menemuiku yang menunggunya di tempat yang telah disepakati itu. Kupesan makan malam sambil kita berbincang-bincang mengenai prospeknya untuk bekerja di perusahaanku. Kuminta dia mengirimkan surat lamaran serta ijazahnya secepatnya untuk diproses. Kubilang ada lowongan sebagai resepsionis di kantorku. Memang cuma ada Noni resepsionis di kantorku, sehingga aku merasa perlu untuk menambah satu lagi. Setidaknya itulah pikiranku yang sudah diseliputi hawa nafsu melihat kemolekan tubuh muda Dian.&lt;br /&gt;Sambil berbincang, mataku terus mengagumi buah dadanya yang tampak sekal menggiurkan itu. Ingin rasanya cepat-cepat kujilat dan kuhisap sepuas hati. Dian tampak menyadari aku menatap dadanya, dan dia tampak tersipu malu sambil berusaha menutup celah T-shirtnya.&lt;br /&gt;Sehabis makan malam, aku tawarkan untuk mengantarnya pulang. Sambil meneruskan wawancara, alasanku. Dianpun tidak menolak mengingat dia sudah ingin sekali pindah tempat kerja. Terlebih penampilanku membuatnya semakin yakin. Di dalam mobil, dalam perjalanan, kuteruskan perbincanganku mengenai job description seorang resepsionis di kantorku. Sambil berbincang kucoba meraba pahanya yang terbungkus jeans ketat. Sesekali tangannya menolak rabaan tanganku.&lt;br /&gt;“Jangan Pak.. malu” alasannya.&lt;br /&gt;Sementara itu, nafsuku sudah begitu menggelora dan motel jam-jaman langganankupun sudah hampir tampak.&lt;br /&gt;“Dian.. Terus terang saja.. Kamu memenuhi semua persyaratan.. Hanya saja kamu harus bisa melayani aku luar dalam untuk bekerja di perusahaanku.” tegasku sambil kembali mengerayangi pahanya. Kali ini tidak ada penolakkan darinya.&lt;br /&gt;“Tapi Pak.. Dian nggak biasa..”&lt;br /&gt;“Yach kamu mulai sekarang harus membiasakan diri ya..” kataku sambil meremas pahanya dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku membelokkan setir Mercyku ke pintu masuk motel langgananku itu.&lt;br /&gt;Mobilku langsung masuk ke dalam garasi yang telah dibuka oleh petugas, dan pintu garasi langsung ditutup begitu mobilku telah berada di dalam. Kuajak Dian turun dan kamipun masuk ke dalam kamar. Kamar motel tersebut lumayan bagus dengan kaca yang menutupi dindingnya. Tak lama, petugas motel datang dan akupun membayar rate untuk 6 jam.&lt;br /&gt;Setelah si petugas pergi, kuajak Dian untuk duduk di ranjang. Dengan ragu-ragu dia patuhi perintahku sambil dengan gugup tangannya meremas-remas sapu tangannya. Kusibakkan rambutnya yang ikal sebahu dengan penuh kasih sayang, dan mulai kuciumi wajah calon resepsionisku ini. Kemudian kuciumi bibirnya yang agak sedikit tebal dan sensual itu. Tampak dia hanya bereaksi sedikit sambil menutup matanya. Hanya nafasnya yang mulai memberat..&lt;br /&gt;Kurebahkan tubuhnya di atas ranjang, dan langsung tanganku dengan gemas merabai dan meremasi buah dadanya yang ranum itu. Aku sangat gemas sekali melihat seorang ABG bisa mempunyai buah dada seseksi ini. Kuangkat T-shirtnya, dan langsung kujilati buah dadanya yang masih tertutup BH ini. Kuciumi belahan dadanya yang membusung. Ahh.. Seksi sekali anak ini. Dia masih tetap menutup matanya sambil terus meremas-remas sapu tangan dan seprei ranjang ketika aku mulai menikmati buah dadanya. Kubuka pengait BHnya yang tampak kekecilan untuk ukuran buah dadanya, dan langsung kuhisap dan kujilati buah dada gadis salon ini.&lt;br /&gt;“Eh.. Eh..” hanya erangan tertahan yang keluar dari mulutnya. Dian tampak menggigit bibirnya sendiri sambil mengerang ketika lidahku menari di atas putingnya yang berwarna coklat. Dengan cepat puting itu mengeras pertanda siempunya sedang terangsang hebat.&lt;br /&gt;Segara kulucuti semua pakaianku sehingga aku telanjang bulat. Kemaluanku telah tegak ingin merasakan nikmatnya tubuh gadis muda ini. Akupun duduk di atas dadanya dan kuarahkan kemaluanku ke mulutnya.&lt;br /&gt;“Jangan Pak.. Dian belum pernah..” katanya sambil menutup bibirnya rapat.&lt;br /&gt;“Ya kamu harus mulai belajar donk..” jawabku sambil menyentuhkan kemaluanku, yang panjangnya hampir sama dengan panjang wajahnya itu, ke seluruh permukaan wajahnya.&lt;br /&gt;“Katanya mau jadi pegawai kantoran..” aku mengigatkan.&lt;br /&gt;“Tapi nggak akan muat Pak.. Besar sekali”&lt;br /&gt;“Ya kamu coba aja sedikit demi sedikit. Dimulai dari ujungnya dulu ya sayang..” perintahku lagi.&lt;br /&gt;Dianpun mulai membuka mulutnya. Kusodorkan kemaluanku dan sedikit demi sedikit rasa hangat yang nikmat menjalari kemaluanku itu, ketika Dian mulai menghisapnya. Kuangkat kepalanya sedikit sehingga dia lebih leluasa menghisapi kemaluan calon bosnya ini.&lt;br /&gt;“Ya.. Begitu.. Sekarang coba lebih dalam lagi” kataku sambil mendorong kemaluanku lebih jauh ke dalam mulutnya.&lt;br /&gt;Kemudian kutarik keluar kemaluanku dan kuarahkan mulut gadis ABG ini ke buah zakarku.&lt;br /&gt;“Sekarang kamu jilat dan hisap ini ya.. Sayang”&lt;br /&gt;Dianpun menurut. Dijilatinya dan kemudian dihisapnya buah zakarku satu per satu. Demikian selama beberapa menit aku duduk di atas dada Dian dan mengajarinya memberikan kenikmatan dengan menggunakan mulutnya. Mulutnya tampak penuh sesak ketika ia menghisapi kemaluanku.&lt;br /&gt;Setelah puas menikmati hangatnya mulut Dian, aku kembali gemas melihat buah dadanya yang membusung itu. Kembali kunikmati buah dadanya dengan mulutku. Kembali Dian mengerang tertahan sambil mengatupkan bibirnya. Sementara itu, akupun melucuti celana jeansnya dan sekalian celana dalamnya. Tampak vaginanya yang bersih tak berbulu seperti menantang untuk digenjot kemaluanku.&lt;br /&gt;Tanganku meraba-raba vaginanya dan tak lama menemukan klitorisnya. Kuusap-usap klitorisnya itu, sementara mulutku kembali dengan gemas menikmati buah dadanya yang besar menantang. Terdengar dengusan nafas Dian semakin dalam dan cepat. Matanya masih menutup demikian juga dengan bibirnya. Tangannya tampak semakin keras meremas sprei ranjang kamar. Aku sudah ingin menyetubuhi gadis petugas creambath ini. Kurenggangkan pahanya sementara kuarahkan kemaluanku ke liang nikmatnya.&lt;br /&gt;“Pelan-pelan ya Pak..” pintanya sambil membuka mata.&lt;br /&gt;Tak kujawab, tapi mulai kudorong kemaluanku menerobos liang vaginanya. Memang dia sudah tidak perawan lagi, tetapi vaginanya masih sempit menjepit kemaluanku.&lt;br /&gt;“Ahh..” jeritnya ketika kemaluanku telah menerobos vaginanya. Tak kuasa lagi dia untuk menahan jeritan nikmatnya.&lt;br /&gt;Mulai kugenjot vaginanya, sambil kuremas-remas buah dadanya. Makin keras erangan Dian memenuhi ruangan itu.&lt;br /&gt;“Ahh.. Ahh..” erangnya seirama dengan goyanganku.&lt;br /&gt;Buah dadanya bergoyang menggiurkan ketika aku memompa vaginanya. Sesekali kuhentikan goyanganku untuk kembali menghisapi buah dadanya yang besar dengan gemas. Hampir 20 menit terus kupompa gadis manis pegawai salon ini. Tiba-tiba dia mengerang dan mengejang hebat tanda orgasme. Tampak butir keringat mengalir membasahi wajahnya yang manis. Kuseka keringatnya dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;Kemudian kunaiki kembali tubuhnya dan kali ini kuletakkan kemaluanku diantara buah dadanya yang kenyal itu. Tanganku merapatkan buah dadanya, sehingga kemaluanku terjepit diantaranya. Nikmat sekali rasanya dijepit buah dada gadis ABG semanis dia. Mulai kugoyangkan badanku maju mundur sehingga buah dadanya yang kenyal menggesek-gesek kemaluanku dengan nikmat. Kadang kulepaskan kemaluanku dari himpitan buah dadanya untuk kemudian kusorongkan ke mulutnya untuk dihisap. Kemudian kembali kujepitkan diantara buah dadanya yang ranum itu.&lt;br /&gt;Kira-kira 15 menit lamanya kemaluanku menikmati kenyalnya buah dada dan hangatnya mulut Dian. Akupun merasa akan orgasme, dan tak lama kusemburkan cairan ejakulasiku di atas buah dada Dian. Dengan kemaluanku, kuoleskan spermaku keseluruh permukaan buah dadanya yang sangat membuatku gemas itu.&lt;br /&gt;“Pak.. Jangan bohong lho janji Bapak..” ujar Dian saat kami telah meluncur kembali di dalam mobilku.&lt;br /&gt;“Oh nggak, sayang.. Cepat saja kamu kirim lamarannya ya” jawabku.&lt;br /&gt;Dianpun tersenyum senang mendengarnya. Terbayang olehnya kerja di kantor yang merupakan cita-citanya. Akupun tersenyum senang membayangkan buah dada Dian yang akan dapat aku nikmati sepuasnya nanti. Kuturunkan Dian dipinggir jalan sambil kuberi uang untuk ongkos taksi.&lt;br /&gt;“Terimakasih ya Pak Robert” katanya ketika dia turun dari mobilku.&lt;br /&gt;“Sama-sama Dian” jawabku sambil melambaikan tangan.&lt;br /&gt;Kukebut mobilku menuju jalan tol. Hari telah larut malam. Jalanan telah menjadi lenggang. Ingin rasanya cepat sampai di apartemanku setelah hari yang melelahkan ini. Tiba-tiba aku sadar kalau aku belum mentest secara seksama kemampuan Dian untuk menjadi resepsionis. Interpersonal skill, bahasa Inggris, telephone manner, dan lain-lain. Rupanya aku hanya terbuai oleh buah dadanya yang nikmat itu. Biarlah nanti bagian HRD yang mentestnya, pikirku. Kalau lulus ya diterima, kalau nggak ya nggak apa-apa. Toh aku sudah puas menikmati buah dadanya he.. He..&lt;br /&gt;Kubuka jendela untuk membayar tol. Setelah membayar, langsung aku tancap gas melintasi kota Jakarta di waktu malam. Lagu “Breakin’ Away”nya Al Jarreau mengisi sepinya suasana dalam mobilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-3912690740313620124?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/3912690740313620124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/cewek-salon-yang-seksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/3912690740313620124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/3912690740313620124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/cewek-salon-yang-seksi.html' title='Cewek Salon yang Seksi'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-6638330308087014776</id><published>2009-06-06T02:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T02:32:52.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek abg'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='abg toge'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ml di hotel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita seks'/><title type='text'>Cerita Ngentot Abg</title><content type='html'>&lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita seks&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dengan abg yang ga pernah bisa aku lupakan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, pas aku lagi kluar kota, malemnya gak ada kegiatan. Kbetulan hotel tempat aku nginep dekat ma kampus universitas terkenal di kota itu. Malemnya, karena gak ada kegiatan, aku iseng menuju ke warnet yang terletak dekat hotel, persis disebrang universitas tersebut. Biasanya kalo malem gini, psti banyak mahaiswa dan mahaiswi yang lagi di warnet. Cuma ketika aku ke warnet dah cukup larut, dah ampir jam 10 malem. Kata bellboy hotel, warnet tu buka 24 jam. Sampe disana, warnet dah sepi, tapi aku lihat dipojokan masih ada prempuan abg lagi didepan komputer. aku minta petugas warnet komputer disebelah tu abg, dibolehin ma yang jaga. Aku duduk disebelahnya, aku senyum ketika dia noleh ke aku. Manis juga ni anak, dia pake jins dan blus tengan panjang. Karena blusnya ketat, tercetaklah sepasang toket yang lumayan besar. Dia juga senyum. "Sendirian aja nih", sapaku.&lt;span class ="fullpost"&gt; "Berdua ma om kan". Aku senyum, brani juga ni anak. "Tumben si kesini om". "Aku dari luar kota, malem gini gak ada kerjaan, ya aku mampir ja ke warnet, kan bisa browsing". "Om suka browsing apaan". "Yang seru2". "apaan tu om". "Ya udah kamu logout ja, kita browsing bareng, pake 1 komputer ja, nanti aq cari situs2nya". Dia mematikan sambungan internetnya, dan duduk disebelahku. Karena tempatnya sepit, jadi agak berdesakan. "Kamu namanya siapa? aku edo". "ayu om". "Kamu skola disini juga ya". "Iya om". "Dah semester brapa". "Baru masuk". "Wah masi abg banget ya". "La iyalah om, kan baru lulus smu, skarang kuliah disini". Aku membuka satu situs dewasa, "Kamu mo liat gambar atau video?" "Video lah om, kan lebi life". "Cuman donlodnya suka lama". "Ya gak apa, nunggunya kan bisa ngobrol". "Mangnya gak dicariin". "Dicariin sapa om, aku kos kok". Aku membuka situs dan mengklik movie, aku milih satu thread dan mulai donlod. Karena kebetulan warnet dah tinggal kita ber2, ditambah petugasnya, donlodnya jadi lumayan cepet. Abg lagi maen ma om2, "Gede banget ya om kon tolnya", kata ayu tanpa tedeng aling2. "Pernah gini Yu". "Om mo tau aja". "Kayanya pernah ya Yu". Ayu diam saja, matanya menatap layar monitor. Aku tidak menya2kan kesempatan ini, kuelus pahanya. "Om, geli ah", ayu menggeliat tapi tetep saja menatap layar monitor. Pahanya terus saja kuelus2, tangan kuselipkan diantara ke 2 pahanya, tanpa sadar Ayu membuka pahanya. Aku menggosok pahanya makin keatas kearah slangkangannya. Karena tempatnya sempit, Ayu gak bisa mengangkangkan pahanya lebar2. Tanganku pindah sasaran, kuelus toketnya yang membusung. Ayu kaget karena aku meremas perlahan toketnya, "Om..." dia melenguh tetapi tetep saja matanya menatap layar komputer. "Wah abis om, cari yan lan lagi dong om, yang seru kaya gini". Aku mengklik film brikutnya. Sembari nunggu donlod, aku meremes toketnya lagi. "Toket kamu besar dan kencang Yu, sering diremes2 ya". "Om iseng ih". "Tapi kamu suka kan", jawabku sembari terus meremes toketnya. Ayu membiarkan ulahku, kebetulan donlod dah slesai, Ayu kembali menatap tayangan di monitor tv, aku makin gencar merems2 toketnya. "Yu, aku ngaceng nih", bisikku sembari mencium pipinya. "ke hotelku yuk". "Tanggung om, ampe filmnya abis ya". Wah asik juga nih, ajakanku dia iyakan. Aku terus saja meremas2 toketnya, Ayu mulai terangsang karena ulahku, lagian pengaruh film bokep mulai merasuk pada dirinya. Akhirnya filmnya slesai juga. "Jadi Yu, ikut aku ke hotel". "Yuk om, aku juga pengen neh". Aku menyelesaikan bayaran 2 komputer yang Ayu dan aku pake, aku menggandengnya kluar warnet dan berjalan menuju ke hotel. Gak jauh si jaraknya dari warnet. Ketika lewat resto yang masi buka, "Kamu laper gak Yu, kalo laper cari makan dulu yuk". Ayu mengiyakan ajakanku, mampirlah kita diresto itu, dah sepi, kami pesan makanan dan minuman. Karena sepi, pesanan cepet dihidangkannya. Sembari makan Ayu crita lebi banyak tentang dirinya. Rupanya dia sering ngen tot ma cowoknya, mahasiwa kakak kelasnya. Ya dikosnya bebas, jadi mudah aja cowoknya nginep dan ngen totin Ayu. "Kamu kok mau aku ajak ke hotel Yu". "Kata temenku, ngen tot ma om2 lebi nikmat dario ma cowok ndiri. Makanya aku penasaran, pengen nobain ngen tot ma om. Bener ya om bisa bikin aku nikmat". "Ntar kamu rasain ndiri ja". Kami makan santai saja sembari ngobrol, becanda. Makin dilihat Ayu makin bikin napsu aku. kalo dia tertawa, toket montoknya ikut berguncang2, padahal kliatan dia pake bra. "Toket kamu besar ya Yu, kalo kamu ketawa sampe ikutan bergerak. Keseringan diremes ya". "Iya om, hobi banget cowokku ngeremes dan ngemut pentil aku". "Kamu gak ada jadwal ngen tot ma cowok kamu malem ini". "dia lagi kluar kota om, kebetulan ktemu ma om, aku suka ngeliat om, ganteng, atletislagi badannya, mudahan ja kon tol om perkasa". Selesai makan, aku membayar billnya, trus kita menuju ke hotelku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar, Ayu kurangkul. Sebuah ciuman mendarat dipipinya. Aku menggandengnya dan duduk di sofa empuk yang ada di kamar. Kamar hotelnya cukup besar, berisi satu tempat tidur besar dan seperangkat sofa, selain meja rias. Aku mengambil minuman kaleng dari minibar, kubuka dan kuberikan kepadanya. "Ayo minum, santai saja, mau&lt;br /&gt;mandi dulu enggak, kan tadi panas diluar", kataku sambil menepuk2 pahanya. Sambil tersenyum-senyum aku berlalu ke kamar mandi. Gak lama kemudian, aku keluar dari kamar mandi hanya dengan bersarungkan handuk dipinggang. "Gantian deh mandi biar segar". Di kamar mandi, di bawah shower, Ayu mengelus2 toketnya dengan busa sabun, demikian pula dengan jembut dan me meknya, sehingga napsunya menjadi ber kobar2. Selesai mandi Ayu kluar hanya pake daleman yang seksi, bra dan CD mini yang tipis model bikini, sehingga bra hanya ditalikan di belakang leher dan punggungnya, sedang CD mininya ditalikan di kiri dan kanannya. Karena branya tipis, otomatis pentilnya yang sudah mengeras menonjol sekali, demikian juga jembutnya yang lebat sangat berbayang dengan CD tipis itu. Karena bentuknya yang mini, jembutnya menyembul di bagian atas, kiri dan kanan CDnya. aku yang sedang duduk di sofa membelalakkan mata ketika melihat dia keluar dari kamar mandi hanya berbalut bikini tipis dan seksi itu. "Lama sekali sih mandinya, pasti deh ngelus2 diri sendiri, ya. Kamu cantik sekali Yu, seksi sekali" katanya. Dia duduk disebelahnya dan menjawab "Habis om sih mandinya gak ngajak2, sehingga terpaksa Ayu ngelus2 sendiri. Om suka kan ngeliat Ayu pakai bikini seperti ini". "Suka banget, kamu napsuin deh Yu". "Udah ngaceng dong om". Ayu yakin melihat pemandangan yang menggairahkan ini pasti mengungkit nafsuku. kon tolku terlihat mulai bergerak-gerak dibalik handuk yang disarungkan dipinggangku."Ayu tahu, pasti om suka, tak usah khawatir, kan malem ini sepenuhnya milik kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu mencium pipinya. Dalam hitungan detik mulut kami sudah lekat berpagutan. Ayu kurengkuh dengan ketat kedalam pelukanku. Tanganku mulai bergerilya me remas2 toketnya. Pentilnya yang sudah mengeras kupelintir2 dari balik bra tipisnya, Ini membuat rangsangan yang lebih hebat lagi buat Ayu. Ayu menggeliat-geliat sambil mulutnya terus menyambut permainan bibir dan lidahku . Lidahnya menerobos mulutku dan bergulat dengan lidahku. Tangannya pun aktif menerobos handuk yang kukenakan dan me remas2 kon tolku yang sudah mulai ngaceng itu. "Om gede banget kon tolku, pasti om kuat deh ngen totnya. Kita all nite long ya om". Membalas gerakannya itu, tangan kananku mulai merayapi pahanya yang mulus. Aku menikmati kehalusan kulitnya itu. Semakin mendekati pangkal pahanya, Ayu membuka pahanya lebih lebar, biar tanganku lebih leluasa bergerak. Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan me meknya yang masih tertutup CD bikini tipis. Jariku menelikung ke balik CDnya dan menyentuh bibir me meknya dan menggosok2 it ilnya. Ayu mengaduh tetapi segera kubungkam oleh permainan lidahku. Badannya mulai menggeletar menahan nafsu yang semakin meningkat. Tangannya terus menggenggam kon tolku yang besar dan panjang itu. "Om, besar banget sih kon tolku, dipakaiin obat apa sih sampai besar begini", katanya sambil mengocok lembut kon tolku. "Kamu sukakan sama kon tolku", bukan menjawab dia malah balik bertanya. "Suka banget om, kalau sudah masuk semua rasanya me mek Ayu sesak deh kemasukan kon tol om, apalagi kalau udah om enjot, gesekan kon tol om ke me mek Ayu terasa banget. Ayu udah gak sabar nih om, udah pengen ngerasain kon tol om nggesek me mek Ayu". jawabnya penuh napsu. Kocokan lembut jari-jarinya itu membuat kon tolku semakin ngaceng mengeras. Aku mengerang-ngerang nikmat. Aku mulai menjilati dagu dan lehernya dan sejalan dengan itu bibir mungilnya itu menyentuh pentilku. Lidahnya bergerak lincah menjilatinya. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tangannya makin cepat mengocok kon tolku yang semakin berdenyut-denyut ngaceng. "Ayo ke ranjang", bisikku, "Kita tuntaskan permainan kita." Ayu bangkit berdiri, aku memeluknya. Kuangkat tubuhnya dan lidahku yang terus menerabas lehernya membuat nafasnya terengah-engah nikmat. Toketnya lembut menempel lekat di dadaku. Ayu kurebahkan di tempat tidur yang lebar dan empuk, aku menarik pengikat bra dan CDnya. Ayu biarkan aku melakukan semuanya sambil ber desah2 menahan napsunya yang makin menggila.&lt;br /&gt;Setelah tak ada selembar benangpun yang menempel di tubuhnya, aku mundur dan memandangi tubuhnya yang telentang bertelanjang bulat, bersih dan wangi sabun karena habis mandi. Aku memandangi rambutnya yang kepirangan tergerai sampai kepundak, toketnya yang padat dengan pentil yang sudah mengeras, perutnya yang rata dengan lekukan pusernya, pahanya yang mulus dengan pinggul yang bundar digantungi oleh dua bongkah pantat yang bulat padat dan di sela paha itu terlihat gundukan hitam lebat jembutnya. "Ngapain om hanya dilihatin saja," protesnya. "Aku kagum akan keindahan tubuhmu Yu", jawabku. "Semuanya ini milik om malem ini", katanya sambil merentangkan tangannya. Aku mendekat dan duduk dipinggir tempat tidur. Ayu kupeluk dengan erat. "Om, Ayu mau menjilati om, gantian ya", katanya. Aku berbaring, kemudian mulutnya mulai menjelajahi seluruh dada termasuk pentilku dan perutku, terus menurun ke bawah mendekati pusar dan pangkal pahanya. Dengan lincah Ayu melepaskan belitan handuk dipinggangku. kon tolku yang sudah tegang itu mencuat keluar dan berdiri tegak. Dengan mulut ditangkapnya kepala kon tolku itu. Lidahnya dengan lincah memutar- mutar kon tolku dalam mulutnya. Aku mengerang-ngerang nikmat menahan semua sensasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas mempermainkan kon tolku Ayu merebahkan diri di sampingku. Aku mulai beraksi.Kusergap toket kanannya sembari tangan kananku meremas-remas toket kirinya. Bibirku mengulum pentil toketnyau yang mengeras itu. Toketnya juga mengeras diiringi deburan jantungnya. Puas toket kanan mulutku beralih ke toket kiri. Lalu perlahan tetapi pasti aku turun ke perutnya. Ayu menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan kujulurkan lidahku ke dalam pusarnya. "Auu.." Ayu mengerang, "Oh.. Oh.. Oh.." jeritnya semakin keras. Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. Perlahan-lahan pahanya membuka dengan sendirinya, menampakkan &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/memek"&gt;memek&lt;/a&gt;nya yang telah merekah dan basah. Jembut yang hitam lebat melingkupi me mek yang kemerah-merahan itu. Aku mendekatkan mulutku ke me meknya dan dengan perlahan lidahku menyuruk ke dalam me meknya yang telah basah membanjir itu. Ayu menjerit dan spontan duduk sambil menekan kepalaku sehingga lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka. "Aaa.. Auu.. Ooo..", jeritnya keras. Aku terus mempermainkan it ilnya dengan lidah. Ayu menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Ayu melolong keras. Pada saat itu kurasakan banjir cairan me meknya. Ayu sudah nyampe yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berhenti sejenak membiarkan Ayu menikmatinya. Sesudah itu mulailah aku menjelajahi kembali bagian tersensitif dari tubuhnya. Kembali erangannya terdengar tanda napsunya mulai menaik lagi. Tangannya menjulur mencari-cari batang kon tolku. kon tolku telah ngaceng sekeras beton. Ayu meremasnya. Aku menjerit kecil, karena nafsuku pun sudah diubun-ubun butuh penyelesaian. Ayu kudorong sehingga rebah ke kasur empuk. Perlahan-lahan aku naik ke atasnya. Ayu membuka pahanya lebar-lebar siap menerima masuknya kon tolku. Kepalanya bergerak-gerak, mulutnya terus menggumam. Matanya terpejam menunggu. Aku menurunkan pantatku. kon tolku berkilat-kilat dengan kepalanya yang memerah siap menjalankan tugasnya. aku mengusap-usapkan kon tolku di bibir me meknya. Ayu semakin menggelinjang. "Cepat om. Ayu sudah nggak tahan!" jeritku. Aku menurunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESS! kon tolku menerobos me meknya diiringi jeritannya. Ayu tidak perduli apakah tamu disebelah kamar mendengar jeritannya atau tidak. Aku berhenti sebentar membiarkan Ayu menikmatinya. Lalu kutekan lagi dengan keras sehingga kon tolku yang panjang dan besar itu menerobos ke dalam dan terbenam sepenuhnya dalam liang me mekku. Ayu menghentak-hentakkan pantatnya ke atas agar kon tolnya masuk lebih dalam lagi. Ayu terdiam sejenak merasakan sensasi yang luar biasa ini. Lalu perlahan-lahan aku mulai mengenjotkan kon tolku. Pantatnya diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Toketnya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di me meknya. Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis menahankan rasa nikmat. Desisan itu berubah menjadi erangan dan kemudian akhirnya menjadi jeritan. Aku membungkam jeritannya dengan mulutku. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kon tolku leluasa bertarung dengan me meknya. "OH..", erangnya, "Lebih keras om, lebih keras lagi.. Lebih keras.. Oooaah!" Tangannya melingkar merangkul ketat. Kuku-kukunya membenam di punggungku. pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir me meknya seirama dengan enjotan kon tolku. "Aku mau ngecret, Yu", bisikku di sela-sela nafasnya memburu. "Ayu juga om", sahutnya, "Di dalam aja om ngecretnya. Ayu ingin om ngecret di dalam." Aku mempercepat enjotan kon tolku. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Bibirku kutekan ke bibirnya. Kedua tanganku mencengkam kedua toketnya. Diiringi geraman keras aku menghentakkan pantatku dan kon tolku terbenam sedalam-dalamnya. Pejuku memancar deras. Ayu pun melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima kon tolku sedalam-dalamnya. Kedua pahanya naik dan membelit pantatku. Ayu pun mencapai puncaknya. kon tolku berdenyut-denyut memuntahkan pejuku ke dalam me meknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar sepuluh menit kami diam membatu mereguk semua detik kenikmatan itu. Lalu perlahan- lahan aku mengangkat tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang berbinar karena napsu yang telah terpuaskan. Aku tersenyum dan membelai wajahnya. "om hebat sekali", katanya, "Rasanya lebih nikmat dari dien tot cowokku deh". "Kamu juga luar biasa Yu, aku sungguh puas karena kamu lebih binal dari cewek abg laen yang pernah aku en totin, itu yang membuat napsuku juga berkobar2. Kamu tidak menyesal kan Yu ngen tot denganku?" "Tidak, Ayu malah pengen dipuasin lagi." "Jangan kawatir, stok pejuku masih banyak" . Aku mencabut kon tolku dan rebah di sampingnya. Kami beralih ke kamar mandi. Aku memandikannya di shower. Kedua tanganku menyabuni seluruh tubuhnya, toket, puser, jembut dan me meknya menjadi sasaran elusan tanganku yang dipenuhi busa sabun. Gesekan, rabaan dan remasan tanganku akhirnya merangsang napsunya kembali. "om, Ayu sudah napsu lagi, pengen ngerasain kon tol om keluar masuk dime mek Ayu lagi", katanya sambil meremas2 kon tolku yang juga mulai mengeras. "Iya Yu, sambil ngeremas2 toketmu, aku juga napsu, main lagi yuk, tapi di kamar mandi ya"., jawabku. dalam waktu singkat Ayu sudah membuat kon tolku ngaceng lagi, keras sekali kon tolku ketika dikocok2nya.&lt;br /&gt;Aku duduk di atas closet dengan kon tolku yang sudah ngaceng mengacung tegak ke atas. Ayu mengangkangkan pahanya dan mendekatinya dari depan, siap-siap untuk dien tot. Ayu sudah duduk merapat di pahaku. kon tolku yang sudah ngaceng tanpa halangan langsung menerobos me meknya, bersarang sedalam-dalamnya. Ayu kusuruh segera menggoyang pantatnya. Terasa nikmat sekali. Kedua toketnya kuremas2 dengan penuh napsu. Aku juga mengenjotkan kon tolku kedepan kebelakang, walaupun dalam gerakan yang terbatas, tapi ini membuat ayu mengerang keras dan sudah terasa mau nyampe lagi. Hebat benar napsunya, baru sebentar goyang sudah mau nyampe saking nikmatnya. Ayu menjadi semakin liar dalam menggoyang pantatnya. Ayu sudah makin terangsang sehingga akhirnya badannya mengejang-ngejang diiringi erangan kenikmatan. "Auu.. om!" jeritnya. Untuk beberapa saat kami terdiam. Aku memeluknya erat-erat. "Yu, aku belum ngecret kok kamu udah nyampe. "Habis, nikmat banget sih rasanya kon tol om nyodok2 me mek Ayu". "Kita terusin ya Yu", ayu hanya mengangguk lemas. Aku mengajaknya berdiri dan menyuruhnya membungkuk di wastafel dan membuka pahanya lebar2. Aku mendekat dari belakang. Tanganku menyapu lembut pantatnya yang mulus tapi padat. Ayu menggigit bibirnya dan menahan napas, tak sabar menanti masuknya kon tolku yang masih keras. Tanganku melingkari kedua pahanya lalu kuarahkan kon tolku ke me meknya. Perlahan-lahan kepala kon tolku yang melebar dan berwarna merah mengkilap itu menerobos me meknya. Ayu mendongak dan mendesis kenikmatan. Sejenak aku berhenti dan membiarkan ayu menikmatinya, lalu mendadak kuhentakkan pantatku keras ke depan. Sehingga terbenamlah seluruh kon tolku di me meknya. "Aacchh..!!", ayu mengerang keras. Rambutnya kujambak sehingga wajahnya mendongak ke atas. Sambil terus menggenjot me meknya, aku meremas2 kedua toketnya yang berguncang2 karena enjotanku yang keras, seirama dengan keluar masuknya kon tolku di me meknya. Terdengar bunyi kecipak cairan me meknya, ayu pun terus mendesah dan melenguh. Mendengar itu semua, aku semakin bernafsu. Enjotan kon tol kupercepat, sehingga erangan dan lenguhannya makin menjadi2. "Oohh..! Lebih keras om. Ayo, cepat. Cepat. Lebih keras lagii!" Keringatku deras menetesi punggung dan dadanya. Wajahnya pun telah basah oleh keringat. Rambutnya semakin keras kusentak. Kepalanya semakin mendongak. Dan akhirnya dengan satu sentakan keras, aku membenamkan kon tolku sedalam-dalamnya. Ayu menjerit karena kembali nyampe untuk yang kedua kalinya. Aku terus meremas2 toketnya dengan penuh nafsu. Aku pun makin keras menghentakkan kon tolku keluar masuk me meknya sampai akhirnya pejuku menyemprot dengan derasnya di dalam me meknya. Rasanya tak ada habis-habisnya. Dengan lemas ayu rebah di wastafel dan aku menelungkup di atas punggungnya. Beberapa saat kami diam di tempat dengan kon tolku yang masih menancap di me meknya. Kemudian aku membimbingnya ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta diisi, padahal dah makan besar sebelum ke hotel. Kembali lagi enersiku terkuras ngen totin Ayu. Aku keluar lebih dulu, aku menelpon room service untuk memesan makanan kecil dan minumannya. Kemudian aku kembali ke kamar mandi dan memeluknya yang masih berada dibawah shower air hangat. "Yu, nikmat sekali ngen tot dengan kamu". "iya om, Ayu juga nikmat sekali, masih ada ronde ketiga kan om?". "Pasti dong". Terdengar bel pintu, aku menyarungkan handuk di pinggangku dan keluar kamar mandi, ternyata room service. Setelah itu aku kembali ke kamar mandi, shower dah dimatikan dan ayu lagi mengeringkan badannya dengan handuk. Aku pun keluar dari kamar mandi bersama dengan ayu, terbungkus handuk. Kita duduk di sofa. Kami makan makanan kecil sambil berpelukan. Nyaman rasanya dalam keadaan yang hampir telanjang berpelukan (kaya teletubies aja ya). Ayu menyandar di dadaku yang bidang. "om, Ayu bahagia sekali dengan om, mau rasanya Ayu jadi istrinya om, supaya bisa ngerasaain dien tot sampai lemas", sambil engelus2 pentilku. Aku mengangkat dagunya dan mencium bibirnya dengan mesra sekali. Selesai makan, kembali kamu berpelukan di tempat tidur walaupun seprei sudah kucel akibat pertempuran seru tadi, toh sebentar lagi kami akan membuat seprei itu lebih kucel lagi. Ayu berbaring dipelukanku, rambutnya yang basah kuelus2. Karena kenyang, lemas dan nyaman, ayu sampai tertidur dipelukanku. Setelah kubiarkan beberapa lama, ayu terbangun karena keningnya kucium dengan lembut. "Kamu tidur pules sekali Yu, gimana masih mau lagi tidak?" tanyaku sambil tersenyum. Ayu menggeliat, terbangun dan menuju ke kamar mandi karena ingin kencing. Selesainya ayu kembali ke pelukanku. Handphoneku berbunyi, aku bangun dan mengambil hp. Terus aku duduk disebelahnya di tempat tidur, sambil tersenyum aku bertanya "Yu, mau main bertiga enggak?" "om, dien tot sama om saja Ayu udah lemas begini, apalagi kalo dien tot sama 2 cowok". "Bukan 2 cowok yang, tapi 2 cewek, gimana, tadi ada cewek yang kirim sms nanyain kenapa kok aku belum jemput dia. Memang sih aku ngebook dia untuk malem ini, gak tau si bakalan ketemu kamu di warnet. Dina namanya" jawabku menerangkan. "Ya terserah om aja deh". "Ya udah, sekarang kamu tidur2an aja lagi, aku mau jemput Dina, enggak jauh kok tempatnya dari hotel", kataku sambil keluar kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali dengan Dina, sepertinya Ayu ketiduran dikamar, lama baru pintunya dibuka. Ayu kuperkenalkan dengan Dina, Dina terbelalak melihat ayu yang sudah bertelanjang bulat, dan membuka jaketnya. Dina hanya pakai tanktop ketat dan celana pendek yang mini. Toketnya besa. Bulu tangannya panjang2 dan kelihatan ada kumis tipis diatas bibirnya. "Sori ya mbak, Dina enggak tahu sih kalau si oom sudah janjian dengan mbak", kata Dina ke Ayu. "Gak apa2 kok Din, kan si oom yang menentukan dia mau sama siapa", jawab Ayu. Aku keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk, aku sudah tidak sabar lagi untuk segera ngen tot dengan Dina. Dina segera duduk disebelahku di sofa. Aku merangkul Dina dan mencium bibirnya. aku mulai mengelus toket Dina yang montok itu, desah nafas nikmat terdengar dari mulut Dina. Dina pun tidak tinggal diam, tangannya menerobos handuk dan menggenggam kon tolku yang sudah ngaceng sekeras tank baja. "Besar banget kon tol oom", kata Dina. "Memangnya kamu enggak pernah ngelihat kon tol segede ini Din", kataku sambil meringis2 kenikmatan karena Dina mulai meremas2 kon tolku. "Ngelihat yang gede sih sering oom, tapi yang segede ini sih Dina belum pernah lihat. me mek Dina sudah empot2an ngelihat kon tol oom segede ini, udah pengen dienjot oom", kata Dina yang juga sudah mulai napsu. Aku makin getol meremas2 toket Dina dari luar tanktopnya. Dina segera melepas lilitan handukku sehingga kon tolku yang besar panjang itu langsung tegak menantang. Mulut Dina langsung menyergapnya, kon tolku yang sudah tegang itu langsung diemutnya. Cukup lama Dina mengemut kon tolku, sampai akhirnya aku sudah tidak dapat menahan napsuku lagi. Segera tanktop Dina dan celana pendeknya kulepas, kemudian menyusul bra dan CDnya sehingga Dina sudah bertelanjang bulat. Toket Dina besar dan kencang, dihiasi dengan sepasang pentil hitam yang besar juga, mungkin karena sering dihisap oom oom yang mengkon tolinya. Jembutnya lebih lebat dari jembut Ayu, mengitari me meknya, sehingga me meknya tertutup oleh lebatnya jembut hitam itu. Aku menarik Dina ke tempat tidur, ayu memberi tempat untuk kamu. Aku berbaring merapat ke Dina. Kaki kuangkat dan kugesek-gesekkan diatas paha Dina, sementara aku kembali meremas toket Dina yang pentilnya sudah menonjol keras. Perlahan aku turun menciumi leher Dina dan memutar-mutarkan lidahku di pentil toketnya, sementara tanganku menjelajah ke pangkal paha Dina, menyibak jembutnya yang hitam lebat. Aku mengusap bibir me mek Dina sehingga Dina menggelinjangkan pinggulnya. Dina memejamkan matanya menikmati sentuhan dan rangsanganku sambil meremas2 perlahan kon tolku. Aku memainkan ujung jarinya menyapu bibir me mek Dina yang sudah membasah. Pentil Dina terus kujilati bersamaan dengan menggosok perlahan it il Dina dengan ujung jari telunjukku. Serta merta