Hendro adalah suami Airin sahabat istriku dia baru pulang dari LA dan kebetulan adikku titip barang buatku, sudah hampir 10 hari Airin menilponku untuk mengambil barangnya tetapi aku masih belum sempat juga, sampai tadi pagi Hendro sendiri yang meneleponku, aku jadi sungkan maka kuputuskan untuk mengambilnya siang ini.
Rumah Hendro yang di Kemang ini letaknya agak ujung meski demikian, halaman rumahnya sangat luas dan menyenangkan sekali. Ketika aku sampai dirumahnya, tak kulihat Mercy Hendro yang biasanya parkir digarasinya. Yang ada hanya BMW putih milik Airin serta sebuah jip Pajero yang diparkir agak jauh dari halaman. Dengan bersiul siul aku turun dari mobil dan menuju pintu masuk rumah Hendro, kulihat pintu itu tertutup dan tak seorangpun yang nampak. Kupencet bel dipintu, tapi tak seorangpun yang keluar, bila ada mobil didepan, berarti mestinya ada orang didalam rumah itu, aku menduga pasti Airin sedang sibuk dikamarnya sehingga tak mendengar kedatanganku. Karena sudah seringkali berkunjung jerumah ini, maka aku langsung saja menuju pintu belakang untuk mencari orang yang ada dirumah, karena Hendro sudah bilang kalau dia atau Airin tak ada, maka paketnya akan dititipkan pada yang dirumah. Benar dugaanku, pintu belakang terbuka, tetapi didalam senyap sekali, hanya sayup sayup kudengar suara musik dari dalam. Aku jadi kuatir, apakah terjadi sesuatu dengan Airin, dengan pelan pelan aku masuk dan mencari sumber suara itu. Rupanya suara itu datang dari salah satu kamar diruang atas, maka aku segera naik keatas yang kuketahui sebagai kamar pribadi Hendro dan Airin.Dengan langkah pelahan aku menuju sumber suara musik yang lembut itu, kulihat pintunya tidak ditutup rapat sehingga suara musik itu dapat terdengar sampai diruang bawah. Ketika kuintip dari celah pintu yang terbuka, aku tak dapat melihat apa apa, karenanya aku mendorong pintu itu lebih lebar lagi agar aku dapat melihat apa yang ada dalam kamar itu……..
Aku benar benar terkejut ketika aku berhasil melihat kedalam kamar itu….kulihat Airin yang telanjang bulat sedang berpelukan dengan seorang pria yang masih berpakaian lengkap. Aku belum dapat melihat wajah si pria, tetapi dari bentuk badannya dapat kuperkirakan bahwa pria ini masih sangat muda dan berperawakan tinggi. Pria itu asyik sekali menciumi buah dada Airin yang putih montok itu, aku berdebar debar menyaksikan semua ini, tak kusangka bahwa Airin yang selama ini kelihatannya alim ternyata suka menyeleweng, memang selama ini aku sering juga membayangkan kecantikan Airin, tubuhnya tinggi besar dengan profil seperti perempuan India, kulitnya putih bersih dengan badan yang agak sedikit kegemukan, tetapi wajahnya cantik sekali dengan mata yang sayu dan bibir yang selalu basah, cantik sekali. Apa yang kulihat saat ini membuktikan kalau seleraku pada Airin tidak keliru, badan Airin benar benar mulus, meskipun perutnya agak gendut dan pinggangnya lebar, tetapi jembutnya amit amit lebat sekali menutupi nonoknya sampai mencapai pusarnya, belum lagi ketiaknya rimbun sekali. Si pria itu dengan telaten menciumi buah dada Airin serta meremas remasnya dengan kalem sekali, dari jauh kulihat lidahnya menjulur julur menjilati puting susu Airin dan terus bergerak kebawah sampai kepusar Airin, diantara suara musik kudengar erangan Airin yang merasa keenakan dengan rangsangan yang diberikan oleh pria muda itu.
Aku mengagumi ketelatenan pria itu, karena ia benar benar kalem, karena semua gerakannya yang serba tenang itu pastilah membuat Airin jadi tambah bernafsu. Ketika ciuman sipria itu mencapai bagian selangkangan Airin, kudengar Airin merintih agak keras, rupanya sipria itu mulai menjilati nonok Airin yang sudah merekah penuh dengan cairan itu. Jilatannya sungguh membuat aku terkagum kagum, ia dengan tenang mengangkat kedua kaki Airin tinggi tinggi sehingga nonok Airin jadi terangkat keatas, kemudian pria itu mengambil bantal dan mengganjalnya dibawah pantat Airin. Dengan posisi seperti itu ia mulai menjilati belahan nonok Airin sampai kelubang dubur Airin. Airin kulihat hanya bisa menggerak gerakkan pantatnya saja, rupanya ia benar benar kegelian oleh service yang diberikan oleh sipria itu. Mendadak Airin berusaha untuk bangkit, si priapun lalu mendekati Airin yang membisikkan sesuatu ketelinganya. Mendengar itu sipria yang ternyata seorang anak muda dengan wajah yang tampan sekali lalu tersenyum dan mulai membuka pakaiannya. Aku jadi tambah kagum dengan anak muda yang bersama Airin ini, karena ternyata kontolnya juga hebat meskipun kuperkirakan tidak sepanjang kepunyaanku, tetapi bentuknya kekar dan ujungnya yang pelontos kelihatan lebih besar dari batang kontolnya sehingga menyerupai jamur. Begitu ia sudah telanjang dengan ****** ngaceng yang mendongak keatas,ia segera mendekati Airin yang sudah berbaring terlentang itu, kemudian ia mendekatkan kontolnya kedekat wajah Airin sementara ia sendiri mendekatkan wajahnya kedekat nonok Airin.
Dengan posisi tersebut keduanya bebas untuk saling menikmati alat kelamin pasangannya. Benar saja, dengan rakus Airin memasukkan ****** sipria tadi kemulutnya dan menghisapnya sambil memejamkan mata, sementara sipria kembali lagi asyik dengan menjilati nonok Airin yang menganga itu. Aku lebih tertarik dengan cara sipria itu menjilati nonok Airin, karena kulihat lidahnya yang panjang itu menjulur masuk kedalam liang nonok Airin dan bukan sekedar menjilati tepi tepi nonok Airin yang sudah membengkak itu. Kulihat itil Airin justru dibiarkannya menganggur sehingga kadang kadang justru Airin yang mengulurkan tangannya untuk menggosok itilnya sendiri. Benar benar hebat anak muda itu, kontolnya yang lurus itu dengan lancar masuk kedalam mulut Airin dan ketika dikeluarkan, Airin menarik kulitnya kebawah sehingga ujungnya yang seperti topi baja itu terbuka lebar, dengan guratan yang dalam memisahkan ujung ****** dengan batangnya. Dipusat rasa geli itulah Airin menjulurkan lidahnya dan menjilatinya berulang ulang sampai sipria itu menggeliat geliat menahan geli. Aduh betul betul gila yang dilakukan orang orang ini, aku sudah tak kuat menyaksikan semua ini, kontolku yang ngaceng sampai terasa sakit karena terjepit celanaku, tetapi aku tak dapat berbuat apa apa kecuali melihat saja. Hebatnya mereka betul betul menikmati permainan pendahuluan ini, karena sampai sebegitu lama belum kelihatan gelagatnya mereka akan mulai bersetubuh yang sebenarnya. Aku makin yakin kalau Airin adalah seorang hyperseks, aku merasa benar benar kecolongan, karena tak pernah kusangka kalau Airin begitu hot dan akhli dalam hubungan seks. Isteriku yang selama ini kuanggap jago, ternyata masih belum ada seujung kuku dibanding dengan Airin, padahal bila dilihat dari posturnya, maka isteriku adalah seorang seks maniak, karena isteriku agak bungkuk dan aku diam diam juga tahu kalau isteriku juga suka main dengan pria lain, tetapi selama ini aku diam saja karena teman mainnya rata rata orang yang dari kalangan atas dan aku yakin kemampuan mereka tidak diatasku. Kenapa isteriku kok mau main main dengan mereka, penyebabnya hanya satu, isteriku juga menyukai avontuur, jadi hubungan seks yang sifatnya curi curi itu sangat disukai oleh isteriku. Akupun juga suka seks seperti ini, tetapi sampai saat ini aku dan isteriku belum pernah saling terbuka, mungkin kalau kami bisa terbuka maka makin banyak kenikmatan yang bisa aku reguk.
Lamunanku jadi buyar ketika kulihat Airin berdiri sambil melap nonoknya dengan sehelai handuk, sementara si pria itu berdiri juga disampingnya sambil memperhatikan semua gerakan Airin. Selesai membersihkan nonoknya Airin berjongkok didepan sipria dan mulai lagi mengulum ****** si pria itu, dari kejauhan kulihat si pria memegang kepala Airin yang sudah menelan habis batang kontolnya itu. Rupanya Airin hanya sekedar membersihkan ****** sipria itu agar tidak berlendir karena setelah itu ia mengeluarkan ****** si pria itu dan langsung memeluk sipria sambil berdiri serta mengangkat kaki kirinya keatas tempat tidur. Dengan posisi seperti itu, si pria muda menggenggam kontolnya sendiri dan menepatkannya diantara selangkangan Airin, setelah dirasakan sudah masuk Airin langsung mengangkat kedua kakinya dan melingkarkan kepantat sipria sementara dari belakang kulihat ****** sipria itu lenyap diantara selangkangan Airin. Dengan sambil memegang pantat Airin dan Airin merangkulkan tangannya dipundak keduanya asyik berciuman. Aku benar benar tak tahan, aku pergi menjauh dari kamar itu dan mengeluarkan handphone untuk menghubungi Airin dikamarnya itu, aku sudah benar benar nekad ingin ikut nimbrung dalam permainan itu, dan aku sudah tidak memikirkan akibatnya lagi,rasanya apapun yang terjadi aku akan hadapi yang penting ngacengku ini bisa hilang.