Dina menggoyangkan pantat dan pinggulnya, menggeleparkan dan membuka lebar pahanya dan membusungkan dadanya, sementara tangannya menggenggam erat kon tolku yang mengeras dan berdenyut-denyut. "Uuff oom, diapakan tubuhku ini," Dina mengerang menahan kenikmatan. Tubuhnya menggelinjang keras sekali, paha Dina bergetar hebat dan kadang menjepit tanganku dengan erat saat jarinya masih menyentuh it il Dina. kon tolku terus dicengkeram Dina dengan keras. Aku juga terus meremas perlahan toket Dina yang tambah mengeras dan membusung itu dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku terjepit diantara kedua paha Dina. Dina terus meremas kon tolku, tangan satunya memelukku erat sementara paha dan kakinya menggelepar keras sekali hingga sprei putih itu berserakan makin tak karuan, Dina sudah nyampe sebelum dien tot. Tanpa berhenti it il Dina terus kumainkan pelan. Ayu yang menonton adegan itu menjadi sangat terangsang sehingga me meknya juga sudah kuyup, tetapi gilirannya belum tiba sehingga ayu harus bersabar sambil menonton adegan super hot itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentil Dina terlihat menonjol keras kecoklatan, Dina sudah terangsang kembali. Pahanya telah dibuka lebar-lebar. me mek nya basah, demikian pula jembut hitam lebat di seputarnya. Aku segera menaiki Dina, kon tolku yang sudah menegang diarahkan ke me mek Dina. Ujung kon tolku menguak perlahan-lahan bibir me mek Dina. Dina mendesah nikmat ketika aku perlahan-lahan menyuruk memasukkan kon tol yang besar itu menerobos me mek Dina yang telah basah berlendir. Ketika separuh kon tolku telah menerobos me mek Dina, aku berhenti sejenak dan membiarkan Dina menikmatinya. Kulihat ekspresi wajah Dina yang menggelinjang kenikmatan. Tangannya meremas-remas kain seprei. Dari mulutnya keluar desah-desah nikmat. Ketika aku menikmati ekspresi penuh kenikmatan wajah Dina di saat itulah Ayu mencium pantatku. Aku terkejut karena geli. Karena itu aku menyodokkan kon tolku dengan keras ke arah Dina. kon tolku yang besar dan panjang itu langsung menerobos me mek Dina sehingga tertanam sepenuhnya. Dina tersentak dan membelalakkan matanya sambil mengerang hebat. "Aaoohh oom", erang Dina penuh kenikmatan. Dina menhentak2kan pantatnya ke atas untuk menerima kon tolku sepenuhnya. Pahanya membelit pinggangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhenti sejenak dan memberi kesempatan kepada Dina untuk menikmati sensasi ini, aku mulai bergerak. kon tol kuenjotkan maju mundur. Mula-mula perlahan-lahan, lalu bergerak makin cepat. Tubuh Dina bergetar-getar seirama dengan enjotan kon tolku. Mulut Dina terbuka dan mendesis-desis. Aku segera melumat bibir Dina dan Dina membalasnya. Tubuhku mulai berkeringat, menetes dan menyatu dengan keringat Dina. Dina membuka pahanya lebar-lebar sehingga aku dapat leluasa menggenjot me meknya. Terdengar kecipak bunyi cairan me mek Dina karena sodokan kon tolku. "Aku mau nyampe oom" erang Dina. "Ayo, oom.. Lebih keras! Auu!!" . Aku mempercepat gerakanku dan dalam hitungan dua menit, Dina menjerit sekeras-kerasnya sambil menghentak-hentakkan pantatnya ke atas. Tubuhnya menggeletar karena rasa nikmat yang luar biasa. Pahanya ketat membelit pinggangku dan tangannya memelukku dengan eratnya. Desah puas terdengar dari mulutnya. "Ayu masih menunggu Din", kataku mengingatkan. Dina mengangguk dan melepaskan pelukannya. Aku mencabut kon tolku yang masih tegak keras dan berkilat-kilat karena dilumuri lendir me mek Dina. Dari me mek Dina kulihat aliran lendir me meknya. Dina tetap berbaring dengan paha terbuka dan mata tertutup. Toketnya membusung ke atas, agak memerah karena remasan dan gigitanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menoleh ke arah Ayu, "Sekarang giliranmu Yu". Aku tahu bahwa ayu sudah sangat bernapsu. Langsung aku menyuruh ayu menungging, aku ingin melakukan lagi doggie style seperti yang kulakukan di kamar mandi beberapa saat yang lalu. "Ayo,om, ayu udah nggak sabar, nih. Pengen cepat dienjot kon tol om yang gede itu." "Siapa takut!" sahutku. Karena ayu sudah sangat terangsang, aku tidak menunggu lama-lama. Langsung saja kuarahkan kon tolku ke arah me meknya. Jembutnya yang hitam lebat itu kusibak, tampaklah bibir me meknya yang berwarna merah muda dan basah berlendir. Ayu menurunkan kepalanya hingga bertumpu ke bantal. Pantatnya terangkat. Ayu meremas ujung-ujung bantal dengan nafasnya berdesah tak teratur. Bulu-bulu halus tubuhnya meremang, menantikan saat-saat sensasional ketika kon tolku akan menerobos me meknya. Aku makin merapat. Aku mengelus-elus kedua belahan pantatnya. Perlahan-lahan aku mempermainkan jembut lebat disekitar me meknya yang sudah basah itu dan kemudian menggesek it ilnya. Ayu mengerang-erang menahan napsunya yang semakin menggila. Pantatnya bergetar menahan rangsangan tanganku. "Ayo, om", erangnya. "Udah nggak tahan nih!" . Aku mengarahkan kon tolku yang masih sangat keras itu ke arah me meknya. Kuselipkannya kepala kon tolku di antara bibir me meknya. Ayu mendesah. Kemudian perlahan tapi pasti aku mendorong kon tolku ke depan. kon tolku menerobos me meknya. Ayu menjerit kecil sambil mendongakkan kepalanya keatas. Sejenak aku berhenti dan membiarkan ayu menikmatinya. Ketika ayu tengah mengerang-erang dan menggelinjang-gelinjang, mendadak aku menyodokkan kon tolku ke depan dengan cepat dan keras sehingga kon tolku meluncur ke dalam me meknya. Ayu tersentak dan menjerit keras. "Aduh om, enak!" jeritnya. Aku mempercepat enjotan kon tolku di me meknya. Semakin keras dan cepat enjotanku, semakin keras erangan dan jeritannya. "Aa..h.!" jeritnya nyampe. Ayu terkapar di tempat tidur telungkup, sementara aku belum juga ngecret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ayu kutelentangkan dan aku menaiki tubuhnya, pahaku menempel erat dipahanya yang mengangkang. Kepala kon tolku ditempelkan ke it ilnya. Sambil menciumi leher, pundak dan belakang telinganya, kepala kon tol kugerak- gerakan mengelilingi bibir me meknya yang sudah basah. Ayu merem melek menikmati kon tolku di bibir me meknya, akhirnya kuselipkan kon tolku. "Aah"' jeritnya keenakan. Ayu merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit kumasukkan kon tolku. Ayu menggoyangkan pantatnya sehingga kon tolku hampir seluruhnya masuk. "om enjot dong kon tolnya, rasanya nikmat sekali". Perlahan aku mulai mengenjot kon tolku keluar masuk me meknya. Ayu menarik2 sprei tempat tidur saking enaknya, sementara paha nya dikangkangin lebar-lebar, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku supaya kon tolku masuk sedalam-dalam ke me meknya. Ayu berteriak-teriak dan merapatkan jepitan kakinya di pantatku, sambil menarik kuat-kuat sprei tempat tidur. Aku membenamkan kon tolku seluruhnya di dalam me meknya. "om, aku nyampe lagi..Ahh.. Ahh.. Ahh," jeritnya. Beberapa saat kemudian, ayu membuka sedikit jepitan kakinya dipantatku, pahanya kubuka lebar2 dan akhirnya dengan cepat kuenjot kon tolku keluar masuk me meknya. Nikmat sekali rasanya. setelah delapan sampai sembilan enjotan kon tolku di me meknya dan akhirnya kurasakan ada sesuatu yang meledak dari dalam kon tolku. Croot.. Croot..Croot.. Croot.. "Yu, Aku keluar", erangnya. Pejuku muncrat banyak sekali memenuhi me meknya. Tanganku mencekal pahanya dan menarik erat-erat kearah kon tolku, sehingga kon tolku terbenam makin dalamnya di me meknya.&lt;br /&gt;Ayu bersimbah keringat, keringatnya yang bercampur dengan keringatku sendiri. Ayu mencengkam seprei kuat-kuat, menahan rasa nikmat yang melanda sekujur tubuhnya. Aku membiarkan kon tolku tetap menancap di me meknya dan mendaratkan bibirku di bibirnya. Kami berpagutan erat. "Oh! nikmatnya!" katanya. "om luar biasa ya, udah ronde ketiga, bisa bikin aku 2 kali nyampe, dan ngecretnya tetap banyak". Aku mencabut kon tolku dari me mek nya. Pejuku bercampur cairan me meknya, menetes membasahi pahanya. Kami bertiga rebah di tempat tidur. Aku ditengah diantara Dina dan ayu. Aku mencium pipi mereka, kami hanya berbaring diam merasakan kenikmatan yang masih membekas. Akhirnya kami terlelap karena kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya ayu terbangun karena tempat tidur bergoyang dengan keras dan terdengar erangan Dina, aku sudah memulai aktivitas pagi dengan mengen toti Dina. Dina yang telentang mengangkang menjerit keenakan "Aa..", jeritnya. kon tolku yang besar dan panjang itu menerobos ke luar masuk me meknya. Dina menghentak-hentakkan pantatnya ke atas sehingga kon tolku menyuruk lebih dalam lagi. Aku berhenti dan membiarkan Dina menikmatinya. Dina terus mendesis-desis dan mengerang-erang nikmat. Aku terus mengenjotkan kon tolku keluar masuk. Erangan Dina semakin keras. Toketnya bergoncang-goncang seirama dengan enjotanku. Dina mencengkam kedua lenganku sementara aku tetap saja mengocok kon tolku keluar masuk dengan cepat. "Cepat.. oom.." gumam Dina, "Dina mau nyampe.." Aku lebih mempercepat tempo enjotanku. Tiba-tiba Dina menarik tubuhku hingga aku rebah sepenuhnya di atas tubuh Dina. "Aaahh..", jeritnya. Tubuh Dina bergetar hebat. Pantatnya dihentak- hentakkannya ke atas. Pahanya terangkat dan membelit pantatku sehingga menyatu sepenuhnya. Nafasnya terengah-engah. Aku mencabut kon tolku yang berlumuran dengan cairan me mek Dina, masih keras karena belum ngecret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang giliranmu Yu", bisiknya. Tubuh Ayu kuraihnya dan toketnya menjadi sasaran remasanku. Tanganku satunya merambah jembutnya yang lebat. "Aah om", erang Ayu. "om kuat sekali ya". Aku tidak menjawab, hanya terus saja meremas2 toketnya. Ayu bangun dan segera mengemut kon tolku, dijilati cairan yang melumuri kon tol itu, dan kemudian kepalanya yang besar itu terbenam didalam mulutnya. Ayu mengangguk2kan kepalanya sehingga kon tol besar itu keluar masuk di mulutnya. Aku mengerang keenakan. Jari2ku terbenam di dalam me meknya yang sudah basah karena menonton adegan syur antara aku dan Dina, napsuku juga sudah berkobar2 dari tadi. Ayu telentang dengan mata tertutup dan pahanya sudah mengangkang lebar siap untuk dien tot. Ayu menyudahi emutannya. Aku menaiki ayu dan mengarahkan kon tolku yang masih keras ke me meknya. kon tolku diusap-usap di bibir me meknya. Ayu mendesis dan mulai menggelinjang. Kepala kon tolku perlahan-lahan mulai menguak bibir me meknya yang telah basah. Aku menekan kon tolku sedikit demi sedikit dan kurasakan kon tolku mulai memasuki me meknya. Ayu mulai mendesah-desah. Tiba2 aku menyurukkan kon tolku ke dalam me meknya. "Aaa.." jeritnya keras. Matanya membelalak. kon tolku menancap dalam sekali di me meknya. Kemudian aku mulai menggerak-gerakkan kon tolku keluar masuk. Tanganku menyusup ke punggungnya dan memeluknya erat. Mulutku terbenam di lehernya. "Lebih keras lagi om", erangnya. Aku memompa kon tolku keluar masuk semakin bersemangat. Keringat mengucur dari seluruh tubuhku, bercampur dengan keringatnya. Aku mengangkat sedikit dadanya. Mulutku segera menerkam toket kirinya yang berguncang-guncang itu. Dari toket kiri dia beralih ke kanan. " om, aku mau nyampe lagi", katanya terputus-putus. "Aku juga", sahutku. Aku meningkatkan kecepatan genjotan kon tolku . Ayu menjerit-jerit semakin keras, dan merangkulku erat-erat. Ayu sudah nyampe. Akhirnya dengan satu hentakan keras aku membenamkan kon tolku dalam-dalam. Ayu menjerit keras. Pantat dihentak- hentakkannya ke atas. Paha diangkat membelit pinggangku mengiringi muncratnya pejuku ke dalam me meknya. Sungguh pagi yang meletihkan tapi sangat nikmat. Sekitar sepuluh menit aku diam membiarkan kenikmatan itu mengendur perlahan-lahan. Aku melepaskan kon tolku dan terhempas ke atas kasur empuk di antara Ayu dan Dina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat beristirahat, kami beralih ke kamar mandi dan membersihkan tubuh. Kami saling menyirami dengan air hangat. Ayu dan Dina menggosokkan body foam ke badanku. Tidak dengan tangan tetapi dengan toket masing-masing. Diperlakukan seperti itu aku terangsang kembali. Perlahan-lahan kon tolku mulai bangun lagi. "Wuii.. Si ujang sudah bangun nih", goda Ayu sambil mengelus kon tolku, "Sesudah ini kita makan dan mulai ronde berikutnya", lanjutnya. Acara mandi selesai dan aku memesan makan pagi untuk kita bertiga. Ketika pesanan makan pagi datang, Ayu dan Dina bergegas kembali ke kamar mandi karena masih bertelanjang bulat. Aku menerima pesanan makan itu hanya dengan berlilitkan handuk di pinggang. Makanan yang tersedia disantap dengan lahap, setelah selesai kembali kami berbaring di tempat tidur yang sudah acak2an sepreinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu segera memulai aksinya, dengan penuh napsu segera kon tolku diemutnya, dikocok2nya dikeluar masukkan ke mulutnya sehingga keras kembali. "Ayo", kataku, "Sekarang kalian menungging. Aku mau doggy-style". Tanpa berkata-kata Ayu dan Dina segera melaksanakan perintahku. Aku memandang pantat mereka, tanganku mengelus2 me mek mereka dari belakang. it ilnya kugesek2. "Ayo oom", kata Ayu, "sudah nggak sabar nih!". Aku mengarahkan kon tolku yang sudah mengeras ke arah me mek Ayu. Tanpa kesulitan, kon tolku menembus me mek Ayu yang telah basah itu. Beberapa menit mengenjot me mek Ayu, aku lalu beralih ke Dina. Dina menjerit kecil ketika kon tolku menerobos me meknya. Aku mengenjot perlahan lalu semakin cepat. Dina mengerang keras. Beberapa menit kemudian aku beralih ke Ayu. Begitu seterusnya berkali2. Akhirnya aku mengenjot me mek Ayu dengan keras. Ayu menjerit keras dan terus mengerang-erang ketika kon tolku bergerak keluar masuk me meknya. Aku mempercepat gerakan kon tolku dan menghentak keras. Ayu menjerit keras, nyampe dan rebah ke atas tempat tidur. Melepaskan diri dari Ayu, aku beralih ke Dina. Dengan cepat aku menelentangkan Dina, kemudian menghujamkan kon tolku ke dalam me meknya. Dina juga menjerit keras. toketnya berguncang2 seirama dengan enjotan kon tolku. "Aaauu, om" jeritnya, "Dina mau nyampe!" "Aku juga", balasku sambil menghentakkan kon tolku keras-keras. Aku rubuh ke atas tubuh Dina, dina kutindih. Di saat itu kurasakan deras pejuku memancar ke dalam me meknya. Aku letih, juga Dina dan Ayu. Ayu merangkak mendekat dan aku mengelus-elus kepalanya. Aku bangun. dina dan Ayu juga. Aku duduk di tempat tidur. Dari me meknya pejuku bercampur dengan ciranku menetes keluar. Aku merangkul bahu mereka. "Terima kasih Din, terima kasih yu", kataku, "Harusnya ayu yang berterima kasih ke om, karena om sudah memberikan kenikmatan yang sangat buat ayu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-6638330308087014776?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/6638330308087014776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/cerita-ngentot-abg.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/6638330308087014776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/6638330308087014776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/cerita-ngentot-abg.html' title='Cerita Ngentot Abg'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-3698910401594687369</id><published>2009-06-01T19:30:00.001-07:00</published><updated>2009-06-01T20:03:40.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sedarah'/><title type='text'>Tante Ayu</title><content type='html'>Pengalaman menggauli tante sungguh tidak terlupakan. Aku masih kangen dengan sentuhan tante yang menjadi &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; pertamaku. Kini pengalaman ini akan ku ceritakan dalam &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cerita dewasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih duduk di bangku SMA saat itu. Di saat aku dengan teman-teman yang lain biasa pulang sekolah bersama-sama. Usiaku masih terbilang hijau, sekitar sembilan belas tahun. Aku tidak terlalu tahu banyak tentang wanita saat itu. Di kelas aku tergolong anak yang pendiam walaupun sering juga mataku ini melirik pada keindahan wajah teman-teman wanita dikelasku waktu itu.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jugalah yang membawa aku bersama 2 temanku Bambang dan Eko kedalam sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi kami saat duduk dibangku SMA dulu.&lt;br /&gt;Semuanya bermula dari kegigihan Bambang terhadap perempuan. Kebiasaannya untuk tak melewatkan barang sedetikpun perhatiannya terhadap keindahan wanita membawa aku, dia dan Eko kesebuah rumah di komplek pemukiman Griya Permai. Mulanya aku dan Eko sedang asyik bercanda,. Secara tiba-tiba Bambang menepuk pundakku dengan keras. Matanya tertuju kesatu rumah dengan tajamnya. Ternyata disana kulihat ada seorang wanita dengan mengenakan rok mini baru saja keluar meninggalkan mobilnya untuk membuka pintu pagar rumah.&lt;br /&gt;“Heh, bang. Kenapa sih elu tiap lihat perempuan mata elu langsung melotot kayak begitu ?” tegurku.&lt;br /&gt;“Elu itu buta ya, wan. Elu kagak lihat bagaimana bongsornya bodi tuh wanita ??” balasnya cepat.&lt;br /&gt;“Bambang, Bambang.. bisa-bisanya elu nilai perempuan dari jarak jauh begini-ini” sambung Eko “Itu mata.. apa teropong”&lt;br /&gt;“Wah, kalau untuk urusan wanita kita nggak pake mata lagi, men. Nih, pake yang disini nih.. dibawah sini” jawab Bambang sambil menunjuk-nunjuk kearah kemaluannya.&lt;br /&gt;“Kalau gua udah ngaceng, perempuan diseberang planet juga bisa gua lihat” kata Bambang dengan senyum penuh nafsu.&lt;br /&gt;“Jadi sekarang elu lagi ngaceng, nih ?!” tanya gue yang sedari tadi hanya bisa tenggelam dengan pikiran-pikirannya.&lt;br /&gt;“So pasti, men. Nih ****** udah kayak radar buat gua. Makanya gua tahu disana ada mangsa” jawab Bambang dengan lagi-lagi menunjuk ke arah kemaluannya.&lt;br /&gt;“Gila lu, bang” kataku.&lt;br /&gt;“Sekarang begini aja” ujar Bambang kemudian “Elu pada berani taruhan berapa, kalau gua bisa masuk kerumah tuh wanita ?”&lt;br /&gt;“Elu itu udah gila kali ya, bang. Elu mau masuk kerumah itu perempuan ??” jawabku cepat.&lt;br /&gt;“Udah deh.. berapa ? Goceng ??”tantangnya kepada kami. Sejenak aku, dan Eko hanyut dalam kebingungan. Teman kami yang satu ini memang sedikit nekat untuk urursan wanita.&lt;br /&gt;“Goceng ??”potong Eko cepat “Wah gua udah bisa beli mie bakso tuh”&lt;br /&gt;“Ha-alah, bilang aja kalau elu takut jatuh miskin. Iya kan, ko ?” balas Bambang dengan sedikit menekan.&lt;br /&gt;“Siapa bilang, kalau perlu, ceban juga hayo” jawab Eko tak mau kalah.&lt;br /&gt;“Oke, oke.. heh, heh, heh. Sekarang tinggal elu nih, wan. Kalau melihat tampang elu sih, kayaknya gua ragu”&lt;br /&gt;“Heit tunggu dulu” ujar gue. Gue langsung cepat-cepat merogoh kantong celananya. Selembar uang kertas lima ribuan langsung dikibas-kibaskan didepan kedua mata Bambang.&lt;br /&gt;“Gua langsung buktikan aja sama elu.. nih”&lt;br /&gt;“Oke. Sekarang elu pada buka tuh mata lebar-lebar” kata Bambang kemudian.&lt;br /&gt;Bambang langsung berjalan menuju kerumah yang dimaksud. Tampak disana sang pemilik rumah telah memasukkan mobilnya. Saat ia hendak menutup pagar, aku lihat Bambang berlari kecil menghampirinya. Disana kulihat mereka sepertinya sedang berbicara dengan penuh keakraban. Aneh memang temanku ini. Baru saja bertemu muka dia sudah bisa membuat wanita itu berbicara ramah dengannya, penuh senyum dan tawa.&lt;br /&gt;Dan yang lebih aneh lagi kemudian, beberapa saat setelah itu Bambang melambaikan tangannya kearah kami bertiga. Dia mengajak kami untuk segera datang mendekatinya. Setelah beberapa langkah aku berjalan, kulihat Bambang bahkan telah masuk ke pekarangan rumah menuju ke pintu depan rumah dimana wanita itu berjalan didepannya. Bambang memang memenangkan taruhannya hari itu. Di dalam rumah kami duduk dengan gelisah, khususnya aku. Bagaimana mungkin teman kami yang gila perempuan ini bisa dengan mudah menaklukkan wanita yang setidaknya dua puluh tahun lebih tua usianya dari usia kami. Sesaat setelah Bambang selesai dengan uang-uang kami ditangannya, akupun menanyakan hal tersebut.&lt;br /&gt;“Gila lu, bang. Elu kasih sihir apa tuh wanita, sampai bisa jinak kayak merpati gitu ??” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;“Heh, heh, heh.. kayaknya gua harus buka rahasianya nih sama elu-elu pada” jawabnya.&lt;br /&gt;“Jelas dong, bang. Goceng itu sudah cukup buat gua ngebo’at. Elu kan tahu itu” tambah Eko lagi.&lt;br /&gt;“Begini. Kuncinya itu karena elu-elu semua pada blo’on” jelas Bambang serius.&lt;br /&gt;“Apa maksudnya tuh !” tanya gue cepat.&lt;br /&gt;“Iya, elu-elu pada blo’on semua karena elu-elu kagak tahu kalau perempuan itu sebenarnya tante gua.. tante Ayu, dia istrinya om harso, adik mama gue” tambahnya lagi.&lt;br /&gt;“Wah, sialan kita sudah dikadalin nih sama… playboy cap kampak” kata Eko.&lt;br /&gt;“Itu kagak sah, bang. Itu berarti penipuan”sambung gue.&lt;br /&gt;“Itu bukan penipuan. Kalau elu tanya apa gua kenal kagak sama tuh perempuan, lalu gua jawab enggak.. itu baru penipuan” jelas Bambang.&lt;br /&gt;Untung aja pertengkaran diantara gue dan teman-teman saat itu nggak lama karena tidak lama tante ayu yang ternyata tante si Bambang itu datang dengan membawa minuman segar buat kami.&lt;br /&gt;“Ada apa kok ribut-ribut. Kelamaan ya minumannya ?” tanya tante Ayu. Suaranya terdengar renyah ditelinga kami dan senyumannya yang lepas membuat kami berempat langsung terhenyak dengan kedatangannya yang tiba-tiba.&lt;br /&gt;“Ah, nggak apa-apa tante” jawab Eko.&lt;br /&gt;Bambang yang duduk disebelahnya terlihat serius dengan pikirannya sendiri. Baju t-shirt yang dikenakan tante Ayu memiliki belahan dada yang rendah sehingga disaat beliau membungkuk menyajikan gelas kepada kami satu-persatu, Bambang terlihat melongok-longokkan kepalanya untuk dapat melihat isi yang tersembunyi dibalik pakaian beliau saat itu. Aku sendiri bisa menyaksikannya, kedua payudara beliau yang besar, penuh berisi. Menggelantung dan bergoncangan berulangkali disetiap ia menggerakkan badannya.&lt;br /&gt;“Ini tante buatkan sirup jeruk dingin untuk kalian, supaya segaran” jelas tante Ayu ”Hari ini panasnya, sih”&lt;br /&gt;Saat tante Ayu selesai dengan gelas-gelasnya, iapun kembali berdiri tegak. Keringat yang mengucur deras dari kedua dahinya memanggil untuk diseka, maka beliaupun menyekanya. Tangan beliau terangkat tinggi, tanpa sengaja, ketiak yang putih, padat berisi terlihat oleh kami. Beberapa helai bulunya yang halus begitu menarik terlihat. Jantungku terasa mulai cepat berdetak. Karena saat itu juga aku tersadarkan kalau dibalik pakaian yang dikenakan tante Ayu telah basah oleh keringat. Lebih memikat perhatian kami lagi, disaat kami tahu bahwa tante Ayu tidak mengenakan BH saat itu.&lt;br /&gt;Kedua buah puting susunya terlihat besar menggoda. Mungkin karena basah keringatnya atau tiupan angin disiang hari yang panas, membuat keduanya terlihat begitu jelas dimataku.&lt;br /&gt;“Tante habis mengantar om kalian ke bandara hari ini. Jadi tante belum sempat beres-beres ngurus rumah, apa kabar mama papa kamu bang?” katanya lagi.&lt;br /&gt;“eh oh, baik2 aja tante, tante kapan dong main ke rumah lagi” Bambang tampak grogi.&lt;br /&gt;“duh tante lagi sibuk2nya ngurusin bayi, dulu juga tante ngurusin kamu, skr kamu udah ABG gini” tante ayu mencubit pipi Bambang. Bambang tersipu.&lt;br /&gt;Ditengah pesona buah dada yang menggoda nafsu birahi kami semua, perhatian terpecah oleh tangisan suara bayi. Aku baru tahu kemudian, bahwa itu adalah anak tante Ayu dan om harso yang bungsu. Anak mereka baru dua dan yang sulung sudah kelas 6 SD. Jadi agak jauh bedanya dengan yang ke dua. Beliaupun terpanggil untuk menemuinya dengan segera.&lt;br /&gt;“Kalian minum dulu, ya. Tante kebelakang dulu.. oh, iya Bambang. Tadi mama kamu tlp, nanti kamu jangan lupa tlp rumah ya bilang kalo kamu di sini”&lt;br /&gt;“Iya tante.” kata Bambang.&lt;br /&gt;Hanya selang beberapa menit kemudian, tante Ayu sudah menemui kami kembali di ruang tamu. Namun satu hal yang membuat kami terkejut kegirangan menyambut kedatangannya dikarenakan beliau terlihat asyik menyusui bayinya saat itu. Bayi yang lucu tetapi buah dada yang menjulur keluar lebih menyilaukan pandangan jiwa muda kami berempat. Beliau sudah memakai BH namun satu cup nya di buka untuk menyusui bayinya.&lt;br /&gt;Tante Ayu terlihat tidak acuh dengan mata-mata liar yang menatapi buah dada segar dimulut bayinya yang mungil. Ia bahkan terlihat sibuk mengatur posisi agar terasa nyaman duduk diantara Bambang dan Eko saat itu.&lt;br /&gt;“Ini namanya Bobby” jelas tante Ayu lagi sambil menatap anak bayinya yang imut itu “Usianya baru sembilan bulan”&lt;br /&gt;“Wah, masih kecil banget dong tante” balas Bambang.&lt;br /&gt;“Iya, makanya baru boleh dikasih susu aja”&lt;br /&gt;“ASI ya, tante ?” tanya Bambang polos.&lt;br /&gt;“Oh, iya. Harus ASI, nggak boleh yang lain” jelas beliau dengan serius.&lt;br /&gt;“Kalau orang bilang susu yang terbaik itu ASI, tante ?”&lt;br /&gt;“Betul, Bambang. Dibandingkan dengan susu sapi misalnya. Ya, susu ibu itu jauh lebih bergizi.. heh, heh, heh” tambah tante Ayu penuh yakin.&lt;br /&gt;“Mamaku juga suka bikinkan saya susu setiap pagi, tante” kata Bambang menjelaskan.&lt;br /&gt;“Oh, iya… bagus itu”&lt;br /&gt;“Tapi susu yang saya minum setiap hari.. ya, susu sapi tante” sambung Bambang lagi penasaran. Sementara tante Ayu masih terlihat sibuk dengan bayinya . Namun beberapa saat setelah itu beliau mengatakan sesuatu yang mengejutkan kami.&lt;br /&gt;“Susu ibu tetap lebih bagus. Bahkan di India ada yang bisa menyusui anaknya hingga berusia sepuluh tahun”&lt;br /&gt;“Wah, asyik juga tuh” sela Eko cepat.&lt;br /&gt;Tante Ayu hanya tersenyum simpul.&lt;br /&gt;Tiba2 entah mendapat ide gila dari mana Eko yang sedari tadi hanya duduk diam mendengarkan nyeletuk dengan seenakknya.&lt;br /&gt;“Coba ya kita bisa cicipin asi tante, duh pasti asyik ya?”&lt;br /&gt;Kami semua, apalagi Bambang terkejut setengah mati. Tentunya dia lebih kaget krn itu adalah tantenya sendiri. Jantungku terasa berhenti berdetak saking kagetnya. Rasanya ingin lari saja dari ruangan itu karena malu dan takut dimarahi. Ternyata Tante Ayu tidak marah.&lt;br /&gt;“yah kalo kalian mau, di dapur ada tuh ASI tante yang di peras dan masukan dalam botol.&lt;br /&gt;Kami semua berpandangan.&lt;br /&gt;“maksud kami langsung minum dari sumbernya tante’ kata Eko malu2. Tante Ayu melotot, Km sudah siap dia meledak mengomeli kekurangajaran Eko. Tapi ternyata tidak. Ia malah tertawa cekikikan, dadanya berguncang2.&lt;br /&gt;“aduhhh kalian ini nakal sekali ya. Kalo langsung berarti kalian liat buahdada tante dong. Tapi kalian susah besaar, sudah ABG, 19 tahun kan kamu Bambang,Irwan dan Eko? Kami mengangguk serempak.&lt;br /&gt;“emang kenapa kalo udah 19 tante?” aku memberanikan diri bertanya.&lt;br /&gt;Tante menggosok2 rambutku dengan lembut.&lt;br /&gt;“kalo sudah besar sudah ada nafsunya Irwan sayang. Masa mau liat buahdada wanita dewasa? terlalu besar resikonya memberikan payudara tante untuk kalian hisap,”&lt;br /&gt;Mendengar tante menyebut kata “buahdada” saja sudah membuat darahku berdesir, aku yakin begitu juga dengan teman2ku. Namun setelah kami semua membujuk tante, serta berusaha meyakinkan tante bahwa kami tidak akan berbuat lebih dari mencicipi asi tante, beliau luluh juga. Apalagi setelah melihat mata Eko yang tampak sangat ‘ngenes’ menginginkan pengalaman baru yang bagi kami saat itu sudah sangat luar biasa.&lt;br /&gt;“ya udah, tante mau deh. Tapi janji ya, kalian udah selesai sebelum oom kalian pulang”&lt;br /&gt;“iya iya tante”&lt;br /&gt;“Bambang, kalo papa mama kamu tau kamu nakal gini sama tante, bisa dicabut uang jajan kamu. Apalagi kalo tante bilang om harso, bisa dihajar kamu abis2an”&lt;br /&gt;“ya jangan ngadu dong tante’ Bambang ketakutan.&lt;br /&gt;“Dan janji ya kalian. hanya minum asi saja, tante nggak pengen kalian macem-macem sama tante. “Nggak kok, tante, kami janji” sambil berkata begitu mata kami bertiga tidak lepas dari dada tante Ayu sambil meneguk ludah berkali2. Tentunya kami akan berkata apapun agar mimpi km terpenuhi saat itu. Kami tidak sabar menanti pemandangan indah itu sebentar lagi. Tante sepertinya menyadari hal itu dan tersenyum2 sendiri melihat kami tingkah bertiga. Tante meminta ijin untuk menaruh si bayi sejenak di boxnya. Kami duduk rapi berjejer di sofa. Tak lama tante muncul lagi dan berdiri di depan kami. Kami duduk manis dengan tegang. Tante hanya senyum2.&lt;br /&gt;“Siap? Godanya.&lt;br /&gt;“Ssss sssi ssiap tante” kata kami hampir serentak. Tante menyunggingkan senyum sekali lagi, maniss sekali.&lt;br /&gt;Pemandangan yang ditunggu2 pun datanglah sudah. Tante meloloskan bagian atas dasternya yg sdh dlm posisi terbuka kancing atasnya secara perlahan. Kini bagian atas tubuh mulus itu hanya tertutup BH saja. Bagian bawah masih tertutup daster yang tersangkut di pinggangnya. Seksi abisss!! Jantung kami bertiga seperti ensemble perkusi saja berdetak kencang sekali, untung saja tante tidak mendengar. Kemudian tangannya meraih ke belakang punggunnya, meraih hook BH dan melepaskannya. Mata kami mengikuti setiap milisecond gerakan tante membuka bh tersebut dan memperlihatkan kulit dadanya yg putih mulus. Seperti kartu yang dipirit, dada kirinya tersingkap. Kini payudara kirinya benar2 bulat2 terpampang di hadapan kami tanpa terhalang kepala bayi lagi. Mula2 tante hanya membuka salah satu cupnya saja. Tapi kami protes.&lt;br /&gt;“Dua2nya aja tante”.&lt;br /&gt;“Ampun kamu pinter banget berdebat sih, iya deh tp janji ya jgn liar ngeliat tante telanjang dada yaa” sambil berkata demikian tante menuruti kemauan kami dengan membuka cup yang satunya lagi.&lt;br /&gt;“nihh, puas?” goda tante ayu sambil mengerling menggoda ke arah kami.&lt;br /&gt;Barulah terpampang di depan kami lengkap sepasang payudara yang super indah. Sungguh tidak ada celanya. Dengan puting yg merah muda, padhal usia tante sudah hampir 35 th tp mungkin karena kulitnya yang sangat putih dan perawatan yang baik sehingga payudaranya masih terliat sangat mengkal dan kencang, dg puting yg imut warna muda dan posisi mengacung ke atas. Tentu saja kami bengong, bungkam seribu bahasa sambil bengong menatap benda terindah yang pernah kami liat saat itu. Tante Ayu tersenyum meliat kegenitan bocah2 itu.&lt;br /&gt;“gimana? masih montok kan? Kalian suka gk?”&lt;br /&gt;serentak kami menjawab: “suka suka tante”&lt;br /&gt;Dia duduk di sofa, kami saling berpandangan siapa yang duluan mulai. Akhirnya Ekopun memulai duluan. Ia duduk di samping tante, mula2 ia memegang tante tante dan dipinggirkannya agar tidak menghalangi tubuhnya yang duduk merapat wanita cantik itu. Dengan gemetar dia mendekatkan mulutnya ke puting yang sangat menggoda tersebut. Tante tampak sedikit grogi. Dan akhirnya sampailah mulut Eko di surga dunia tersebut. Kedua bibirnya mengatup dan mengunci putting kiri tante. Dia langsung tergegas menghisapnya. Tante Ayu melenguh perlahan. Maklum, kali ini ‘bayi’ yang menyusu padanya adalah remaja tanggung dengan gigi yang lengkap! Tangan tante memegang kepala eko. Ia menggigit bibir bawahnya dan matanya mendelik ke atas. Pasti karena perasaan aneh yang melandanya saat itu.&lt;br /&gt;Sungguh pemandangan yang menegangkan. Seorang wanita dewasa yang sangat cantik dan sintal menurut kami, sudah menikah, membiarkan mulut seorang anak tanggung hinggap di payudaranya yang putih mengkal. Susu keliatan mengalir deras ke dalam mulut Eko. Keliatan dari mulut teman kami itu yang menggembung penuh oleh cairan. Dengan nekad Eko melanjutkan dengan meremas buah dada beliau serta mulai berani memainkan puting susunya dengan beberapa gerakan memelintir&lt;br /&gt;“Pentil yg satunya nggak usah dipencet-pencet lagi. Udah keluar kok. Kamu coba langsung menghisapnya kayak anak tante ini” jelas beliau lagi. Setelah berapa lama, Eko pun tampak puas. Ia menarik mulutnya dari putting tante ayu yang keliatan mulai memerah sambil menyeka mulutnya. Sesekali ia melepas kenyotannya dan memainkan putting tante dengan sapuan melingkar lidahnya mengelilingi putting itu. Tante protes.&lt;br /&gt;“Okhh Eko, apa2an sih kamu, jangan gitu, jangan dijilat2 doong” Eko menurut namun sesekali ia mencuri2 lagi kesempatan. Akhirnya tante keliatan rada kesal dan mendorong Eko menjauh.&lt;br /&gt;“udah ah, cukup ah kamu, genit banget sih, jelek” dengan wajah dicemberut2kan, Eko menarik diri sambil nyengir.&lt;br /&gt;Kini giliran Bambang. Awalnya dia juga tampak grogi banget, maklum, tante ayu kan istri oomnya sendiri. Dia kebingungan mengambil posisi harus bagaimana mulai menyusu. Aku dan Eko tidak tinggal diam untuk membantu. Tante pun kami baringkan dlm posisi telentang di sofa. Mula2 tante bingung tapi tetap menurut juga. Aku dan Eko meratakan kakinya di sofa, mata kami nanar melihat daster tante yg tipis dan menerawang, memperlihatkan celana dalamnya di balik itu. Ada bayangan hitam di sana, apalgi kalo bukan bulu2 halus kemaluan. Angan2 kami terus melambung tinggi mengharapkan dapat menikmati sesuatu yg lebih dari ASI malam itu. Apalagi kalau bukan ‘sari’ tante, tante Ayu sebagai wanita seutuhnya. Namun tentunya kita tidak bisa berharap angan itu akan menjadi kenyataan, untuk bisa berbuat ini saja kami sudah sangat beruntung.. Bambang merangkak di atas tubuh putih mulus itu. Mulutnya melahap dg rakus payudara kiri tante Ayu smtr tangannya sibuk membelai satunya lg. km melotot meliat kenekadan Bambang. Tante Ayu hanya tersenyum2 simpul sambil membelai kepala Bambang.&lt;br /&gt;“ini dia keponakan tante yang paling nakal sama tantenya sendiri. Untung tante baik gk akan ngadu sama mamanya” Bambang merah mukanya.&lt;br /&gt;“santai aja ya sayang. Gk usah terlalu bersemangat. Sakit lho. Tante gk ke mana2 kok” ujarnya perlahan. Sesekali ia merintih dan tubuh moleknya itu menggelinjang. Bambang terus menyedot seakan tidak ingat giliran yang lain. Bunyi berdecap terdengar kencang sekali. Otot payudara tante sampai tertarik ke atas. Terlihat jelas sekali urat2 payudara tante serta pori2nya. Kami sangat terangsang. Tante menggelinjang hebat, “ouwww Bambangdd, kok dijilat2 sihhh sayangg. km mau minum susu atau apa sih sayang, nggghhhhhh, ouhhh, ngghhhh, kamu dan eko sama genitnya nihh”&lt;br /&gt;“minum susu tante” ujar Bambang tersipu.&lt;br /&gt;“itu namanya mencabuli tante sayang, gak boleh ya, kamu sudah mulai besar tapi belum cukup dewasa untuk berbuat cabul begtu, yah? Awas kmu macem2 tante aduin mama kamu yaa”&lt;br /&gt;Bambang nyengir malu. Ia menghentikan aksinya sebentar. Sambil terus menatap nanar puting merah muda tersebut. Kemudian kembali menghisap tanpa jilatan seperti permintaan tante Ayu. Yg tidak bisa dihindarkan adalah penisnya yang membengkak dari balik celananya menyundul2 selangkangan tante Ayu. Wanita molek itu menyadari hal itu dan mencoba memposisikan dirinya tidak seperti sedang disetubuhi remaja tersebut, tapi Bambang tetap memaksakan sehingga tante Ayu terpojok di pojok atas sofa tanpa bisa berontak lebih lanjut.