Dari kejauhan kudengar tilpon Airin berdering, tetapi tidak juga diangkat, aku yakin bahwa Airin sedang menguber kenikmatan jadi dia agak acuh dengan dering tilpon itu, tetapi aku tak mau kalah aku juga terus menunggu… Akhirnya telepon itu diangkat juga, jantungku dag dig dug karena tegangnya, “Hallo….siapa ya ?” kudengar suara Airin yang agak serak dan mendesah. Aku yakin Airin menerima tilponku itu sambil terus bersetubuh, ” Airin ya…ini aku Roy, kenapa sih kok lama menerimanya ?” “Oh Roy, maaf aku sedang dikamar mandi, ada apa Roy, apa kamu mau ambil paket dari LA ?” Dalam hati aku tertawa mendengar kebohongan Airin itu, “Nggak Rin, kok rasanya suaramu aneh sepertinya kamu sedang menikmati sesuatu gitu lho” Sambil berbicara begitu aku kembali mendekati pintu kamar tadi, ketika kuintai benar dugaanku, tubuh Airin masih bersatu dengan tubuh sipria itu, tetapi sekarang posisinya lain, sipria itu berbaring sementara Airin duduk dipangkal pahanya, aku yakin bahwa saat itu ****** sipria terbenam dalam nonok Airin. Mendengar perkataanku Airin tertawa ” Menikmati apa Roy ?” Barangkali aja kamu sedang main dengan Hendro ya ?” Airin tertawa dan berkata lagi “kamu ini ada ada saja Roy”, aku lalu menjawab dengan agak berbisik ” Rin, aku sebenarnya sudah dalam rumahmu, aku sudah lihat kamu main main sama cowok dikamarmu, aku sekarang nunggu kamu dikamar sebelah, cepetan deh” Tanpa menunggu jawaban Airin, tilpon kututup dan aku masuk kekamar sebelahnya dan menunggu dengan berdebar debar.
Lebih dari lima menit Airin tidak juga kunjung muncul, aku jadi berpikir apakah dia menyelesaikan hajatnya terlebih dahulu ataukah dia lagi bingung menyuruh sicowok itu untuk pergi. Tapi aku yang sudah terangsang nggak karuan ini langsung aja mencopot celana panjangku dan dengan separuh telanjang karena bajuku masih kupakai aku duduk dikursi sambil mengelus elus kontolku yang rasanya jadi tambah panjang dari biasanya itu. Saat itulah pintu kamar terbuka dan Airin masuk kekamar itu, wajahnya pucat pasi dan gemetaran, Airin hanya memakai duster yang kelihatan sekali kalau didalamnya dia tak memakai apa apa, karena kulihat susunya bergerak gerak ketika ia berjalan. Airin dengan wajah pucat mencoba untuk tersenyum melihat aku yang separuh telanjang itu. Tanpa banyak bicara aku langsung berdiri dan mendekati Airin, aku langsung merangkul Airin dan menciumnya. Airin diam saja, entah karena perasaan takut atau bagaimana, aku tak perduli aku langsung membuka dusternya sambil bertanya, “Dimana anak tadi Rin ?” Airin tak menjawab, begitu duster Airin terbuka benar dugaanku Airin tak memakai apa apa dibalik duster itu, aku langsung mengulum pentil susunya yang coklat itu dan tangannya kubimbing agar memegang kontolku yang panas itu. Airin tetap diam saja, kudorong Airin keatas tempat tidur yang ada dikamar itu dan begitu ia sudah terbaring langsung kukuakkan pahanya dan kucobloskan kontolku.
Tiba tiba saja Airin berkata “Roy apa cukup masuk dipunyaku, hati hati lho ” Aku membatalkan untuk memasukkan kontolku langsung, lalu aku mengambil ludah dengan jariku untuk kuoleskan keujung kontolku, setelah kulihat basah dan licin barulah kumasukkan lagi diantara bibir nonok Airin yang membengkak itu. Kulihat Airin memejamkan matanya sambil menggigit bibir, sekali sentak kontolku amblas masuk kedalam liang nonok Airin. Saat itulah Airin merintih dan secara refleks tangannya memelukku, kubalas pelukannya dan kucium bibir Airin yang tebal dan merekah itu, sengaja aku membiarkan kontolku mentok terbenam didasar nonoknya karena aku menunggu agar dia yang menggoyangkan pantat untuk merasakan enaknya kontolku, aku hanya menciumi dan menggigiti bibirnya sambil tanganku meremas remas susunya yang kenyal dan montok itu, benar saja tak lama kemudian mulai kurasakan goyangan pantat Airin berusaha untuk menepatkan ujung kontolku dibagian yang paling sensitif didalam nonoknya, awalnya pelan pelan kurasakan ujung kontolku digosok gosok dinding rahim Airin, lama kelamaan gosokan itu makin keras dan akhirnya menggila karena Airin yang sudah hilang sungkannya sekarang benar benar menggoyang pantatnya agar supaya terasa nikmatnya, aku sendiri begitu melihat Airin sudah bereaksi langsung kupacu kontolku dengan gerakan memutar juga untuk mengimbangi Airin, seperti dugaanku, nonok Airin tidak terlalu peret, bahkan boleh dikatakan longgar, namun nikmatnya berpetualang menyebabkan persetubuhan ini benar benar terasa lain, apalagi Airin sangat pandai membuat ujung kontolku seperti digerus setiap kali mentok didasar nonoknya. Kami sama sekali tak ada niatan untuk berganti posisi karena yang kami kejar hanyalah puncak kenikmatan yaitu memancarnya air mani kami secara bersamaan.
Suara kontolku yang keluar masuk diliang berkecipak karena liang Airin sudah penuh dengan lendir yang membuat liang Airin jadi becek nggak karuan. Airin sendiri yang sudah seperti orang kesurupan tanpa sungkan menjilati dadaku dan kadang kadang menggigit pundakku, rasa geli yang mengumpul diujung kontolku membuat aku jadi tak tahan lagi, dengan melenguh keras kusemprotkan air maniku sementara itu Airin sendiri juga mencengkeram pundakku dan menjepitkan kedua kakinya kepahaku, dia juga mencapai puncak kepuasannya.
Kubiarkan saja Airin yang kelelahan terbaring lemas sambil memejamkan matanya, kuperhatikan cuping hidungnya penuh dengan bintik keringat, wajahnya yang cantik membuat penampilannya sangat anggun, aku tak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangganya, apakah Hendro tahu semua ini, dan mengapa Airin begitu berani memasukkan laki laki disiang hari bolong seperti ini, kenapa tak ada yang dikhawatirkannya, aku menduga pasti ada sesuatu yang misterius dirumah ini, tetapi aku tak perduli, karena urusanku hanyalah dengan Airin sendiri dan kalau boleh dikatakan lebih khusus lagi dengan nonok Airin yang membuat birahiku jadi naik itu. Ketika membuka matanya, wajah Airin langsung merona merah, dia sangat malu kepadaku dengan semua ini katanya “Roy, kamu jangan bilang pada Hendro ya, aku malu sekali lho” Aku tak menjawab hanya kucium bibirnya yang tebal dan merangsang itu. Airin berkata lagi ” Tak nyana lho Roy kalau kamu mendadak muncul, bikin aku jadi kaget sekali ” “Roy kapan kapan kita keluar saja ya, apakah Novie juga mengerti kalau kamu jagoan seperti ini ?” Aku hanya tersenyum saja ” Ayo deh aku pulang dulu ya, entar kalau Hendro datang bisa gawat nich, kemana cowok tadi Rin ?” Airin menjawab kalau cowok tadi sudah disuruhnya pulang. Airin langsung berdiri dan memakai dusternya serta mengantarku kedepan. Aku sengaja tak mau bertanya macam macam, tetapi aku percaya bahwa Airin juga tahu kalau Hendro juga suka main perempuan jadi scorenya draw. Aku menaiki mobilku sambil tersenyum sendiri karena teringat akan pengalamanku sendiri dengan Novie isteriku.
Blog Archive
-
▼
2009
(28)
-
►
Juni
(14)
- Sopirku menikmati tubuhku
- Bayar Hutang Dengan Istri
- Jebol Perawan Calon Sekretaris
- Tante Yuni Temen Ibukku
- Kisah pemerkosaan
- ML denga Ibu Pacarku
- Pemerkosaan Cewek Amoy
- Tante Doyan Banget Brondong
- Nikmatnya Selingkuh
- Pembantuku yang hot
- Cewek Salon yang Seksi
- Cerita Ngentot Abg
- Tante Ayu
- Pesta Hypersex
-
►
Juni
(14)
Kategori
- abg (2)
- abg toge (1)
- bawah umur (1)
- biseks (1)
- brondong (1)
- cerita ml (2)
- cerita seks (5)
- cerita tante (4)
- cewek amoy (1)
- cewek chinese (2)
- cewek nakal (2)
- cewek salon bugil (2)
- gadis salon (1)
- hypersex (1)
- istri genit (1)
- istri nakal (1)
- istri selingkuh (2)
- istri teman (1)
- jablay (1)
- janda (1)
- kontol (1)
- majikan nakal (1)
- memek (2)
- memek abg (1)
- memek tante (4)
- ml adik ipar (1)
- ml di hotel (1)
- montok (1)
- nafsu (1)
- ngentot (2)
- ngentot abg (1)
- ngentot cewek salon (2)
- ngentot ibu mertua (1)
- ngentot kakak ipar (1)
- ngentot pembantu (2)
- ngentot sopir (1)
- ngentot tante (3)
- oral seks (1)
- pemaksaan seks (1)
- pemerkosaan (3)
- perawan (2)
- perkosa (1)
- perselingkuhan (1)
- pesta seks (1)
- pesta sex (2)
- salon mesum (1)
- salon plus plus (1)
- sedarah (1)
- sekretaris (1)
- selingkuh (6)
- skandal tante (1)
- sma (1)
- sodomi (1)
- stw (1)
- tante girang (6)
- threesome (1)
- toge (1)
- toket cewek salon (1)
- toket tante (2)
- tukar pasangan (2)
- vagina (2)
- wanita beristri (1)
Selingkuh Dengan Airin Istri Temanku
08:09 | Filed Under selingkuh | 4 Comments
Istriku Direbut Lima Lelaki
Beberapa minggu yang lalu, istriku akhirnya mewujudkan fantasinya bercumbu dengan 2 laki laki sekaligus. Sejak saat itu dia berupaya untuk memenuhi keinginan nafsunya yang lebih besar. Dan akulah yg mewujudkan impiannya itu, tapi dalam jauh dalam pikiran ku, itu membuatku terangsang mengetahui sisi banal istriku
Semalam, kami mengundang beberapa pria menonton beberapa pertandingan tinju di tv kabel milik kami, ini sungguh menjengkelkan istri tanpa akhir, dia membenci pertandingan tinju dan lebih lebih bila pria berkumpul didepan tv.