&lt;br /&gt;“Bambang, Bambang, Bambang, stop dulu sayang, stop stoppp”&lt;br /&gt;Bambang menyetop aksinya.&lt;br /&gt;Tante duduk sambil melotot:&lt;br /&gt;“inget gk sama janji kamu tadi?” omelnya. Tapi dia tidak tampak marah betulan, mungkin hanya kesal.&lt;br /&gt;Bambang menunduk. “maaf tante, kebawa emosi”&lt;br /&gt;“iya tante ngerti kalian ini masih tinggi2nya libido di usia kalian itu, tante kan sudah kasih kalian kesempatan untuk sedikit menikmati keindahan tubuh wanita. Tante rela sedikit memperlihatkan tubuh tante untuk kalian krn tante sayang kalian. Untuk memperlihatkan buahdada tante ke kalian saja, tante sudah terbilang nekad, apalagi tante kan bersuami dan kalian sudah cukup beruntung”. Kami hanya mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;“kalo tadi &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;penis&lt;/a&gt; si Bambang melejit dan nyelonong masuk &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/memek%20tante"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;vagina tante &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;gimana? Masa kamu mau penetrasi tante sendiri? Kamu kebayang gk dosanya sperti apa? kalo kalian gk mau kontrol, tante batalkan saja deh acara minum susu ini,” ambeknya.&lt;br /&gt;“jangan-jangan tante, kita janji deh” aku menyela. Yg lain juga mendukung sambil mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;Sisa malam itu kami menghormati peraturan yang tante berikan, kami hanya strict dengan acara menghisap payudara tanpa embel2 kenakalan lain walaupun harapan kami bisa lebih beruntung daripada itu. Sambil mengenakan kembali BHnya tante menepuk2 kepala kami satu per satu. “tante senang kalian mengikuti aturan tante. Tante harus tegas walaupun tante tau kalian pasti sangat terangsang bisa melihat isi BH tante, tante yakin kalian sudah membayangkan bisa menyetubuihi tante bukan?”&lt;br /&gt;Alangkah malunya kami tante bisa menebak piikiran kami. Kami hanya mengangguk-angguk lemah sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;“Bukannya tante munafik, terus terang tante agak2 penasaran juga gimana rasanya kalian setubuhi, pemuda2 setampan dan segagah kalian. Tapi tante akan terus merasa bersalah sama oom kalian kalo tante menuruti emosi membiarkan tubuh tante kalian nikmati. Kalau kalian menghormati om harso, tentu kalian menghormati beliau kan? Bayangkan perasaan oom kalo tau istrinya kalian setubuhi bertiga? Coba kalo kelak kalian punya istri kemudian disetubuhi orang lain, anak2 tanggung lagi. Kalo kalian terus menurut begini, tante gk keberatan kalo kalian ingin lagi sekali2 nikmati dada dan susu btante.” Kami tentunya tidak bisa berbuat lain selain mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;“Ngomong2, kalo kalian ingin lepaskan, buang aja dulu tuh di kamar mandi tante, tapi ingat ya, siram lho. Tante gk mau oom liat genangan sperma di kamar mandinya” sambil berkata begitu tante tersenyum ke arah kami bertiga. Malunya bukan kepalang lagi mendengar tante tahu saja tekanan biologis kami. Kami pun masuk kamar mandi untuk mengluarkan isi ‘peluru’ kami. Namun Bambang belum, ckup lama setelah kami keluar, Bambang akhirnya keluar juga.&lt;br /&gt;“tante, aku gk bisa”&lt;br /&gt;“lho kenapa? Ya sudah di ruma saja nanti ya sayang’ kata tante.&lt;br /&gt;“hmmm, tante boleh nggak aku keluarin di antara dada tante?’ ucapnya malu2.&lt;br /&gt;Tante tersenyum. “iya deh liat ke sini.km kbyakan liat bf kyknya nih.sini”&lt;br /&gt;Bambang memelorotkan celananya. Tante berjongkok di depan keponakannya itu sambil membuka kembali baju atas dan behanya. Terliat lagi sepasang payudara indah itu. Bambang pun mulai mengocok sambil membelai2 payudara tersebut. Suatu pemandangan yang ganjil bagi kami saat itu tapi sangat merangsang. Akhirnya Bambang pun keluar. Spermanya muncrat dengan deras menyirami payudara dan sebagian wajah tantenya tersayang itu. Kami tertegun tidak berkata apapun melihat itu. Tante menyeka sisa2 sperma sambil tersenyum2 simpul. “dasar ABG” kerlingnya lagi.&lt;br /&gt;Kamipun beres2 dan pulang setelah itu.&lt;br /&gt;Semenjak hari beruntung itu, pada setiap hari-hari tertentu dalam seminggu kami pasti berkunjung kerumah tante Ayu tentunya jika oom harso tidak ada. Tante Ayu senantiasa menyambut kami dengan ramah dan penuh perhatian. Beliau tidak pernah mengecewakan kami. Menyusui kami dengan sabar satu persatu. Tidak pernah sejenakpun kami merasa bosan dengan buahdada dan putingnya yang selalu mengacung tegang tiap kali kami mainkan. Setelah waktu berlalu, tante mulai memperlunak sikapnya. Beliau tidak lagi marah bila kami menekan-nekan pistol kami di selangkangannya. Hisapan kami pun tambah bervariasi. Bambang suka menjilati sekitar putting, aku suka menggesekkan bibirku ke seluruh permukaan payudara beliau yang sangat halus tersebut, dan Eko senang sekali membenamkan wajahnya ke antara ke dua gunung kembar tersebut. Tangan kami pun makin hari makin liar, dan tante seperti nya sudah capek menjaga tangan kami sehingga akhir2nya beliau pasrah saja dengan kenekadan dan kejahilan tangan2 kami dalam menjamah bagian2 sensitif tubuhnya. Dimulai dg Bambang. Akhirnya km semua pernah merasakan mengobel vagina wanita bersuami itu. Akhirnya kami semua bisa merasakan anatomi vagina tante ayu mulai dari labia, klitoris, sampai masuk-masuk ke dalam ke rahim, alangkah indahnya. Suara menjerit dan merintih tante setiap kali jari kami menyelip masuk diantara kedua paha mulusnya terdengar sangat merdu dan menggoda. Namun semua itu kami lakukan tanpa sekalipun dibolehkan meliat langsung ke arah vagina teresbut. Sampai selama itu, senakal2nya kami, kami tetap menjaga kehormatan tante Ayu dan tidak mencoba2 mengusik daerah terlarangnya walaupun keinginan kami untuk melakukannya sudah memuncak sampai ujung kepala.&lt;br /&gt;Adalah Bambang yang mula2 mencetuskan keinginannya melihat kemaluan Tante Ayu. Semula kami kita tante akan marah tapi ternyata tante menanggapi permintaan kurang ajar Bambang itu dg tertawa geli.&lt;br /&gt;“ya ampunn, buat apa sih Bambang? Kalian kan dah puas korek2 itu?”&lt;br /&gt;“kepingin aja tante, aku belum pernah liat soalnya hehehe..”&lt;br /&gt;“terus kalo dah liat mau ngapain?”&lt;br /&gt;“ya nggak ngapa2in, mau liat ajaa” kami tegang sekali mendengar pembicaraan tersebut. Kami takut sekali tante marah dan mengadukan kami kepada Oom harso.&lt;br /&gt;Akhirnya terjadi juga. Sambil tersenyum2 menggoda, tante melepaskan celana dlmnya dan perlahan2 memperlihatkan kpd km utk pertama kalinya benda yang saat itu kami impi2kan untuk melihatnya. Km hampir berteriak saking senangnya. Namun tentunya kami tidak berani berkata apapun selain menahan nafas. Kemaluan kami yang pasti sudah tidak tertahankan lagi sedang tegang2nya di dalam celana masing2. Tante Ayu tentunya menyadari keadaan ini. Ia tersenyum simpul menyadari reaksi kami sambil mengelus2 sisi2 dari kemaluannya yang tidak tertutup bulu.&lt;br /&gt;“Apa bagusnya sih benda begini aja?” godanya.&lt;br /&gt;Kami tidak mendengarkan dan terus saja melotot memandangi sela paha yang sama sekali tidak tertutup itu.&lt;br /&gt;“udah ya?” kata tante ayu sambil pura2 hendak menaikkan celananya lagi.&lt;br /&gt;“Beluuum’!!” serentak kami berteriak.&lt;br /&gt;“udah dong anak2, ini punya oom kalian lhoo. Tante kan malu. Lagian nanti kalo ada yang masuk gimana?” rajuknya.&lt;br /&gt;“kita pindah ke kamar aja ya tante” pancingku untung2an. Mulanya tante gak ragu.&lt;br /&gt;“ihhh kamu genit yaa, awas yaa, tp tante sih mau aja, tapi awas jangan lupa daratan ya di kamar. Tante mau kalian jaga tante. Tante sudah berikan banyak buat kalian lho’&lt;br /&gt;“iya tante’ kami manut2 saja. Tapi tentunya kayalan kami melayang ke mana2.&lt;br /&gt;“Tante mau deh pinjamkan tubuh tante. Puaskan imaginasi erotis kalian dg tubuh ini. Satu hal yang tante minta, kalian janji mau jaga kehormatan tante?”&lt;br /&gt;“iyaaa tanteeee” serempak kami menjawab. Dengan girang Bambang mengambil inisiatif menggendong tante ke dalam kamar. Di dalam kamar kami melemparkan tante ayu ke ranjang.&lt;br /&gt;“auuwwww, ya ampun” pekik tante ayu. “ranjang tante dan oom kalian ini lho, kalian hati2 ya ponakan2ku tersayang. Tante gk mau kalian melewati batas apalagi di ranjang oom kalian dan tante yaaa”. Sekarang terlihat tante agak kuatir. Maklum suasana malam itu sepi sekali.&lt;br /&gt;Kami hanya senyum2 saja. Mata kami nanar meliat pemandangan yang sangat luar biasa kali ini: tante ayu telanjang bulat!! Tubuhnya telentang di atas kasur pasrah dengan kenakalan bocah2 ini. sangat putih lagi montok, mulus dan sangat menantang hasrat kelakian kami. Pahanya tidak lg tertutup memperliatkan gundukan daging tertutup bulu yang seakan menantang kami untuk menerobosnya dgn penis2 liar kami. Jantung km berdegup tidak menentu. Harapan kami bertiga saat itu sama: agar om harso tidak cepat pulang.&lt;br /&gt;Kali ini Eko yang duluan naik ke atas ranjang. Terliat tante agak grogi meliat tubuh Eko di atas tubuhnya yg telanjang di ranjang.&lt;br /&gt;“aduh Eko, hati2 sayang, Eko, auhhh, hati hatiii…’’&lt;br /&gt;tante agak panik ketika berapa kali kepala penis Eko tergesek diatas bulu2 kemaluannya ketika anak tanggung itu sedang memperbaiki posisinya.&lt;br /&gt;Eko melirik ke arah kita dengan pandangan agak nakal. Kami menangkap sinyal yang dilemparkan eko namun belum berani memutuskan apa2. Maklum. Ini semua terlalu beresiko, kami tidak yakin apakah tante ayu akan tetap sebaik sekarang kalau kami melangkah lebih jauh dari biasanya.&lt;br /&gt;Untuk sementara, Eko menuruti kata-kata tante untuk menghindarkan penisnya tergesek ke benda ‘keramat’ itu. Tante pun mulai kembali relax. Ia mulai ‘memperlakukan’ Eko dengan baik. Ia biarkan anak tanggung itu merangkah di atas tubuhnya dan menjilati seluruh permukaan payudaranya. Eko menikmati licinnya kulit payudara tante dengan jilatan2 lembut dan sangat perlahan. Saat menyentuh putting tante, eko tambah memperlambat gerakan lidahnya dan memutari putting tersebut dengan gerakan melingkar2 dengan ujung lidahnya. Sesekali ia menyapu putting tersebut dengan suatu jilatan halus. Terlihat tante ayu meregang. Badannya sesekali melengkung ke atas menggelinjang menikmati jilatan2 eko yang mulai pintar itu. Eko menangkap reaksi baik tante ayu itu dan memindahkan tangan kirinya ke antara paha tante. Mula2 ia membelai2 bulu2 tersebut dengan sangat lembut, kemudian jari tengahnya mulai menyelip. Dan bless, dalam tempo bbrp milisecond kami menyaksikan jari tengahnya menghilang di antara bulu2 halus dan tipis tersebut, menerobos di gundukan daging imut melalui celah2nya. Tante ayu menjerit halus. Namun sempat cekikikan geli. Kami menganga, adegan itu membuat adik2 kecil kami berdiri dengan tegangnya dan tidak seperti biasanya, kami tidak buru2 ingin rekan kami menyelesaikan gilirannya. Kami pun tidak habis pikir mengapa Eko kali itu sangat sabar dan cukup canggih memancing reaksi tante!&lt;br /&gt;Tante keliatan bimbang. Dia mulai berontak namun tiap kali jari Eko meneborobos, matanya mendelik ke atas. Tindakan preventif tante adalah dia menutup pahanya dan membelokkannya ke samping sehingga remaja tanggung itu tidak bisa mengarahkan penisnya di antara selangkangan wanita berusia jauh di atasnya itu. Namun Eko tidak buru2 keliatannya. Dia benamkan berkali2 jarinya, sampai basah sekali.&lt;br /&gt;Bambang berkali2 meliat ke luar jendela meliat ke pagar. Jelas dialah yang paling panik dari semua di antara kita, karena yang sedang dikerjain adalah tantenya sendiri. Ruangan ber AC tp kami berempat berkeringat. Apalagi Eko dan Tante Ayu. Mereka terus bergumul di saksikan mata melotot saya dan bambang. Tiba2 bambang menghentikan aksinya, bangkit dan berdiri begitu saja di samping tempat tidur, Penisnya yang sudah sangat bengkak terjuntai begitu saja tepat di samping badan tante Ayu. Tante yang sintal itu ikut heran seperti kami.&lt;br /&gt;“sudah eko? Kamu kenyang ya?” kami tahu maksud tante dengan kenyang adalah puas tp tidak enak dia menggunakan kata itu. Tentunya dia heran karena Eko belum ejakulasi. Dan dia pasti maklum, kali ini sasaran kami adalah sampai ejakulasi tidak seperti biasanya. Walaupun untuk mengharapkan ejakulasi di dalam vagina tante ayu masih terlalu muluk bagi kami saat itu.&lt;br /&gt;Eko hanya tersenyum-senyum saja. Dia menelan sisa2 susu tante ayu yang masih ada dalam mulutnya. Tante bangun dari posisi telentang, ia mengambil kain di sisi tempat tidur dan menyeka payudaranya. Kami semua terdiam tidak tahu apa yang harus kami lakukan saat itu. Nafsu binatang sudah memuncak sampai ke ubun2 kami semua. Bahkan Bambang keliatan sudah tidak perduli lagi hubungan darahnya dengan tante ayu. Kami bertiga tertegun memperhatikan tante ayu yang masih telanjang bulat itu selama beberapa menit.&lt;br /&gt;Tiba2 Eko memeluk tante ayu. Tante yang tidak curiga tersenyum manis dan memeluk balik anak tanggung itu.&lt;br /&gt;“kamu udah ya gilirannya? Sekarang gantian sama Bambang atau Wawan ya?”&lt;br /&gt;Eko mengangguk2. Namun tangannya meremas payudara tante sekali lagi. Tante memegang tangan nakal itu dan memindahkannya ke perutnya.&lt;br /&gt;“Sudah ya sayang. Cukup ya. Kasian yang lain kepingin juga tuh”. Eko dalam tempo bberapa detik memindahkan balik tangan tante ke penisnya dan memberi tanda ke tante untuk mengocoknya. Lagi2 tante dengan sabar tersenyum dan menuruti. Mungkin dengan demikian ia pikir Eko akan cepat keluar dan menyelesaikan ‘penasaran’nya pada tubuhnya yang bugil total saat itu. Mungkin itu juga dalam rencananya ke pada aku berdua Bambang. Supaya cepat selesai dan kami cepat keluar dari rumahnya. Namun dugaannya meleset jauh. Nafsu yg sudah memuncak Eko memberinya keberanian utk membaringkan Tante Ayu sekali lagi.&lt;br /&gt;Tante yang keliatan masih bertanya2 mula2 menurut. Namun ketika Eko menggunakan tangannya mengangkangkan kedua pahanya. Ia berontak dengan keras!&lt;br /&gt;“Eko!! Mau ngapain kamu????” jeritnya tertahan. Karena saat itu, tangan Eko yang satu menekan tangan kiri tante ke tempat tidur dan menggiring penisnya mengarah kepada kemaluan tante yang sudah keliatan basah. Aku dan Bambang bengong tanpa mampu berbuat apa2. Sebagian dari pikiran kami panik takut sekali ini akan jadi peristiwa pemerkosaan dan kami akan terlibat di dalamnya. Sebagian lain dari otak kami, menginginkan Eko membuka peluang itu untuk kami juga. Tak ada seorang pun di antara kami yang sanggup menahan godaan seksuil memandang tubuh yang selama ini hanya ada dalam khayalan kami itu dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Tanpa saling bicara kami sadar dalam hati bahwa kesepakatan kali ini hanya satu: menikmati tubuh itu bergantian!&lt;br /&gt;Namun sekuat2nya tante ayu melawan, tenaga eko lebih kuat. Dengan memaksa ujung penis eko mulai menguak celah surgawi milik istri om harso itu. Kami hampir tidak berani meliat. Ketegangan, ketakutan, bercampur dengan harap2 cemas bahwa tante akan menyerah saja dan setelah itu kami mendapatkan giliran kami masing-masing. Yang kami lihat saat itu ialah tante yang pucat pasi dan panik luar biasa. Namun karena tenaganya sudah mulai habis, perlawanannya pun melemah. Usaha terakhirnya ialah mendorong dada eko sekuatnya. Namun ekok sudah kerasukan. Kepala helm terus merangsek masuk senti demi senti.&lt;br /&gt;“oh my god oh my god, eko, eko, sadar sayang, eko, elin elingggg… nggggghhhh. Eko itu masuk, masuk sayang. Please udah udah, tante mohon sayang, eko ya ampun, ekoo ampunnnn dehhhh…. ohhhh.. om bentar lagi pulang eko… udah yaaaa… auuuuuuwwww ekkkkoooo…. “ kami meliat ujung penis eko sudah mulai menghilang. Astagaaaaa. Seakan kami tidak mempercayai apa yang kami liat malam itu. Eko berhasil melakukan sesuatu yang selama ini hanya mimpi! Eko benar2 pahlawan kami saat itu.&lt;br /&gt;Seiring dengan melesaknya si jagoan kecil eko, mata tante mendelik2 sehingga cuma keliatan putihnya saja. Hidungnya kembang kempis, nafasnya tambah memburu. putingnya yang selama ini memang sudah memunjung posisinya tambah memunjung ke atas. Siapapun yang melihat dia dalam posisi ini pasti akan terangsang dan mungkin akan join dengan eko untuk mengerjainya. Keberanian tante bermain dengan resiko selama ini menjadi bumerang. Akhirnya ia harus termakan kenakalannya sendiri yang dimulai dari niat flirting saja. Seorg anak tanggung berhasil mempenetrasinya!!! Ini adalah ganjaran yg mgkn akan disesali tante Ayu seumur hidupnya. Sisa-sisa tenaga tante ayu mungkin tidak cukup lagi untuk menghentikan Eko. Eko mulai mencumbu wanita yang jauh lebih tua dari mereka itu. Ia menciumi leher tante ayu, dan menjilati dadanya. Tangan tante ayu direntangkan dan dia terus menekan masuk sepnuhnya masuk dalam liang pertahanan terakhir tante ayu. Tante ayu pun menjerit ckup kencang kali ini. Ia melenguh sangat panjang namun tidak bisa memungkiri kenikmatan yang diperolehnya dari kenekadan pemuda yang tidak sampai setengah umurnya dari dia tersebut.&lt;br /&gt;“ekkkooooo, gila kamu sayang… owwww… itu masuk semua.. Ya ampun Eko, what the hell are you doing… ekkoooo jangan sayanggggg, oh God, you’re fucking me Eko, please stoppppp….” . dan blesssss… kami mnahan nafas.&lt;br /&gt;Eko sejenak terdiam. Ini berhenti dalam posisi penisnya terbenam seluruhnya sampai ke pangkal rahim tante. Terasa ujungnya menyentuh dinding2 hangat yang sangat nyaman rasanya. Ia menghentikan aksi dorongnya krn sudah tidak bisa mendorong lagi. Semua terdiam . kami menunggu reaksi tante selanjutnya. Eko mulai tampak bimbang dan takut. Mungkin ia menyadari kenekadannya saat itu dan resiko besar yg akan diterimanya bila tante marah dan memutuskan melaporkan kami ke om Harso atau lebih parah, polisi!! Posisi mereka tetap sama, eko menindih tante dari atas dan penisnya tertancap dalam2.&lt;br /&gt;Setelah bbrp menit, tante mulai buka suara. Ia mulai keliatan tenang dan berusaha menguasai diri.&lt;br /&gt;“eko, km sadar gk kamu lagi apa sayang? Km udah gaulin tante sayang” suaranya lirih dan lembut namun terdengar sedih. Dibelainya rambut remaja tanggung pertama yg berhasil melakukan hal tabu thd dirinya itu.&lt;br /&gt;“enggg, iya tante” wajah eko keliatan ketakutan sekali dan penuh rasa bersalah. Namun dia tidak mau menarik penisnya dari dalam liang tante. Tante mendorong Eko perlahan, penis Eko pun tercabut dari liangnya. Flop!&lt;br /&gt;Mereka berdua tetap duduk di ranjang. Perkataan tante Ayu selanjutnya membuat kami shock dan tidak akan kami lupakan seumur hidup kami.&lt;br /&gt;“ya sudah. Kalau ini yang kalian mau, tante cuman bisa pasrah. Eko sekarang kamu lanjutkan saja ya, selesaikan apa yg km dah mulai. yang lain ke luar dulu. Tante akan puasin kalian satu persatu. Tante rela kok. Asal ini menjadi rahasia kita berempat”&lt;br /&gt;serasa petir di siang bolong pernyataan itu. Saya dan bambang termangu seperti orang bego namun perlahan menurut dan beranjak meninggalkan ruangan.&lt;br /&gt;“Bambang dan wawan, tolong liat2 ke luar, tante takut om pulang tiba2”&lt;br /&gt;kami pun menunggu di luar pintu kamar. Sambil berjalan ragu ke luar kamar, kami sempat menengok ke belakang, Eko beranjak naik ke kasur sementara tante menunggu pasrah. Nampaknya tante sudah putus akal gimana menghadapi kenakalan dan kekurangajaran kami bertiga. Mungkin dengan cara ini sajalah ia merasa kami tidak akan lagi kurang ajar besok2 terhadap dirinya. Cara yang sangat menguntungkan kami: melayani kami!&lt;br /&gt;Ini lah titik paling berkesan dalam hidup kami dan kami sadari itu. Alangkah beruntung nya kami dan alangkah kasiannya Oom Harso, istrinya yang cantik jelita sebentar lagi akan dilahap 3 anak tanggung kurang ajar.&lt;br /&gt;Dari dalam arah kamar terdengar suara rintihan tante dan erangan Eko. Gila tu anak, emang nekadnya jangan ditanya lagi deh. Tp hari ini segala kenekadannya membuahkan hasil. Siapa nyana dia berhasil menyetubuhi wanita secantik, semolek tante ayu? Bahkan untuk mengkhayalkan saja untuk kami sudah terlalu muluk saat itu. Kami berusaha mengintip tp sulit sekali karena lubang angin di atas pintu terlalu tinggi dan lubang kunci terlalu kecil untuk dapat melihat jelas ke dalam. Dari balik lubang kunci kami hanya bisa melihat kaki Eko di antara kaki tante dan dalam posisi menggenjot tante. Ouch, Damn lucky bastard!! Pikir kami saat itu. Tak lama berselang, terdengar Eko menjerit tertahan. Hmm, selesai juga anak bedebah itu, pikir aku dan Bambang. Untuk beberapa lama Eko dan Tante terdiam. Kami tidak berani mengintip lagi takut mereka ke luar kamar tiba2. Tak lama berselang pintu di buka, Eko keluar dengan tampang lemas tapi puas.&lt;br /&gt;“siapa lagi tuh?” Seringainya. Aku dan Bambang berpandang2an. Akhirnya Bambang memberikan kode kepadaku untuk masuk duluan. Dia masih tampak ragu berat melakukan hal ini walaupun kami semua tau dia sangat menginginkannya.&lt;br /&gt;Dengan deg2an aku masuk ke kamar. Nampak Tante Ayu baru aja selesai basuh2 dari kamar mandi. Ia mengerling ke arahku dengan wajah sendu.&lt;br /&gt;“kamu mau skarang? Tapi pelan2 ya, tante masih capek.”&lt;br /&gt;Aku cuman mengangguk. Tante memeluk aku dan mencium keningku.&lt;br /&gt;“Mudah2an setelah ini, kamu gk ngelakuin ini sama siapapun seblum kamu nikah ya. Tante yakin tante akan menyesal tp tante melakukan ini karena tante sayang sama kalian.”&lt;br /&gt;“iya tante’ Aku hanya mengangguk2, tapi tentunya tak sedikitpun mengindahkan ucapan itu. Selagi ia memeluknya, pandanganku hanya ke arah dadanya yang membusung indah dan hanya ditutupi daster tipis. Aah, Eko, hebat lo bisa merasakan tubuh ini pertama kali.&lt;br /&gt;Setelah ‘wejangan2nya’ tante menuntunkku ke arah ranjang. Aku memeluknya dari belakang. Harum. Ia memegang pinggulku ke arah belakang. Aku melingkarkan tangah membelai perutnya. Aku menaikkan bagian bawah daster sampai ke pinggang sambil menciumi lehernya. Tanganku membelai pinnggangnya yg kecil dan liat, menyelipkan jariku di pusarnya. Mataku sesekali menyapu pandangan ke sekeliling kamar. Tidak ada perasaan bersalah sedikitpun melihat foto2 tante ayu, suami dan keluarganya. Akal sehatku mati, yg ada hanyalah keinginan untuk mencetak score pertamaku. Dan dengan wanita secantik dan semulus itu!!! Tanganku membelai bagian tengah pahanya yg sudah kembali terbalut celana dalam, meraba tekstur bulu2 halus itu dari balik celana dalam tipis merupakan pengalaman menarik tersendiri. Jariku mulai meraba ke arah ‘belahan bawah’. Hmm sudah mulai basah. Andai saat itu aku sudah pernah merasakan seks, tentunya aku akan terus melanjutkan foreplay dengan berbagai macam teknik, namun aku tak kuat. Secepatnya aku dotong badannya agar menekuk dan menungging di pinggir kasur. Aku pelorotin celana dalamnya. Yang aku liat skarang adalah belahan vagina yg tertutup bulu2 halus dan pendek. Aku terpana. Ini kah vagina pertamaku? Seindah ini kah? Pantat tante membulat sempurna, pinggangnya begitu kecil dan kencang, tidak sedikitpun seperti orang yg pernah melahirkan 2 anak. Aku memelorotkan celanaku sendiri dan blesssss… aku seakan hendak berteriak kencang namun bisa mengontrol diri, agar tetangga tidka mendengar. Tante berusaha meraih kepalaku ke arah belakang punggungnya, sehingga badannya agak meliuk. Aku mulai menggenjot, struktur kulit dan tulang di dalam vagina benar2 baru bagiku saat itu. Aku menggenjot dan menggenjot. Namun tidak sampai 5 menit, semprotan kencang spermaku tidak dapat lagi aku tahan. Aku menyemprot dan menyemprot sampai tetes terakhir, semua nya di dalam, tak satupun yg aku keluarkan. Vagina tante berdenyut kencang sekali, mencengkram penisku seperti memerasnya. Tak lama aku terkulai lemas. Tante mengambil tissue dan mengelap liang vaginanya.&lt;br /&gt;“aduuh,, supply nya banyak sekali protein murni deh buat tante hari ini”&lt;br /&gt;wajahnya tetap jenaka, aku memandang tubuhnya sekali lagi seakan tidak percaya. Tante mencium kening ku sekali lagi.&lt;br /&gt;“udah sayang?”&lt;br /&gt;Aku tersenyum lemah.&lt;br /&gt;“sudah tante’&lt;br /&gt;“ok, kamu sekarang basuh2, terus panggil bambang ya. Lupakan apa yang barusan terjadi. Tante senang kamu menikmatinya, tante ingin kamu kenang barusan sebagai sex pertama kamu, tp bukan dengan tante’ aku hanya mengiyakan.&lt;br /&gt;Giliran selanjutnya tentunya bambang. Aku menyuruhnya masuk, dan menunggu di luar dengan eko. Di luar dugaan, bambang berada di dalam lama sekali. Hampir satu jam. Belakangan dia baru cerita justru anti klimaks, tidak bisa ereksi, mungkin karena terlalu tegang dan merasa kikuk serta bersalah. Namun akhirnya berhasil dengan ketelatenan tante Ayu yg sangat tenang dan cool malam itu. Kami benar2 mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Setelah bambang selesai, hampir satu jam kami duduk2 di ruang TV menonton acara komedi. Namun pikiran kami tak satupun yang tau apa isi acara. Terbayang pengalaman luar biasa ygn baru terjadi.&lt;br /&gt;Ketika aku kuliah, sempat sekali pulang dan menelpon tante Ayu, dia sudah anak 3, bambang dan Eko sudah pindah jg. Eko ke Melbourne melanjutkan kuliah malah. Aku janjian dengan tante di KFC dekat rumah tante. Pulangnya aku menjemput anak bungsu tante ke sekolah dengan tante jg. Sesampai di rumah, anak itu langsung makan dan tidur siang. Aku melahap tante Ayu sebagai nostalgia, pinggangnya sudah lumayan besar dan badannya agak kendor namun jangan tanya berapa orgasme yang aku dapat sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-3698910401594687369?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/3698910401594687369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tante-ayu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/3698910401594687369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/3698910401594687369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/tante-ayu.html' title='Tante Ayu'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-5401461397014451391</id><published>2009-06-01T18:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T18:41:19.993-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesta sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hypersex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cewek nakal'/><title type='text'>Pesta Hypersex</title><content type='html'>Sejak sore tadi hujan menggericik tak deras. Luisa berbaring di ranjangnya berselimut tebal. Pintu kamarnya terkunci rapat. Luisa mendehem-dehem nikmat, matanya sayu tapi nafasnya memburu. Sesekali kain selimut tersingkap sehingga beberapa bagian tubuhnya yang tak berbusana nampak dari luar. "Ahh.. ehg.. emhh.." Gadis itu terduduk dan menyingkap selimut tebalnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya yang memang bugil sama sekali. Kepalanya mendongak-dongak menahan ilusinya ketika sebatang dildo bergoyang-goyang di liang vaginanya. Buah dadanya yang berukuran 36 lengkap dengan putingnya yang kenyal membengkak menggairahkan. Lendir kawinnya sudah menggenang di sprei kasur. Tepat diatas lendir itu pussy Luisa yang besar berbulu tipis merekah disodok batang dildo ukuran L. "Uahh.." Orgasme telah diraihnya. Luisa terlentang lemas. Batang dildo itu masih menancap di pussy-nya. Enggan rupanya Luisa mencabutnya. &lt;span class="fullpost"&gt;Matanya terpejam, nafasnya masih terengah-engah. Tiba-tiba dering telpon mengganggunya. "Kring.. kring.." "Hallo.." Luisa menerima telpon sambil menjilati ujung dildo yang barusan bersarang di pussy nya. "Luisa, hujan-hujan gini enaknya ngapain?" tanya suara di seberang. "Enaknya dikelonin kamu," jawab Luisa sekenanya. "Hi.. hi.. kalau gitu, kamu saya undang deh. Sekarang ke Star Pub deh, kita tunggu. Jangan lupa be a sexy girl, okey?" "Klik.." Luisa segera meletakkan gagang telepon di induknya. ***** Luisa masuk ke dalam cafÃ© kecil itu. Pintu masuk cafÃ© nampak tertulis "CLOSE", tapi tidak bagi anggota pub. Suasana di cafÃ© sepi, tapi sayup-sayup Luisa mendengar gemuruh tawa di lantai atas. Luisa segera menuju ruang atas. Begitu Luisa masuk beberapa anggota lain segera menyambutnya. "Hai Luisa," sapa Sidney yang hanya memakai CD transparan sedangkan &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;susu&lt;/a&gt;nya yang sekal bergelantungan dengan bebas. "Hai, makin motok saja susumu," balas Luisa sambil meremas susu kiri Sidney. "Saya baru main sama Leo," ujar Sidney menunjuk pria tegap telanjang yang duduk jongkok di sudut ruangan. Pistolnya mengayun-ayun tegang sejak tadi. "Hai Luisa, kita sudah nunggu kamu dari tadi loh," sapa Sari yang memakai CD merah dan BH hitam, kontras banget tapi seksi banget. Kemudian mereka saling berciuman beberapa menit. Sembari berciuman, tangan Luisa sudah nakal menyusup ke CD Sari. "Kamu baru aja cukur ya?" tanya Luisa ketika jemarinya merasakan bulu-bulu pussy Sari. Sari tersenyum malu. "Nggak pa-pa lagi, rasanya malah geli-geli nikmat. Hi.. hi..," Sari tertawa cekikikan lalu berlalu. Mata Luisa memedar berbinar-binar ke seluruh ruangan. Ada dua belas orang di ruangan itu. Kesemuanya saling bersaing memperlihatkan keseksian tubuhnya. Wita memakai bikini putih tipis sehingga puting susunya nampak menyembul menggoda. Lia cantik banget malam itu, rambut panjangnya meriap-riap seksi. Apalagi Lia memakai CD putih berenda dan BH putih yang kelihatan puting susunya karena dilubangi pada bagian putingnya, Luisa bener-bener pingin melumat susunya. Maka Luisapun segera mendekati Lia "Li, kamu cantik sekali malam ini." Sapa Luisa sambil mempermainkan puting susu Lia yang sengaja disembulkan itu. "Inikan maksud kamu? Kalau kamu mau, isep aja." Bagai gayung tersambut. "Ntar kamu main sama aku yah?" Lia mengangguk lalu pergi menghampiri Si ganteng Ricko yang pakai CD pink, sejak tadi pistolnya tegang terus melihat pemandangan yang merangsang itu. Jude (tokoh: Jude, Guru Privatku) memakai BH yang ketat banget hingga susu "Pamela Anderson" nya bagai berebut ingin keluar kain tipis itu, sedang pussynya dibiarkan saja dipelototin sama Tino yang sejak tadi penny nya pingin menerobos jaring tipisnya. Ayu yang pakai daster pendek transparan tanpa CD dan BH memamerkan pahanya di atas meja. Hanya orang nggak waras saja yang nggak berminat sama paha mulusnya. Cindylah yang paling sexy, doski hanya mengenakan stocking hitam sebatas paha dan duduk dengan santainya sambil memamerkan pussynya yang berambut tipis. Pengen banget Luisa melumat klitoris mungil Cindy. Luisa sendiri memakai CD tipis bertali dan BH bertali yang hanya menutup nipplesnya saja. Sedang Mbak Sarah sang ketua party yang polos los sedang sibuk menjilati dildo barunya. Begitu melihat Luisa datang Mbak Sarah segera menepuk tangannya bertanda party akan segera dimulai. Semuanya segera berkumpul di tengah ruangan. "Nah, gimana nih? Siapa yang pengin main duluan?" ujar Mbak Sarah membuka acara. "Saya!" Ayu menunjuk jari. "Kebetulan Ayu, sudah lama kita nggak liat lagi tarian pecut asmaramu itu." Sambut si Ricko. "Okey, Cin, nyalakan tapenya!" kata Ayu. Cindy segera menyalakan tape recorder kecil. Lalu terdengar suara music yang memancarkan suasana erotic bagi siapa saja yang mendengarnya. Ayu segera berdiri di tengah lalu menari mengikuti suara tape recorder. Tarian gemulai itu semakin memancing hasrat, Ayu memang bekas penari latar yang piawai. Luisa yang sudah sejak tadi menahan birahinya tanpa sadar meremas-remas susunya sendiri. Apalagi kemudian Ayu meminta Ricko melucuti onderdil nya. Maka seperti diberi aba-aba yang lain segera melucuti pakaian milik pasangan yang dipilihnya. Dengan segera Ricko mendorong Ayu untuk berbaring lalu Ricko segera melumat bibir kenyal Ayu penuh nafsu sedang tangannya meremas-remas penisnya sendiri. Jude yang sudah terbakar segera ikut melumat susu kiri Ayu disusul oleh Cindy yang kebagian susu kanannya. Luisa sendiri segera menyusup ke selakangan Ayu yang terbuka. Lalu dengan semangat Luisa mengerjain pussy Ayu. Dijilatinya pussy Ayu yang sudah penuh dengan lelehan lendir kawinnya. Lalu diobok-oboknya liang &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;vagina&lt;/a&gt; Ayu dengan jarinya. "Aaghh..," erang Ayu dan Luisa bersamaan karena saat itu Ricko sudah menyodokkan pistolnya ke pussy Luisa dari belakang. Posisi Luisa yang menungging membuat Ricko semakin mudah menancapkan senjata pamungkasnya. Sedang posisi Ricko sebelumnya sudah digantikan oleh Mbak Sarah yang menyekokkan nipplesnya ke mulut mungil Ayu. Di sudut lain, Tino yang setengah menungging sedang mengerang-erang keenakan ketika diserbu dari dua arah. Sidney yang mengganyang pistolnya dari depan dan Leo yang menyodomi pantatnya. Sedangkan di sisi lain Lia, Wita dan Sari bergumul sendiri. Lia dan Wita saling memagut susu lawan mainnya sedang Sari menyerang pussy Lia yang posisinya terlentang. Beberapa kali dildo masuk keluar pussy Lia dengan mudah lalu bergoyang-goyang membuat Lia bergelinjangan keenakan. "Agh.. enak.. terus Sar..," erang Lia. Ricko masih memainkan pistolnya di pussy Luisa. Pantat Luisa bergoyang-goyang naik turun mengikuti gerakan &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;penis&lt;/a&gt; Ricko. Berulang kali Luisa mencapai puncak asmaranya, berulang kali pula mani Ricko muncrat ke liang vaginanya. Tapi mereka masih ingin mengulangi dan mengulanginya lagi. "Rick, saya mau keluar lagi Rick.. oh.. enghh..," rintih Luisa. "Kita keluar sama-sama yah, yang.." Kemudian Ricko semakin memperkuat tekanan batang penisnya keliang vagina Luisa, sehingga tidak lama setelah itu muncratlah air mani Ricko ke dalam vagina Luisa bersamaan dengan keluarnya cairan kawin Luisa. "Engg.. ah..," jerit Ricko dan Luisa bebarengan. Luisa tergeletak di atas karpet. Wajahnya sudah nampak kepayahan, tapi birahinya belum terpuaskan. Ricko sudah meninggalkannya untuk mencari petualangan lain. Mata Luisa memandang sayu kepada Lia yang berdiri di atasnya. Susu Lia yang sudah sangat bengkak membuat Luisa ingin sekali mengunyah nipplesnya yang tegang kecoklat-coklatan. Pussy Lia yang berbulu agak lebat nampak mengkilap basah oleh lendir kawinnya. Lia tahu betul kalau Luisa menginginkannya. Dia segera merunduk dan menyerahkan susunya untuk dilumat oleh Luisa. Luisa melumat susu dan bibir Lia secara bergantian. Tangannya pun agresif menyusuri lorong goa vagina Lia, memelintir klitoris Lia berkali-kali. Lalu masuk dalam dan semakin dalam membuat Lia makin terlena. "Kamu.. enak banget.. egh..," rintih Lia. Luisa