Berlima kami nonton pertandingan tinju, minum bir dan menyantap pizza ketika janice pulang kerumah, dia mengerutu, terlihat kurang senang pada kami yg duduk sambil melihat pertandingan tinju. Dia berkata bahwa dia akan mandi dan mengucapkan selamat malam dan kubalas “malam sayang...”
Beberapa menit kemudian, aku mendengar “alamak…” yg datang dari lorong pintu. Terlihat istriku yg cantik berdiri disana memakai jubah satin hitamnya dengan kaki jenjangnya terkaangkang memperlihatkan stocking yg berbentuk jarring ikan sekaligus sepatu hak tinggi miliknya.
“Maukah kalian “bermain” dengan ku ketimbang nonton tv?” tanya istriku dengan suara anak kecil yang manja
“Yo’a…” “pastilah...” “kami akan kesana sayang…” beberapa teriakan teman temanku pada saat aku terduduk kaget
“ Ikuti aku anak anak…” katanya mengundang
Aku mengikuti teman temanku yg bernafsu ke tempat tidurku sambil berpikir apa yg ada dalam pikiran istri malam ini.
Istriku menyuruh kami duduk ditempat tidur saat dia mengelilingi ruangan, perlahan istriku mulai menanggalkan jubah sesuai dengan irama musik yg sedang diputar di meja. Istri memperlihatkan bra hitam dan celana dalamnya yg serasi ditambah dengan stocking dan sepatu hak tingginya. Janice berdiri 5.10 kaki memeliki rambut merah yg ikal dan kulit putih yang sesuai dengan yg dipakenya sekarang. Did memegang dadanya yg berukuran 36b sambil memberikan tarian telanjang pada teman-temanku
Bill, temanku yg ikut serta dalam pesta threesome kami yg pertama menyeringai mengetahui pasti apa yg akan terjadi. Temanku yang lainnya tertarik tapi bingung apa yg sebenarnya terjadi.
Istriku mulai jongkok didepanku dan perlahan mulai menelanjangiku, menanggalkan celanaku, senjataku langsung berdiri siap beraksi dan terpampang didepannya matanya! Istriku lalu mengenggamnya dan mulai menjilatinya perlahan. Jan(istriku) memainkan lidahnya dibatang senjataku lalu menoleh kan kepalanya melihat teman temanku dgn
matanya untuk memberitahu mereka apa yang ada dalam pikirannya untuk tiap mereka tanpa sedikit pun melepaskan jilatannya dari senjataku
Ketika istriku memberikan karaoke terbaiknya, teman-temanku berlomba menanggalkan pakaian mereka. Begitu tidak sabarnya mereka menunggu istriku untuk mendapat gilirannya. Bill berinisiatif mengambil aksi sendiri melangkah kebelakang punggung istriku dan mulai memukul pantat istriku pada saat istriku terus menghisap senjataku.
“OH” teriak istriku. Istriku lalu memegang pantatnya, lalau mengkaitkan celana dalamnya dan memperlihatkan kemaluannya dan meraba bibir bawahnya yg basah
Bill, dengan tidak sabar seperti biasanya, mengocok senjatanya sebentar, sebelum menusukkannya kedalam kemaluan istrik dari belakang (doggie style booo^^)
“Gawd!!!” teriaknya lalu kembali menghisap senjataku
Bill terus memompa senjatanya kedalam kemaluan istriku sambil istriku menghisap senjataku. Tiga temanku yang lainnya ; John,Chris,dan ben perlahan mendekat kearah kami. Sekarang istriku mengerang dan mencoba mengatur posisinya ditempat tidur. Istriku melepaskan senjataku dari mulut hangatnya dan melepaskan dirinya dari bill. Menarik john dan chris dengan senjata mereka, istriku lalu berbaring berlawanan dengan arah kepala tempat tidur dan mulai menghisap senjata mereka bergantian. Ben menanggalkan celana dalam istriku yg sudah melar dan mulai menjilat kelentitnya. Bill dan aku melihat dengan takjub dengan pertunjukan porno yg terjadi didepan kami. Jan (istriku) menoleh kiri lalu kanan dan menghisap setiap senjata itu sambilmengeluarkan erangan lirih
Aku lalu mengambil KY Jelly di meja rias dan menarik istriku dari tiga laki laki tersebut. Aku lalu melumuri jell(agar-agar?) kedalam lubang pantatnya yang sempit dan memasukkan jari tengahku kedalam pantatnya.dia menggelinjang ketika aku menarik jariku keluar dan perlahan aku memasukkan 8 inci senjataku kedalam lubang pantat istriku yang telah menanti. Aku perlahan berbaring dengan punggungku sementara istriku berada diatasku dan teman temanku berdiri disekeliling tempat tidur menunggu.
John lalau menaiki tempat tidurku dan memasukkan senjata 7 incinya kekemaluan basah istriku. Aku mulai memompa senjataku ketika john mulai mengasah senjatanya didalam kemaluan istriku, setelah beberapa pompaan, kami berdua menemukan irama menyetubuhi istriku. Lelaki lainnya memposisikan diri mereka di kepala tempat tidur tanpa tahu harus melakukan apa.
Jan (istriku) mulai menjerit disetiap hentakan dan memegang senjata yang bebas dan mencoba mengisapnya. Aku bisa merasakan dia gemetaran dan mengerang seakan memberi perintah pada laki laki disekitar kami.
John menggeram lalu berbisik “ aku keluar…” sambil mengeluarkan spermanya di kelamin merah istriku. Chris menggantikan posisi john… di kemaluan istriku. Aku bisa merasakan snejatanya yg menggantikan milik john melalui lapisan kulit antara senjataku dan senjatanya. Aku dalam posisi yg ngga bisa bergerak jadi aku melanjutkan kenikmatan menyetubuhi pantat istriku sementara temanku menyetubuhi kemaluannya
“Keluar... aku keluar!” dia mengerang. Butir butir keringat membasahi istriku dan aku. Aku bisa merasakan getaran menguat saat dia mencapai puncaknya untuk pertama kali
Chris kelihatan mulai keluar, dia menggenjot lebih keras. Dia bergetar sekali dan mengeluarkan spermanya didalam istriku. Sekarang, aku bisa merasakan sperma mengalir kepadaku. Saat chris berdiri dari atas tubuh istriku, jan berputar disisinya dan senjataku perlahan keluar daru lubangp pantatnya.
Basah oleh keringatnya, berdiri dengan kaki dan tangannya ditempat tidur ( nb : maksud berdiri anjing) dan menghisap senjata bill dan ben menggoyang pantatnya dimukaku. Mengerti maksudnya. Aku memukul pantat istriku beberapa kali sehingga terlihat kemerahan. Mengocok senjata beberapa kali dan lalu aku memasukkan kembali kelubang pantatnya y menunggu. Saat aku mengocokkan senjataku keluar masuk pantatnya, aku meraba kemaluan istriku dan memasukkan 2 jariku, ini menbuat dia terangsang!
“Masukkan yeah “ “pompa aku dengan kuat” “aku pelacurmu”teriak istriku dengan suaranya yg mulai parau
Istriku mengisap dengan keras dan keras 2 teman kami yang tersisa saat aku memainkan tanganku di kelaminnya dan menghentakkan pantatnya.
Saya berjongkok turun mencium kening istriku yang kelelahan dan istriku berbisik ditelingaku “lagi…”
Istriku kecapekan ditempat tidur; basah dengan keringat dan mani, riasannya luntur diwajahnya dan lipstiknya berantakan dimulutnya. Teman temanku mandi dulu sebelum kembali keistri mereka masing masing.
Lalu kedengar bill mengerang saat dia memuntahkan maninya dimuka istriku dan disusul oleh ben. Sekarangm aku bisa merasakan istriku telah mencapai puncaknya beberapa kali dan telihat mulai kelelahan. Dia berbisik “aku keluar lage…” dan itu tanda buatku. I menarik keluar senjataku dari lubang pantatnya dan menembak kan keluar maniku dikulit pantat merahnya
Istriku kecapekan ditempat tidur; basah dengan keringat dan mani, riasannya luntur diwajahnya dan lipstiknya berantakan dimulutnya. Teman temanku mandi dulu sebelum kembali keistri mereka masing masing.
Saya berjongkok turun mencium kening istriku yang kelelahan dan istriku berbisik ditelingaku “lagi…”
12:09 | Filed Under istri genit, istri nakal, istri selingkuh, tukar pasangan | 1 Comments
Birahi Ibu Kos
Dari SMU aku sudah jauh dari kedua orang tuaku. Dan ada salah satu pengalaman ta terlupakan ketia ngentot dengan ibu kos. Berikut cerita seks yang lebih lengkap.
Peristiwa ini aku alami waktu masih SMU (dulu SMA). Karena aku harus melanjutkan sekolah di semarang, sementara di kota itu aku tidak memiliki famili ataupun saudara, maka mau tidak mau akupun harus tinggal di tempat kost. Setelah beberapa kali mencari akhirnya aku memilih kost di tempat sebut saja tante Rini, seorang janda janda muda yg cantik dan rumahnya memang di buat khusus untuk tempat kost anak-anak sekolah.
Aku memilih kost di rumah tante Rini karena selain nyaman dan linkungannya bersih, juga karena jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat sekolahku. sama sekali tidak ada pikiran kalau aku memilih kost di situ karena ibu kostnya seorang janda cantik.
Pada bulan-bulan awal aku tinggal di rumah tante Rini, aku memang sudah merasakan gejala-gejala yg lain dari Ibu kost-ku itu. dari sekian banyak anak kost yg tinggal di rumahnya, hanya akulah yg mendapatkan perhatian lebih. bahkan untuk makan-pun aku di istimewakan. Awalnya aku sama sekali tidak punya pikiran apa-apa dengan hal itu. sampai akhirnya Tante Rini menyuruhku pindah ke kamar lain (salah satu kamar yg ada di rumah induk), karena kamarku yg lama akan di isi anak kost baru.
Awalnya aku memang sedikit sungkan karena di olok-olok teman-temanku, tapi aku sendiri tidak sanggup menolaknya dan akhirnya pindah juga ke kamar kost yg letaknya tidak jauh dari kamar tidur ibu kost ku.