mendesis-desis, nafasnya menghembus di bukit montok Lia membuat Lia semakin terbakar. Tapi Luisa juga kembali terbakar ketika Sari datang dan menghisap puting susu Luisa. Lia juga berebut mencaplok susu kanan Luisa. Luisa merem melek manahan semua rasa syur yang tercipta. Semakin syur ketika Leo menjejalkan penisnya yang besar dan tegang banget ke mulutnya. "Isep sayang.. ayo.." Luisa menghisap penis Tino. Menggigit-gigit nakal membuat Tino melenguh-lenguh keasyikan. Tino menekan pistolnya dan maninya muncrat ke dalam mulut Luisa. Luisa menelan lendir itu hingga tandas. Segala keindahan terasa ketika entah lidah siapa lagi yang menggerayangi pussy Luisa. Hingga ia merasa tubuhnya dijunjung ke atas dan.., "Augh.." Sebatang daging tegang kembali bersarang di pussy Luisa. Kembali dialaminya orgasme yang dialaminya bersamaan dengan si pemilik pistol. "Ehg.. kau hebat banget Luisa, hebat! Makasih ya.." Itu suara Leo. "Bajingan! Mau nyodok nggak bilang-bilang!" umpat Luisa dalam hati. Lalu semua yang tadi ngerjain Luisa pergi ngerjain yang lain. Luisa tidak lagi memperhatikan orang-orang disekelilingnya. Rasa capeknya telah membawanya terlelap. Dua jam pun berlalu, suasana hening. Party itu sudah selesai, pemain-pemainnya sudah terlelap tidur. Luisa yang terbangun paling awal. Dipandangi sekelilingnya dengan senyum simpul. Semua dalam keadaan telanjang bulat, termasuk dirinya. Berbagai CD dan BH berserakan berserakan dimana-mana Pantat Sari merah bengkak begitu juga puting susu Ayu. Luisa tersenyum sendiri melihat ujung susu si bule Jude yang masih dikenyot Ricko. Pantat Sidney juga memerah, mungkin karena di kerjain sama temen-temen yang lain. Dalam party itu tidak hanya cowok saja yang disodomi, cewek juga bisa disodomi. Yang paling suka menyodomi cewek, ya.. si Tino itu. Luisa berpaling kepada Mbak Sarah. Wajah Mbak Sarah penuh dengan mani dan lendir vagina yang mulai mengering. Ruangan itu menebarkan aroma mani dan lendir vagina yang khas. Mata Luisa tertuju pada Cindy. Gadis itu masih terlelap. Kadangkala mengigau sambil senyum-senyum sendiri. Wajah gadis itu cantik. Tubuhnya kecil tapi susunya montok bener. Vaginanya polos tanpa bulu, warnanya putih kemerahan seperti pipi gadis yang sedang malu. Klitorisnya mungil menyembul. Gairah Luisa kembali bangkit. Luisa berjongkok di depan Cindy kemudian memainkan jemarinya di atas vagina yang merekah itu. Dengan penuh nafsu segera dilumatnya klistoris yang sejak awal tadi membuatnya ngiler itu. Cindy menggeliat-geliat, tapi Luisa tak perduli. Bibir Luisa melumat gundukan vagina Cindy sedang kedua tangannya menggapai meremas-remas daging kenyal nan montok di dada Cindy. Antara sadar dan tidak Cindy menjamak-jaMbak rambut Luisa dan menjepit kepalanya dengan kedua pahanya. "Ah.. uh.. ah.. uh..," suara Cindy mendesis lirih. Nafas keduanya kembali memburu. Luisa menumpahkan segala birahi yang tersisa di kepalanya. Seakan-akan Cindy itu hanya miliknya sendiri. Cindy dipaksa untuk bangun dari lelapnya. Matanya memicing merasakan surga yang kembali datang untuknya. Tapi Cindy sudah tak punya daya untuk membalas. Ia pasrah saja ketika Luisa menjejalkan sebatang dildo masuk ke dalam liang vaginanya. "Sruup.." Tanpa banyak perlawanan pistol mainan itupun amblas ke dalam liang kenikmatan Cindy. Cindi sempat terpekik beberapa kali, tapi lemah, rupanya dia sudah tak punya daya kecuali menikmati permainan Luisa. Luisa menarik si dildo maju mundur beberapa kali. Pantat Cindy bergoyang mengikuti iramanya. Makin lama dildo itu bergerak makin cepat. "Sruup.. sruup.." Suaranya menyibak lendir-lendir kental yang keluar dari vagina Cindy. Mata Luisa berbinar memandangi vagina bermandikan lendir itu. Langsung ia merunduk dan "Sruup.." Dihisapnya si lendir dari pussy Cindy hingga tandas. "Ah, puasnya..," kata Luisa dalam hati. Dikecupnya kening Cindy yang tak sadarkan diri. Kemudian dia segera pergi dari tempat itu dengan senyum penuh kepuasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5370273297643950899-5401461397014451391?l=hanya-cerita-dewasa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/feeds/5401461397014451391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/pesta-hypersex.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5401461397014451391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5370273297643950899/posts/default/5401461397014451391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/2009/06/pesta-hypersex.html' title='Pesta Hypersex'/><author><name>montok</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18286192862334722070</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5370273297643950899.post-8214845218092231908</id><published>2009-05-26T12:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T12:49:21.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='memek tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngentot tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skandal tante'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tante girang'/><title type='text'>Oh Tante Ani ...</title><content type='html'>&lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita dewasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berikut bukanlah pengalaman pribadi aku, tapi dari &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/"&gt;cerita seks&lt;/a&gt; salah satu teman menceritakan pengalaman seksnya. Berikut ceritanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak setelah menikah, ibu tinggal di rumah kecil kami beberapa bulan sambil menunggu bangunan rumah baru mereka selesai. Lagi-lagi, rumah baru mereka tidak jauh dari bengkel ayah. Ayah menolak tinggal di rumah &lt;a href="http://hanya-cerita-dewasa.blogspot.com/search/label/tante%20girang"&gt;tante&lt;/a&gt; Tina karena alasan pribadi ayah. Setelah banyak process yang dilakukan antara ayah dan ibu, akhirnya bengkel tempat ayah bekerja, kini menjadi milik ayah dan ibu sepenuhnya. Ayah pernah memohon kepada ibu agar dia ingin tetap dapat bekerja di bengkel, dan terang saja bengkel itu langsung ibu putuskan untuk dibeli saja. Maklum ibu adalah ‘business-minded person’. Aku semakin sayang dengan ibu, karena pada akhirnya cita-cita ayah untuk memiliki bengkel sendiri terkabulkan. Kini bengkel ayah makin besar setelah ibu ikut berperan besar di sana. Banyak renovasi yang mereka lakukan yang membuat bengkel ayah tampak lebih menarik. Pelanggan ayah makin bertambah, dan kali ini banyak dari kalangan orang-orang kaya. Ayah tidak memecat pegawai-pegawai lama di sana, malah menaikkan gaji mereka dan memperlakukan mereka seperti saat dia diperlakukan oleh pemilik bengkel yang lama.&lt;span class ="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan dan gaya hidupku &amp;amp; ayah benar-benar berubah 180 derajat. Kini ayah sering melancong ke luar negeri bersama ibu, dan aku sering ditinggal di rumah sendiri dengan pembantu. Alasan aku ditinggal mereka karena aku masih harus sekolah.&lt;br /&gt;Ibu sering mengundang teman-teman lamanya bermain di rumah. Salah satu temannya bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tante Ani&lt;/span&gt;. Tante Ani saat itu hanya 15 tahun lebih tua dariku. Semestinya dia pantas aku panggil kakak daripada tante, karena wajahnya yang masih terlihat seperti orang berumur 20 tahunan. Tanti Ani adalah pelanggan tetap salon kecantikan ibu, dan kemudian menjadi teman baik ibu. Wajah tante Ani tergolong cantik dengan kulitnya yang putih bersih. Dadanya tidak begitu besar, tapi pinggulnya indah bukan main. Maklum anak orang kaya yang suka tandang ke salon kecantikan. Tante Ani sering main ke rumah dan kadang kala ngobrol atau gossip dengan ibu berjam-jam. Tidak jarang tante Ani keluar bersama kami sekeluarga untuk nonton bioskop, window shopping atau ngafe di mall.&lt;br /&gt;Aku pernah sempat bertanya tentang kehidupan pribadi tante Ani. Ibu bercerita bahwa tante Ani itu bukanlah janda cerai atau janda apalah. Tapi tante Ani sempat ingin menikah, tapi ternyata pihak dari laki-laki memutuskan untuk mengakhiri pernikahan itu. Alasan-nya tidak dijelaskan oleh ibu, karena mungkin aku masih terlalu muda untuk mengerti hal-hal seperti ini.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ayah dan ibu lagi-lagi cabut dari rumah. Tapi kali ini mereka tidak ke luar negeri, tapi hanya melancong ke kota Bandung saja selama akhir pekan. Lagi-lagi hanya aku dan pembantu saja yang tinggal di rumah. Saat itu aku ingin sekali kabur dari rumah, dan menginap di rumah teman. Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan waktu itu masih jam 5:30 sore di hari Sabtu. Ayah dan ibu baru 1/2 jam yang lalu berangkat ke Bandung. Aku pikir mereka kembali ke rumah mengambil barang yang ketinggalan.&lt;br /&gt;Sewaktu pintu rumah dibuka oleh pembantu, suara tante Ani menyapanya. Aku hanya duduk bermalas-malasan di sofa ruang tamu sambil nonton acara TV. Tiba-tiba aku disapanya.&lt;br /&gt;“Bernas kok ngga ikut papa mama ke Bandung?” tanya tante Ani.&lt;br /&gt;“Kalo ke Bandung sih Bernas malas, tante. Kalo ke Singapore Bernas mau ikut.” jawabku santai.&lt;br /&gt;“Yah kapan-kapan aja ikut tante ke Singapore. Tante ada apartment di sana” tungkas tante Ani.&lt;br /&gt;Aku pun hanya menjawab apa adanya “Ok deh. Ntar kita pigi rame-rame aja. Tante ada perlu apa dengan mama? Nyusul aja ke Bandung kalo penting.”.&lt;br /&gt;“Kagak ada sih. Tante cuman pengen ajak mamamu makan aja. Yah sekarang tante bakalan makan sendirian nih. Bernas mau ngga temenin tante?”.&lt;br /&gt;“Emang tante mau makan di mana?”&lt;br /&gt;“Tante sih mikir Pizza Hut.”&lt;br /&gt;“Males ah ogut kalo Pizza Hut.”&lt;br /&gt;“Trus Bernas maunya pengen makan apa?”&lt;br /&gt;“Makan di Muara Karang aja tante. Di sono kan banyak pilihan, ntar kita pilih aja yang kita mau.”&lt;br /&gt;“Oke deh. Mau cabut jam berapa?”&lt;br /&gt;“Entaran aja tante. Bernas masih belon laper. Jam 7 aja berangkat. Tante duduk aja dulu.”&lt;br /&gt;Kami berdua nonton bersebelahan di sofa yang empuk. Sore itu tante Ani mengenakan baju yang lumayan sexy. Dia memakai rok ketat sampai 10 cm di atas lutut, dan atasannya memakai baju berwarna orange muda tanpa lengan dengan bagian dada atas terbuka (kira-kira antara 12 sampai 15cm kebawah dari pangkal lehernya). Kaki tante Ani putih mulus, tanpa ada bulu kaki 1 helai pun. Mungkin karena dia rajin bersalon ria di salon ibu, paling tidak seminggu 2 kali. Bagian dada atasnya juga putih mulus. Kami nonton TV dengan acara/channel seadanya saja sambil menunggu sampai jam 7 malam. Kami juga kadang-kadang ngobrol santai, kebanyakan tante Ani suka bertanya tentang kehidupan sekolahku sampai menanyakan tentang kehidupan cintaku di sekolah. Aku mengatakan kepada tante Ani bahwa aku saat itu masih belum mau terikat dengan masalah percintaan jaman SMA. Kalo naksir sih ada, cuma aku tidak sampai mengganggap terlalu serius.&lt;br /&gt;Semakin lama kami berbincang-bincang, tubuh tante Ani semakin mendekat ke arahku. Bau parfum Chanel yg dia pakai mulai tercium jelas di hidungku. Tapi aku tidak mempunyai pikiran apa-apa saat itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba tante Ani berkata, “Bernas, kamu suka dikitik-kitik ngga kupingnya?”.&lt;br /&gt;“Huh? Mana enak?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Mau tante kitik kuping Bernas?” tante Ani menawarkan/&lt;br /&gt;“Hmmm…boleh aja. Mau pake cuttonbud?” tanyaku sekali lagi.&lt;br /&gt;“Ga usah, pake bulu kemucing itu aja” tundas tante Ani.&lt;br /&gt;“Idih jorok nih tante. Itu kan kotor. Abis buat bersih-bersih ama mbak.” jawabku spontan.&lt;br /&gt;“Alahh sok bersihan kamu Bernas. Kan cuman ambil 1 helai bulunya aja. Lagian kamu masih belum mandi kan? Jorok mana hayo!” tangkas tante Ani.&lt;br /&gt;“Percaya tante deh, kamu pasti demen. Sini baring kepalanya di paha tante.” lanjutnya.&lt;br /&gt;Seperti sapi dicucuk hidungnya, aku menurut saja dengan tingkah polah tante Ani. Ternyata memang benar adanya, telinga ‘dikitik-kitik’ dengan bulu kemucing benar-benar enak tiada tara. Baru kali itu aku merasakan enaknya, serasa nyaman dan pengen tidur aja jadinya. Dan memang benar, aku jadi tertidur sampe sampai jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Suara lembut membisikkan telingaku.&lt;br /&gt;“Bernas, bangun yuk. Tante dah laper nih.” kata tante.&lt;br /&gt;“Erghhhmmm … jam berapa sekarang tante.” tanyaku dengan mata yang masih setengah terbuka.&lt;br /&gt;“Udah jam 7 lewat Bernas. Ayo bangun, tante dah laper. Kamu dari tadi asyik tidur tinggalin tante. Kalo dah enak jadi lupa orang kamu yah.” kata tante sambil mengelus lembut rambutku.&lt;br /&gt;“Masih ngantuk nih tante … makan di rumah aja yah? Suruh mbak masak atau beli mie ayam di dekat sini.”&lt;br /&gt;“Ahhh ogah, tante pengen jalan-jalan juga kok. Bosen dari tadi bengong di sini.”&lt;br /&gt;“Oke oke, kasih Bernas lima menit lagi deh tante.” mintaku.&lt;br /&gt;“Kagak boleh. Tante dah laper banget, mau pingsan dah.”&lt;br /&gt;Sambil malas-malasan aku bangun dari sofa. Kulihat tante Ani sedang membenarkan posisi roknya kembali. Alamak gaya tidurku kok jelek sekali sih sampe-sampe rok tante Ani tersingkap tinggi banget. Berarti dari tadi aku tertidur di atas paha mulus tante Ani, begitulah aku berpikir. Ada rasa senang juga di dalam hati.&lt;br /&gt;Setelah mencuci muka, ganti pakaian, kita berdua berpamitan kepada pembantu rumah kalau kita akan makan keluar. Aku berpesan kepada pembantu agar jangan menunggu aku pulang, karena aku yakin kita pasti bakal lama. Jadi aku membawa kunci rumah, untuk berjaga-jaga apabila pembantu rumah sudah tertidur.&lt;br /&gt;“Nih kamu yang setir mobil tante dong.”&lt;br /&gt;“Ogah ah, Bernas cuman mau setir Baby Benz tante. Kalo yang ini males ah.” candaku. Waktu itu tante Ani membawa sedan Honda, bukan Mercedes-nya.&lt;br /&gt;“Belagu banget kamu. Kalo ngga mau setir ini, bawa itu Benz-nya mama.” balas tante Ani.&lt;br /&gt;“No way … bisa digantung ogut ama papa mama.” jawabku.&lt;br /&gt;“Iya udah kalo gitu setir ini dong.” jawab tante Ani sambil tertawa kemenangan.&lt;br /&gt;Mobil melaju menyusuri jalan-jalan kota Jakarta. Tante Ani seperti bebek saja, ngga pernah stop ngomong and gossipin teman-temannya. Aku jenuh banget yang mendengar. Dari yang cerita pacar teman-temannya lah, sampe ke mantan tunangannya. Sesampai di daerah Muara Karang, aku memutuskan untuk makan bakmi bebeknya yang tersohor di sana. Untung tante Ani tidak protes dengan pilihan saya, mungkin karena sudah terlalu lapar dia.&lt;br /&gt;Setelah makan, kita mampir ke tempat main bowling. Abis main bowling tante Ani mengajakku mampir ke rumahnya. Tante Ani tinggal sendiri di apartemen di kawasan Taman Anggrek. Dia memutuskan untuk tinggal sendiri karena alasan pribadi juga. Ayah dan ibu tante Ani sendiri tinggal di Bogor. Saat itu aku tidak tau apa pekerjaan sehari-hari tante Ani, yang tante Ani tidak pernah merasa kekurangan materi.&lt;br /&gt;Apartemen tante Ani lumayan bagus dengan tata interior yang classic. Di sana tidak ada siapa-siapa yang tinggal di sana selain tante Ani. Jadi aku bisa maklum apabila tante Ani sering keluar rumah. Pasti jenuh apabila tinggal sendiri di apartemen.&lt;br /&gt;“Anggap rumah sendiri Bernas. Jangan malu-malu. Kalau mau minum ambil aja sendiri yah.”&lt;br /&gt;“Kalo begitu, Bernas mau yang ini.” sambil menunjuk botol Hennessy V.S.O.P yang masih disegel.&lt;br /&gt;“Kagak boleh, masih dibawah umur kamu.” cegah tante Ani.&lt;br /&gt;“Tapi Bernas dah umur 17 tahun. Mestinya ngga masalah” jawabku dengan bermaksud membela diri.&lt;br /&gt;“Kalo kamu memaksa yah udah. Tapi jangan buka yang baru, tante punya yang sudah dibuka botolnya.”.&lt;br /&gt;Tiba-tiba suara tante Ani menghilang dibalik master bedroomnya. Aku menganalisa ruangan sekitarnya. Banyak lukisan-lukisan dari dalam dan luar negeri terpampang di dinding. Lukisan dalam negerinya banyak yang bergambarkan wajah-wajah cantik gadis-gadis Bali. Lukisan yang berbobot tinggi, dan aku yakin pasti bukan barang yang murahan.&lt;br /&gt;“Itu tante beli dari seniman lokal waktu tante ke Bali tahun lalu” kata tante Ani memecahkan suasana hening sebelumnya.&lt;br /&gt;“Bagus tante. High taste banget. Pasti mahal yah?!” jawabku kagum.&lt;br /&gt;“Ngga juga sih. Tapi tante tidak pernah menawar harga dengan seniman itu, karena seni itu mahal. Kalo tante tidak cocok dengan harga yang dia tawarkan, tante pergi saja.”&lt;br /&gt;Aku masih menyibukkan diri mengamati lukisan-lukisan yang ada, dan tante Ani tidak bosan menjelaskan arti dari lukisan-lukisan tersebut. Tante Ani ternyata memiliki kecintaan tinggi terhadap seni lukis.&lt;br /&gt;“Ok deh. Kalo begitu Bernas mau pamit pulang dulu tante. Dah hampir jam 11 malam. Tante istirahat aja dulu yah.” kataku.&lt;br /&gt;“Ehmmm … tinggal dulu aja di sini. Tante juga masih belum ngantuk. Temenin tante bentar yah.” mintanya sedikit memohon.&lt;br /&gt;Aku juga merasa kasihan dengan keadaan tante Ani yang tinggal sendiri di apartemen itu. Jadi aku memutuskan untuk tinggal 1 atau 2 jam lagi, sampai nanti tante Ani sudah ingin tidur.&lt;br /&gt;“Kita main UNO yuk?!” ajak tante Ani.&lt;br /&gt;“Apa itu UNO?!” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;“Walah kamu ngga pernah main UNO yah?” tanya tante Ani. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.&lt;br /&gt;“Wah kamu kampung boy banget sih.” canda tante Ani. Aku hanya memasang tampak cemburut canda.&lt;br /&gt;Tante Ani masuk ke kamarnya lagi untuk membawa kartu UNO, dan kemudian masuk ke dapur untuk mempersiapkan hidangan bersama minuman. Tante Ani membawa kacang mente asin, segelas wine merah, dan 1 gelas Hennessy V.S.O.P on rock (pake es batu). Setelah mengajari aku cara bermain UNO, kamipun mulai bermain-main santai sambil makan kacang mente. Hennesy yang aku teguk benar-benar keras, dan baru 2 atau 3 teguk badanku terasa panas sekali. Aku biasanya hanya dikasih 1 sisip saja oleh ayah, tapi ini skrg aku minum sendirian.&lt;br /&gt;Kepalaku terasa berat, dan mukaku panas. Melihat kejadian ini, tante Ani menjadi tertawa, dan mengatakan bahwa aku bukan bakat peminum. Terang aja, ini baru pertama kalinya aku minum 1 gelas Hennessy sendirian.&lt;br /&gt;“Tante, anterin Bernas pulang yah. Kepala ogut rada berat.”&lt;br /&gt;“Kalo gitu stop minum dulu, biar ngga tambah pusing.” jawab tante Ani.&lt;br /&gt;Aku merasa tante Ani berusaha mencegahku untuk pulang ke rumah. Tapi lagi-lagi, aku seperti sapi dicucuk hidung-nya, apa yang tante Ani minta, aku selalu menyetujuinya. Melihat tingkahku yang suka menurut, tante Ani mulai terlihat lebih berani lagi. Dia mengajakku main kartu biasa saja, karena bermain UNO kurang seru kalau hanya berdua. Paling tepat untuk bermain UNO itu berempat.&lt;br /&gt;Tapi permainan kartu ini menjadi lebih seru lagi. Tante mengajak bermain blackjack, siapa yang kalah harus menuruti permintaan pemenang. Tapi kemudian tante Ani ralat menjadi ‘Truth &amp;amp; Dare’ game. Permainan kami menjadi seru dan terus terang aja tante Ani sangat menikmati permainan ‘Truth &amp;amp; Dare’, dan dia sportif apabila dia kalah. Pertama-tama bila aku menang dia selalu meminta hukuman dengan ‘Truth’ punishment, lama-lama aku menjadi semakin berani menanyakan yang bukan-bukan. Sebaliknya dengan tante Ani, dia lebih suka memaksa aku untuk memilih ‘Dare’ agar dia bisa lebih leluasa mengerjaiku. Dari yang disuruh pushup 1 tangan, menari balerina, menelan es batu seukuran bakso, dan lain-lain. Mungkin juga tidak ada pointnya buat tante Ani menanyakan the ‘Truth’ tentang diriku, karena kehidupanku terlihat lurus-lurus saja menurutnya.&lt;br /&gt;Ini adalah juga kesempatan untuk menggali the ‘Truth’ tentang kehidupan pribadinya. Aku pun juga heran kenapa aku menjadi tertarik untuk mencari tahu kehidupannya yang sangat pribadi. Mula-mula aku bertanya tentang mantan tunangannya, kenapa sampai batal pernikahannya. Sampai pertanyaan yang menjurus ke seks seperti misalnya kapan pertama kali dia kehilangan keperawanan. Semuanya tanpa ragu-ragu tante Ani jawab semua pertanyaan-pertanyaan pribadi yang aku lontarkan.&lt;br /&gt;Kini permainan kami semakin wild dan berani. Tante Ani mengusulkan untuk mengkombinasikan ‘Truth &amp;amp; Dare’ dengan ‘Strip Poker’. Aku pun semakin bergairah dan menyetujui saja usul tante Ani.&lt;br /&gt;“Yee, tante menang lagi. Ayo lepas satu yang menempel di badan kamu.” kata tante Ani dengan senyum kemenangan.&lt;br /&gt;“Jangan gembira dulu tante, nanti giliran tante yang kalah. Jangan nangis loh yah kalo kalah.” jawabku sambil melepas kaus kakiku.&lt;br /&gt;Selang beberapa lama … “Nahhh, kalah lagi … kalah lagi … lepas lagi … lepas lagi.”. Tante Ani kelihatan gembira sekali. Kemudian aku melepas kalung emas pemberian ibu yang aku kenakan.&lt;br /&gt;“Ha ha ha … two pairs, punya tante one pair. Yes yes … tante kalah sekarang. Ayo lepas lepas …” candaku sambil tertawa gembira.&lt;br /&gt;“Jangan gembira dulu. Tante lepas anting tante.” jawab tante sambil melepas anting-anting yang dikenakannya.&lt;br /&gt;Aku makin bernapsu untuk bermain. Mungkin bernapsu untuk melihat tante Ani bugil juga. Aku pengen sekali menang terus.&lt;br /&gt;“Full house … yeahhh … kalah lagi tante. Ayo lepas … ayo lepas …”. Aku kini menari-nari gembira.&lt;br /&gt;Terlihat tante Ani melepas jepit rambut merahnya, dan aku segera saja protes “Loh, curang kok lepas yang itu?”.&lt;br /&gt;“Loh, kan peraturannya lepas semuanya yang menempel di tubuh. Jepit tante kan nempel di rambut dan rambut tante melekat di kepala. Jadi masih dianggap menempel dong.” jawabnya membela.&lt;br /&gt;Aku rada gondok mendengar pembelaan tante Ani. Tapi itu menjadikan darahku bergejolak lebih deras lagi.&lt;br /&gt;“Straight … Bernas … One Pair … Yes tante menang. Ayo lepas! Jangan malu-malu!” seru tante Ani girang. Aku pun segera melepas jaket aku yang kenakan. Untung aku selalu memakai jaket tipis biar keluar malam. Lihatlah pembalasanku, kataku dalam hati.&lt;br /&gt;“Bernas Three kind … tante … one pair … ahhh … lagi-lagi tante kalah” sindirku sambil tersenyum. Dan tanpa diberi aba-aba dan tanpa malu-malu, tante melepas baju atasannya. Aku serentak menelan ludah, karena baju atasan tante telah terlepas dan kini yang terlihat hanya BH putih tante. Belahan payudara-nya terlihat jelas, putih bersih. Bernas junior dengan serentak langsung menegang, dan kedua mataku terpaku di daerah belahan dadanya.&lt;br /&gt;“Hey, lihat kartu dong. Jangan liat di sini.” canda tante sambil menunjuk belahan dadanya. Aku kaget sambil tersenyum malu.&lt;br /&gt;“Yes Full House, kali ini tante menang. Ayo buka … buka”. Tampak tante Ani girang banget bisa dia menang. Kali ini aku lepas atasanku, dan kini aku terlanjang dada.&lt;br /&gt;“Ck ck ck … pemain basket nih. Badan kekar dan hebat. Coba buktikan kalo hokinya juga hebat.” sindir tante Ani sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Setelah menegak habis wine yang ada di gelasnya, tante Ani kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur dengan keadaan dada setengah terlanjang. Tak lama kemudian tante Ani membawa sebotol wine merah yang masih 3/4 penuh dan sebotol V.S.O.P yang masih 1/2 penuh.&lt;br /&gt;“Mari kita bergembira malam ini. Minum sepuas-puasnya.” ucap tante Ani.&lt;br /&gt;Kami saling ber-tos ria dan kemudian melanjutkan kembali permainan strip poker kami.&lt;br /&gt;“Yesss … ” seruku dengan girangnya pertanda aku menang lagi.&lt;br /&gt;Tanpa disuruh, tante Ani melepas rok mininya dan aduhaiii, kali ini tante Ani hanya terliat mengenakan BH dan celana dalam saja. Malam itu dia mengenakan celana dalam yang kecil imut berwarna pink cerah. Tidak tampak ada bulu-bulu pubis disekitar selangkangannya. Aku sempat berpikir apakah tante Ani mencukur semua bulu-bulu pubisnya.&lt;br /&gt;Muka tante Ani sedikit memerah. Kulihat tante Ani sudah menegak abis gelas winenya yang kedua. Apakah dia berniat untuk mabuk malam ini? Aku kurang sedikit perduli dengan hal itu. Aku hanya bernafsu untuk memenangkan permainan strip poker ini, agar aku bisa melihat tubuh terlanjang tante Ani.&lt;br /&gt;“Yes, yes, yes …” senyum kemenangan terlukis indah di wajahku.&lt;br /&gt;Tante Ani kemudian memandangkan wajahku selang beberapa saat, dan berkata dengan nada genitnya “Sekarang Bernas tahan napas yah. Jangan sampai seperti kesetrum listrik loh”. Kali ini tante Ani melepaskan BH-nya dan serentak jatungku ingin copot. Benar apa kata tante Ani, aku seperti terkena setrum listrik bertegangan tinggi. Dadaku sesak, sulit bernapas, dan jantungku berdegup kencang. Inilah pertama kali aku melihat payudara wanita dewasa secara jelas di depan mata. Payudara tante Ani sungguh indah dengan putingnya yang berwarna coklat muda menantang.&lt;br /&gt;“Aih Bernas, ngapain liat susu tante terus. Tante masih belum kalah total. Mau lanjut ngga?” tanya tante Ani. Aku hanya bisa menganggukkan kepala pertanda ‘iya’.&lt;br /&gt;“Pertama kali liat susu cewek yah? Ketahuan nih. Dasar genit kamu.” tambah tante Ani lagi. Aku sekali lagi hanya bisa mengangguk malu.&lt;br /&gt;Aku menjadi tidak berkonsentrasi bermain, mataku sering kali melirik kedua payudaranya dan selangkangannya. Aku penasaran sekali ada apa dibalik celana dalam pinknya itu. Tempat di mana menurut teman-teman sekolah adalah surga dunia para lelaki. Aku ingin sekali melihat bentuknya dan kalo bisa memegang atau meraba-raba.&lt;br /&gt;Akibat tidak berkonsentrasi main, kali ini aku yang kalah, dan tante Ani meminta aku melepas celana yang aku kenakan. Kini aku terlanjang dada dengan hanya mengenakan celana dalam saja. Tante Ani hanya tersenyum-senyum saja sambil menegak wine-nya lagi. Aku sengaja menolak tawaran tante Ani untuk menegak V.S.O.P-nya, dengan alasan takut pusing lagi.&lt;br /&gt;Karena kami berdua hanya tinggal 1 helai saja di tubuh kami, permainan kali ini ada finalnya. Babak penentuan apakah tante Ani akan melihat aku terlanjang bulat atau sebaliknya. Aku berharap malam itu malaikat keberuntungan berpihak kepadaku.&lt;br /&gt;Ternyata harapanku sirna, karena ternyata malaikat keberuntungan berpihak kepada tante Ani. Aku kecewa sekali, dan wajah kekecewaanku terbaca jelas oleh tante Ani. Sewaktu aku akan melepas celana dalamku dengan malu-malu, tiba-tiba tante Ani mencegahnya.&lt;br /&gt;“Tunggu Bernas. Tante ngga mau celana dalam mu dulu. Tante mau Dare Bernas dulu. Ngga seru kalo game-nya cepat habis kayak begini” kata tante Ani.&lt;br /&gt;Setelah meneguk wine-nya lagi, tante Ani terdiam sejenak kemudian tersenyum genit. Senyum genitnya ini lebih menantang daripada yang sebelum-sebelumnya.&lt;br /&gt;“Tante dare Bernas untuk … hmmm … cium bibir tante sekarang.” tantang tante Ani.&lt;br /&gt;“Ahh, yang bener tante?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Iya bener, kenapa ngga mau? Jijik ama tante?” tanya tante Ani.&lt;br /&gt;“Bukan karena itu. Tapi … Bernas belum pernah soalnya.” jawabku malu-malu.&lt;br /&gt;“Iya udah, kalo gitu cium tante dong. Sekalian pelajaran pertama buat Bernas.” kata tante Ani.&lt;br /&gt;Tanpa berpikir ulang, aku mulai mendekatkan wajahku ke wajah tante Ani. Tante Ani kemudian memejamkan matanya. Pertamanya aku hanya menempelkan bibirku ke bibir tante Ani. Tante Ani diam sebentar, tak lama kemudian bibirnya mulai melumat-lumat bibirku perlahan-lahan. Aku mulai merasakan bibirku mulai basah oleh air liur tante Ani. Bau wine merah sempat tercium di hidungku.&lt;br /&gt;Aku pun tidak mau kalah, aku berusaha menandinginya dengan membalas lumatan bibir tante Ani. Maklum ini baru pertama, jadi aku terkesan seperti anak kecil yang sedang melumat-lumat ice cream. Selang beberapa saat, aku kaget dengan tingkah baru tante Ani. Tante Ani dengan serentak menjulurkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Anehnya aku tidak merasa jijik sama sekali, malah senang dibuatnya. Aku temukan lidahku dengan lidah tante Ani, dan kini lidah kami kemudian saling berperang di dalam mulutku dan terkadang pula di dalam mulut tante Ani.&lt;br /&gt;Kami saling berciuman bibir dan lidah kurang lebih 5 menit lamanya. Nafasku sudah tak karuan, dah kupingku panas dibuatnya. Tante Ani seakan-akan menikmati betul ciuman ini. Nafas tante Ani pun masih teratur, tidak ada tanda sedikitpun kalau dia tersangsang.&lt;br /&gt;“Sudah cukup dulu. Ayo kita sambung lagi pokernya” ajak tante Ani.&lt;br /&gt;Aku pun mulai mengocok kartunya, dan pikiranku masih terbayang saat kita berciuman. Aku ingin sekali lagi mencium bibir lembutnya. Kali ini aku menang, dan terang saja aku meminta jatah sekali lagi berciuman dengannya. Tante Ani menurut saja dengan permintaanku ini, dan kami pun saling berciuman lagi. Tapi kali ini hanya sekitar 2 atau 3 menit saja.&lt;br /&gt;“Udah ah, jangan ciuman terus dong. Ntar Bernas bosan ama tante.” candanya.&lt;br /&gt;“Masih belon bosan tante. Ternyata asyik juga yah ciuman.” jawabku.&lt;br /&gt;“Kalo ciuman terus kurang asyik, kalo mau sih …” seru tante Ani kemudian terputus. Kalimat tante Ani ini masih menggantung bagiku, seakan-akan dia ingin mengatakan sesuatu yang menurutku sangat penting. Aku terbayang-bayang untuk bermain ‘gila’ dengan tante Ani malam itu.&lt;br /&gt;Aku semakin berani dan menjadi sedikit tidak tau diri. Aku punya perasaan kalo tante Ani sengaja untuk mengalah dalam bermain poker malam itu. Terang aja aku menang lagi kali ini. Aku sudah terburu oleh napsuku sendiri, dan aku sangat memanfaatkan situasi yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;“Bernas menang lagi tuh. Jangan minta ciuman lagi yah. Yang lain dong …” sambut tante Ani sambil menggoda.&lt;br /&gt;“Hmm … apa yah.” pikirku sejenak.&lt;br /&gt;“Gini aja, Bernas pengen emut-emut susu tante Ani.” jawabku tidak tau malu.&lt;br /&gt;Ternyata wajah tante Ani tidak tampak kaget atau marah, malah balik tersenyum kepadaku sambil berkata “Sudah tante tebak apa yang ada di dalam pikiran kamu, Bernas.”.&lt;br /&gt;“Boleh kan tante?!” tanyaku penasaran. Tante Ani hanya mengangguk pertanda setuju.&lt;br /&gt;Kemudian aku dekatkan wajahku ke payudara sebelah kanan tante Ani. Bau parfum harum yang menempel di tubuhnya tercium jelas di hidungku. Tanpa ragu-ragu aku mulai mengulum puting susu tante Ani dengan lembut. Kedua telapak tanganku berpijak mantap di atas karpet ruang tamu tante Ani, memberikan fondasi kuat agar wajahku tetap bebas menelusuri payudara tante Ani. AKu kulum bergantian puting kanan dan puting kiri-nya. Kuluman yang tante Ani dapatkan dariku memberikan sensasi terhadap tubuh tante Ani. Dia tampak menikmati setiap hisapan-hisapan dan jilatan-jilatan di puting susu-nya. Nafas tante Ani perlahan-lahan semakin memburu, dan terdengar desahan dari mulutnya. Kini aku bisa memastikan bahwa tante Ani saat ini sedang terangsang atau istilah modern-nya ‘horny’.&lt;br /&gt;“Bernasss … kamu nakal banget sih! … haahhh … Tante kamu apain?” bisik tante Ani dengan nada terputus-putus. Aku tidak mengubris kata-kata tante Ani, tapi malah semakin bersemangat memainkan kedua puting susunya. Tante Ani tidak memberikan perlawanan sedikitpun, malah seolah-olah seperti memberikan lampu hijau kepadaku untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh terhadap dirinya.&lt;br /&gt;Aku mencoba mendorong tubuh tante Ani perlahan-lahan agar dia terbaring di atas karpet. Ternyata tante Ani tidak menahan/menolak, bahkan tante Ani hanya pasrah saja. Setelah tubuhnya terbaring di atas karpet, aku menghentikan serangan gerilyaku terhadap payudara tante Ani. Aku perlahan-lahan menciumi leher tante Ani, dan oh my, wangi betul leher tante Ani. Tante Ani memejamkan kedua matanya, dan tidak berhenti-hentinya mendesah. Aku jilat lembut kedua telinganya, memberikan sensasi dan getaran yang berbeda terhadap tubuhnya. Aku tidak mengerti mengapa malam itu aku seakan-akan tau apa yang harus aku lakukan, padahal ini baru pertama kali seumur hidupku menghadapi suasana seperti ini.&lt;br /&gt;Kemudian aku melandaskan kembali bibirku di atas bibir tante Ani, dan kami kembali berciuman mesra sambil berperang lidah di dalam mulutku dan terkadang di dalam mulut tante Ani. Tanganku tidak tinggal diam. Telapak tangan kiriku menjadi bantal untuk kepala belakang tante Ani, sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara kiri tante Ani.&lt;br /&gt;Tubuh tante Ani seperti cacing kepanasan. Nafasnya terengah-engah, dan dia tidak berkonsentrasi lagi berciuman denganku. Tanpa diberi komando, tante Ani tiba-tiba melepas celana dalamnya sendiri. Mungkin saking ‘horny’-nya, otak tante Ani memberikan instinct bawah sadar kepadanya untuk segera melepas celana dalamnya.&lt;br /&gt;Aku ingin sekali melihat kemaluan tante Ani saat itu, namun tante Ani tiba-tiba menarik tangan kananku untuk mendarat di kemaluannya.&lt;br /&gt;“Alamak …”, pikirku kaget. Ternyata kemaluan/memek tante Ani mulus sekali. Ternyata semua bulu jembut tante Ani dicukur abis olehnya. Dia menuntun jari tengahku untuk memainkan daging mungil yang menonjol di memeknya. Para pembaca pasti tau nama daging mungil ini yang aku maksudkan itu. Secara umum daging mungil itu dinamakan biji etil atau biji etel atau itil saja. Aku putar-putar itil tante Ani berotasi searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Kini memek tante Ani mulai basah dan licin.&lt;br /&gt;“Bernasss … kamu yah … aaahhhh … kok berani ama tante?” tanya tante Ani terengah-engah.&lt;br /&gt;“Kan tante yang suruh tangan Bernas ke sini?” jawabku.&lt;br /&gt;“Masa sihhh … tante lupa … aahhh Bernasss … Bernasss … kamu kok nakal?” tanya tante Ani lagi.&lt;br /&gt;“Nakal tapi tante bakal suka kan?” candaku gemas dengan tingkah tante Ani.&lt;br /&gt;“Iyaaa … nakalin tante pleasee …” suara tante Ani mulai serak-serak basah.&lt;br /&gt;Aku tetap memainkan itil tante Ani, dan ini membuatnya semakin menggeliat hebat. Tak lama kemudian tante Ani menjerit kencang seakaan-akan terjadi gempa bumi saja. Tubuhnya mengejang dan kuku-kuku jarinya sempat mencakar bahuku. Untung saja tante Ani bukan tipe wanita yang suka merawat kuku panjang, jadi cakaran tante Ani tidak sakit buatku.&lt;br /&gt;“Bernasss … tante datangggg uhhh oohhh …” erang tante Ani. Aku yang masih hijau waktu itu kurang mengerti apa arti kata ‘datang’ waktu itu. Yang pasti setelah mengatakan kalimat itu, tubuh tante Ani lemas dan nafasnya terengah-engah.&lt;br /&gt;Dengan tanpa di beri aba-aba, aku lepas celana dalamku yang masih saja menempel. Aku sudah lupa sejak kapan batang penisku tegak. Aku siap menikmati tubuh tante Ani, tapi sedikit ragu, karena takut akan ditolak oleh tante Ani. Keragu-raguanku ini terbaca oleh ta