Sejak tinggal di kamar yg baru, perhatian Tante Rini makin bertambah. Ia tidak hanya mengistimewakan aku dalam hal makan, tapi juga sering mengajakku ngobrol berdua, biasanya di ruang tengah, hingga makin lama aku tidak sungkan lagi dan tidak ada rikuh di antara kami.
Satu malam, Tante Rini minta tolong kepadaku untuk memijat tubuhnya yg katanya sangat capek dan pegel-pegel setelah seharian berpergian. ?Tolong pijitin aku sebentar ya Rud? kata Tante Rini sambil mengajakku ke kamarnya.
Di dalam kamarnya yg sepi dan serba rapi itulah tante Rini melepas baju atasnya. Sementara di balik baju atasnya yg berwarna biru muda itu Ia tidak mengenakan apa-apa lain. Setelah bajunya di tanggalkan dengan posisi membelakangiku, Tante Rini lalu ke ranjangnya dan tidur dengan posisi tengkurap. Karena tidak di tutupi apapun aku jadi bebas menatap punggungnya, kulitnya begitu mulus putih bersih.
Meski aku masih remaja waktu itu tapi aku tetap lelaki normal dan tentu saja gairahku bangkit melihat pemandangan yg seperti itu. ?Ayo Rud..? kata Tante Rini mengejutkan lamunanku. ?Iya Tante? sahutku sambil duduk di tepi ranjangnya dan mendekat lalu mulai memijit punggungnya. Ketika tangganku menyentuh kulit punggung tante Rini yg mulus itulah aku merasakan getaran aneh menjalar ke sekujur tubuhku. Aku berusaha mengendalikannya. ?Terus Rud. Pijatanmu enak lho? katanya setengah berbisik.
?Ah ini juga hanya ngawur kok, Tante? sahutku tak kalah lirihnya, sementara jemari tanganku masih terus menari-nari di atas punggung Tante Rini.
Entah di sengaja atau tidak! tiba- tiba Tante Rini membalikkan tubuhnya. Aku yg sejak tapi bersusah payah untuk megendalikan gejolak birahiku, kontan jadi kebinggungan. Meski Usia Tante Rini sudah 40-an tahun tapi tubuh Tante Rini masih sintal dan padat. Demikian pula dengan ?dua bukit kembar? di dadanya masih tampak kenyal dan menantang.
Entah setan mana yang merasuk otakku., dengan beraninya aku tiba-tiba meraih kedua buah dada Tante Rini lalu meremas-remasnya. ?Rud..Ohh? bisik desah Tante Rini, sementara tangganya balas meremas tangganku yg masih asyik memainkan payudaranya.
Merasa mendapatkan respon, maka aku jadi makin berani. Kini tidak hanya tangganku saja yg asyik bermain, tapi juga lidah dan mulutku. ?Ohhh?terus Rud?? desah Tante Rini dengan mata setengah terpejam saat aku menjilati dan mengulum puting susunya yg coklat kemerahan itu.
Puas dengan payudarannya ciumanku makin melorot ke bawah dan kulucuti celana dalamnya. Kini ciumanku hinggap di selangkangan tante Rini. Bibir vaginanya yg berbulu aku lumat dan aku jilati dengan penuh nafsu sampai Tante Rini mengelinjang dan mendesah-desah.
Rupanya Tante Rini tidak mau menjadi objek saja. Dengan ganasnya di merubah posi dan menelajangiku. Matanya terbelalak menyaksikan Rudal di selangkanganku yg tegak dengan gagahnya. Dengan penuh nafsu di mencium, menjilati dan mengocok torpedoku itu dengan mulutnya. Aku yg belum pernah merasakan hal itu sebelumnya hanya bisa melenguh dan sesekali mengeliat nikmat merasakan keganasan tante Rini meng-oral penisku. Rasa nikmatnya tak bisa ku ucapkan dengan kata-kata.
Setelah puas meng-oral rudalku Tante Rini langsung mengambil posisi telentang dan aku mengambil posisi di atasnya. Ia membimbing kejantaannku yang diarahkannya ke liang surganya. ?Masukin ya Rud, Tante sudah ngak tahan nih..? rengeknya. Aku yang juga sudah tidak sabar lagi akhirnya mulai mendorongkan kejantananku agar masuk kedalam memek Tante Rini. Ohh..rasanya nikmat sekali?, dengan gerakan teratur aku mulai melakukan gerakan maju-mundur. ?Aduh..ohhh?terus Rud..teruskan Rud..? desah Tante Rini tidak tertahankan lagi.
Ternyata meski sudah berumur 40-an tahun tapi memek Tante Rini masih enak dan kencang. Rudalku serasa dipijit dan diremas-remas oleh otot-otot liang kewanitaannya. Kusetubuhi Tante Rini dengan penuh nafsu sampai akhirnya kami sama-sama mencapai puncak secara bersamaan. Sehabis bercinta kami tidur berpelukan dengan tubuh masih telanjang.
Sejak kejadian itu hubunganku dengan Tante Rini semakin mesra saja. Setiap ada keinginan dan kesempatan Aku selalu tidak menolak dan bahkan semakin ketagihan untuk memenuhi hasrat seks Tante Rini yang mengelora
12:42 | Filed Under janda, ngentot tante | 4 Comments
Majikanku yang Nafsu
Crita ini diilhami oleh sinetron yang diputer di salah satu tv swasta yang berlokasi di Bali.
Aku Dina, saat itu aku sedang berkelana di Bali, sebabnya adalah karena aku bertengkar dengan ayahku (ibuku sudah meninggal). Ayahku mengatakan bahwa aku tidak produktif, karena tiap ari kerjaku hanya menghambur2kan uangnya saja dengan belanja sana sini. Memang aku ini maniak blanja, laper mata sehingga melihat apa saja yang bagus kubeli, padahal aku gak butuh2 amat. Kebetulan kondisi keuangan ayahku mendukung kebiasaan maniakku itu. Aya sering menegurku karena
kebiasaanku yang tidak produktif itu. Aku tersinggung, sehingga timbul keinginanku untuk hidup mandiri, dan lokasi yang kupilih adalah Bali, kata temenku disana banyaklah kerjaan kalo mau kerja apa saja. Begitulah, akhirnya aku terdampar di Bali, seorang diri, tanpa sodara dan teman. Mula2 bingung juga aku mo ngapain. aku settle di satu losmen yang mur mer, untuk menghemat pengeluaranku. Mencari makan juga di warung2 sederhana yang mur mer juga. Cukup sengsara hidupku diawal2nya karena aku sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba kecukupan di rumah ayahku. Tetapi tekadku untuk mandiri, lepas dari ayahku kupelihara teguh,
rasa sengsara, perlahan2 menjadi biasa karena aku berusaha keras untuk
menikmatinya. Segala macam usaha untuk mendapatkan uang walaupun sedikti aku lakukan, demikianlah aku kerja serabutan, apa saja kulakoni, kecuali yang satu itu, jual diri. Terus terang saja, waktu tinggal dengan ayahku, aku mempunyai banyak pacar, dan dengan pacar2ku itu aku sering sekali mereguk kenikmatan sex. Ini yang kadang menyiksaku, ampir gak tahan aku menahan diri untuk tidak ngesex dengan lelaki yang banyak seliweran disekitarku. Mereka suka dengan kecantikanku yang alami, warna kulitku yang **********, tubuhku proporsional, toketku gak besar tapi
gak bisa dibilang tocil. Pinggulku agak besar, sehingga kalo lelaki melihat aku memakai celana ketat baik panjang maupun pendek, dari belakang pasti napsu melihat gerakan pinggulku yang seirama dengan langkahku. Pinggulku menggeyol indah kekiri kekanan. Ada juga lelaki bule yang ngganteng banget, kaya aktor hollywood, yang terang2an ngajakin aq ngesex, malah dia menjanjikan segepok dolar amrik kalo aku bisa meladenin napsunya, tapi aku masih coba bertahan untuk tidak menerima tawaran yang sangat2 menggiurkan itu, dapet uang dan dapet kepuasan sex , palagi kan katanya kon tol bule tu gede panjang. kon tol pacar2ku ya
standard ukuran orang kitalah, walaupun harus diakui aku mendapat kenikmatan juga dari kon tol2 standard itu.
Sampe satu siang, ketika aku berjalan didepan sebuah rumah makan, tiba2 ada sebuah sedan mewah yang memotong didepanku, sehingga aku terjatuh. Dari dalem mobil mewah itu keluar lelaki. Melihat wajahnya, rasa marah yang meluap2 karena aku diserempet sampe jatuh (kaya Cici Paramida aja ya) walaupun gak sampe lecet2, sirna seketika. Lelaki itu sangat tampan, bodinya sangat atletis. Dia segera menolongku bangkit sambil minta maaf dengan sangat. "Wah mbak, maaf sekali ya, saya sedang terburu2, sehingga gak liat mbak lagi jalan. Ada yang luka mbak, ay0 saya antar ke rumah sakit". "Gak kok mas, cuma kaget saja". Dia mengeluarkan hp nya, dia berbicara dengan seseorang untuk mengcancel pertemuannya siang ini. "Wah mbak, sebagai permintaan maaf dan bersyukur karena mbak gak sampe luka, gimana kalo saya traktir makan siang di resto ini". Aku melihat nama restonya, wah ini resto mewah yang makanannya mahal2, di deket rumah ayahku juga ada resto ini. "Ya deh mas, atau saya manggil apa enaknya". "Saya ... (dia menyebutkan
namanya), mo manggil mas bole, manggil nama juga bole kok. Kalo mbak?" "Aku panggil mas aja deh ya, kayanya mas jauh lebi tua dari aku. Aku Dina, mas". Aku digandengnya masuk restoran yang terletak dipinggir pantai. Kelihatannya dia sudah menjadi pelanggan resto ini, kelihatan dari banyaknya waiter yang eknal dia. Dia milih tempat menghadap kelaut. "MO makan apa mbak?" "Jangan panggil mbak ah, Dina aja". "Ya deh, Dina mo makan apa". "Aku ikutan mas aja deh, mas kan yang tau menu yang enak2 dari restoran ini". "Doyan seafood kan?" "Doyan mas, aku apa juga aku makan, kecuali batu ma kayu ma beling". "Bisa aja kamu, kok beling".
"Soalnya aku belon blajar ilmu kuda lumping". Tertawanya berderai mendengar guyonanku. "Bener kan tadi gak apa2 kamu Din". "Gak apa kok mas, aku cuma kaget". "Sekarang masih kaget?" "Masih mas". "Lo kok masi kaget". "Ya mas, kaget, kok ada ya lelaki didunia ini yang seganteng mas". "Bisa aja kamu". Demikianlah selama makan, kami bercanda2. Setelah makan selesai, dia bertanya lagi. "Kamu ke bali dalam rangka apa Din?". aku menceritakan kondisiku dengan ringkas. "O, kamu lagi cari kerjaan toh, ditempatku aja, mau?" "Jadi apa mas". Aku perlu asisten buat koordinir kerjaan di rumahku, ya kerjaan rumah tangga lah". "Jadi pembantu gitu?" "O enggaklah, masak prempuan secantik dan seseksi kamu dijadiin pembantu. Kaya kepala house keeping gitu, mau gak, bole tinggal dirumahku kok, gratis, makan minum juga gratis". "Tapi gak dapet gaji?" "Ya dapet lah, mau ya. butuhnya urgetnt neh, kalo gak kasian asistenku yang sekarang ini, dia dah bantu aku di pekerjaan, masih juga ketiban kerjaan ngurus rumahku". "Iya deh, buat mas yang ganteng apa si yang enggak?" "Oke kalo gitu mulai hari ini ya, abis makan kita ambil
barang2 kamu dari losmen, dan kerumahku. Aku akan kasi kamu .... sebulan (dia menyebutkan satu angka yang besar). "Mau mas". Demikianlah aku pindah dari losmen murahan kerumahnya yang lebih besar lagi dari rumah ayahku. Aku diperkenalkan kepada sejumlah pembantu, ada yang urusan membersihkan rumah, cuci mencuci, masak memasak dan membersihkan dan merawat kebunnya yang luas, disamping ada seorang driver. Mereka semua hormat padaku, karen aku diperkenalkan sebagai kepala house keeping. Aku diajak ke satu kamar, besarnya seperti kamarku dirumah ayahku, ada soundsystem dan tv besar, pake ac pula (dilosmen aku bermandi kringet tiap malem karena so pasti murah ya tanpa fasilitas
apa2, termasuk ac). "Wah mas, enak banget ya kerja ma mas". "Ya udah, kamu sosialisasi ma para pembantu, aku mesti pergi ke kantor ya". Aku ditinggal bersama sejumlah pembantu, aku mencoba akrab dengan mereka semua dengan bersikap merendah. "Ibu bapak, aku cuma kebetulan disuru jadi kepala house keeping, tapi aku tu pasti kala pengalaman ma ibu bapak, jadi kerjaan kita kroyok rame2 ya, aku bersedia kok melakukan kerjaan ibu bapak juga". Mereka senang karena aku gak sok2an, mentang2 ditunjuk jadi kepala, sebentar saja aku dah bisa berakrab2 dengan mereka semua, ngatur kerjaan dengan mereka semua. Cuma mereka sungkan kalo aku mbantu melakukannya. Ya udah akhirnya ya kalo mereka sibuk
banget aku bantu, kalo enggak ya aku santai saja. Di halaman belakang rumah ada kolam renang yang lumayan luas, kerjaan pak bon yang membersihkan kolam yang jarang sekali dipake seminggu sekali. Aku dengan segala senang hati mbantu pak bon yang dah berumur itu membersihkan kotoran yang nempel didinding kolam. Denag pak sopir, aku juga bisa berakrab2, palagi pak sopirlah yang mengantarkan aku membeli semua keperluan rumah tangga, dan diriku sendiri, dengan catatan si mas gak make mobilnya. Kadang karena tau aku perlu banget pergi, si mas rela nyetir sendiri kekantornya supaya pak sopir bisa nganterian aku kesana kemari dengan mobil satunya lagi, gak semewah mobil si mas yang pasti,
tapi cukuplah untuk beli2 ini itu. Maklumlah si mas itu pengusaha yang sukses dalam bisnis mobil mewah import build up. Demikianlah aku menjalani hari2ku dengan segala senang hati, kerjaan gak berat2 amat, uang berlimpah karena semua kebutuhan hidupku dipenuhi si mas, malah kadang si mas membelikan aku pakaian kalo aku harus ikut bantu di kantor. Kadang ada event besar dimana aku juga harus turut bantu asisten yang satunya lagi. yaman sekali kan.
Sampe suatu malem, si mas ngetok kamarku. "Napa mas?" "Aku lagi bete Din, temenin aku keluar yuk". Tumben dia ngajak aku keluar, biasanya aku liat di kantor, banyak prempuan2 muda yang cantik2 yang seliweran disekitarnya. "Lo, kan biasanya mas jalan ma mbak ajeng apa mbak Lina". "Aku bosen ma mreka Din, mreka tu cuma ngincer uangku aja, makanya penuh basabasi dan kaya pake topeng". "rus koq mas ngajak aku". "sejak aku ketemu kamu, kamu kayanya memperlakukanku apa adanya. Kamu kliatan sekali melakukan kerjaan kamu dengan senang ati". "Laiyalah mas, mana ada kerjaan yang lebi asik dari mbantu mas ngurus rumah besar ini, santai, trus mas ngasi duwitnya besar lagi, utuh lagi, karena semua kebutuhanku mas penuhi. Makanya buru2 cari permaisuri dong mas,
jadi mas gak sepi dirumah besar ini". "ada kamu koq yang bisa bikin aku tentram, ngobrol ma kamu kayanya ngobrol ma orang yang dah lama aku kenal, padahal kamu baru 3 bulan ya dirumahku". Aku dibawanya ke dermaga dipinggir laut, sambil berjalan2 menikmati angin laut yang cukup kencang, kami ngobrol saja sambil berjalan menyusuri dermaga yang menjorok kelaut. Sampe diujung, kamu duduk ditangga yang turun ke bebatuan ditengah laut, angin cukup kencang menyapu ombak, sehingga ketika ombaknya memecah di bebatuan, airnya memercik tinggi sekali, demek deh pakean kami. "Mas dingin ni lama2 disini, bisa basah semua
bajuku". Aku saat itu memakai jins ketat dan tanktop ketat sehingga lekakliku bodiku keliahatn dengan jales. aku kadang melihat juga sebersit kesan napsu di pandangan mata si mas. Biar aja, lelaki normal pasti juga gitu kalo ngeliat aku. "Ya udah, balik yuk, kita cari miuman anget aja ya, dipntai kayanya ada deh warung kopi atau semacam itu. Kembalinya dia menggandenga tanganku, karena dia sering menggandeng tanganku kalo sedang berjalan berdua aku, aku diem saja. Sesampai dipantai, kami mampir di warung kopi itu. Ramai juga suasana. ada beberapa prempuan muda yang menyapa si mas, tapi begitu melihat ada aku, mreka gak jadi
mendekat. "Mas, terkenal ya, banyak temennya". "Iya mreka kan pake topeng, yang disapa itukan duitku".
Pulang kerumah, dia bilang, "Din aku mo brenang, mo ikutan gak?" "Dah malem gini koq brenang si mas, kan dingin". "Justru kalo malem gini brenang airnya anget, bisa bikin relax, jadi gampang tidurnya". "aku gak punya
pakean renang, mas". "aku punya bikini, kamu mo pake?" "Siapa punya mas, cewek2 mas ya". "Ah enggak, aku perna beli buat ole2 tapi akhirnya gak jadi aku kasi, buat kamu ja ya". Dia masuk kekamarnya dan keluar membawa bikini itu. 'Seksi amat mas bikininya", kataku karena bikininya minim sekali. "Prempuan seksi kudu pake pakean seksi dong". Karena saat itu dah malem, para pembantu dah istirahat. "Tu ganti ja dikamar bilas", katanya menujuk ke satu bangunan pondokan yang merupakan kamar bilas. Aku masuk kesana, membuka pakeanku dan mengenakan bikini minim itu. Ketika aku keluar si mas dah nunggu aku didipan memakai celana gombrong. "Wah seksi kamu Din". Karena minim makanya sebagain besar bodiku terpampang dengan jelas. Toketku gak tertutup bra semuanya sehingga belahannya kelihatan dengan jelas. Palagi jembutku yang lebat,
ngintip dari belahan kaki cd nya. Kupikir ya biarlah dia menikmati tubuhku, cuma ngeliat ja gak apa, pikirku. Kami berenang mondar mandir beberapa kali. "Din, kamu napsuin deh", bisiknya ketika kami istirahat dipinggir kolam. Wah signal2 gak beres neh, pikirku. tapi aku diem aja, "udahan yuk mas, dingin lama2". "aku mau koq ngangetin kamu", katanya sambil memelukku dan mencium bibirku. "Din, dah lama aku suka ma kamu, terangsang ma bodi kamu. kamu ma ya Din ngeladenin aku malem ini". Ciumannya asik, kumisnya menggesek bibirku, palagi selama dia mengulum bibirku, tangannya asik memerah toketku dari luar braku. bendunganku bobol juga, sekian lama aku menahan napsuku untuk gak mikirin sex akhirnya gak
ketahanan juga. aku diem saja ketika dia menggandengku masuk ke kamarnya. Pakean luar ku dan dia punya cuma kutenteng masuk kekamarnya.
Dikamar, kembali dia memeluk aku dan mencium bibirku, lembut dan lama. Aku agresif sekali menyambut ciumannya, maklum deh aku dah nahan napsuku lama sekali, sekarang ada yang kasi kesempatan, aku gak bisa nahan diri lebih lama lagi. Dia terus mencium bibirku dan mulai dilumatnya dengan penuh napsu. Aku membalas lumatannya juga. "Din, aku suka sama badanmu yang montok", katanya sambil menciumi leherku. Aku diam saja, cuma mengusap2 pinggungnya. tangannya mulai meremas2 toketku. Gak lama kemudian dia melepaskan braku. Ciumannya menjalar menyusuri leherku dan belakang kupingnya. Aku menggelinjang kegelian, "Geli mas ". Aku makin menggeliat ketika lidahnya menyelusuri toketku dan turun di belahannya. Dia terus memainkan lidahnya di toketku tapi tidak sampai ke
pentilnya. "mas diisep pentilnya dong, nanti Dina isep kon tol mas juga", aku mendesah2. Dia terus saja menjilati daerah sekitar pentilku, tapi pentilnya tidak disentuh. Kemudian ciumannya turun ke arah perutku sambil tangannya mengusap2 daerah me mekku. Aku gak tahan lagi, kepalanya kutarik dan kudekatkan ke pentilku. "Diisep dong mas ", rengekku. Dia segera mengisap pentilku dan tangannya meremas toketku. "Terus mas , diisep yang keras mas , enak mas akh", erangku.
Dia mengemut pentilku bergantian, demikian pula toketku diremasnya bergantian. Sesekali tangannya mengelus2 it ilku dari luar CDku. Aku bangkit, kulepas semua yang menempel dibadannya. kon tolnya yang besar dan panjang sudah ngaceng dengan kerasnya. "kon tol mas besar dan panjang ya mas , keras banget lagi", kataku sambil menciumi kon tolnya dan kukenyot kepalanya. Kepalanya kemudian kujilati dan jilatanku turun ke arah bijinya. Seluruh kon tolnya kujilati. "Enak Din terusin dong emutannya", katanya. CDku langsung dilepasnya, "Ni jembut lebat banget",
katanya sambil mengelus2 jembutku yang tambah basah karena lendir me mekku.
Aku dibaringkan diranjang dan kemudian dia memutar tubuhnya sehingga posisinya menjadi 69. Dia mulai menjilati me mekku. "Enak mas , terus", erangku keenakan. Aku makin menggelinjang ketika lidahnya menyentuh it ilku. kon tolnya kuemut dengan keras, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kon tolnya dimulutku. Karena napsuku yang sudah berkobar, akhirnya aku gak bisa bertahan lebih lama lagi, aku nyampe kerana it ilku dikenyot2nya, "mas , aku nyampe mas , aakh". kon tolnya kukocok dengan cepat keras sambil menikmati nyampeku. "Din, aku mau ngecret juga Din", katanya terengah. Segera kepala kon tolnya kuemut lagi dan kukenyot
dengan keras, tanganku terus mengocok kon tolnya sampai akhirnya dia ngecret dimulutku. Banyak banget pejunya nyembur sampe meleleh keluar dari bibirku. kon tolnya terus kukenyot sampe denyutan ngecretnya hilang baru kulepas. Pejunya kutelan tanpa rasa jijik, "Din nikmat banget ya emutanmu, pastinya emutan me mekku lebih nikmat lagi ya", katanya terengah. Aku berbaring disebelahnya, kupeluk badannya. Belum di entot saja dia sudah menggiring aku ke kenikmatan.
Setelah itu kami membersihkan diri di kamar mandi. Didalam kamar mandi pun kami saling membersihkan badan pasangan. kon tolnya mengeras lagi ketika kukocok2 pelan2, aku jongkok didepannya dan mengemut kon tolnya lagi, langsung saja kon tolnya ngaceng dengan kerasnya. Kepalaku bergerak maju mundur memasuk keluarkan kon tolnya dimulutku. DIa gak bisa menahan diri lagi, langsung dia duduk di toilet, aku dipangkunya menghadap dirinya, sambil mengarahkan kon tolnya ke me mekku. Segera kon tol besarnya nancep dime mekku, terasa sekali me mekku melebar untuk menampung kon tolnya yang dienjotkan pelan2 sehingga makin nancep di me mekku, "Enak mas , ssh". Aku mengenjotkan badanku maju
mundur supaya kon tolnya bisa nancep dalem di me mekku, diapun mengenjotkan kon tolnya juga sehingga terasalah gesekan kon tolnya dime mekku. Nikmat banget rasanya. Sedang nikmat2nya, tiba2 dia berhenti mengenjotkan kon tolnya. Dia menyuruhku memutar badanku tanpa mencabut kon tolnya dari me mekku.
Aku disuruhnya nungging sambil berpegangan di wastafel. Mulailah dia mengenjotkan kon tolnya dari belakang. Sambil mengenjot, toketku yang
mengayun2 seirama enjotannya diremas2nya. "Akh mas , nikmat banget mas . kon tol mas nancepnya dalem banget mas. Sesek me mek aku rasanya, gesekan kon tol mas kerasa banget, enjot terus yang cepet mas , aku udah mau nyampe lagi", erangku. "Cepet banget Din", katanya. "Abis nikmat banget sih mas kon tolnya, jadi aku gak bisa nahan lagi", erangku. Dia makin cepat mengenjotkan kon tolnya keluar masuk sampe akhirnya aku menggelinjang dengan hebat, "Akh mas , aku nyampe
lagi, aku lemes mas ", erangku terengah2. Karena aku mengeluh lemes, dia
mencabut kon tolnya yang masih perkasa dan minta diemut lagi. Dia kembali duduk di toilet dan aku berlutut didepannya. Kembali kon tolnya kuemut2 sambil kukocok2 dengan cepat dan keras, sampe akhirnya, "Din, aku ngecret lagi Din". Dia mengecretkan pejunya lagi didalem mulutku. Walaupun ini yang kedua, pejunya tetep saja banyak ngecretnya. Seperti tadi pejunya kutelen sambil terus mengemut kon tolnya.
Kami balik keranjang dan berpelukan, gak lama kami tertidur, penuh rasa
kenikmatan terutama buat aku. Subuh aku terbangun, segera aku memakai
pakeanku dan kleuar kamarnya, kalo maen lagi bisa keterusan tidurnya, nanti jadi bahan gosip orang serumah lagi. "Mas lanjutin nanti malem lagi ja ya, biar gak ada yang tau", kataku sambil meninggalkan kamarnya. Belum ada yang bangun sehingga aku mengendap2 menuju kamarku. Dikamarku, aku melepas semua yang kukenakan, berbaring dan meraba2 seluruh badanku, masih terasa bagimana besarnya kon tolnya menyesaki me mekku. Napsuku timbul lagi, aku menahannya, nanti malem kan bakalan ada ronde berikutnya. Hari itu berlalu dengan sangat lambat rasaku. Dia bilang, nanti malem kita create alesan miting di hotel sore sampe malem, jadi gak pulang kerumah, biar bisa muas2in maen ampe pagi. Aku mah hayu
ja. Menjelang sore, dia pulang kerumah, dia kasi instruksi ma para pembantu bahwa dia akan miting sore sampe jauh malem, aku akan diajak supaya tau apa yang harus dilakukan kalo aku bantu juga jadi asisten di pekerjaannya. Para pembantu mah iya aja, namanya juga big boss yang ngomong. Aku disurunya pakean rapi, seperti beneran mo pergi miting. Menjelang magrib, aku ikut mobilnya, dia drive sendiri karena malem ini kebetulan pak sopir ada keprluan, gak tau ini kebetulan atau dia yang nyuru pak sopir off. Bilangnya si pak sopir yang minta off karena ada keperluan. gak pentinglah itu. Kami cari makan malem dulu, santai karena kami punya waktu seluruh malem sampe pagi. Setelah makan, dia membawaku ke satu hotel bintang 5, super mewah lah pokoknya, dia juga pesen kamar suit buat merayakan kenikmatan bagi kami berdua. Hari dah larut malam. "Mas, ngapain pesen yang paling mahal, kan cuma buat ngen tot kan". "Bener si cuma buat ngen tot, tapi aku mau ngen totnya kita ini
berkesan buat kamu, juga nuat aku", jawabnya sambil mencium bibirku, mula2 si lembut. "aku beli bikini laen, kamu pake deh". "Mangnya mo berenang mas, mana kolam renangnya". "Berenang kan gak usah dikolam, diranjang juga bisa kan". Dia tersenyum.
Aku segera masuk ke kekamar mandi, membuka semua pakeanku dan
mengenakan bikini itu. sama minimhya dengan yang semalem, sehingga ampir semua bagian tubuhku terekspose dengan indahnya. Dia membelalak meliat bodiku yang seksi itu, segera aku dipeluknya dengan erat. Bibirku langsung diciumnya dengan penuh napsu, lidahnya yang dijulurkan ke mulutku kuisep kuat2 juga. Aku melingkarkan tanganku di lehernya. Dia langsung meremas2 toketku. Terasa kon tolnya sudah ngaceng menekan ke perutku. Dia terus saja meremas2 toketku, ikatan braku diuraikannya sehingga terlepas. Baru kupakai gak sampai 5 menit dah dilepas lagi, he he. pentilku yang sudah mengeras langsung dijilatinya. Aku jadi
menggelinjang kegelian dan juga nikmaat. Jilatannya turun terus ke bawah, ke puserku dan terus menciumi daerah me mekku. CD bikiniku sudah basah. "Din kamu sudah siap dien tot ya, udah basah begini", katanya sambil melepas ikatan CDku. Gantian aku yang segera melucuti semua pakaiannya sehingga kita sudah berbugil ria. Dia membopongku sambil terus menciumi bibirku, kuat juga dia membopongku. Aku dibaringkan di ranjang, dia terus menciumi seluruh tubuhku, napsuku sudah berkobar2, berkali2 aku menggelinjang. Sambil mengulum bibirku, tangannya mengelus2 pinggulku, kemudian jarinya mulai mengilik me mekku dan akhirnya it ilku yang menjadi sasaran. Aku mengangkangkan pahaku supaya dia mudah mengakses me mek dan it ilku. Aku menggeliat2 saking napsunya. Jarinya makin cepet menggesek it ilku, aku mengangkat2 pantatku karena sudah pengen banget dienjot, "Ayo dong mas , aku dien tot, udah pengen banget kemasukan kon tol mas lagi", rengekku. Dia kemudian menelungkup diatasku, kon tolnya diarahkan ke me mekku dan mulai nancep kepalanya di me mekku, "Akh, enak mas , masukin semuanya mas ", lenguhku. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk, makin lama makin cepat dan akhirnya dengan satu enjotan keras seluruh kon tolnya nancep semuanya di me mekku, "Akh, enak mas , masuk semuanya ya mas , me mekku
sampe sesek banget rasanya kesumpel kon tol mas ". Dia terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk makin cepat dan keras, nikmat banget rasanya, "Enak mas , terus mas , enjot yang cepet dong", rengekku terus.
Setengah permainan dia mencabut kon tolnya dari me mekku, "kenapa dicabut mas , belum nyampe", protesku. "Variasi dong", jawabnya sambil menjepitkan kon tolnya yang keras banget di toketku. Aku menjepit kon tolnya dengan toketku, dia bergerak maju mundur, menggesekkan kon tolnya di toketku. Ketika dia memajukan kon tolnya, kepalanya kuemut sebentar dan kemudian terlepas karena dia memundurkan lagi, terus seperti itu. "Enak Din", erangnya. Setelah puas digesek toketku dia berubah posisi lagi, "Kamu sekarang diatas ya Din", katanya sambil
berbaring. Segera aku menaiki badannya dan menempatkan kon tolnya yang ngaceng tegak di me mekku. Aku menurunkan me mekku pelan2 dan bles, kon tol besarnya mulai ambles di me mekku, "Akh, enak banget mas ", lenguhku. Aku menaik turunkan pantatku dengan cepat sehingga kon tolnyapun makin cepat terkocok2 didalem me mekku, nikmat banget rasanya. Dia pun melenguh, "Enak Din, terus yang cepet". Aku merunduk dan mencium bibirnya, dia memeluk punggungku sambil gantian mengulum bibirku. Dia meremes2 toketku yang berguncang2 seiring dengan naik turunnya badanku mengocok kon tolnya. Pentilku diplintir2nya. Aku
makin bernapsu mengocok kon tolnya dengan me mekku. Dia memegang pinggulku sementara aku terus mengocok kon tolnya. Kocokanku makin kencang, "mas , aku sudah mau nyampe nih", kataku terengah. DIa meraba it ilku dan dikilik2nya, ini mempercepat proses aku nyampe, "Akh, mas , aku nyampe, akh nikmatnya", lenguhku dan aku ambruk menelungkup dibadannya.
Aku mengeluarkan kon tolnya dari me mekku, masih perkasa kon tolnya. Kemudian kon tolnya aku ciumi dan kepalanya aku emut, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kon tolnya dalam mulutku. "Din, kamu lihai dalam urusan ranjang nih, latihan sama siapa?" tanyanya. Aku tak menjawab, kon tolnya terus kuemut sambil kukeluar masukkan di mulutku, batangnya aku kocok2 dengan cepat. "Akh enak banget Din" erangnya. Cukup lama aku mengemut kon tolnya, rupanya karena sudah ngecret 2 kali, dia bisa bertahan lama sekali. kon tolnya dikeluarkan dari mulutku dan
aku disuruhnya nungging dipinggir ranjang. Dari belakang sambil berdiri dia
mencolokkan kon tolnya lagi kedalam me mekku, sekali enjot kon tolnya sudah amblas semua ke me mekku, "Akh, enak banget mas ", erangku. Dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk me mekku, karena dia berdiri enjotannya terasa lebih keras dan lebih cepat, nikmatnya gak terlukiskan dengan kata2. Dia meraba2 lubang pantatku, kemudian terasa jarinya ditusuk2kan kepantatku. "mas sakit", protesku.
Dia berhenti menusuk2 pantatku, pinggulku dipegangnya sambil mengenjotkan terus kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dia membungkuk dipunggungku supaya bisa meremes2 toketku yang berguncang2 seirama dengan sodokannya. Pentilku kembali diplintir2nya. "Enak mas , terus enjotannya, aku udah mau nyampe lagi mas ", erangku. "Cepet kok Din, aku belum ngerasa apa2", katanya sambil terus
mengenjot me mekku. Akhirnya aku tak bisa nahan lebih lama lagi, "mas , aku nyampe mas , akh", aku tersungkur diranjang karena lemes, kon tolnya tercabut dari me mekku, masih keras dan berlumuran lendirku. Dia tidak memberi kesempatan aku istirahat, aku ditelentangkan dan kon tolnya dimasukkan lagi ke me mekku, terus mulai dienjotkan lagi keluar masuk dengan cepat dan keras. "mas , kuat amat sih ngen totnya, aku udah lemes mas , abis udah 2 kali nyampe", lenguhku, Dia tidak memperdulikan lenguhanku, terus saja kon tolnya dienjotkan keluar masuk. Rupanya
dia udah mau ngecret, makin lama enjotannya makin cepet dan keras, aku sudah pasrah saja telentang keenakan. Toketku diremas2 sambil memlintir2 pentilku, akhirnya "Din aku ngecret", dan terasa semburan pejunya dime mekku. Aku memeluk dan mengelus2 punggungnya. "mas , nikmat banget ngen tot dengan mas , istirahat dulu ya mas , aku udah lemes banget", dia mencabut kon tolnya dan rebah disebelahku. Tak lama kemudian aku tertidur kelelahan.
Aku terbangun karena merasa ada yang mengelus2 toketku, dia sedang
memandangi aku sambil mengelus2 toketku, "udah pagi ya mas ", kataku setengah ngantuk. "Belum baru jam 5, masih bisa seronde lagi ya Din", jawabnya. Luar biasa dia ini, gak puas2nya ngen totin aku. Aku dipeluknya dan bibirku diciumnya, aku membalas memeluknya. kon tolnya mulai kuremas2 sehingga terasa kembali mengeras, terus saja kuremas2 sampe jadi keras sekali. Dia sudah siap nyodok me mekku lagi. Aku bangun dan mulai mengisap kon tolnya, dia merubah posisi menjadi 69 sehingga bisa mengakses me mekku. me mekku dijilatinya, aku mengangkangkan pahaku sehingga dia bisa menjilati it ilku, Isepan ku menjadi melemah karena serangan fajar nya di me mekku, "mas , subuh2 gini sudah ngasi
kenikmatan lagi buat aku", kataku sambil mengocok2 kon tolnya. "mas , aku sudah napsu banget, dimasukin lagi dong mas ", pintaku. Dia sudah napsu juga, segera aku ditelentangkan, dinaiki dan kon tolnya ditancapkan lagi ke me mekku, kemudian mulai dienjotkan keluar masuk. Sebentar saja seluruh kon tolnya sudah nancap kemabli di me mekku, enjotannya tambah cepat dan keras, "Enak banget mas ", erangku. Dia terus saja mengenjot me mekku dengan kon tolnya. Akhirnya kembali aku mengejang keenakan, "mas , aku nyampe mas . mas pinter amat sih nyodok me mekku, sebentar saja aku sudah nyampe", lenguhku. Dia terus saja mengenjotkan
kon tolnya keluar masuk. Cukup lama dia mengenjot me mekku dengan kon tolnya sampe akhirnya aku nyampe lagi, "mas aku nyampe lagi mas, mas lama banget sih ngecretnya, aku udah lemes banget mas ", erangku. Dia terus saja mengenjot me mekku sampe akhirnya "Din, aku ngecret", dia menancapkan kon tolnya dalem2 di me mekku dan terasa semburan pejunya di me mekku. "Nikmat banget ngen totin kamu Din, me mek kamu bisa kedutan, kerasa kaya diemut sama mulut kamu", katanya. Kemudian dia mencabut kon tolnya dari me mekku dan berbaring disebelahku. "Din, nanti sore kita lanjut lagi yuk, kita ngen tot semalem lagi", katanya.
Aku hanya tersenyum dan akhirnya tertidur lagi dipelukannya.
Hari itu aku melakukan altivitas di rumah dengan lesu, maklum aja semaleman dien tot sampe nyampe berkali2, pastinya ngantuk dan lemes. Malemnya, dia menjeputku lagi dirumah, kembali dia kasi instruksi kalo aq mesti menghadiri penutupan miting yang kemaren. Pinter anget dia buat skenarionya, yang lainnya yang ada dirumah mah ho oh ja kalo bis bos yang nyampein. Kami nyari makan dulu seperti kemaren, selesai makan dia ngajakin aku santai di pub, dengerin musik sambil becanda2. Deket tengah malem baru balik ke hotel lagi. Dia masuk kamar mandi, ketika keluar hanya mengenakan celana pendek dan t shirt. Dia mengambilkanku can soft drink dingin, dibukakan untukku. Aku meminumnya. "Mau mandi yang?' tanyanya sambil memelukku. Aku diciumnya, tangannya segera meremas2 toketku kembali. Napsunya bukan main. Segera aku ditelanjanginya,toketku diciuminya dan pentilku diemut2nya, segera saja pentilku mengeras.
Tangannya segera saja mengiliki2 it ilku, dia sepertinya mau memanfaatkan waktu seefisien mungkin. "mas , kok napsu banget sih sama aku", tanyaku. "Abis ngen totin sama kamu nikmat banget sih", jawabnya. "Aku juga dapet nikmatnya dipatil lagi sama kon tol mas ", jawabku. Kemudian dia melepas celana dan t shirtnya, dia rupanya tidak mengenakan CD. kon tolnya sudah ngaceng dengan keras. Dia duduk diubin di depanku, kakiku dikangkangkannya. Badanku diseretnya sehingga aku setengah rebah di dipinggir sofa. Lidahnya mulai menggesek me mekku dari atas ke
bawah. it ilku menjadi sasaran berikutnya, dijilat, dihisap, kadang digigit pelan, dijilati lagi, "mas , enak banget mas , terus mas ", erangku. Dia terus menjilati it ilku sampe aku nyampe. "Akh mas , belum dien tot aku sudah nyampe kaya kemaren2, mas lihai banget deh makan me mekku", kataku. Dia berdiri, aku ditariknya supaya duduk.
kon tolnya tepat ada dimukaku, segera saja aku genggam dan kuemut kepalanya. mulutku mulai mengeluar masukkan kon tolnya sambil batangnya kukocok2 dengan cepat dan keras. Dia mengejotkan kon tolnya pelan dimulutku seperti sedang ngen totin mulutku.
Beberapa saat kemudian, dia berbaring disofa, aku segera menaiki badannya dan menancapkan kon tolnya di me mekku, kusentakkan badanku kebawah dengan keras sehingga sebentar saja kon tolnya udah nancep semua di me mekku. Aku menaik turunkan pantatku dengan cepat sehingga kon tolnya terkocok oleh me mekku dengan cepat juga, "Akh nikmat banget Din" erangnya. Aku merasa sudah mau nyampe, tapi dia menahan badanku sehingga aku berhenti mengenjot. kon tolnya
dikeluarkan dari me mekku, aku disuruhnya telungkup menungging di sofa dan kembali kon tolnya ditancapkan ke me mekku dari belakang. "Bles, kon tolnya langsung saja nancep semuanya ke me mekku, "Akh, nikmatnya,", kali ini aku yang menggerang. Dia langsung mengenjot me mekku dengan cepat dan keras. Terasa sekali kon tolnya menggesek me mekku, kalo dienjotkan dengan keras terasa kon tolnya nancep dalem sekali di me mekku. Makin cepat dienjot makin nikmat rasanya. Tiba2, "akh mas , aku nyampe, mas " , kenikmatanku meledak juga akhirnya. DIa terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat sampe akhirnya kembali dia ngecret "Din, aku ngecret, nikmat banget rasanya Din", terasa
kembali pejunya membanjiri me mekku. "mas , aku lemes banget mas. mas gak ada matinya ya", kataku sambil tersenyum. "Ya udah kita mandi dan terus tidur, besok pagi kita main lagi ya", jawabnya sambil masuk ke kamar mandi. Aku berbaring saja di sofa sambil istirahat. Selesai mandi, dia keluar masih bertelanjang bulat. Giliranku mandi. Nikmat berdiri dibawah shower air hangat, apalagi setelah kerja keras barusan. Selesai mandi, dia sudah berbaring diranjang, aku berbaring disebelahnya dan tak lama kemudian aku tertidur.
Ketika terbangun, hari sudah terang, aku males ngelakuin apa2, mendingan juga sama dia mereguk kenikmatan. Aku bangun ke kamar mandi, pipis dan sikat gigi. Aku pake saja sikat gigi yang ada, muka kubasuh dengan air dingin. Seger sekali rasanya. Ketika keluar dari kamar mandi dia sudah bengun. Dia sedang menyeduh kopi dan menghangatkan roti di microwave. Karena ini suite room makanya fasilitasnya lengkap. Aku duduk di meja makan. Dia menghidangkan roti. Aku menikmati saja yang disediakannya. "Mas, gak pulang kita, ntar timbul pertanyaan?'. "Tadi aku dah sms pak supir, ngasi tau kalo kita masi nyelesain kerjaan dulu baru pulang". "Bisa aja mas cari alesan". Sehabis mengisi perut, dia langsung menarik tanganku kembali ke ranjang. Aku dipeluknya, tangannya segera saja meremas2 toketku sambil mencium bibirku dengan gemasnya. Pentilku diplintir2nya pelan, napsuku segera saja berkobar, pentilku segera mengeras. Aku tidak tinggal diam, kon tolnya yang sudah ngaceng keras sekali kukocok2. "Aku isep ya mas", kataku sambil mengubah posisi
mendekati kon tolnya. Kepala kon tolnya kujilati kemudian pelan2 kumasukkan ke mulutku. kon tolnya kukulum2, kukeluar masukkan di mulutku. "Enak Din", erangnya. Kemudian dia menarik aku kembali kepelukannya. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas lumatannya, sementara tangannya terus saja meremas2 toketku. Tangannya kemudian mengarah kebawah, it ilku menjadi sasaran berikutnya. "Akh mas , enak", erangku. Dia menciumi leherku, terus kebawah mengemut pentilku
bergantian, aku terus mengerang keenakan. Ciumannya terus mengarah kebawah, berhenti di puserku sehingga aku menggelinjang kegelian, "Geli mas , nakal ih pagi2", kataku manja. Akhirnya sampailah ciumannya pada sasaran sesungguhnya, me mek dan it ilku. Jilatannya segera menyerbu it ilku. Aku sudah mengangkang selebar2nya supaya dia mudah menjilati it ilku. Dia meletakkan bantal dibawah pinggulku. "buat apa mas , kan kon tol mas panjang. Gak usah diganjel masuknya juga dalem banget", tanyaku. Dia tidak menjawab, terus saja menjilati it ilku yang makin terexpose karena ganjelan bantal itu. Aku jadi tau kenapa dia mengganjal pantatku dengan bantal, supaya dia mudah menjilati it ilku. Jilatannya berubah
menjadi emutan, it ilku diemut2nya pelan. Aku menjadi makin blingsatan. "Akh mas , aku udah pengen dien tot, mas . Masukin dong kon tolnya mas ", erangku.
Dia menghentikan emutannya, aku dinaikinya dan mengarahkan kon tolnya ke me mekku. Dia menggosok2kan kepala kon tolnya di me mekku yang sudah basah banget, "Ayo dong mas , tancepin aja semuanya", erangku gak sabar. Aku makin menggelinjang karena gosokan kon tolnya itu. Pelan2 dimasukkannya kon tolnya ke me mekku. Dia menekan kon tolnya masuk sedikit2 demi sedikit. Karena ganjalan bantal, kon tolnya jadi lebih mudah nancep. "Akh, ssh, enak banget mas , tancepin aja semuanya sekaligus sampe mentok", kataku. Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk
pelan sehingga sedikit demi sedikit kon tolnya nacep makin dalem aja. Nikmat banget disodok kon tol besar dan keras kaya begitu. Enjotannya makin cepat dan dengan sekali hentak dkon tolnya ditancepkan semuanya ke me mekku, "akh enak banget mas ", erangku. Dia terus saja mengenjotkan kon tolnya dengan keras dan cepat, "enak mas , terus mas , yang cepet, aku udah mau nyampe mas ", erangku terengah2. Tau aku udah mau nyampe, dia mempercepat enjotan kon tolnya, setiap
enjotannya lengsung menancapkan kon tolnya dalam2 di me mekku. Pantatku menggeliat2 tidak teratur saking nikmatnya. Akhirnya sampe juga puncak kenikmatan buatku. Kakiku segera membelit kakinya, aku memeluk punbggungnya, "mas , aku nyampe, akh, ssh, enak banget mas ", jeritku keenakan. Dia terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk setelah aku meletakkan kakiku diatas ranjang lagi, rasa nikmat membuatku terkapar, napasku tersengal2, dia tidak peduli dengan kondisiku, tetap saja kon tolnya dienjotkan dengan cepat dan keras. Sebentar kemudian napsuku sudah bangkit lagi, aku mulai menggeliat2kan pantatku. "Din
ganti posisi yuk", katanya sambil mencabut kon tolnya dari me mekku.
Aku disuruhnya menungging dipinggir ranjang. Dia berdiri dibelakangku dan menancapkan kon tolnya dime mekku. Sekali sodok, kon tolnya sudah nancep sampe pangkalnya. Sambil berdiri dia mengenjot me mekku. kon tolnya bergerak keluar masuk me mekku dengan cepat dan keras. Enjotannya lebih terasa keras karena dia berdiri sehingga tenaga enjotannya menjadi lebih besar, buatku sih tambah nikmat jadinya. "Akh mas , enak banget, enjotan kon tol mas terasa banget keluar masuk
me mek Dina, terus mas , ssh", erangku. Dia mempercepat enjotan kon tolnya, "Din, aku udah mau ngecret Din", katanya. "iya mas , aku udah mau nyampe lagi, barengan ya mas ", jawabku. Tiba2 dia menjenjotkan kon tolnya dalem2 dengan keras, "Din, aku ngecret, akh, ssh", erangnya. Akupun mengejang karena aku nyampe lagi, "mas aku juga nyampe mas , akh nikmat banget mas ," jeritku. Dia menelungkup diatas punggungku sehingga aku rebah keranjang. kon tolnya tercabut dari me mekku.
Dia berguling dan berbaring disebelahku yang masih nelungkup. "mas , nikmat banget deh enjotannya kalo mas ngenjotnya sambil berdiri", kataku. Dia hanya tersenyum. Aku bangun ke kamar mandi, pipis. Kemudian me mekku kusiram dengan shower, dingin rasanya. Kembali ke ruangan aku mengambil air dingin di lemari es, kuminum habis segelas, aku mengisinya lagi dan kuberikan kepadanya yang masih terkapar kelelahan.
Aku masih pengen sekali lagi ngerasain kon tolnya keluar masuk, segera saja aku mulai menjilati kon tolnya. Terus kuemut2 sambil kukocok2, gak lama kon tolnya sudah keras lagi. "Hebat mas , udah ngaceng lagi", kataku sambil terus mengocok kon tolnya. "Kamu juga hebat Din, napsu kamu cepet sekali berkobar, kayanya kamu gak puas2 ya makan kon tolku", katanya. "Mana bisa puas mas , kan gak tiap hari me mek ku keiisi kon tol mas , mumpung ada kesempatan ya dituntasin aja", kataku sambil kembali mengemut kon tolnya. "Kan sekarang bisa tiap malem kalo kamu mau". Aku mengubah posisi nelungkup sambil mengangkang diatas mukanya, posisi 69. Dia tau apa yang harus dikerjakannya, sambil menikmati kon tolnya yang sedang kuemut2 dia segera menjilati me mekku sampe ke pantatku,
it ilku dikilik2 dengan tangannya. Aku segera bangun dan menduduki kon tolnya, kon tolnya segera saja ambles dime mekku sekali lagi. Aku menaik turunkan pantatku sambil engejangkan me mekku meremas kon tolnya. Enjotanku makin cepat, dia merintih2 keenakan, "Enak Din, empotan me mek kamu kerasa banget, lihai sekarang kamu ya Din", katanya. Setiap enjotan kebawah membuat kon tolnya nancep semua di me mekku. Setiap aku menaikkan pantatku, tampak bibir me mekku turut terarik keluar karena cengkeraman me mekku di kon tolnya. Enjotanku makin lama makin cepat, 'akh mas enak mas , aku udah mau nyampe lagi", erangku, dia meremas2 toketku yang berguncang2 mengikuti irama enjotanku, pentilku diplintir2nya menambah kenikmatanku. Sampa akhirnya, "Akh mas , aku nyampee mas , ssh", akupun mabruk didadanya.
Dia segera menggulingkan aku sehingga sekarang dia yang diatas, kon tolnya yang masih keras tetap nancep di me mekku. DIa sekarang yang ambil peran, mengenjot me mekku dengan cepat dan keras. Cepat sekali enjotannya, aku hanya bisa ber aakh ssh saja saking enaknya, sampe akhirnya diapun gak tahan lagi, "Din, aku ngecret Din", erangnya sambil menancapkan kon tolnya sedalam2nya di me mekku. Terasa semburan pejunya di me meku sehingga akupun nyampe lagi untuk kesekian
kalinya. Benar2 event yang sangat nikmat. Aku dien tot berkali2 dan berkali2 juga nyampe. Wah benar2 terpuaskan napsuku yang tertahan2 selama ini. Setelah istirahat dan mandi, dia mengantarkanku pulang kerumah.
12:38 | Filed Under majikan nakal, ngentot | 3 Comments



